NovelToon NovelToon
Mendadak Jadi Ibu Tiri Antagonis

Mendadak Jadi Ibu Tiri Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Sistem / Masuk ke dalam novel
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: sang senja

Mati tertabrak mobil.
Tiba-tiba bangun di rumah mewah dan memili anak tiri,yang kelak menjadi penjahat besar.
Dan suami psikopat yang belum bisa move on dari cinta lama nya.
Di bantu oleh sistem untuk meluluhkan hati kedua nya.
mampu kah Kaira meluluhkan hati, kedua orang yang sangat membenci nya itu.

"Kau bukan ibu ku, berhenti berlagak seolah kau perduli! Jangan mengatur ku!"( Kaiden Alfaro Lucifer)

"Tugas mu hanya untuk mendidik Kaiden, kau tak perlu ikut campur urusan ku dengan Dorothea, sampai kapan pun yang kucintai hanya lah Dia. kau hanya istri pajangan!" (Albert Gavriel Lucifer).

Siapa yang perduli dengan urusan percintaan mereka, yang terpenting aku jadi orang kaya, akan kubawa Kaiden bersama ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Levent Hakan

Plak !!

Semua langsung menoleh ketika Dorothea melayangkan tamparan nya ke pipi mulus Aylin.

"Aylin kenapa sih, kamu selalu cari masalah sama aku?". Tanya Dorothea dengan wajah sendu.

Albert mematung, tidak tau harus bereaksi apa? Bagaimana pun Aylin adalah istri sah nya saat ini. Sedangkan pria asing itu sedikit mengeryit. Dan Ketiga bocah itu menatap tajam ke arah Dorothea. Terutama Kaiden, meski masih kecil aura gelap Kaiden sudah Sangat terlihat jelas. Tanpa pikir panjang Kaiden melangkah mendekati Dorothea, lalu menggigit kencang pergelangan tangan Dorothea.

"Aaaa !!!!" Teriak Dorothea kembali, ketika gigi-gigi Kaiden menancap kuat di kulit nya. "Dasar anak liar, pasti Aylin ya, yang mengajarkan mu sikap tak tau sopan santun itu. Lihat lah Albert , putramu sudah sangat lancang menggigit ku." Ade nya, dengan merengek manja menyodorkan lengan tangan nya ke arah Albert.

"Kaiden !! Kenapa menggigit tante Dorothea , hal tersebut sangat tidak sopan, sepertinya aku perlu mendisiplinkan mu di rumah!!! Bentak Arabella , memandang tajam ke arah Kaiden. Namun Kaiden hanya diam dan malah balik menatap tajam sang papi. Seolah menantang Albert.

Ilaida sudah sangat marah melihat orang-orang jahat itu menindas Kaiden dan Aylin. Tapi Edward langsung menarik nya, sebaliknya dia maju melindungi Kaiden.

"Heh om jahat, apa kamu tidak lihat, wanita ber bedak tebal itu yang memukul aunty Aylin terlebih dahulu. Wajar saja jika Kaiden membela mami nya !!" Kata Edward, berlagak seolah dia adalah bos kecil yang berkuasa.

Pria asing tersebut melebarkan matanya, ketika melihat bocah kecil berpipi cabi yang dengan berani memarahi Albert. Dia segera melangkah lebih dekat.

Aylin sebenarnya ingin membalas Dorothea , tetapi dia sadar, demi sebuah mansion. maka biarkan saja Dorothea bertingkah. Toh dia juga tidak merasakan sakit. Sedangkan Dorothea langsung maju, berdiri di depan Albert. "Kau bocah tak tau sopan santun, berbicara pada orang tua begitu kasar. Pasti orang tua mu. Tidak pernah memberikan pendidikan tata krama yang baik!" seru Dorothea memandang tajam Edward.

"Huaaaa !!! Huaaaa !!!" Tangis Edward menggema keras luar biasa bahkan Dorothea sampai dan Arabella sampai menutup Kedu telinga mereka.

Aylin sedikit hawatir dengan Edward, lalu meraih nya, untuk ia gendong. Edward masih menangis kencang di gendongan Aylin. "Kalian tak tahu malu, bagaimana bisa kalian begitu kasar terhadap anak kecil!" kata Aylin menegur Dorothea dan Albert. Lalu mencoba menenangkan Edward.

Dorothea hanya berdecih dengan memalingkan mukanya. Sedangkan Albert hanya diam. Pria asing tersebut kini sudah berada di samping Aylin. "Maaf Nona Dorothea, mungkin satya terlalu sibuk, sehingga tidak bisa mendidik Edward dengan baik. Tapi Edward selalu mendapatkan pelajaran sopan santun yang sangat baik!" Kata pria asing tersebut, yang ternyata adalah ayah dari Edward.

Dorothea dan Albert sangat terkejut, ternyata anak kecil yang memiliki pipi gembul itu adalah putra sahabat Albert, yaitu Levent Hakan. Pria yang tak kalah sukses dari Albert. Jika Albert perusahaan nya masih menjadi milik orang tuanya, berbeda dengan Levent. Perubahan yang ia pimpin sekarang adalah perusahaan yang ia bangun sendiri.

Dorothea memang tidak terlalu Akrab dengan Levent, tapi mereka pernah bertemu beberapa kali saat Albert mengajak nya untuk menemui Levent. Dorothea tau, bahwa Levent ini bukan orang sembarangan. Dan dia sudah tanpa sengaja menyinggung orang hebat tersebut.

"Oh,, emm.. Tidak apa-apa, dia masih sangat kecil, sepertinya aku yang terlalu bersikap berlebihan. Maaf kan aunty ya Edward!" seru Dorothea sambil mendekati Aylin, dan berniat untuk menghibur Edward. Tapi Edward langsung mendengus kesal, dan membuang muka.

"jangan mendekati ku, kau wanita jahat!!" Teriak Edward. Levent langsung menegur putra nya, membut Edward manyun lima senti.

Aylin segera menyerahkan Edward pada Levent. "Maafkan saya sudah mengajak Edward di situasi yang kurang baik seperti ini." Sesal nya.

Levent tersenyum simpul. "Tidak masalah, dia tadi sudah meminta izin pada ku, bahwa dia ingin ikut makan siang bersama teman baru nya. Tak ku sangka, teman baru nya adalah anak dari Albert."

Edward menolak di gendong Ayahnya sendiri. Dia minta di turunkan dan kembali memegangi ujung baju Aylin. "Edward tidak mau sama Daddy, Edward mau sama aunty Aylin saja, Daddy jahat. Daddy berteman dengan wanita dan om jahat itu!!" Selesai berteriak, dia langsung sembunyi di belakang Aylin.

Levent kembali menegur keras Edward. Tapi Edward sangat keras kepala. Membuat Levent kualahan sendiri. Selama ini dia terlalu memanjakan Edward. Dan selalu memposisikan Edward dibatas segala nya. Semenjak istri nya meninggal, setelah melahirkan Edward. Edward adalah satu-satunya harta berharga bagi Levent.

melihat keributan ayah dan anak itu yang tidak ada habisnya. Akhirnya Aylin menciba menjadi penengah, ia menasehati Edward dengan halu. Membuat Edward kembali patuh dan tenang. Membuat Levent terkejut. Karena putra nya dengan mudah luluh oleh nasehat Aylin. Bahkan mau meminta maaf pada Dorothea, meski dengan nada tak rela. Dan kejadian tersebut berlalu begitu saja

*

*

*

Seorang pria duduk termenung di ruang kerjanya yang luas. tangan nya bergerak aktif memainkan bolpoin. Kejadian di mall hari ini sungguh sangat menarik. Levent terus terbayang-bayang dengan Aylin yang dengan mudahnya membujuk putra nya, yang luar biasa keras kepala.

"Menarik." gumam nya, sambil memutar kursi kerja nya dengan tertawa sendiri. layaknya anak-anak yang sedang bermain. Ternyata Aylin sangat berbeda dengan rumor yang beredar. Bahkan sebenarnya Levent sangat membenci Aylin, meski mereka tidak pernah bertemu.

Apalagi setiap Albert bercerita bagaimana Aylin mengganggu Dorothea. dan perbuatan licik Aylin lagi, demi mendapatkan perhatian dari Albert. Membuat Levent sangat muak. Apalagi banyak rumor yang beredar, bahwa Aylin suka menyiksa Kaiden. Namun siang tadi yang ia lihat, Kaiden begitu melindungi Aylin. Bahkan dengan berani menggigit pergelangan tangan wanita yang sangat di cintai Albert itu.

Ayolah, siapa yang tidak tau kalau Albert menaruh perasaan pada Dorothea. Dan Levent yakin, Dorothea pun mengetahui itu. Tetapi dia hanya berpura-pura tidak tau. Agar dia bisa mendapatkan dua perhatian pria yang tergolong sukses tersebut. Wajar saja jika Aylin murka.

Tapi siang tadi yang Levent lihat, hanya sikap acuh tak acuh Aylin pada kedekatan Albert dan Dorothea.

Klik !

Syara gagang pintu yang di putar. Muncullah Edward dengan wajah masam nya, sepulang dari mall, ia kembali merajut pada sang Daddy. "Ada apa boy?" tanya Levent ramah.

Edward hanya mendengus kasar, sambil memandang Levent kesal. "Daddy kenapa kamu tidak bisa mencari mommy yang cantik dan baik seperti aunty Aylin untuk ku? Kaiden yang memiliki ayah payah saja, bisa mendapatkan mommy seperti aunty Aylin. Kau sangat payah!!" Ledek Edward.

Levent hanya tertawa renyah pada putra satu-satunya itu. "Kita tidak membutuhkan mommy baru boy, cukup Daddy dan kamu." kata Levent dengan lembut.

Edward langsung marah. Mendengar perkataan Levent. "Semua orang punya mommy, kenapa Edward tidak? Padahal kau mengaku banyak uang. Kenapa tidak membelikan nya satu untuk ku? Daddy pelit, Edward marah sama Daddy!!" Teriak nya penuh kekesalan. Lalu keluar dari ruang kerja sang ayah, sambil membanting pintu.

1
aria
lanjut
aria
aku ingin Albert jatuh cinta dan mengejar aylin, kalau bisa sampai bucin tidak mau berpisah.
sang senja: bisa di atur kak.
total 1 replies
SeekarYaSeekar
gimana rasanya ayah mu peduli anak lain Arabella. itu yg dirasakan kayden
sang senja: amuk dia
total 1 replies
aria
lanjut
wanita biasa
Albert pasti ngamuk nanti 🤭
wanita biasa
weeh kecil-kecil pinter juga tau aja mobil mahal
aria
kalau perlu jual aja sekalian dengan Albert, biar tidak suka bertingkat konyol.
ãñímê
setuju
ãñímê
yang jahat kan ibu mu
wanita biasa
cari muka ya Mpok?
Mcy 152012
hai kak, jaga kesehatan ya, updatenya kami tunggu, cerita mu sangat seru, untuk tokoh dinovel ini semoga Albert dan auly tetap bersama jangan dipisahin sampai Albert jadi bucin parah sama istrinya
kata kata untukmu:
"semangat dan sehat selalu dan jalani harimu dengan kisah yang indah 💪"
aria
aylin kau sama leven saja
Musdalifa Ifa
bagus sekali ceritanya, next thor
Musdalifa Ifa: sama" 🤗
total 2 replies
Etty Rohaeti
lanjut
sang senja: Siap kaka 🙏
total 1 replies
wanita biasa
cantik dan lucu
wanita biasa
yang kenceng Aylin jambak nya, nanti aku ikut bantuin jambak si pelakor.
wanita biasa
lucunya
wanita biasa
ngeselin banget
Etty Rohaeti
lekas pulih kembali kak
aria
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!