NovelToon NovelToon
Terjebak Perjodohan

Terjebak Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rima Andriyani

Felicia Mau tak mau harus menerima perjodohan dari Papanya. Meskipun sempat kabur dari rumah, pada akhirnya dia menyetujuinya. Awalnya dia mengira pria yang akan menjadi suaminya itu seorang pria tua dengan perut buncit. Namun Ketika dia mengetahui jika suaminya adalah pria yang sempat ia kagumi, Felicia pun mencoba untuk membuat Arion menatapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rima Andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Sebelum tidur, Felicia mengirimkan pesan pada Fero untuk meminta maaf atas sikap Arion tadi.

Dan seperti biasanya, Fero akan berkata 'tidak masalah' .

Felicia mulai memejamkan matanya, tapi bayangan bibir Arion yang menempel di bibirnya masih begitu terasa. Begitu lembut dan juga hangat.

Felicia ingin berteriak sekencang-kencangnya untuk meluapkan apa yang ada di dadanya. Semuanya seolah begitu meledak-ledak di dalam sana.

Sementara di dalam kamar, Arion tersenyum sendiri mengingat perlakuannya yang malah mencium bibir Felicia. Semua itu tak terencana dalam benaknya jika dirinya akan seberani itu dalam bertindak.

Beberapa detik kemudian, Arion kembali teringat akan Fero. Senyumnya surut mengingat Felicia yang membalas senyum aktor itu. Rasanya Arion ingin menghajarnya saat itu juga.

"Kenapa Aku tak bisa mengontrol hatiku hanya dengan membayangkan Felicia bersama aktor sialan itu?! Sebenarnya ada apa dengan diriku?" gumam Arion.

Sejujurnya Arion merasa tak asing dengan perasaannya. Dia pernah mengalami dalam fase ini beberapa kali. Dan Dia tidak bodoh dalam mengenali perasaan itu.

Lalu Arion juga memikirkan perasaannya pada Cintia. Rasa itu masih ada walaupun hanya samar. Namun, jika dirinya harus meninggalkan Felicia dan kembali pada Cintia, itu akan membuatnya begitu berat. Karena saat ini Felicia terus saja mempengaruhi pikirannya.

Sikap manis, manja, dan hal unik pada diri sang istri membuat kenyamanan tersendiri bagi Arion. Apalagi mereka telah terikat dalam sebuah pernikahan. Sampai kapanpun Arion tidak akan pernah rela untuk melepaskan Felicia.

Dia tidak ingin kehilangan untuk ke sekian kalinya lagi.

Arion tersenyum menyadari perasaannya sendiri. Dia memutuskan untuk mengatakannya besok pada sang istri. Arion ingin memberikan sebuah kejutan romantis untuk mengakui perasaannya.

---

Ketika tiba sarapan pagi, Felicia sudah menyiapkan sarapan untuk suaminya. Namun, sudah 30 menit Felicia menunggu, Arion tak kunjung turun juga. Membuat Felicia memutuskan untuk ke kamar suaminya dan membangunkan pria itu.

Tok...tok...tok...

Felicia mengetuk pintu beberapa kali. Namun, tak ada jawaban atau tanda pintu akan terbuka.

"Tidak biasanya Arion seperti ini. Biasanya Dia akan bangun pagi-pagi sekali," gumam Felicia heran.

Dengan ragu, Felicia memegang gagang pintu kamar Arion dan mencoba membukanya. Pandangannya menyapu ke seluruh ruangan kamar itu.

Tempat tidur Arion sudah rapi. Tak ada tanda tempat tidur itu bekas di pakai. Mungkin Arion sudah membereskan tempat tidurnya.

Tapi jika kamar itu sudah rapi, itu membuktikan jika pemilik kamar telah bangun. Lalu, kemana orangnya?

Felicia berjalan masuk kedalam kamar suaminya. Ini adalah kali pertamanya dia menginjakkan kaki di dalam sana. Felicia mulai melangkah ke pintu bathroom dan mengetuknya. Mungkin saja Arion sedang mandi di sana.

Namun, seperti terulang kembali, ketukan itu tak ada jawaban. Felicia kembali membuka pintu bathroom. Dan lagi-lagi tak ada siapapun di dalam sana. Felicia semakin heran.

"Sebenarnya kemana Dia?"

Felicia melamun memikirkan dimana Arion saat ini. Hingga bunyi ponselnya membuatnya tersadar.

Felicia segera menyambar ponselnya. Ada sebuah pesan dari Arion. Gadis itu secepat kilat langsung membukanya.

'temui Aku di taman belakang' tulis Arion pada pesannya. Felicia semakin heran. Rupanya suaminya masih berada di rumah. Namun kenapa Arion ingin bermain kucing-kucingan dengannya.

Felicia menurut dan segera berjalan menuju taman belakang. Dia ingin tahu apa yang Arion inginkan melakukan permainan kucing-kucingan seperti ini.

Felicia mengerutkan keningnya ketika sampai di taman belakang. Di sana tampilan taman itu berubah 190°.

'sejak kapan, Arion menghias taman ini? Kenapa Aku merasa taman ini begitu terlihat romantis, ya? Apa ini hanya perasaanku saja?' Felicia terus saja bergumam dalam hati. Gadis itu terus melangkah mencari keberadaan suaminya.

"Arion, Kau di mana? Keluarlah, Arion!" seru Felicia.

Tak ada jawaban. Hingga pandangan Felicia tertuju pada sebuah petunjuk tanda panah di bawah yang bertujuan agar Felicia mengikutinya.

Dan benar saja. Felicia mengikuti petunjuk itu. Matanya menyipit melihat Arion yang berdiri di tengah love you terbentuk dari bunga. Arion membawa satu ikat bunga mawar dengan senyum yang terbit di bibirnya ketika melihat Felicia datang dan menatap ke arahnya.

"Apa mataku ini tak salah lihat?" gumam Felicia pelan.

Bagaimanapun juga, sikap Arion hari ini begitu aneh menurut Felicia.

Arion mulai keluar dari love itu dan berjalan menghampiri Felicia. Memberikan bunga mawar itu dan berjongkok di depannya. Felicia terkejut melihatnya.

"Felicia. Aku tahu pernikahan Kita bukanlah sebuah pernikahan impian pada awalnya. Seiring berjalannya waktu, kita menjalani pernikahan ini dengan berbagai macam yang terjadi. Aku yang awalnya berkata tidak mencintaimu, saat ini juga Aku mencabut ucapanku sendiri." Arion menghela napas sejenak.

"Aku tidak pernah tahu perasaan apa yang kurasakan padamu. Namun, ada hal yang tak bisa ku jelaskan ketika melihatmu tak menatapku. Rasa marah, emosi yang tak terkendali begitu kentara ku rasakan saat melihatmu dekat dengan pria lain. Ungkapan cintamu padaku setiap hari, kini mampu menembus hatiku dan menerima dengan baik kata cinta itu. Aku ... Aku juga mencintaimu, Felicia," ucap Arion.

Felicia tercekat mendengar pernyataan dari pria yang berstatus suaminya. Pendengarannya hampir tak percaya dengan ucapan-ucapan yang keluar dari bibir Arion. Semuanya terasa seperti mimpi menurut Felicia.

Felicia hanya bisa diam dan tak mampu berkata sepatah katapun. Dia terlalu terkejut dengan pengakuan Arion yang tak pernah Felicia duga.

'benarkah Arion berkata jika dia mencintaiku? Tunggu! Aku tidak sedang bermimpi, bukan?' Felicia diam tak bergerak. Membuat Arion langsung berdiri dan menyentuh pipinya.

"Kenapa Kau diam, Felicia?" tanya Arion. Felicia langsung tersadar dan menatap wajah Arion yang sudah dekat dengannya.

"A-aku... Apa Aku sedang bermimpi. Katakan lagi padaku ucapanmu tadi, Arion!"

Arion tersenyum hangat. Dia merengkuh pinggang Felicia dan merapatkan tubuhnya. Menatap dalam gadis dalam dekapannya dengan lembut.

"Aku mencintaimu, Felicia. Mari memulai semuanya dari awal." Arion berbisik lembut. Hingga napas hangatnya menerpa wajah Felicia. Dari sana Felicia sadar jika ini bukanlah mimpi. Namun ini adalah impiannya yang mulai menjadi nyata. Akhirnya kata cinta itu terucap juga dari bibir suaminya.

Namun, apakah peperangan antara dirinya dengan sang pelakor, dirinyalah yang memenangkannya? Felicia ingin memastikan itu.

"Sungguh Kau mencintaiku, Arion?" tanyanya ingin memastikan kembali. Arion mengangguk. Dia lantas mencium kening Felicia dan memeluknya dengan hangat.

"Ya, Aku mencintaimu, Felicia."

"Lalu, jika Aku menginginkan sesuatu, apakah Kau bisa mengabulkannya?" tanya Felicia ragu.

Arion mengerutkan keningnya dan mengendurkan pelukannya. Menatap Felicia dengan tatapan penuh tanya.

"Apa yang Kau inginkan, Felicia?"

"Aku sudah tahu jika Cintia adalah masa lalumu. Aku juga tahu Cintia saat ini sedang berusaha untuk mendekatimu kembali. Jika Aku memintamu untuk tidak menjadikan Cintia sekretaris mu, apakah Kau akan mengabulkannya? Aku tidak suka apa yang ku miliki di rebut orang lain," ucap Felicia.

Arion tertegun. Dia belum sempat bercerita kepada Felicia, tapi rupanya Felicia telah mengetahuinya.

Arion tersenyum dan mengangguk. Dia dapat merasakan ketakutan yang Felicia rasakan. Sama halnya dengan ketakutannya akan kehilangan Felicia dari hidupnya.

"Aku akan mengabulkan keinginan mu. Asalkan Kau berjanji tidak akan menemui aktor itu lagi, maka Aku akan memenuhi keinginanmu," jawab Arion.

"Kenapa Kau tidak mengizinkanku bertemu dengan Kak Fero, Arion? Sejak kecil, ketika tidak ada Papa, kak Fero lah yang melindungi ku. Bagaimana mungkin Aku langsung mengabaikannya begitu saja?"

"Karena Kau sekarang istriku. Kau hanya milikku. Aku tidak suka dia menatapmu dengan pandangan berbeda." Arion merasa kesal mendengar cerita Felicia mengenai Fero.

"Tapi Dia Kakak sepupuku, Arion. Bagaimana mungkin Aku bisa menghindarinya?"

Sejenak Arion tercenung mencerna ucapan Felicia. "Apa? Dia sepupumu?" tanya Arion tak percaya.

"Tentu saja." Felicia sedikit mengerucutkan bibirnya.

Arion terdiam sejenak. Karena dirinya merasa cemburu, akhirnya Dia dapat mengetahui bagaimana perasaannya sebenarnya pada Felicia. Dan itu di sebabkan oleh sepupu Felicia? Sungguh sangat konyol menurut Arion.

Namun, Arion begitu tak suka melihat pandangan Fero pada Felicia. Tatapannya terlihat begitu berbeda. Apakah itu hanya perasaan Arion saja? Tapi tetap saja Arion masih merasa cemburu walaupun mengetahui jika Fero adalah sepupu Felicia.

"Walaupun dia sepupumu, Dia tetap seorang pria. Jadi, Aku tetap melarangmu untuk menemuinya." Arion tak mau kalah.

"Kau curang!" Felicia semakin mengerucutkan bibirnya.

Arion jadi gemas melihatnya. Dia segera meraup bibir Felicia dengan menggunakan bibirnya. Mengulumnya dengan lembut dan hangat.

"Aku sangat menyukai rasa bibirmu," bisik Arion. Felicia jadi tersipu.

"Eumm, Arion. Lalu bagaimana perasaanmu pada Cintia? Apakah Kau masih ada rasa padanya?" tanya Felicia hati-hati. Dia penasaran dengan ini.

Arion menangkup wajah Felicia dan menatapnya dalam.

"Dia adalah masa lalu. Walaupun masih ada setitik rasa, tapi Aku yakin setitik itu akan menghilang dengan lautan cinta yang Kau berikan padaku. Maukah kau membantuku untuk menghapus setitik rasa yang masih tertinggal itu, sehingga seluruh rasa ini sepenuhnya hanya tertuju untukmu seorang," ucap Arion lembut.

"Tentu saja. Aku yakin jika Aku pasti mampu membuatnya sepenuhnya pergi dari hatimu." Dengan yakinnya Felicia berkata.

Arion tersenyum dan kembali memeluk erat tubuh sang istri. Sesekali Arion mencuri ciuman bibir Felicia yang terus-menerus menggodanya.

1
Retno Harningsih
lanjut
Retno Harningsih
up
louis
dasar Arion laki2 tdk punya pendirian. bego jadi laki2.
Retno Harningsih
up
Noona Han
Eaaaa 🤣 semoga hbais ini cintia yg sadar sama perasaannya ke kenzo
Retno Harningsih
lanjut
Noona Han
keg nya masih idup, lagian lucu pamitannya🤣
Jelita S
Kenzo msih hidup kh
Retno Harningsih
up
Retno Harningsih
lanjut
Noona Han
nah yg ini baru kegnya lakinya mulai curiga
Noona Han
🤣🤣rada rada emg nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!