NovelToon NovelToon
Anak Sang Mafia

Anak Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Horor / Iblis / Mafia / Tamat
Popularitas:882
Nilai: 5
Nama Author: erinaCalistaAzahra

Erik Meijer adalah pemimpin mafia paling ditakuti yang dikenal tak memiliki belas kasih. Namun, dunianya yang penuh kekerasan berubah drastis saat ia menemukan seorang bayi perempuan bernama emia di kursi belakang mobilnya setelah sebuah baku tembak. Sebuah pesan misterius mengklaim bahwa bayi itu adalah darah dagingnya.
Demi melindungi emia , Erik Meijer memutuskan untuk meninggalkan takhta kekuasaannya dan bersembunyi di sebuah desa terpencil di pegunungan. Ia mencoba belajar menjadi ayah yang normal, mengganti senjata dengan botol susu, dan strategi perang dengan lagu pengantar tidur.
Namun, masa lalu tidak membiarkannya pergi begitu saja. Ketika musuh-musuhnya menemukan tempat persembunyian mereka dan mengancam nyawa emia, Erik Meijer menyadari bahwa ia tidak bisa terus berlari. Ia harus kembali menjadi sosok yang mematikan untuk terakhir kalinya demi memastikan putrinya memiliki masa depan yang damai. Ini adalah kisah tentang pengorbanan, penebusan dosa, dan sisi lembut mafia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erinaCalistaAzahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bantuan marco

Erik menyadari bahwa luka Claudia terlalu parah untuk ditangani sendiri di pelarian. Dalam keadaan terdesak di pinggiran kota kecil dekat perbatasan, ia mengeluarkan ponsel satelit kuno yang hanya menyimpan satu nomor darurat.

"marco," suara Erik parau, nyaris tenggelam oleh deru angin musim dingin. "Aku di sektor tujuh. Bunker sudah rata. Claudia butuh dokter bedah yang tidak banyak tanya."

Di ujung telepon, terjadi keheningan sejenak. Marco, mantan tangan kanan Erik yang sebelumnya ia suruh pergi untuk mengalihkan perhatian, akhirnya menjawab,

"Kau gila, Bos. Seluruh Eropa dikunci oleh Medici. Tapi... aku punya 'Safe House' di bawah gudang gandum tua, tiga kilometer dari posisimu.

Pertemuan di Gudang Gandum

Erio memacu motor saljunya menembus badai hingga tiba di sebuah gudang tua yang tampak rapuh. Di sana, Marco sudah menunggu dengan senapan mesin tersampir di bahu. Ia segera membantu Erik membopong Claudia yang sudah menggigil hebat.

"Dia kehilangan banyak darah, Erik," ucap Marco sambil membuka pintu rahasia di bawah lantai kayu.

Kondisi di dalam bunker bawah tanah milik Marco semakin kritis. Wajah Claudia sudah sepucat kertas, dan napasnya tersengal-sengal.

Luka di kepalanya memang sudah dijahit, namun kehilangan darah yang masif membuatnya berada di ambang syok hipovolemik.

"Stok darah tipe O-ku rusak karena ledakan di bunker sebelumnya, Erik!" teriak Marco sambil memeriksa lemari pendingin kecil yang retak.

 "Dia tidak akan bertahan sampai kita mencapai pelabuhan kargo."

Erik menatap Claudia, lalu menatap tangannya sendiri yang gemetar. "Ambil darahku. Aku tipe O."

"Kau baru saja bertarung habis-habisan, Bos! Jika aku mengambil dua kantong darimu sekarang, kau tidak akan kuat menggendong emia, apalagi menembak!" protes Marco.

"Lakukan saja, Marco! Itu perintah!" bentak Erik sambil menyingsingkan lengan kemeja hitamnya yang bersimbah debu.

Dengan peralatan seadanya, Marco menghubungkan selang langsung dari vena Erik ke vena Claudia .Sebuah metode transfusi langsung yang sangat berisiko namun satu-satunya pilihan.

Erik duduk di samping tempat tidur Claudia ,wajahnya perlahan ikut memucat seiring darahnya mengalir ke tubuh wanita itu.

Di tangan kirinya, Erik tetap mendekap Claudia .Bayi itu seolah merasakan ketegangan ayahnya; ia terdiam, hanya jemari mungilnya yang menggenggam erat ujung baju Erik.

"Tetap bangun, Bos. Jangan pingsan sekarang," bisik Marco sambil terus memantau denyut nadi Claudia.

Setelah beberapa menit yang terasa seperti selamanya, rona merah mulai kembali ke pipi Claudia. Napasnya mulai stabil. Namun, Erik kini merasa dunianya berputar. Kesadarannya mulai menipis.

Tepat di saat kritis itu, sensor getaran di langit-langit bunker berbunyi nyaring. BIP! BIP! BIP!

"Mereka sudah di atas gudang!" desis Marco sambil menyambar senapan mesinnya.

 "Pasukan elit Medici menggunakan sensor termal. Mereka tahu ada aktivitas kehidupan di bawah tanah ini!"

Erik mencoba berdiri, tapi lututnya lemas karena kehilangan darah.

"Marco... bawa mereka lewat terowongan air. Sekarang."

"Dan meninggalkanmu di sini? Tidak mungkin!"

"Ini bukan permintaan, Marco. Ini perlindungan,"

Erik menyerahkan emia ke pelukan Marco.

Ia mengambil pistolnya dengan tangan yang bergetar namun tatapan yang kembali tajam.

"Darahku sudah ada di tubuh Claudia. Selama dia hidup, aku hidup. Sekarang pergi!"

Erik dalam kondisi sangat lemah setelah transfusi darah.

Setelah Claudia stabil, Marco menyalakan layar monitor yang terhubung dengan kamera pengawas di sekitar gudang.

"Erik , lihat ini," Marco menunjuk ke sebuah van hitam yang bergerak pelan di jalan setapak menuju gudang mereka.

 "Itu bukan Medici. Itu Pasukan Khusus Intervensi. Seseorang telah membocorkan lokasi ini."

Erik berdiri, rasa lelahnya hilang seketika, digantikan oleh naluri predator. "Siapa lagi yang tahu tempat ini, Marco?"

Marco menggeleng, wajahnya pucat. "Hanya aku. Dan... informan di pasar gelap yang menyediakan obat-obatan ini."

Tiba-tiba, suara ledakan granat asap memecah keheningan. Gudang di atas mereka mulai terbakar.

"Bawa Claudia dan emia lewat jalur tikus di bawah gudang, Marco!" perintah Erik sambil mengokang senjatanya.

"Aku akan menahan mereka di sini."

"Tapi Erik, kau terluka—"

"Ini perintah terakhirku, Marco! Pastikan mereka sampai di dermaga!"

Kondisi Erik masih lemah , tapi demi keluarga kecilnya ia , tetap harus kuat melawan musuh-musuhnya itu yang tidak lain adalah pasukan Don medici.

" dimana kau sembunyikan Claudia, Erik Meijer" kata tangan kanan ayah Claudia.

" aku tidak akan pernah membiarkan, kalian membawa mereka " tegas Erik.

" ini pertanyaan terakhir, dimana bayi itu dan Claudia, Erik Meijer, jangan sampai aku menyuruh pasukan ini menyerangmu " marah tangan kanan ayah Claudia.

" suru lah mereka , aku tidak akan pernah takut " sarkas Erik

Dan pasukan Don medici, menyerang Erik yang saat itu tubuhnya sedang lemah , peluru itu menerjang tubuh Erik , tetap Erik masih bisa ia hindari, saat sedang melawan musuh tiba-tiba ,Claudia terbangun dan tepat peluru kena Erik .

" Erikkkkkkkkk" teriak Sofia

" jangan nona , kita harus pergi ini sangat bahaya, ayo " lirih Marco

" tidak , aku tidak akan pergi , aku akan pergi jika Erik ikut " teriak Claudia kepada Marco dengan air mata sudah bercucuran.

Namun, Marco tetap menyeret Claudia, karna ini perintah Erik kepada Marco , jika sampai terjadi hal yang tak di inginkan bisa-bisa Marco akan dapat amukan dari Erik , Marco tahu Erik kuat , dia tidak akan tumbang sekalipun.

Dorr..

Satu tembakan dilepaskan. Peluru itu tidak mengenai kepala Erik , melainkan mengenai bahu kanannya, membuat senjatanya terlepas. Erik menggunakan sisa kekuatan terakhirnya bukan untuk akurasi sempurna, melainkan untuk daya kejut.

Claudia dan Marco mendengar suara tembakan diudara sangat nyaring .

" suara tembakan itu ,? tidak apakh Erik baik-baik baik saja " panik Claudia.

"percayalah,Nona Erik akan baik-baik saja , aku tahu bagaimana seorang Erik Meijer melawan musuh " kata Marco menengkan Claudia pdahal ia juga tidak yakin , dengan ucapan sendiri.

Dan , Marco sudah sampai di dermaga lalu menyuruh Claudia naik ke kapal .

" NaikLa, Claudia aku pastikan Erik akan baik-baik saja ", perintah Marco .

" aku tidak mau , bagaimana kau bisa yakin jika Erik tidak bakalan mati , ha ?" teriak Claudia.

" apa kamu lupa , bahwa aku ini tangan kanan Erik , jadi aku tahu betul Erik seperti apa " ujar Marco.

" tapi, aku takut jika terjadi hal tak di inginkan , dan anak buah ayahku sangat kuat , Erik melawan mereka sendirian , kau kenapa tak membiarkan saja aku membantu Erik melawan mereka " lirih Claudia

" kau bahkan masih lemah seperti ini, dan mau membantu tuan Erik ,? Yang ada bukannya melawan malah kau pingsan " canda Marco disela-, sela kepanikan Claudia.

"ayo cepat Naik , " perintah Marco lagi.

Akhirnya, Claudia naik kapal pesiar itu bersama Marco, emia.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!