Bagaimana rasanya bila sedang berduka karena kehilangan laki-laki yang sangat kita cintai secara tiba-tiba, datang wanita asing dan anak kecil yang yang tidak kita kenal sama sekali mengaku sebagai istri dan anak suami kita yang telah meninggal dunia.
Dunia seakan runtuh saat itu juga.
Hancur. Pedih. Perih...
Rasa itulah yang kini bersemayam di palung hati Mikhaela Andisti. Kepergian Dion Sadewa, memberikan luka begitu dalam bagi Mikha. Ternyata laki-laki yang selalu menunjukkan rasa cinta padanya itu telah mengkhianatinya.
Bagaimana kelanjutan kisah ini ikuti terus ya. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di setiap bab🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PELANGGAN BARU LAUNDRY
Satu minggu kemudian..
"Apa aku sudah benar cara memandikan anakku?", tanya Mikha tersenyum bahagia sambil mengusap lembut wajah bayi mungil di pangkuannya.
Mikhaela tidak perduli pakaiannya basah, karena untuk pertama kalinya ia sendiri yang memandikan Revan di bimbing Indri dan Nurma juga yang mengajarinya dengan telaten. Tawa renyah Mikha tak henti terdengar dari mulutnya.
"Ibu sudah mahir kok. Sepertinya sudah sering mengurusin bayi", jawab Nurma.
"Ah masa sih, kamu berlebihan sekali Nurma". Mikhaela tertawa mendapatkan pujian wanita itu.
"Nurma benar sayang. Kamu sepertinya sudah pengalaman sekali. Bagaimana rasanya memandikan anakmu untuk pertama kali?".
"Sangat bahagia tante. Lihatlah wajah anak ku, ia sangat menggemaskan sekali", jawab Mikha tersenyum bahagia sambil mengusapkan minyak telon ke tubuh mungil Revan putranya. "Aku tidak sabar untuk bermain dengan mu sayang", ucap Mikha menatap penuh cinta wajah mungil baby Revan.
*
5 Bulan kemudian..
"Ahh keponakan aunty Rania semakin menggemaskan saja ya", ujar Rania mencubit lembut pipi Revan yang semakin berisi.
Seakan sudah mengerti, anak itu tertawa sambil mengangkat kedua tangannya dengan celoteh khas bayi berusia lima bulan yang tengah di pangku Mikhaela.
Rania menemani Mikhaela mengantar tantenya ke bandara. Sejak Mikhaela memiliki anak, Indri memang kerap mengunjungi Mikhaela di Jakarta.
"Makanya tante Nia cepatan nikah dong. Biar Revan punya adek dari tante Nia", ujar Mikha menggoda temannya yang masih setia melajang, bahkan sampai sekarang masih selalu di sibukkan dengan karirnya sebagai pengacara.
"Huhhh mama mu paling bisa. Kenapa dia nggak cari papa balu ya buat Revan?", balas Rania spontan sambil tertawa terbahak melihat wajah Mikhaela yang melototkan matanya mendengar balasan itu.
"Huhh...Revan nggak butuh papa, karena mama Mikha merangkap jadi papa Revan ya sayang". Mikha menciumi pipi anaknya yang semakin hari semakin menggemaskan.
"Ya yahhh dehh. Tante Rania percaya mama mu", seru Rania.
Mobil yang di kendarai Rania berhenti di parkiran ruko laundry milik Mikhaela. Keduanya turun dari mobil.
Langit mulai meredup, sekarang sudah sore hari, lumayan banyak pelanggan laundry yang mengambil pakaian mereka.
Mikha mengajak Rania keruangannya saja. Ia tidak akan lama di sana karena ada Revan. Mikha hanya mengambil buku besar saja dan akan memeriksa pembukuan di rumah.
"Aunty Mikhaela..."
Mikha juga Rania menolehkan wajahnya melihat anak kecil berlari menghampiri Mikha dan tanpa ragu-ragu memeluk Mikhaela yang tengah menggendong Revan.
Mikha kaget melihat anak itu.
"Eugene..?"
Kedua netra Mikhaela membulat sempurna karena kaget melihat Eugene, anak kecil yang terlibat incident mobilnya senggol setahun yang lalu.
"Kamu dengan siapa–?".
"Tentu saja dengan daddy-nya.."
Mikhaela dan Rania menoleh pada sumber suara bariton itu. Menatap intens wajah tampan pemilik suara itu yang tengah tersenyum menatap Mikhaela yang kaget melihatnya.
"Tuan...Hmm Pak–"
"Dante. Apa kau lupa nama ku, Mikhaela? Ternyata tempat mu tidak jauh dari hotel ya?", ujar Dante tersenyum seraya mengedarkan pandangan ke sekelilingnya.
Mikha menatap Rania yang di sambut senyuman penuh arti temannya tersebut.
"Ehem..Berikan Revan pada ku, kau harus melayani pelanggan mu Mikhaela", seloroh Rania mengambil Revan dari pelukan Mikha.
"Ingat... pelanggan adalah raja Mikhaela Andisti. Jangan lupakan itu!", bisik Rania penuh penekanan mengingatkan temannya yang masih menampakkan wajah kagetnya melihat kedatangan Eugene dan Dante ke tempatnya.
"Aunty, apa tidak merindukan aku. Lihatlah aku masih menyimpan hadiah aunty", celoteh Eugene menyadarkan Mikha yang terdiam. Eugene memperlihatkan mobil-mobilan yang Mikha beli setahun yang lalu sebagai permintaan maaf karena ia terluka akibat mobilnya.
Dan ketika Mikha pulang malam itu, ia tidak sempat bertemu dengan anak itu lagi. Eugene masih mendapatkan perawatan, saat Mikha pulang. Keesokan harinya Mikhaela menyempatkan diri membeli mobil-mobilan buat Eugene di mall sebelah hotel Emerald. Karena Mikha ingat kata-kata anak itu kenapa ia keluar hotel, karena menginginkan mainan mobil-mobilan di mall.
"Terimakasih aunty", ucap Eugene dalam bahasa Indonesia, menyadarkan Mikha dari lamunannya.
Senyum manis dan tulus terlukis dari bibir Mikha. "Iya sayang. Semoga kamu menyukai hadiah dari ku", ucap Mikha mengusap puncak kepala Eugene. "Kamu semakin tinggi dan tampan Eugene".
Dante menatap Mikha. "Apa tadi putra mu?", tanyanya sambil menunjuk ke arah Rania membawa Revan masuk.
Mikhaela menganggukkan kepalanya. "Iya. Namanya Revan, usianya lima bulan.
Dante menganggukkan kepalanya. "Handsome son".
Dari beberapa langkah, Mikha melihat Wati membawa suit cover di tangannya dan memberikannya pada Rahmat sopir Dante.
"Beberapa hari yang lalu, aku menjadi pelanggan baru laundry mu", ujar Dante seakan menjawab pertanyaan di wajah Mikha.
Mikhaela tersenyum mendengar penuturan laki-laki itu. "Oh ya, Terimakasih", jawabnya. "Ehm maaf...Aku sampai lupa mengajak kalian duduk. Ayo ke dalam saja", ajak Mikha ramah pada Dante.
"Tidak usah Mikhaela. Aku harus cepat karena ada acara malam ini", ucap Dante. "Oh ya Mikha..aku mengundang kau dan suami mu makan malam besok sebelum aku dan anak ku pulang ke London lusa. Semoga kamu dan suami mu bisa datang ke hotel Emerald".
"Please jangan menolak. Aku dan Eugene menunggu kedatangan kalian. Ajak anak mu juga, Eugene pasti sangat senang", ucap Dante sebelum melangkah menuju mobilnya.
Mikha menganggukkan kepalanya seraya melambaikan tangan sebelum mobil Dante yang di kendarai Rahmat melaju meninggalkan tempat usaha milik Mikhaela.
"Oh my god Mikhaela...Siapa mereka? Siapa laki-laki tampan itu?". Tiba-tiba Rania mengejutkan Mikha yang sudah berdiri di belakangnya sambil menggendong Revan.
Mikha menghembuskan nafasnya. "Kau ini mengagetkan saja!".
"Makanya kamu beri tahu aku siapa dia, Mikha!". Seru Rania penasaran.
"Kamu ini kepo sekali–".
"Makanya jelaskan! Ehem... Jangan-jangan laki-laki tadi calon papanya Revan ya Mikha? Huhhh... Ternyata diam-diam kamu menjalin hubungan dengan pria tampan Mikhaela", seloroh Rania dengan suara meninggi.
Spontan tangan Mikha menutup mulut temannya tersebut. Dengan mata membulat, Mikha menggelengkan kepala melihat kelakuan temannya tersebut.
"Apaan sih. Dia itu Dante dan anaknya Eugene. Eugene adalah anak yang berlari menabrak mobil ku di hotel Emerald setahun yang lalu, Rania", seru Mikhaela dengan kedua netra melotot. "Apa kau puas sekarang mendengar penjelasan ku!".
"Ya bisa saja kan kalian berhubungan, ayah anak itu tampan. Dia juga duda, kamu janda", jawab Rania sambil mencubit pinggang Mikha ketika keduanya masuk ke ruang kerja. "Apa kamu nggak aneh dia datang ketempat mu, Mikha?".
"Ya ampun Rania. Dante pelanggan laundry. Apa kau tidak melihatnya tadi, ia mengambil jas yang ia cuci di sini. Jangan berpikiran yang tidak-tidak!!".
Rania memutar bola matanya. "Kan bisa sopirnya yang mengambilnya, ini kok dia niat banget ya kesini. Ehmm... Jangan-jangan dia merindukan mu Mikhaela", seloroh Rania menggoda temannya itu.
"Ahh kau ini berlebihan sekali. Kembalikan anak ku!", seru Mikha mengambil Revan dari pangkuan Rania yang tertawa cekikikan menggodanya.
"Dante mengundang ku makan malam besok di hotelnya sebelum mereka pulang ke London lusa–"
"Oohh seperti itu..."
"Aku tidak tahu akan datang atau tidak. Tadi ia bilang mengundang ku dan suami ku makan malam bersama mereka Nia. Menurut mu bagaimana?"
...***...
To be continue
Thor jgn ada drama tiba-tiba dion msh hidup y. Asli dah biasa bgt kayak gitu 😂 btw visualnya selalu pas👍 Nania tuh sesuai dg karakter yg di gambarkan. Sadis😂