NovelToon NovelToon
Pembantu Misterius

Pembantu Misterius

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:6.9M
Nilai: 4.7
Nama Author: Lorine M

Kinan, seorang gadis cantik yang berusia 23 tahun. Bekerja sebagai seorang pembantu disalah satu kediaman milik pemuda tampan. Dibekerja menggantikan Ibunya yang sudah pensiun.

Gilang, seorang pemuda tampan yang kehilangan tunangannya tiga bulan yang lalu. Hidupnya bagaikan berhenti. Dia melihat dengan jelas, bagaimana kondisi mobil yang dikendarai sang tunangan yang masuk kedalam jurang. Tidak ada Valeri, tunangannya membuatnya enggan untuk melakukan aktivitas.
Jantung yang berdebar saat berada didekat Valeri hilang. Ia hanya merasakannya saat didekat Valeri. Saat didekat perempuan lain? Tentu saja tidak ada debaran.

Tapi, entah bagaimana. Kinan yang baru bekerja selama seminggu, berhasil membuat jantungnya berdebar. Perasaan yang sama muncul kembali.

Apa arti semua ini? Siapa sebenarnya pembantu ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lorine M, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Percakapan dicafe Rose #2

"Belum," jawab Kinan santai.

"Aku tidak bisa membuktikannya lagi. Tapi apa bukti mu kalau aku dan Devina memang saling mencintai?" tanya Frans.

"Pertama, saat kamu mengatakan buktinya adalah pernikahan Devina dan persahabatan kalian yang hancur. Matamu menampakkan kesedihan yang tidak bisa kamu sembunyikan. Apa kamu tau, mulut bisa saja berbohong tetapi mata tidak akan bisa.

Kedua, kamu sangat menderita disaat Devina menghancurkan hubungan kalian. Apa itu cukup untuk membuktikan?" tanya Kinan.

"Semua itu memang cukup untuk membuktikan bahwa aku mencintai Devina. Tapi itu tidak bisa menjadi bukti bahwa Devina juga mencintaiku," jawab Frans.

"Aku juga punya bukti tentang Devina?" ucap Kinan seraya mencari sesuatu dalam tasnya.

Kinan menyerahkan sesuatu yang diambilnya dalan tas miliknya.

"Ini adalah bukti ku," ucap Kinan.

Frans melihat dengan seksama apa yang disodorkan oleh Kinan.

"Apa ini?" tanya Frans.

"Bacalah," titah Kinan.

Frans mengambil dan membaca isi dari amplop yang diberikan Kinan. Amplop itu berisikan surat yang didapat Kinan dari kamar Berlyn.

"I-ini," Frans tidak bisa melanjutkan ucapannya.

"Itu adalah bukti ku. Aku hanya ingin bilang satu hal. Jangan pernah menyerah perjuangkan lah cintamu. Tapi untuk saat ini yang kamu butuhkan hanyalah diam. Aku yang akan membuat kalian bersatu. Itu janjiku. Kamu bisa memegang janjiku itu," ucap Kinan.

"Kata katamu mengingatkanku kepada seseorang," Ucap Frans.

"Siapa?," tanya Kinan pura pura tidak tau.

"Dia adalah salah satu sahabatku. Dia orang yang sangat baik. Tapi sayangnya dia sudah pergi untuk selamanya," jawab Frans sedih.

"Apa kamu pernah dengan sebuah pepatah yang mengatakan setelah badai akan datang pelangi?" tanya Kinan.

"Iya," jawab Frans.

"Sama seperti itu, kini kehidupanmu sedang mendapatkan ujian. Ujian itu akan membuatmu menjadi sangat menderita dan sedih. Tapi percayalah, setelah penderitaan itu akan datang pelangi. Sebuah kebahagian akan kamu terima," ucap Kinan.

"Kalau boleh tau siapa nama temanmu itu?" tanya Kinan.

"Namanya Valeri," jawab Frans.

"Mendengar namanya, aku merasa dia memiliki wajah yang indah," ucap Kinan.

"Kamu memang benar, dia adalah orang yang cantik dan baik hati. Tapi tidak lebih cantik dari Devina," ucap Frans.

"Baiklah, kurasa aku harus pergi sekarang. Sampai jumpa lagi," ucap Frans yang berlalu pergi meninggalkan Kinan.

"Dasar orang kasmaran. Wajah Valeri yang indah membuatku merindukan wajah asliku. Bagaimana ini? Apa wajahku bisa kembali lagi?" batin Kinan bertanya tanya.

Kinan memutuskan untuk pergi, tapi sebelum pergi, Kinan menyempatkan diri ke kasir untuk membayar pesanannya. Ternyata Frans sudah membayar semua tagihan miliknya.

Tanpa menunggu lama, Kinan langsung pergi meninggalkan cafe Rose.

Kinan tiba di rumah Ibu Sri pukul 18.25.

Sesampainya di rumah, betapa terkejutnya Kinan melihat Ibu Sri yang tengah terbaring tidak sadarkan diri.

"Ibu, Ibu bangun, Bu" ucap Kinan seraya menepuk pelan pipi Ibu Sri.

Kinan mencoba memeriksa keadaan Ibu Sri. Beruntung karena dulu dia mendapatkan pembelajaran kedokteran.

Kinan melakukan pertolongan pertama untuk Ibu Sri. Setelah itu ia menelpon ambulan untuk datang ke rumah Ibu Sri.

Dalam beberapa menit, ambulan sudah tiba didepan rumah. Para tim media mengangkat tubuh Ibu Sri menggunakan tandu kedalam mobil. Kinan juga ikut didalam mobil ambulan.

Tiba di rumah sakit, Dokter langsung menangani Ibu Sri.

1
Marhaban ya Nur17
aneh se endingnya
Marhaban ya Nur17
ciyeeee Valerie paket komplit 🤪🤪🤪 tom cruise lewat
Marhaban ya Nur17
konflik nya g berasa
Marhaban ya Nur17
amnesia 🤪
Marhaban ya Nur17
semuanya berasa mudah wkwkkwk
Bu Iin
tahbah seru lanjuuuuuutttt
Rindy Sumiyati
lanjut terus terap semangat
Sunarni Narni
lanjut
Katim
lanjut thor
Indah Sekar Wangi
makin kesini makin kesana ceritanya
RENNY 736
gw bingung baca nya..
Alya Yuni
Makanya msukn orng jhat di penjra msa biarkn penjhat brkeliaran
Salman Alfarisi
ceritanya kok gk jelas sih
Lily
Lumayan
Sri Sukenti
assalamu'alaikum
Oris Oris
haii selamat mlm
Etri Andriani
Kecewa
Maria Ulfa
tunangan Gilang itu Valeri dan Valeri punya kembaran
cantik
Kecewa
Puri Astuti
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!