NovelToon NovelToon
Lahir Kembali Dari Dendam

Lahir Kembali Dari Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying dan Balas Dendam / Balas dendam pengganti / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Tamyst G

Elara mengira pernikahannya adalah akhir dari semua penderitaan.
Namun malam itu, ia justru menemui akhir hidupnya—dikhianati, dijebak, lalu dibunuh oleh suaminya sendiri dan wanita yang ia percayai sebagai sahabat.
Saat membuka mata, Elara kembali hidup.
Ia terlahir kembali ke masa sebelum semua pengkhianatan itu terjadi.
Rambut putihnya menjadi saksi kelahirannya yang kedua.
Mata pink-nya menyimpan dendam yang tak lagi bisa dipadamkan.
Kali ini, Elara bukan wanita polos yang mudah diinjak.
Ia mengingat setiap pengkhianatan, setiap rencana keji, dan setiap kebohongan yang pernah merenggut nyawanya.
Bukan untuk memohon keadilan.
Bukan untuk meminta belas kasihan.
Elara kembali…
untuk membalas semuanya, satu per satu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tamyst G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 18: Rahasia Sang Kaisar Barat

Debu hitam sisa tubuh Valerius von Solis perlahan tersapu oleh angin dingin yang menderu di puncak Lembah Obsidian. Kematian sang penyihir emas itu menyisakan keheningan yang menyesakkan, seolah-olah alam semesta sendiri sedang menahan napas setelah menyaksikan runtuhnya sebuah kekuatan yang telah bertahan selama dekade. Elara Lane masih berlutut di depan altar batu, jemarinya yang gemetar mencengkeram cincin perak kecil yang ia temukan di antara abu.

Alaric menghampirinya, zirahnya yang hancur di beberapa bagian memantulkan cahaya bulan yang mulai menembus sisa-sisa kabut emas. Ia berlutut di samping Elara, meletakkan tangannya yang besar di bahu wanita itu. "Elara, kita harus pergi dari sini. Energi di tempat ini masih sangat tidak stabil."

Elara mendongak, matanya yang merah muda tampak sayu namun penuh dengan pertanyaan yang tak terucap. "Alaric... jika apa yang dikatakannya benar, jika dialah yang memanggil jiwaku kembali, apakah itu berarti keberadaanku di sini adalah sebuah kesalahan?"

"Kesalahan?" Alaric menarik Elara ke dalam pelukannya, membiarkan kepala wanita itu bersandar di dadanya. "Dengar aku. Valerius mungkin telah membuka pintunya, tapi kaulah yang memilih untuk melangkah melaluinya. Dia menginginkan alat, tapi dia justru mendapatkan seorang pembalas. Takdirmu bukan miliknya untuk dikendalikan."

Ruang Bawah Tanah Tersembunyi

Sebelum mereka meninggalkan puncak lembah, Kael berlari menghampiri dengan wajah tegang. "Tuan Besar, ksatria kami menemukan sebuah lorong rahasia di bawah altar. Sepertinya Valerius menyimpan lebih dari sekadar perlengkapan ritual di sana."

Dengan sisa kekuatan yang mereka miliki, Elara dan Alaric menuruni tangga batu yang sempit di bawah altar. Di dasar tangga, mereka menemukan sebuah ruangan melingkar yang diterangi oleh kristal-kristal biru yang tertanam di dinding. Di tengah ruangan itu, terdapat sebuah meja besar yang dipenuhi dengan gulungan perkamen kuno dan botol-botol alkimia.

Namun, yang menarik perhatian Elara adalah sebuah lukisan besar yang menutupi salah satu sisi dinding. Lukisan itu menggambarkan seorang wanita yang sangat mirip dengan Elara, berdiri di samping seorang pria yang mengenakan mahkota kekaisaran kuno.

"Itu... itu adalah Permaisuri Seraphina, leluhur keluarga Lane," bisik Elara, mendekati lukisan itu. "Dan pria di sampingnya... itu adalah Kaisar Pertama."

Alaric memeriksa tumpukan perkamen di atas meja. "Elara, lihat ini. Ini adalah catatan harian Valerius. Dia tidak hanya mencari Cawan Keabadian. Dia sedang mencoba merekonstruksi garis waktu. Dia terobsesi dengan fakta bahwa keluarga Lane dan keluarga Ravenhurst seharusnya menjadi satu garis keturunan sejak seratus tahun lalu."

Elara membaca salah satu perkamen yang terbuka. Isinya adalah penelitian tentang 'Darah yang Kembali'.

"Jiwa yang melintasi sungai kematian membawa frekuensi yang sama dengan Cawan. Hanya mereka yang telah melihat kehampaan yang bisa menyentuh artefak itu tanpa menghancurkan dunia."

"Jadi, reinkarnasiku memang direncanakan sebagai prosedur teknis bagi mereka," Elara tertawa getir. "Aku hanyalah 'frekuensi' yang mereka butuhkan."

"Tapi perhatikan bagian ini," Alaric menunjuk pada baris terakhir yang ditulis dengan tinta merah yang masih baru. "Subjek Elara Lane menunjukkan anomali. Dendamnya terlalu murni, ia mengembangkan kehendak bebas yang melampaui mantra pengikat. Jika ia terbangun sebelum gerhana, ia akan menjadi ancaman bagi Sang Kaisar Barat."

Elara menutup perkamen itu dengan kasar. "Dia takut padaku. Dia membangkitkanku, tapi dia takut pada apa yang kubawa kembali dari neraka."

Pengkhianatan di Iron-Hold

Saat mereka kembali ke Benteng Iron-Hold keesokan harinya, suasana kemenangan tidak terasa sama sekali. Sebaliknya, gerbang benteng tertutup rapat, dan panji-panji Ravenhurst telah diturunkan, diganti dengan panji putih polos—simbol penyerahan diri atau gencatan senjata darurat.

"Apa yang terjadi?" geram Alaric saat ia turun dari kudanya di depan gerbang.

Seorang perwira menengah muncul di atas dinding benteng. Wajahnya pucat pasi. "Grand Duke, mohon maafkan kami. Utusan dari ibu kota datang beberapa jam setelah kepergian Anda. Kaisar telah mengeluarkan dekret baru. Anda dan Nona Elara dinyatakan sebagai pelaku 'Pemujaan Terlarang' karena menggunakan sihir di Lembah Obsidian."

Elara terperangah. "Pemujaan terlarang? Kami baru saja membunuh pemimpin pemberontak!"

"Menteri Valois telah 'bunuh diri' di penjara," perwira itu melanjutkan dengan suara gemetar. "Tapi sebelum ia mati, ia meninggalkan bukti palsu yang menyatakan bahwa Alaric adalah pemimpin asli Solis Invicta, dan Elara Lane adalah penyihir yang membantunya."

Alaric mencengkeram gagang pedangnya hingga buku jarinya memutih. "Kaisar memercayai omong kosong itu? Atau dia memang ingin menyingkirkan kita sejak awal?"

"Kaisar sedang berada di bawah tekanan Dewan Bangsawan, Tuan," Kael berbisik di samping Alaric. "Jika Valerius benar-benar paman Kaisar, maka Kaisar tidak ingin sejarah ini terungkap. Membunuh kita adalah cara termudah untuk mengubur rahasia ini selamanya."

Tiba-tiba, suara terompet terdengar dari kejauhan. Dari arah timur, pasukan besar kekaisaran mulai terlihat. Mereka bukan datang untuk membantu, tapi untuk mengepung Iron-Hold.

Strategi Pelarian

"Kita tidak bisa bertarung melawan tentara kita sendiri," Elara berkata dengan tenang, meski jantungnya berdegup kencang. "Jika kita menyerang mereka, kita benar-benar akan menjadi pemberontak seperti yang mereka tuduhkan."

"Lalu apa rencanamu, Elara?" Alaric menatap pasukan yang mendekat. "Kita terjebak antara gunung dan tentara kaisar."

Elara menatap cincin perak milik Valerius yang masih ia pegang. Ia menyadari satu hal. Cincin ini bukan hanya simbol, tapi juga kunci akses menuju jaringan tersembunyi Solis Invicta yang belum hancur.

"Kita akan menggunakan jalan mereka," ucap Elara. "Di bawah lembah tadi, ada peta terowongan yang menghubungkan wilayah Barat langsung ke pelabuhan rahasia di pesisir. Jika kita bisa sampai ke sana, kita bisa menghilang dari radar kekaisaran dan membersihkan nama kita dari luar."

"Dan meninggalkan ayahmu di ibu kota?" Alaric bertanya.

"Ayahku sudah aman di bawah perlindungan ksatria bayangan yang kau tinggalkan," jawab Elara. "Kaisar tidak akan berani menyentuh Marquess Lane tanpa bukti langsung, atau dia akan menghadapi pemberontakan dari seluruh serikat dagang."

Alaric mengangguk. Ia berbalik ke arah pasukannya yang masih setia. "Siapa pun yang ingin pergi, pergilah sekarang. Bagi kalian yang tetap tinggal, kalian akan menjadi musuh negara mulai hari ini."

Tidak ada satu pun ksatria yang bergerak. Mereka semua berlutut secara serentak, menghantamkan pedang ke perisai mereka. "Sampai mati untuk Ravenhurst!"

Menuju Kegelapan

Di bawah perlindungan malam yang badai, Elara, Alaric, dan pasukan kecil mereka memasuki terowongan rahasia yang tersembunyi di balik dinding benteng. Lorong itu gelap, sempit, dan dipenuhi oleh udara yang pengap.

Elara berjalan di depan, menggunakan cahaya dari reliknya untuk menerangi jalan. Ia merasakan perubahan besar di dalam dirinya. Di kehidupan sebelumnya, ia melarikan diri karena takut. Di kehidupan ini, ia melarikan diri untuk mengatur serangan balik yang lebih besar.

"Alaric," panggil Elara di tengah kesunyian lorong.

"Ya?"

"Jika kita kembali nanti, aku tidak ingin hanya sekadar membersihkan nama kita." Elara berhenti dan menoleh, matanya berkilat di bawah cahaya perak. "Aku ingin takhta itu. Kaisar yang mengkhianati rakyatnya sendiri demi menutupi aib keluarganya tidak pantas memimpin."

Alaric menatapnya dengan kekaguman yang bercampur dengan kengerian. Elara Lane yang dulu hanya ingin balas dendam kini telah berevolusi menjadi seekor singa betina yang menginginkan kerajaan.

"Apapun yang kau inginkan, Elara," Alaric mengambil tangan Elara dan menciumnya. "Aku akan menjadi pedangmu sampai dunia ini berakhir."

Saat mereka melangkah lebih jauh ke dalam terowongan, suara gemuruh tentara kaisar yang menghancurkan gerbang benteng terdengar di kejauhan. Namun bagi Elara, itu hanyalah suara masa lalu yang sedang ia tinggalkan. Masa depannya kini terletak di luar perbatasan, di tempat di mana ia akan membangun kekuatan yang tidak akan bisa digoyahkan oleh pengkhianatan mana pun.

1
Tamyst G
Semangattt
Kustri
pemuda cantik?
qu membayangkan opa"😂
Kustri
alaric jg terlahir kembali
Kustri
tulisan'a rapi, enak dibaca
lanjuuut
Tamyst G: Terimakasih atas supportnya kak
total 1 replies
Kustri
awal yg menarik
ini 2024 tp msh ada kereta kuda yaa🤔
Tamyst G: ini konsep alternate timeline, jadi 2024 versi dunia yang berbeda🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!