NovelToon NovelToon
Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Clarissa Anggreni, pemimpin mafia kejam yang dijuluki Queen of Damnation, tewas ditembak oleh sahabatnya sendiri, Kalina, dan kekasihnya, Rafael, karena perselingkuhan. Saat ajal menjemput, ia justru terbangun di tubuh Alisha Kirana Maharani – istri cupu korban KDRT dari konglomerat Giovan Salvatore Vizcaya, yang wajahnya persis seperti Rafael. Alisha baru saja jatuh dari lantai atas setelah ditembak orang tak dikenal. Keluarga Vizcaya mengira ia sudah mati. Tapi kini, di balik tubuh lemah Alisha, bersemayam jiwa seorang ratu maut. Di keluarga Vizcaya yang kejam, Alisha direndahkan sebagai pelayan. Giovan berselingkuh di depannya. Tapi Clarissa tidak pernah menjadi korban. Dengan kecerdikan, koneksi bawah tanah, dan haus balas dendam, Alisha (Clarissa) mulai menyusun rencana: ·Membalaskan kematian jasad aslinya kepada Rafael (Giovan) dan Kalina. · Menguasai keluarga Vizcaya dari dalam. · Menemukan siapa penembak yang hampir membunuh Alisha.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Harap!!

Giovan menatap Elena tak percaya, perkataan yang Elena katakan barusan membuatnya syok dan yang lebih syok lagi nya Elena bilang..

"Aku sengaja kabur ke sini, karena aku takut Paman Edward akan menangkapku dan membunuh anak kita, Gov, hikss."

Giovan menggeleng kecil. "Kakekku tidak mungkin setega itu, El."

"Aku bilang, aku hanya takut!"

Elena mengambil tangan Giovan dan menaruh tangannya di perutnya sendiri.

"Di sini, ada anak kita, Gov. Kata dokter usianya baru dua minggu," ujar Elena.

Giovan menatap ke arah tangannya lalu memandang wajah Elena yang terlihat sembab.

"Lalu aku harus apa, El?" tanya Giovan.

Raut wajah Elena seketika langsung berubah. "Harus apa? Ya, kamu harus tanggung jawab, Gov!"

Giovan segera menjauhkan tangannya dari perut Elena. Dia saja bingung, apa yang harus dia katakan pada mommy-nya dan Kakeknya tentang kehamilan Elena.

"Gov, kamu kok malah diam? Kamu enggak berniat kabur untuk tidak tanggung jawab, kan?!" tanya Elena.

"A-aku..."

"Giovan, please, dia anak kita! Aku enggak mau anak ini lahir tanpa ayah!"

Giovan memijat pelipisnya sendiri. "Tapi, masalahnya aku sudah menikah, El. Aku sudah punya istri."

Elena memandang Giovan dengan tajam. "Aku enggak peduli, pokoknya kamu harus tetap tanggung jawab!"

"Tapi.."

"Giovan! Kalau kamu enggak mau tanggung jawab, aku akan gugurkan anak ini," ucap Elena dengan tegas sambil bangkit dari kursinya.

Mata Giovan melebar. "Jangan gila, El," ujar Giovan seraya ikut bangkit juga dari kursinya.

"Untuk apa anak ini lahir, kalau kamu aja enggak mau tanggung jawab, Gov!" seru Elena.

"Aku pasti tanggung jawab kok, El. Hanya saja aku butuh waktu," ucap Giovan.

"Sampai kapan, Gov? Kamu harus ingat, anak yang berada di perutku akan membesar!"

"Aku.."

"Giovan!!" teriak Edward yang tiba-tiba saja datang.

Mata Giovan melebar melihat Kakek dan asistennya berjalan menghampirinya.

"K-Kakek."

"Dari mana saja kamu? Kakek mencarimu, Gov!"

"M-maaf, Kakek. Aku tadi.."

Edward baru menyadari jika Giovan tidak sendirian, ia menyipitkan matanya saat melihat Elena berada di dekat cucunya.

"Kamu, mau apa lagi?!" tanya Edward yang terlihat sangat tidak menyukai Elena.

Elena membuang wajahnya ke arah lain, dia paling malas jika berhadapan dengan Edward si kakek tua yang kejam.

"Kakek, tadi aku dan Elena enggak sengaja ketemu kok," ujar Giovan.

"Enggak sengaja?"

"Iya, Kakek."

Edward menatap ke arah Elena dan menunjuk wanita itu. "Silakan pergi, saya muak melihat wajahmu!" usir Edward dengan kejam.

Elena menatap benci pada Edward. "Paman enggak bisa ngusir aku begitu aja!!" ucap Elena.

Alis Edward mengerut. "Kenapa? Saya punya kuasa di atas kamu!"

"Tapi, saya punya anak yang akan menjadi cicit Anda!" seru Elena.

"Apa maksudmu, Elena!"

SREKK.

"AAHK, G-Gov, tolong," ringis Elena.

Edward semakin erat mencekik leher Elena dan membuat Elena hampir saja kehabisan napasnya.

"Kakek, sudah, Kakek. Nanti Elena meninggal," pinta Giovan.

"Diam, Giovan! Jangan kau bela wanita rubah ini!" sentak Edward.

"AAKHH, a-ampun."

"Kakek, aku mohon hentikan. Elena sedang mengandung anakku, Kakek."

BRUK.

Edward langsung melepaskan tangannya setelah mendengar ucapan Giovan, dia berbalik menatap tajam ke arah cucunya.

Sedangkan Giovan hanya bisa menundukkan kepalanya.

"Tadi, kau bilang apa, Gov?!" tanya Edward.

Giovan mengangkat kepalanya untuk menatap wajah Edward. "Elena sedang mengandung anakku, Kakek," jawab Giovan.

"Mengandung?"

Mata Edward menatap ke arah Elena yang sedang meringkuk sambil memeluk perutnya sendiri.

"Kau, menghamili wanita ini, Giovan?!!"

"I-iya, Kakek."

"Biadap!"

BUGH. BUGH. BUGH.

Elena memejamkan matanya saat melihat Giovan dipukul berkali-kali oleh Edward.

"Kau benar-benar membuatku marah, Giovan Salvatore!" sentak Edward.

Giovan sendiri hanya bisa pasrah saat wajahnya babak belur.

"Kau ingat istrimu tidak, Gov?!"

"A-aku.."

BUGH.

"Pria brengsek sepertimu tidak pantas berada di keluargaku!"

Asisten Giovan mencoba menenangkan Edward dengan membisikkan sesuatu.

Napas Edward terengah-engah, ia memegangi dadanya yang terasa sakit.

"Kita bicarakan ini semua di hotel, dan kamu.." Edward menunjuk ke arah Elena. "Kamu ikut kami!"

Elena menganggukkan kepalanya dan segera membantu Giovan untuk bangun. Edward yang melihat itu, hanya berdecak sinis dan pergi begitu saja.

"Kamu enggak papa, kan?" tanya Elena.

Giovan menatap ke arah Elena, lalu menggelengkan kepalanya.

"Ayo kita, ikuti Paman Edward," ajak Elena.

---

Sesampainya di hotel, mereka bertiga berkumpul di ruang tamu. Edward memijat pelipisnya.

"Kakek, Kakek tidak usah terlalu memikirkan aku ya. Aku dan Elena.."

"Siapa yang memikirkan kalian berdua! Aku sedang memikirkan cucuku, Alisha!" potong Edward.

"Bagaimana perasaannya dia, saat tahu suaminya yang jelek ini menghamili wanita lain," ujar Edward.

Mata Elena melebar, biasanya Giovan yang tampan ini disebut jelek oleh Edward.

"Dan kamu, Gov! Kamu boleh tanggung jawab dengan menikahi Elena, tapi.."

Senyum Elena langsung sirna saat mendengar kata tapi yang Edward ucapkan.

"Pernikahan kalian harus dirahasiakan dari umum, dan jika anak itu sudah lahir, kamu harus menceraikan Elena secepatnya!"

"Apa, kenapa begitu?!" tanya Elena tak terima.

Edward menatap Elena dengan tajam. "Kenapa? Memangnya kamu berharap apa, hah?"

"Aku tidak mau Giovan menceraikanku begitu saja!" bantah Elena.

Edward tersenyum sinis. "Ciih, kau berharap ingin menjadi Nyonya Vizcaya, hm?"

"B-bukan, aku hanya.."

"Jangan harap, Elena! Sampai aku mati pun, kamu tidak akan pernah menjadi salah satu bagian dari keluarga Vizcaya!"

Diam-diam tangan Elena yang berada di meja, terkepal erat. Sebenci itu, kah Edward padanya? Sampai-sampai berkata seperti itu!

---

Di sisi lain, Alisha baru saja selesai mandi. Wanita itu berjalan mendekati ponselnya dan mengambilnya.

"Hm, Giovan menelepon aku? Ada apa, ya?"

Dia segera menelepon Giovan balik namun, sayangnya panggilannya tidak diangkat.

"Aneh banget, tadi nelepon sekarang malah enggak diangkat!" gerutu Alisha.

Alisha kembali menyimpan ponselnya dan menikmati sarapan yang sudah pelayanannya siapkan.

Drett. Drett.

Tak lama ponselnya kembali berdering, Alisha segera mengambil ponselnya dan mengangkatnya.

"Halo, Kakek," sapa Alisha.

"Halo, kesayangannya Kakek. Kamu di sana baik-baik saja, kan?" tanya Edward.

"Ya, aku baik-baik saja, Kakek. Ada apa tumben sekali Kakek telepon?"

"Tidak ada, Kakek hanya merindukan suaramu saja."

Alisha terkekeh. "Ahh, Kakek bisa saja. Oh, iya, apa Giovan baik-baik saja, Kakek?"

Edward yang kebetulan sedang duduk bersama Giovan menatap pria itu.

"Hm, suamimu baik-baik saja."

"Syukurlah, dia tidak kepincut bule di sana, kan, Kakek?" tanya Alisha sambil terkekeh.

Edward terdiam. "Ya, dia tidak kepincut bule, tapi.."

"Tapi, apa, Kakek?"

"Tidak, sayang. Tidak ada apa-apa."

"Kakek kapan pulang?"

"Lusa, aku dan Giovan akan pulang."

"Oke, aku akan menunggu kalian."

"Baiklah, Alisha sayang. Sampai jumpa nanti, ya."

"Iya, Kakek. See you."

---

Bersambung

1
Anne Soraya
lanjut
Lucky Ferdinand Sihombing
mana nih up nya😄
Lucky Ferdinand Sihombing
apa itu Alisha 🤭🤭
Lucky Ferdinand Sihombing
lanjut dong
Lucky Ferdinand Sihombing
lanjut
jeeny sihombing
double dong thor🤭
jeeny sihombing
lanjut
Nelson Sihombing
lanjut dong
Anne Soraya
lanjut 👍
SANG
Semangat terus ya dek👍💪
SANG
Like iklan plus komen
Alia Chans: thanks 😍😣
total 1 replies
SANG
Ceritanya seru dek👍💪
SANG
Novel baru semangat baru ya dek👍💪
☾⚘ `ᴿᵃ | тια.яα↬ˢᵃʲᵃⁿᵍ⁻ⁿⁱᵐ
Kak, tadi aku sempat ngira “PRANGG!” itu dialog karakter, baru sadar ternyata suara gelas pecah 😭 Mungkin bisa tanpa tanda petik biar lebih jelas kalau itu SFX.
Alia Chans: wk" thanks dh mampir
total 1 replies
Wawan
Salam kenal buat Alisa💪✍️
Amila FM,IG:amilaeditslife
waa female fatal nih go go alisha
Alia Chans
Halo guys
ini Novel baru aku👈✍️
☾⚘ `ᴿᵃ | тια.яα↬ˢᵃʲᵃⁿᵍ⁻ⁿⁱᵐ: Haloo~
Aku mampir ☝🏻✨
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!