NovelToon NovelToon
Suami Tanpa Giliran

Suami Tanpa Giliran

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Balas Dendam / Penyesalan Keluarga / Kebangkitan pecundang / Percintaan Konglomerat
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Puji170

Empat tahun Kevin Haris menjadi suami yang sah. Namun tidak pernah sekalipun mendapat giliran sebagai pria yang dipilih.

Ia menikah demi taruhan, lalu bertahan demi cinta. Sayangnya, istrinya hanya menjadikannya rumah, bukan tujuan. Di balik satu pintu tertutup, Kevin akhirnya paham. Kesetiaan yang terlalu lama ditunggu hanya akan menghabiskan harga diri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puji170, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Kelopak mata Iren perlahan terbuka. Pandangannya berusaha menyesuaikan diri dengan cahaya ruangan, sementara ingatannya bergerak lambat menyusun kembali kejadian sebelum ia kehilangan kesadaran. Kepalanya terasa berat dan tubuhnya masih lemah, tetapi satu nama langsung terlintas di benaknya dan terucap hampir tanpa sadar.

“Kevin…”

Vano yang sejak tadi duduk menjaga di samping ranjang mendengar dengan jelas nama itu. Sejak Iren pingsan hingga akhirnya sadar, ia menunggu dengan harapan yang tak pernah ia ucapkan, namun yang pertama keluar dari bibir perempuan itu tetap nama suaminya. Ia menarik napas pelan, menenangkan diri, lalu mendekat dengan senyum yang dipaksakan.

“Iren, kamu sudah sadar? Aku benar-benar khawatir denganmu.”

Iren sedikit terkejut saat menyadari keberadaan Vano di ruangan itu. Ia menoleh dan mencoba duduk lebih tegak meskipun tubuhnya belum sepenuhnya pulih.

“Vano… kamu yang menjagaku?” tanyanya pelan, kemudian matanya bergerak mencari sosok lain yang tak ia temukan. “Lalu Kevin di mana?”

Ekspresi Vano sempat berubah sekilas sebelum kembali tenang. Dengan nada yang terdengar wajar, ia menjawab, “Jangan memikirkan suamimu sekarang. Setelah dokter menanganimu tadi, dia langsung pergi.”

Iren mengerutkan kening. Ia hampir tidak percaya. Selama ini, seburuk apa pun hubungan mereka, Kevin tidak pernah meninggalkannya dalam kondisi seperti ini. Bahkan sebelum kesadarannya benar-benar hilang, ia merasa ada seseorang yang menahan tubuhnya agar tidak terjatuh, dan dalam ingatannya itu adalah Kevin.

“Van, kamu tidak sedang berbohong, kan?” suaranya melemah tetapi penuh keyakinan. “Aku ingat tadi ada yang menolongku…”

Vano menatapnya lurus. “Aku yang membawamu ke IGD dan memastikan kamu segera ditangani dokter. Mungkin kamu masih setengah sadar, jadi ingatanmu tercampur.”

Iren terdiam. Ingatannya memang tidak utuh, tetapi perasaan bahwa Kevin berada di sana terasa begitu nyata.

“Jadi benar-benar bukan Kevin?” ulangnya pelan.

“Iren, sudah jangan dipikirkan lagi. Sekarang ada aku. Percayalah, aku akan menjagamu. Soal Kevin… mungkin dia masih punya urusan dengan wanita itu.”

Kalimat terakhir itu membuat dada Iren terasa sesak. Rasa penasaran yang sejak tadi ia tahan justru semakin membesar. Seluruh kota tahu hanya dirinya yang selama ini mampu membuat Kevin menunduk dan memujanya, tetapi kini seorang wanita lain berdiri di sisi pria itu, dan ia bahkan tidak tahu siapa sebenarnya perempuan tersebut.

Rasa nyeri menjalar di dadanya, napasnya terasa berat seolah ada sesuatu yang menghimpit.

Vano yang melihat perubahan di wajahnya hendak melanjutkan, “Jadi sebaiknya kamu—”

“Cukup, Van.” Iren memotong tegas. Tanpa berpikir panjang ia menarik jarum infus di tangannya. Cairan merah langsung merembes keluar, tetapi ia tidak menghiraukannya.

“Iren, apa kamu sudah gila? Kamu harus dirawat dulu. Dokter bilang kondisimu masih lemah,” ujar Vano, berusaha menahannya.

“Vano, aku harus menemui Kevin,” jawab Iren dengan napas yang masih tersengal namun penuh tekad. “Ini bukan hanya soal rumah tangga kami. Ini juga menyangkut perusahaan. Aku tidak mungkin diam saja.”

Baru saja ia hendak melangkah turun dari ranjang, pintu kamar perlahan terbuka. Fatwa masuk dengan wajah yang sulit ditebak, lalu berhenti beberapa langkah dari mereka.

“Untuk apa kamu mencarinya?” katanya tenang. “Hari ini ada surat dari pengadilan. Minggu depan akan ada sidang mediasi perceraian kalian.”

“Apa?” Iren menoleh cepat.

Fatwa menyerahkan amplop itu. Dengan tangan yang masih gemetar, Iren meraihnya dan segera membuka isinya. Matanya menelusuri setiap baris tulisan hingga berhenti pada satu bagian yang membuat napasnya tercekat. Di sana tertera tanda tangannya, jelas dan tidak terbantahkan, sebagai persetujuan atas gugatan perceraian tersebut.

“Ka… kapan aku menandatangani surat ini?” gumamnya pelan, seolah bertanya pada dirinya sendiri.

“Iren,” ujar Fatwa dengan nada yang terdengar puas, “Ibu pikir kamu akan terus mempertahankan lelaki tak berguna itu. Tapi ternyata kamu juga memilih menceraikannya. Untung saja kemarin Ibu sudah mengusir dia dari rumah tanpa membawa apa-apa.”

Ucapan itu membuat wajah Iren memucat. Ia menatap ibunya dengan mata yang mulai memerah.

“Bu… kenapa semuanya jadi seperti ini?” suaranya bergetar, dipenuhi penyesalan yang tak sempat ia sadari sebelumnya. “Kenapa, Bu?”

Surat itu terlepas dari genggamannya. Ia terduduk lemas di tepi ranjang, pikirannya berputar cepat mengingat kejadian beberapa waktu terakhir. Tanda tangan itu memang miliknya, tetapi ia tidak pernah merasa benar-benar menyetujui semuanya berakhir seperti ini.

“Habis sudah…” bisiknya lirih.

Fatwa dan Vano yang melihat kondisinya segera mendekat.

“Iren, bukankah ini yang terbaik?” kata Fatwa, mencoba meyakinkan. “Kamu bisa memulai lagi. Kamu juga bisa bersama Vano seperti dulu.”

Vano memanfaatkan momen itu untuk ikut berbicara, suaranya dibuat selembut mungkin. “Iren, aku akan menerimamu apa adanya. Kita bisa kembali seperti dulu, seperti sebelum semua ini terjadi.”

Namun Iren tidak langsung menjawab. Ia menatap kosong ke depan, seolah memikirkan kemungkinan terburuk jika Kevin mengambil semuanya. Namun, satu hal yang masih menjadi pertanyaan terbesarnya adalah bagaimana Kevin bisa melangkah sejauh ini. Apa mungkin wanita itu yang membantunya? Tapi siapa wanita itu?

1
Ariany Sudjana
kevin kamu juga bodoh, sudah tahu pelacur murahan seperti Irene, punya beribu macam cara untuk menjebak kamu, dan kamu dengan bodohnya percaya sama omongan pelacur murahan itu
Ariany Sudjana
Kevin kamu jangan terjebak dengan perkataan Irene, kalau kamu percaya dengan omongan Irene, kamu bodoh
Ariany Sudjana
Irene kamu bodoh, kamu menyalahkan Kevin untuk semua masalah kamu, padahal kamu sendiri sumber masalahnya, kamu saja yang jadi perempuan gatal 🤭🤭
Ridwani
👍👍👍
falea sezi
lanjut g sabar nunggu kehancuran iren
Ariany Sudjana
hahaha dua orang pecundang, yang satu pelacur murahan, yang satu pebinor 🤣🤣😂😂 silakan menikmati kejatuhan kalian
Ariany Sudjana
hahaha ada lagi perempuan , yang katanya CEO, tapi bodoh, dan bisa dimanipulasi sama laki-laki yang licik dan culas 😂😂🤣🤣
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: hahhaha katanya si paling beruntung kak
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Yuliana Tunru
sdh di tinggalkan baru nyari2 kevin dulu dijadikan banu iren kau pikir kevin buta tau kau yg tak punya malu gmn selalu dgn vano pegang2an dll ngapain jd bodoh kevin buang istri tak tau diri itu
Ridwani
semoga cepat cerai,iren semoga menyesal
Ridwani: iy kita liat nanti apa iren nangis histeris kebahagiaan kevin
total 2 replies
Yuliana Tunru
akhir x kau bicara sosl cerai jg benar2 iren tak punya malu dan otak..msh kurang keras kevin biar iren shock
Yuliana Tunru
ya ampun.iten.punya kaca ndk lha kamu dgn.vano bkn x lebih dr selingkuh kebin cm.makan kamu malah tiap.saat dgn vano gandrngan aplh fatwa mak lampir matre berani mau nampar ...tampar balik biar sadar
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: merasa paling benar dia kak
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Yuliana Tunru
bahus kevin ingatkan pisisi masing2 knp jg eelama ini kevin jd babu di rmh sendiei dan.istri yg tak tau diri jg klga x jd penguasa jd lupa status 😡
Yuliana Tunru
bagus kevin iren siap2 kau jd sampah buangan kevin kau wanuta miskin ahlak dan harta semena2 krn kevin takluk tinggu balsan karma yg sebenar x
Ridwani
👍👍👍👍👍
Yuliana Tunru
kenapa alki2 arogan mulut beracun kalah dgn wanita bekas teman kau bkn kere kevintp bagai pengemis hancurkan iren ambil kembali sahqm vano dgn bayaran perceraian yg di mibta iren nurma bkn musush turuti kata 2 x dan jadilqh raja hancurkqn keangjuhan.dan lenghiatan vano dan iren mrk manusia sampqh
Yuliana Tunru
vano dan iren brnar teman lucnut ..ayo kevin ambil hak mu mlm ini dan jika iren ingin cerai suruh kembalikan saham itu jgn buarkan penghianat itu mengambil bayaran atas lukamu jika saham sdh kembali buang iren pd vano bagai sampah 😡😡
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: biarkan Vano dan Iren bersatu lagi ya, masalah Iren jatuh biarkan saja
total 1 replies
Ma Em
Iren kamu pasti akan menyesal karena sdh menyia nyiakan Kevin dan malah memilih Vano yg tdk pernah mencintaimu , mampir Thor aku suka , ceritanya seru .
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: terimakasih kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!