setelah menyebrang, aku ingin berkultivasi dengan santai tetapi semua orang memubuat ku bekerja keras, saat aku berkata bahwa aku berkultivasi dengan bekerja keras, orang-orang ngin menghajar ku berkata bahwa aku orang termalas di dunia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kristanto artsx,...., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cap 18. melakukan pemurnian qi
Ary yang merasakan peningkatan qi nya segera mengeluarkan satu buah racun darah lagi.
Iya segera menelannya dan segera memfokuskan qi nya.
Untungnya, pohon tempat iya berada sangat besar sehingga bahkan cabang nya cukup besar untuk ary duduk bersila dengan nyaman di atasnya.
Seperti sebelumnya, setelah buah racun darah memasuki perutnya, tubuhnya mulai menyerap energi spiritual di dalam buah mengeluarkan nya dan berubah menjadi qi yang mengalir bebas dalam tubuh.
Ary segera memfokuskan dirinya dan mulai memutar pusaran qi di sekeliling prototype datian nya dan mulai mengumpulkan seluruh qi bebas di seluruh tubuhnya dan melakukan pemurnian qi.
Saat pesaran mulai terbentuk, ary mulai menstabilkan kecepatan dan kestabilan pusaran dan melakukan pemurnian qi dengan sangat hati-hati.
Ary sangat fokus untuk mengamati seluruh proses, hal ini karena mengamati pemurnian qi kali ini pasti berguna untuk pemurnian berikutnya.
Pusaran qi terus terbentuk dan semakin besar, ary sangat fokus.
Awalnya semuanya sangat lancar dan mudah bagi ary namun saat pusat pusaran energi mulai menuangkan energi spiritual ke prototype datian, energi spiritual mulai bergejolak, dan semakin sulit untuk mengendalikan pusaran qi.
Sepertinya ary telah meremehkan kesulitan pemurnian qi, pengalaman pemilik asli dalam memurnikan qi lebih mudah dari pada saat ini, sepertinya, semakin dekat dengan pembentukan datian, semakin sulit pula pemurnian qi di lakukan.
Ary terus berusaha menekan gejolak qi dan terus menstabilkan pusaran.
Pemurnian berlangsung perlahan, ary memfokuskan seluruh pikiran nya, qi di seluruh tubuh nya berkumpul di pusara pusaran yang terbentuk dengan prototype datian sebagai pusatnya.
Energi spiritual semakin bergejolak saat iya berputar dan mencapai prototype datian, ary memperhatikan dan merasakan bahwa penyebab gejolak qi adalah ruang datian yang sedang terbentuk.
Ary memperhatikan bahwa datian yang terbentuk seperti sedang menyerap energi spiritual yang di tuangkan ary namun karena suatu hal, datian itu menolak sebagian energi spiritual yang di tuangkan dan energi itu kembali ke pusaran menyebabkan gejolak pada pusaran qi.
Ary mulai memperhatikan dan mulai sedikit mengerti mengapa gejolak terjadi
mungkin, qi yang berputar dan membentuk datian sepertinya membutuhkan pengendalian dengan cara atau hukum tertentu untuk membangun ruang untuk menampung qi.
Mungkin karena iya tak memahami prinsip ini, iya seperti orang biasa yang membangun rumah, tak mengerti tahap cara kerjanya, iya seperti orang awam yang asal menuangkan semua bahan bangunan pada cetakan yang ada tanpa mengetahui urutan dan komposisi yang tepat.
Rumah yang di bangun seperti itu pasti akan runtuh saat kesalahan besar terjadi namun datian berbeda, iya menolak runtuh, seperti reaksi tubuh saat memperbaiki luka, datian secara otomatis menyerap bahan yang tepat dalam qi ary dan menyesuaikan urutan pembangunan.
Itulah sebabnya beberapa energi spiritual dibuang kembali ke pusaran, mungkin, hal ini berhubungan dengan elemen yang terkandung dalam qi.
Ada beberapa teknik kultivasi di dunia yang dapt membantu saat pembangunan datian namun, ary tak memilikinya.
Ary terpaksa hanya bisa fokus dan berusaha menekan gejolak qi dan terus melanjutkan pemurnian qi, cara ini menurut ary sangat kasar.
Meski begitu ary tak bisa berhenti dan terus melanjutkan pemurnian, hal ini karena saat seseorang memulai pemurnian qi, tak ada jalan kembali, jika berhenti di tengah jalan akan menyebabkan luka serius saat qi yang stabil mulai kacau dan meledak, pemurnian qi harus di selesaikan saat sudah di mulai.
Ary melakukan pemurnian selama 3 jam penuh, iya dengan paksa menekan gejolak yang muncul, untungnya iya berhasil, meski sangat sulit selama prosesnya, iya bisa berhasil dengan mempertahankan fokus penuh saat melakukan pemurnian.
Namun ary mengalami sebuah masalah, iya merasa jika ingin sukses membentuk datian, iya membutuhkan sekitar dua kali pemurnian lagi, kesulitan akan terus meningkat.
"Aarrrkh sialan huf bikin pusing saja, kenapa kesulitan nya meningkat segala jir" Ary mendesah karena jalan di depan nya sangat sulit.
Saat ini, ary dapat memikirian 3 cara untuk mengatasi masalah kultivasinya untuk berhasil membangun fondasinya.
Yang pertama, temukan herbal atau buah spiritual khusus yang dapat membantu menstabilkan pusaran qi.
cara ini adalah cara termudah namun juga yang paling mustahil di gunakan ary sekarang. Herbal seperti itu sangat langka dan tak mungkin ary dapat menemukan nya saat ini, kecuali iya adalah orang paling beruntung di dunia, tiba-tiba menabrak satu saat berjalan di hutan sekitar.
Cara ke dua adalah dengan berlatih teknik khusus, cara ini sedikit lebih ribet dan melelahkan daripada menggunakan herbal namun juga cukup bagus, sayangnya sangat sulit menemukan teknik ini, mungkin hampir sama dengan menemukan herbal khusus bagi ary dengan kondisinya saat ini
Cara ke 3 adalah cara yg paling kasar dan melelahkan.
Cara itu adalah dengan berlatih meningkatkan kendali terhadap qi dengan cara tertentu.
Salah satu cara yang umum di ketahui adalah dengan terlibat dalam pertarungan.
Ary sekarang berada di dalam hutan, jika iya berlatih bertarung dengan hewan-hewan di hutan setiap hari, iya pasti akan meningkatkan pengendalian qi nya sehingga iya dapat melakukan pemurnian qi dan secara paksa menekan gejolak yang terjadi.
Namun bertarung terus menerus dan berkultivasi bagi ary adalah hal yang sangat melelahkan.
Ary memikirkan nya berulang kali dan pada akhirnya iya terpaksa tetap harus melakukan nya dengan cara ke3.
Sebenarnya iya sangat enggan namun iya menyadari situasinya saat ini, umur tubuh ini sudah 41 tahun, iya harus cepat membangun fondasinya karena beberapa alasan.
Yang pertama karena semakin tua maka semakin sulit berkultivasi karena penurunan kinerja tubuh.
Yang kedua adalah penampilan, penampilan ary sekarang adalah pria kurus berumur 40an yang termasuk jelek, iya tentu tak rela jika penampilan nya terus menua dan terus bertambah jelek.
Karena itu ary memutuskan untuk sementara menjadi orang rajin dan fokus berkultivasi di hutan itu.
Setelah memutuskan, ary melirik ke bawah pohon dan menghela nafas lega, banteng itu sudah pergi, ary kemudian turun dari pohon berjalan ke kedalaman hutan mencari tempat yang baik untuk menetap dan berlatih.