NovelToon NovelToon
Setelah Titik,Ada Temu

Setelah Titik,Ada Temu

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Romansa Fantasi / CEO / Dark Romance / Mantan / Tamat
Popularitas:15.9k
Nilai: 5
Nama Author: byyyycaaaa

Bagi Azzalia Caesarea, mencintai Regas Adhitama adalah sebuah keberanian sekaligus kesalahan. Regas adalah sang "Pangeran Teknik" yang sempurna, sementara Lia hanyalah mahasiswi Sastra pemegang beasiswa yang hidup sebatang kara.

Saat restu orang tua Regas menjadi dinding tinggi yang tak mungkin dipanjat, Lia memilih mundur. Ia meletakkan tanda titik pada kisah mereka, menolak lamaran Regas, dan pergi mengejar mimpinya ke luar negeri demi harga diri yang sempat diinjak-injak.

Tahun-tahun berlalu, Lia kembali sebagai sosok wanita yang baru dan sukses. Namun, semesta memang senang bercanda. Di sekolah internasional tempatnya mengajar, ia kembali dipertemukan dengan mata tegas itu. Regas berdiri di sana, tetap mempesona, namun dengan satu kejutan yang menyesakkan napas: seorang putri kecil yang memanggilnya "Papa".

Siapkah Lia membuka kembali buku lama yang sudah ia tutup rapat?Dan rahasia apa yang sebenarnya disimpan Regas selama bertahun-tahun kepergian Lia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon byyyycaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Lia menatap map di atas meja dengan pandangan kosong. Kata-kata Abimana berputar di kepalanya seperti badai. Dia mengorbankan kebebasannya agar aku bisa meraih mimpiku. Fakta itu menghantam Lia lebih keras daripada kenyataan pernikahan Regas sendiri. Selama lima tahun ini, ia membangun kebencian sebagai bahan bakar kesuksesannya, namun ternyata pondasi kesuksesan itu dibangun di atas penderitaan laki-laki yang ia maki.

Dengan tangan gemetar, Lia menyambar kunci apartemennya. Ia tidak peduli lagi dengan logika atau harga diri yang ia agung-agungkan tadi siang. Ia keluar dari unitnya, melangkah dua tindak, dan berdiri di depan pintu nomor 402—pintu unit Regas.

Lia menarik napas panjang, lalu mengetuk pintu itu. Sekali. Dua kali. Tidak ada jawaban.

Tepat saat ia hendak berbalik, pintu terbuka pelan. Regas berdiri di sana, masih mengenakan kemeja hitam yang sama dengan yang ia pakai di pemakaman, namun kini tanpa jas. Matanya merah, dan aroma whiskey samar tercium dari napasnya. Ia tampak terkejut melihat Lia berdiri di depan pintunya malam-malam begini.

"Lia? Ada apa? Apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Regas, suaranya serak dan penuh kecemasan.

Lia tidak menjawab. Ia hanya menatap mata Regas, mencari sisa-sisa kebohongan yang mungkin tersisa. Namun yang ia temukan hanyalah kelelahan yang luar biasa dalam binar mata laki-laki itu.

"Kenapa kamu tidak mengatakannya, Regas?" bisik Lia, suaranya pecah. "Kenapa kamu membiarkan aku membencimu selama lima tahun? Kenapa kamu membiarkan aku menganggapmu pengkhianat sementara kamu sedang menjadi tameng untukku?"

Regas tertegun. Ia melirik ke arah lorong, lalu menarik Lia masuk ke dalam unitnya dan menutup pintu dengan rapat. Ruangan itu hampir kosong, hanya ada beberapa perabot esensial, sangat kontras dengan kemewahan rumah Adhitama.

"Abimana bicara padamu?" Regas mendesah frustrasi, ia menyisir rambutnya dengan jari. "Aku sudah melarangnya, Lia. Aku tidak ingin kamu kembali ke sini hanya karena rasa kasihan atau hutang budi."

"Ini bukan soal hutang budi!" seru Lia, air mata kini benar-benar jatuh. "Ini soal kejujuran! Kamu membiarkan aku pergi ke London dengan hati yang hancur, Regas. Kamu membiarkan aku mengira bahwa cinta kita hanya seharga empat bulan bagi keluargamu!"

Regas melangkah mendekat, memangkas jarak di antara mereka. Ia memegang kedua bahu Lia, menatapnya dengan intensitas yang membuat napas Lia tertahan. "Jika aku mengatakannya saat itu, kamu tidak akan pernah pergi, Lia. Kamu akan memilih tinggal dan hancur bersamaku. Aku tidak bisa membiarkan itu. Sastra adalah nyawamu, beasiswa itu adalah tiketmu keluar dari kemiskinan yang merantai keluargamu. Aku lebih baik dibenci olehmu daripada melihat mimpimu mati di tangan ibuku."

Lia menutup wajahnya dengan telapak tangan, menangis sesenggukan. Regas tidak tahan lagi, ia menarik Lia ke dalam pelukannya—pelukan yang sudah lima tahun ia rindukan. Lia sempat berontak kecil, namun aroma kayu cendana dan kehangatan tubuh Regas meruntuhkan segalanya. Ia menyandarkan kepalanya di dada Regas, mendengar detak jantung laki-laki itu yang tidak beraturan.

"Tapi sekarang ada Elena, Regas... Ada bayi itu," bisik Lia di balik dekapan Regas. "Semuanya sudah terlalu rumit. Kita tidak bisa kembali ke lantai apartemen sempit itu lagi."

Regas mengeratkan pelukannya, mencium puncak kepala Lia dengan penuh kepedihan. "Aku tahu. Aku tidak memintamu kembali menjadi milikku sekarang. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa di dunia yang penuh kepalsuan ini, hanya cintaku padamu yang nyata. Dan soal Elena... aku akan menyelesaikannya. Aku tidak akan membiarkan dia menyentuhmu atau kariermu."

1
Niken Dwi Handayani
Ghea bukan anaknya Regas ya? kalau 5 tahun terpisah, anak nya belum masuk SD. Mungkin anak kakak nya
Chelviana Poethree
👍👍👍
Chelviana Poethree
mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!