Lima tahun menikah, Kanisha Rayya Shanika selalu percaya bahwa rumah tangganya bersama sang suami, Arven Mahendra, akan berjalan harmonis untuk selamanya. Ia rela menekan mimpinya sendiri demi menjadi istri sempurna dan ibu terbaik bagi anak angkat yang sangat ia cintai. Namun semua kepercayaan itu runtuh dalam satu malam.
Kanisha memergoki Arven berselingkuh dengan sekretaris pribadinya sendiri—wanita yang selama ini ia anggap hanya rekan kerja biasa. Belum sempat pulih dari pengkhianatan itu, kenyataan yang jauh lebih kejam kembali menghantamnya. Anak angkat yang ia rawat dengan penuh kasih ternyata adalah darah daging hasil hubungan terlarang suaminya dengan sang selingkuhan.
Dikhianati sebagai istri sekaligus dipermainkan sebagai seorang ibu, Kanisha memilih pergi dan mengakhiri pernikahan yang telah menghancurkan hidupnya. Dengan tekad untuk bangkit, Kanisha mulai membangun hidup baru dan membuktikan bahwa dirinya bukan wanita lemah yang bisa diinjak begitu saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Prolog
Suara pecahan kaca menggema keras di dalam ruang kerja mewah milik keluarga Mahendra. Kanisha Rayya Shanika berdiri mematung di ambang pintu dengan napas memburu. Tangannya tampak gemetar hebat saat nampan makanan yang berisi secangkir kopi dan roti sandwich yang tadi ia bawa jatuh begitu saja ke lantai marmer dan membuat gelas kopi itu pecah tanpa sempat ia pedulikan. Dadanya terasa sesak. Bukan karena ia berlari terlalu cepat menuju ruangan itu, melainkan karena apa yang baru saja dilihatnya.
Di balik meja kerja besar berwarna hitam itu, sang suami—Arven Mahendra—terlihat buru-buru melepaskan pelukannya dari seorang wanita. Kancing atas kemeja pria itu terbuka berantakan sementara lipstik merah samar masih membekas jelas di kerah kemeja putihnya. Sedangkan wanita yang bersama Arven, Kanisha mengenalnya dengan sangat baik.
Selena Wijaya.
Sekretaris pribadi suaminya sendiri. Wanita yang selama ini selalu terlihat sopan dan profesional di depan dirinya. Wanita yang bahkan sering makan malam bersama mereka ketika pekerjaan Arven sedang padat.
Dan sekarang, Wanita itu berdiri di ruang kerja suaminya dengan gaun ketat berwarna hitam, rambut berantakan, serta wajah panik karena ketahuan selingkuh.
Hancur.
Itu satu-satunya kata yang mampu menggambarkan perasaan Kanisha saat ini.
“A-Apa yang kalian lakukan…?” tanya Kanisha dengan suaranya yang lirih.
Begitu lirih sampai terdengar seperti bisikan yang nyaris patah. Arven mengembuskan napas kasar sambil merapikan lengan kemejanya. Tidak ada raut panik berlebihan di wajah pria itu, tidak ada rasa bersalah seperti yang diharapkan Kanisha. Justru ekspresi dingin yang membuat hati Kanisha terasa semakin remuk.
“Kanisha—”
“Jawab aku!”
Bentakan itu keluar begitu saja dari mulut Kanisha. Untuk pertama kalinya selama lima tahun pernikahan mereka, Kanisha membentak suaminya sendiri. Air matanya mulai jatuh tanpa bisa ditahan lagi.
“Aku nanya sama kamu, mas… Apa yang kalian lakukan disana?!”
Selena terlihat gugup. Wanita itu buru-buru mengambil tasnya yang terjatuh di sofa.
“Pak Arven… saya pergi dulu.”
“Tunggu sebentar, Selena.” panggil Arven yang membuat Selena langsung terdiam.
Kanisha sampai tertawa kecil mendengarnya.
Tawa yang terdengar menyakitkan.
“Hebat…” lirih Kanisha dengan napas bergetar. “Bahkan sekarang dia nurut banget sama kamu, mas.”
“Kanisha, kita bisa ngomong baik-baik.”
“Baik-baik?” ulang Kanisha tak percaya. “Aku mergokin suamiku selingkuh di rumah kita sendiri dan mas masih minta buat ngomong baik-baik sama aku?”
Suasana ruangan itu terasa begitu menyesakkan. Lampu kristal di langit-langit masih menyala terang, tapi Kanisha merasa dunianya mendadak gelap gulita. Ia menatap Arven lekat-lekat. Pria itu masih setampan dulu, masih sama seperti lelaki yang membuatnya jatuh cinta bertahun-tahun lalu. Lelaki yang dulu bersumpah akan mencintainya seumur hidup. Tapi malam ini, semua terasa asing.
“Apa kurangnya aku, mas…?”
Pertanyaan itu akhirnya keluar juga dengan pelan, rapuh dan penuh luka dari bibir Kanisha. Arven memijat pelipisnya seolah lelah menghadapi situasi ini.
“Hentikan Kanisha! Jangan bikin drama di rumah ini.”
Kalimat itu terasa seperti tamparan keras bagi Kanisha. Drama? Jadi rasa sakitnya dianggap drama? Kanisha menunduk sesaat sambil mengusap air matanya yang terus mengalir. Namun percuma, semakin ia tahan, semakin deras tangisannya jatuh.
“Sudah berapa lama…?” Arven terdiam sementara Kanisha menatap wajah suaminya dengan matanya yang merah dan basah. “Aku tanya sama kamu…” suaranya pecah. “Sudah berapa lama kalian menjalin hubungan dibelakang ku?”
Selena terlihat semakin tidak nyaman. Wanita itu beberapa kali melirik Arven, seolah meminta pria itu tidak mengatakan apa-apa. Tapi Arven justru menjawab dengan nada datar.
“Empat tahun.”
Deg, Kanisha merasa tubuhnya limbung. Empat tahun? Bibirnya terbuka perlahan, tapi tidak ada suara yang keluar. Empat tahun, itu artinya suaminya selingkuh hampir selama pernikahan mereka. Artinya selama ini ia hidup dalam kebohongan.
Selama empat tahun itu Arven pulang ke rumah, tidur di sampingnya, makan bersama dirinya, tersenyum seolah semuanya baik-baik saja, Padahal diam-diam pria itu membagi cintanya dengan wanita lain. Kanisha sampai harus berpegangan pada sisi pintu karena lututnya terasa lemas.
“Empat… tahun…?”
Arven mengangguk singkat tanpa rasa bersalah sedikit pun dan itu jauh lebih menyakitkan daripada perselingkuhan itu sendiri.
“Aku bahkan…” napas Kanisha tersendat. “Aku bahkan nggak pernah curiga sama sekali…”
“Tapi sekarang kamu udah tahu.”
Jawaban dingin itu membuat air mata
Kanisha semakin deras.
“Kenapa…?” tanya Kanisha lirih. “Kenapa kamu lakuin ini sama aku, mas?”
Arven tidak langsung menjawab sedangkan Selena memilih berdiri diam seperti orang yang tidak ingin ikut campur, walaupun jelas-jelas dialah penyebab kehancuran rumah tangga mereka. Kanisha menatap wanita itu dengan tatapan penuh luka.
“Kamu…” suara Kanisha bergetar. “Kamu tahu dia suamiku, Selena. Kenapa kamu tega bermain api dengan suamiku!!!”
Selena menunduk.
“Saya nggak pernah berniat—”
“Kalau nggak berniat, kamu nggak mungkin ada di sini!”
Bentakan Kanisha membuat Selena terdiam. Kanisha benar-benar merasa dadanya sakit. Ia begitu mempercayai wanita itu selama ini dan bahkan pernah membelanya ketika beberapa karyawan kantor membicarakan kedekatan Selena dengan Arven. Bodohnya dirinya, benar-benar bodoh.
“Aku selalu percaya sama kalian…” gumam Kanisha pelan sambil tertawa pahit. “Aku bahkan mikir kalau mas terlalu cinta sama aku buat selingkuh.”
Arven mendecakkan lidah dengan pelan.
“Udah selesai nangisnya?”
Kanisha langsung menatap suaminya dengan tak percaya.
“Apa?”
“Aku capek.”
Jawaban itu terasa begitu kejam. Kanisha melangkah mendekati Arven perlahan sementara air matanya masih terus jatuh.
“Aku mohon mas…” ucapnya lirih. “Kita bisa benerin semuanya.” Arven mengernyit, Kanisha meraih tangan pria itu dengan gemetar. “Aku nggak peduli soal malam ini. Aku bisa lupain semuanya kalau kamu mau berhenti.” tangisnya pecah lagi. “Tolong akhiri hubungan kamu sama dia, mas.”
“Kanisha—”
“Aku serius…” katanya cepat. “Kita mulai lagi dari awal. Aku bakal berusaha jadi istri yang lebih baik buat kamu.”
Selena tampak tidak suka mendengar itu sedangkan Arven justru menarik tangannya perlahan dari genggaman Kanisha. Gerakan sederhana itu terasa begitu dingin.
“Kita nggak bisa mulai dari awal lagi, Kanisha.”
Kanisha menggeleng cepat.
“Bisa.”
“Nggak bisa.”
“Kenapa nggak bisa?!” suaranya meninggi karena panik. “Aku masih sayang sama kamu, mas…”
Arven mengembuskan napas panjang, Tatapan pria itu berubah datar seolah rasa cintanya memang sudah habis.
“Aku udah bosan sama kamu, Kanisha.”
Kalimat itu sukses membuat dunia Kanisha runtuh untuk kedua kalinya malam ini.
“Apa…?”
“Aku bosan sama kamu.”
Tidak ada emosi dalam suara Arven dan justru karena itulah ucapan itu terasa jauh lebih menyakitkan. Kanisha sampai kehilangan kemampuan untuk berbicara selama beberapa detik. Bosan? Setelah lima tahun bersama? Setelah semua yang sudah mereka lewati?
Aku udh mmpir....slm knal....
dr awl aku udh gedek sm s pcundang...kya'nya dia emng ga pnya hti,smp tega ngucapin kta2 mnyakitkn sm istrinya...mnimal kl dia pnya hti,diem aja....kl mau psah,tnggal psah.....yg bkin dngkol,ga ngrsa brslah sm skli.....sntai bgt mlah....
tp abs ni prshaannya bkln hncur,scra pd tngkt dewa kl slma ni bs skses krna usaha sndri....pdhl tnp bntuan istrinya,udh bmgkrut dr dlu kaleee.....😡😡😡
dari semua karyamu , aku selalu suka dengan semua jalan ceritanya kak. Alurnya pas, konfliknya ada, jalan ceritanya rapi dan nggak putus di tengah jalan.
terus tingkatkan semua ceritanya supaya lebih baik kak, aku suka semua🤭☺️