Daniel merupakan seorang agen rahasia yang sedang menjalani misinya untuk mencari para pengkhianat negara termasuk keturunan mereka. Dalam menjalankan misinya, tanpa sengaja ia menolong seorang gadis bercadar yang sedang dihadang oleh para penjahat saat gadis itu hendak pulang ke rumahnya. Tanpa Daniel ketahui jika gadis bercadar itu adalah targetnya yang selama ini ia cari. Apakah Daniel tega membunuh gadis itu demi misinya ataukah ia harus mengkhianati agen nya sendiri demi cintanya? ikuti cerita mereka penuh dengan misteri dan setiap adegannya sangat menegangkan...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18. Kecewa
Tiba dirumahnya, Alea buru-buru buka pintu mobil diikuti si kembar. Si kembar langsung masuk ke kamar mereka dengan menenteng kebutuhan mereka masing-masing. Keduanya kerap saling becanda tanpa tahu dengan sikap kakak mereka yang sedang tidak baik-baik saja. Alea sendiri tidak mengeluarkan belanjaannya. Ia fokus mencari suaminya di dalam kamar. Alea mulai curiga dengan suaminya yang tidak mau keluar saat mereka tiba.
"Ada apa dengan Daniel? apakah dia sakit?" tanya Alea masih berpikir positif pada suaminya. Namun pikiran itu berubah drastis ketika kenop pintu itu dibuka oleh Alea.
Alea menegang di tempat saat melihat bagian meja nakas bergeser. Tatapannya menjadi seram dengan langkah cepat masuk ke dalam kamar ganti. "Apa yang dilakukan Daniel di dalam sini. Daniel....Daniel....!" pekik Alea melihat pintu rahasia terbuka menampilkan sosok pria tampan yang membuatnya gelisah sepanjang perjalanan tadi.
Alea masuk ke dalam kamar rahasia itu dan mendapati Daniel jatuh pingsan. Entah apa yang membuat pria ini pingsan. Itu yang membuat Alea bingung sekaligus kecewa pada suaminya yang masuk ke ruang pribadinya tanpa ijin darinya.
"Daniel...." Alea berjongkok lalu mengguncang tubuh Daniel. Wajah tampan itu terlihat sangat pucat dengan keringat dingin masih mengucur deras dari wajahnya. Bahkan bekas air mata itu tampak menggenang di bulu matanya.
Alea segera mengambil obat untuk menyadarkan Daniel dari pingsannya. Sebelumnya Alea memeriksa keadaan Daniel terlebih dahulu seperti detak nadi dan jantung suaminya itu. Merasa tidak ada masalah, Alea segera menempelkan handuk kecil ke penciuman Daniel dan membuat mata Daniel mulai perlahan membuka matanya.
Daniel segera bangkit begitu melihat wajah Alea. Alea menatap dingin suaminya itu dengan penuh rasa kecewa. "Bisa kamu jelaskan semua ini?" tanya Alea dengan penuh perintah.
Daniel mematung karena begitu gugup menghadapi gelombang amarah Alea yang terpancar dari sinar mata teduh dan indah itu.
"Itu...aku...begini sayang...-" ucap Daniel terbata-bata seakan sedang mencari kalimat yang cukup masuk akal untuk diungkapkan kepada Alea.
"Jangan bertele-tele atau kamu ingin aku mengusirmu dari negara ini?" bentak Alea makin membuat Daniel mati kutu.
Agen Rahasia FBI sehebat dirinya tidak mampu menghadapi seorang Alea yang penuh kekuatan mematikan hanya melalui ekspresi wajah dingin dan ancaman yang penuh makna.
"Maafkan aku Alea...! tujuan awalku adalah mencarimu dan dokumen rahasia milik negara yang dibawa pergi ibumu", ucap Daniel terdengar serak dan sangat frustrasi karena begitu takut Alea salah paham padanya.
"Jadi kamu ingin membunuhku setelah tujuanmu tercapai? begitu juga dengan cintamu padaku hanya omong kosong, hah....?!" teriak Alea membuat Daniel menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Tidak semua tuduhan itu benar Alea. Aku memang punya misi untuk itu namun cintaku benar padamu. Demi Allah....!" ucap Daniel segera bersimpuh dihadapan istrinya yang memalingkan wajah sambil menahan bulir bening yang hampir jatuh.
Alea bangkit berdiri lalu menekan tombol di mana lemari tasnya bergeser lalu menampilkan banyak dokumen penting serta perhiasan peninggalan kedua orangtuanya. Alea menarik laci bagian dalam setelah menekan kodenya. Alea mengambil dokumen itu lalu melemparkan di depan wajah Daniel.
"Ambil ini....! Inikan yang kamu cari? bawa pergi benda sialan itu yang menyebabkan aku dan adik kembarku yatim piatu.
"Tidak Alea. Tolong pahami aku...! cintaku di atas segalanya padamu, Alea. Percayalah padaku sayang....!" mohon Daniel.
"Tidak ada yang perlu dijelaskan Daniel....! kamu sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan bukan? silahkan pergi dari sini dan kembalilah ke negaramu...!" tegas Alea lalu keluar dari kamar rahasia itu di ikuti oleh Daniel.
"Alea. Semuanya sudah berubah. Kamu tahu sendiri bukan kalau posisiku dalam bahaya? aku masih butuh bantuanmu. Jika aku kembali, bukan hanya aku yang mati tapi kamu dan...-"
"Pergilah....! aku bisa menjaga diriku dan kedua adikku. Sebelum kamu datang, kehidupan kami baik-baik saja", ucap Alea tidak mau lagi mendengar penjelasan suaminya.
Daniel menangis menahan sakit di dadanya. Perkataan Alea bak pisau tajam menusuk jantungnya. Daniel melirik foto yang membuat dirinya pingsan.
"Alea, sebelum kamu menutup pintu ini, apakah aku boleh bertanya tentang foto itu?" ucap Daniel membuat Alea menghentikan langkahnya. Alea melirik foto keluarga sahabat kedua orangtuanya.
"Itu sahabat kedua orangtuaku. Nasib mereka tidak jauh berbeda dengan keluargaku. Tuan Roy kehilangan putra dan istrinya. Putranya tewas di hutan setelah penculik gagal mendapatkan tebusan. Dan ibunya dibunuh secara keji. itu foto ibuku dan sahabatnya serta Putranya. Saat itu mereka sangat bahagia saat mengetahui ibuku hamil diriku", tutur Alea membuat Daniel tercengang.
"Berarti aku adalah putra dari tuan Roy", batin Daniel yang sudah mulai menemukan jati dirinya setelah mendengar penjelasan Alea. Namun dia tidak ingin Alea mengetahui siapa dirinya saat ini sampai ia bisa bertemu dengan ayah kandungnya tuan Roy.
Alea bahkan tidak mau mendengarkan apapun penjelasan darinya sekalipun itu adalah kebenaran. Daniel harus pergi dari tempat itu yang langsung diantar Alea ke bandara.
"Kamu bisa menggunakan pesawat jet pribadi ku hingga tiba di Amerika dengan selamat. Setelah itu aku akan mengirim surat gugatan cerai kita", ucap Alea begitu Daniel tiba di bandara.
"Alea. Apakah tidak ada kesempatan bagiku untuk kita bisa memperbaiki segalanya? jujur aku menyesal karena tidak mengatakan niatku padamu sejak awal", ucap Daniel namun Alea tidak bergeming sedikitpun.
"Pergilah....! pesawat sebentar lagi akan berangkat", ucap Alea secara tidak langsung mengusir suaminya.
Daniel tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Ia naik ke atas tangga pesawat sambil menahan tangis. Alea meninggalkan bandara sebelum pesawat itu benar-benar takeoff.
Alea menumpahkan kesedihannya di dalam mobil. Daniel memperhatikan mobil Alea yang meninggalkan bandara dari balik jendela pesawat. Keduanya sama-sama terpukul dengan perpisahan dadakan ini. Daniel tidak menyangka jika hati Alea begitu keras jika prinsipnya dilanggar.
"Maafkan aku sayang. Aku janji setelah urusanku selesai, aku akan menemui lagi", gumam Daniel sambil menatap foto Alea yang ada di galeri ponselnya.
Beberapa menit kemudian, pesawat Daniel terbang meninggalkan Indonesia. Daniel menangis sesenggukan di dalam pesawat. Dua pramugari tidak berani mendekati suami majikan mereka. Mereka paham dengan pasangan itu jika saat ini hubungan keduanya tidak baik-baik saja.
Setibanya di apartemen, Alea merasa tubuhnya sangat lemas. Ia tidak bisa kembali ke rumah rahasia mereka karena perutnya tiba-tiba terasa sangat mual. Lagipula sudah terlalu malam untuk kembali ke puncak dengan cuaca yang tidak bersahabat saat ini.
"Ya Allah, ada apa denganku?" gumam Alea langsung masuk ke kamar mandi karena tidak kuat menahan gejolak perutnya yang ingin memuntahkan semua isinya.