NovelToon NovelToon
Sistem Analisis Nilai : Bangkitnya Sang Penguasa Bisnis

Sistem Analisis Nilai : Bangkitnya Sang Penguasa Bisnis

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

ini adalah part 2 dari novel "Diremehkan Karena Miskin Ternyata aku punya sistem analisis nilai"

disarankan baca part 1 terlebih dahulu
**

setelah mendapatkan kemampuan sistem, kehidupan Rahmat Pratama berubah drastis. Dia yang awalnya dihina, miskin, dan terlilit hutang, kini telah berdiri di puncak .

Namun, kejayaan itu hanyalah awal dari badai yang sesungguhnya.

Saat Rahmat merasa telah menguasai segalanya, sebuah serangan siber mematikan dari organisasi misterius bernama Black Spider nyaris menghapus seluruh asetnya.

Sertifikat Galeria yang ia bangun dengan darah dan keringat hampir saja berpindah tangan dalam hitungan detik.
Black spider kembali menyerang, bukan dengan fisik melainkan dengan serangan dari dalam.

Rahmat juga menyadari satu kenyataan pahit: Sistem Analisis Nilai miliknya bukan

sekadar keberuntungan jatuh dari langit.
Ada sejarah gelap yang ditinggalkan oleh sang pemilik pendahulu, dan mengenai sang pencipta asli yang kini datang untuk menagih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2.5—Calon Ketua Osis Dan Tawaran Untuknya

Rahmat langsung mengangkat tangan sedikit, tanda menyerah. “Tenang. Aku nggak ngapa-ngapain.”

Ia menghela napas, lalu menatap kembali panel sistem. Komedi cabul cukup sampai sini, mari kita mulai serius.

IQ 145. Elite Cyber Security. Logic Architect.

Matanya menyipit pelan. 

“Yang ini baru penting…” pikirnya.

Dibanding data “aneh” barusan, kemampuan gadis ini jelas berada di level yang berbeda. Bahkan bisa dibilang—monster tersembunyi.

Rahmat menarik kursi dan duduk di depannya dengan santai.

Maya makin tegang.

“A-ada apa…?” tanyanya lirih.

Rahmat menatapnya lurus, kali ini serius.

“Aku butuh orang seperti kamu.”

Maya berkedip.

“Eh…?”

​ Rahmat tersenyum tipis. "Kak Anissa yang menyuruhku kesini. Katanya, ada seorang 'ahli' yang bisa melakukan tugas seperti IT profesional, hacking dan lain-lain gitu.”

​Maya semakin menunduk, jari-jarinya memainkan ujung kabel LAN di meja. "K-kak Anissa berlebihan. Aku cuma... cuma suka merapikan barisan kode yang berantakan. Tidak lebih."

Rahmat memperhatikan gerak-gerik kecil itu. Cara Maya memainkan kabel LAN, cara bahunya sedikit naik turun setiap kali ia bicara, hingga bagaimana suaranya hampir menghilang di akhir kalimat. Semua itu bukan sekadar “tidak percaya diri”. Ini sudah masuk tahap menghindari eksistensi.

Rahmat menyandarkan punggungnya, tetap menatapnya tanpa tekanan berlebih.

“Merapikan barisan kode, ya…” ulangnya pelan.

Maya mengangguk kecil, masih menunduk. “I-itu saja yang bisa kulakukan…”

Rahmat tersenyum tipis. “Kalau sekedar ‘merapikan’, Kak Anissa nggak mungkin sampai bilang kamu lebih hebat dari teknisi polsek.”

Maya langsung kaku. “K-kak Anisa bicara begitu?”

“Iya.”

“Seperti biasa, dia orang yang memuji berlebihan …” suaranya makin kecil. “I-itu … tidak juga.”

Rahmat mengetuk meja pelan. Orang ini benar benar punya rasa percaya diri yang parah, dia harus melakukan sesuatu.

Tok.

“Maya.”

Gadis itu sedikit tersentak saat namanya dipanggil langsung.

“K-kenapa?”

Rahmat mencondongkan tubuh sedikit ke depan, nada suaranya berubah. Tidak lagi santai, tapi juga tidak menekan. Lebih seperti… serius.

Ini kali pertama baginya ditatap begitu intens oleh lawan jenis, dia yang pemalu makin malu bahkan wajah sudah memerah seperti kepiting rebus, jantungnya? Jangan tanya, sudah berdetak begitu cepat seperti drum.

“Aku nggak datang ke sini buat basa-basi.”

Hening sejenak.

“Aku butuh orang IT.”

Ia melanjutkan tanpa memotong ritme. “Bukan yang sekadar ngerti komputer. Tapi yang bisa berpikir lebih cepat dari orang lain. Yang bisa melihat celah sebelum orang lain sadar celah itu ada.”

Maya perlahan mengangkat wajahnya sedikit.

Rahmat menatap lurus ke matanya. “Dan dari semua data yang aku punya…” Ia berhenti sepersekian detik. “…kamu kandidat terbaik.”

Deg.

Jantung Maya berdetak lebih cepat.  Untuk pertama kalinya, ada seseorang yang bicara padanya dengan nada seperti itu. Bukan meremehkan. Bukan mengabaikan. Tapi… mengakui. Kedua setelah Anissa, dan untuk pertama kali juga dia merasa dibutuhkan seseorang.

 Untuk seseorang yang gagap dalam dunia sosial itu adalah kehormatan pribadi.

“T-tapi aku…” ia menggigit bibirnya pelan. “Aku nggak cocok di depan orang banyak…”

Rahmat langsung mengangkat tangan sedikit. “Siapa bilang kamu harus di depan?”

Maya terdiam.

Rahmat tersenyum tipis. “Justru aku butuh kamu di belakang layar.”

Ia menunjuk layar komputer di depannya. “Di tempat kamu paling kuat.”

Maya mengikuti arah jari Rahmat. Layar penuh kode yang tadi terasa seperti “dunianya sendiri” kini tiba-tiba terasa… berbeda.

Rahmat melanjutkan.

“Aku lagi bangun sesuatu, sebuah bisnis. Kemarin malam sistem keamanan bisnisku baru diretas, aku berhasil melakukan sesuatu dan melawan, namun jujur saja, aku nggak bisa jaga semuanya sendirian.’

Ia menghela napas pelan.

“Kalau… aku ikut…” ia berhenti sejenak. “…aku harus ngapain?”

Rahmat tersenyum. Akhirnya.

“Simple.” Ia mengangkat satu jari. “Jaga sistemku.”

Jari kedua terangkat. “Pantau ancaman.”

Jari ketiga. “Dan kalau ada yang coba masuk…” Matanya sedikit menyipit. “…hancurkan mereka dari dalam.”

Suasana langsung berubah.

“Tentu saja kamu tidak kubayar gratis, kubayar dengan harga mahal.”

Maya merasakan sesuatu yang aneh. Kata-kata itu terdengar dingin. Tapi… juga jelas.

Bukan ancaman.

Tapi arah.

Maya menelan ludah pelan. “Aku… belum pernah kerja tim…” ucapnya jujur. “Aku takut menghambat… kamu serius mau kerja dengan orang sepertiku?”

Rahmat mengangguk. “Bagus.”

Maya bingung lagi. “Eh?”

“Berarti kamu belum punya kebiasaan buruk.”

Rahmat berdiri dari kursinya. “Aku nggak butuh tim yang ‘berpengalaman tapi kaku’.”

Ia menatap Maya lagi. “Aku butuh orang yang mau berkembang.”

Hening. Berkembang? Maya menggenggam ujung bajunya pelan.

“…Kalau aku gagal?”

Rahmat menjawab tanpa ragu. “Ya belajar. Tenang saja, aku tidak akan memakanmu atau gimana kalau gagal, aku juga guni gini pintar dalam hal hacking mungkin aku bisa menjadi mentormu juga. Tambah pengalaman.”

Jawaban itu terlalu sederhana. Tapi justru itu yang membuat Maya terdiam.

Tidak ada tekanan. Tidak ada ekspektasi berlebihan. Tidak ada ancaman.

Hanya… kesempatan. Rahmat berbalik sedikit, bersiap pergi.

Ia menyerahkan lembar tulisan, berisi namanya dan nomor telepon Rahmat.

“Aku tunggu jawabanmu.”

Ia melangkah dua langkah menuju pintu. Lalu Lalu berhenti. Tanpa menoleh, ia berkata pelan.

“Oh ya.”

Maya mengangkat wajahnya sedikit.

Rahmat melanjutkan. “Kalau kamu terus sembunyi seperti sekarang…”

Ia menoleh setengah, senyum tipis muncul di wajahnya. “Potensi segitu cuma jadi sia-sia.”

Deg.

Kalimat itu menghantam lebih dalam dari yang Maya kira. Pintu terbuka.

Cahaya dari lorong masuk ke dalam ruangan yang redup. Rahmat melangkah keluar.

Dan pintu kembali tertutup perlahan.

Klik.

Sunyi.

Maya masih duduk di tempatnya.

Tangannya perlahan berhenti memainkan kabel LAN.

Matanya menatap layar.

Lalu ke arah pintu.

Lalu kembali ke layar.

Di dalam dadanya… ada sesuatu yang bergerak.

Sesuatu yang sudah lama tidak ia rasakan.

“…Berkembang…”

Ia mengulang kata itu pelan. Untuk pertama kalinya— Maya tidak merasa ingin bersembunyi.

“Bahkan untuk orang sepertiku … ada kesempatan untuk berkembang?”

1
Serath
nulis tema sistem mudah gak bg? dapat retensinya gampang gak? /NosePick//Grin/
Manusia Biasa: kalau fantim gimana bang🗿
total 4 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
hampir lupa belom komentar 🤣🤣🤣balik lagi pokoknya asik dah luu Rahmat keren
Manusia Biasa: tiba tiba jadi protektif jir wkwk, orang ada agensi yang mau nawarin malah🗿
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
ajib banget mantappp dah udah sultan tampan skill music mumpuni walupun dapet dari sistem 🤭🤣🤣🤣😛
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
aduh kasian Alya namanya juga baru pertama kali perform maklumi lah
Manusia Biasa: tenang ada mc yang siap mengatasi semua
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
mau ketawa lihat reaksinya Rozak parah 🤣🤣😭😭😭
Manusia Biasa: sampai pingsan 😭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
wahhh ide Rahmat memang mantap sudah tau kalo di kuntit paparazi yang mau menjatuhkan mental Alya dan Kanaya🤭🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
selidiki itu Alfian ini keknya punya skill tersembunyi dia nih 🤭🤔
Manusia Biasa: oya tuh mencurigakan
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
apakah Alfian ini punya sistem juga kek Rahmat tapi sepertinya nggak deh 🤔
Manusia Biasa: yang jelas bukan orang biasa dan pasti penting😂
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
koplakkkk alias somplak nih jadi ketawa 🤣🤣🤣🤣dahlah kalian berdua siap siap jadi tim sorak pakai rumbai rumbai🤭🤣
Manusia Biasa: wkwkw yang nulis kemarin juga ngakak ngakak sendiri 😭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Rahmat edaaaan dikelilingi cewek cantik semua baru semuanya punya kelebihan masing-masing gileeee bener 🤣🤣🤣🤭
Manusia Biasa: namanya orang ganteng sama kaya sih kak bebas
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
pastinya Alya sudah jatuh cinta sama Rahmat kan dan bisa jadi memang nanti akan jadi calon mantu ibu Dewi mungkinnnnn🤭😛
Manusia Biasa: waduhh gimana ya. nantikan saja yang jadi pendamping siapa😂
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
wesss pokoke semua skill apapun dikuasai oleh Rahmat wong punya sistem analisis sendiri 🤭
Manusia Biasa: serba bisa jadinya
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Rahmat emang keren 🤭🤣🤣🤣 akhirnya Kanaya sama Alya bisa jadi satu karena mereka akan perform bersama Rahmat juga trio wik wik🤭🤣🤣🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
Manusia Biasa: efek wkp kak, bangun malam malam masak mie rebus😭 haha
total 3 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
nah pass bertiga sama Kanaya lah kan dia juga tadinya mau ngajak luu Mat🤭🤣🤣
Manusia Biasa: siap siap bikin geger para murid laki di sana😂😭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
duhhh Rahmat hoki permintaan Alya sangat sederhana ternyata 🤭🤣🤣🤣
Manusia Biasa
HEI GAYS judul novel saya ganti jadi sistem analisis nilai : Bangkitnya sang penguasa bisnis karena masalah kontrak doaka semoga berjalan lancar agar novel ini bisa berlanjut, semoga kalian gak bingung kenapa judulnya tiba-tiba ganti
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
ayo Rahmat semangat pasti Alya masih marah sama kamu wkwkwk usahain pakai rayuan apa kek 😛🤣🤣
Manusia Biasa: wkwkw harus sedia gombalan🗿
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
ayahnya Alya pasti akan membantu Rahmat supaya ibu Dewi tak curiga anaknya melakukan pekerjaan ilegal🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
kalo dikasih tau yang sebenarnya malah bingung nanti ibunya jadi dikasih penjelasan seperti tadi dapat bonus hadiah dari hotel dibelikan rumah buat ibu Dewi
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
keren emang analisa Anissa ini cocok jadi anggota police iyalah bapaknya komandan 🤭🤣🤣🤣🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
Manusia Biasa: wkwkw emang udah jalur takdir ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!