Di paksa menikah dengan pilihan ayah nya membuat Vivian kabur dari rumah untuk menemui sang kekasih tetapi bukan tempat perlindungan yang di dapatkan Vivian dia justru melihat pengkhianat sang kekasih dan adik tirinya.
Vivian pergi meninggalkan apartemen Dika sang kekasih tapi karena berlari terlalu cepat Vivian menabrak mobil seseorang dan dia meminta pertolongan agar bisa membawa nya pergi.
Siapa yang sudah menyelamatkan Vivian?
Lalu bagaimana dengan nasib Vivian selanjutnya yuk baca cerita nya di novel terbaru ku Nikah Dadakan hanya di Nt
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ke kantor
Clek.... pintu kamar Vivian terbuka dan gadis itu berjalan ke arah dapur.
Vivian menghentikan langkahnya saat melihat Bagas yang tengah memasak menggunakan celemek di tubuh nya lelaki itu terlihat sangat tampan hingga Vivian terpesona.
"Hey...... sudah bangun?" tanya Bagas sambil tersenyum manis membuat lamunan Vivian buyar.
"Su-dah mas ka-mu masak?" tanya balik Vivian gugup
"Hmmm.....aku buat nasi goreng spesial untuk mu,cuci muka dulu lalu sarapan" ajak Bagas
Vivian segera mengangguk lalu kembali ke kamar.
Bagas meneruskan pekerjaan nya tak lama Vivian kembali lagi.
"Ayo duduk" ujar Bagas menarik kursi untuk Vivian hingga perempuan cantik ini benar-benar salah tingkah.
Dia menatap Bagas lekat tak berkedip.
"Apa di wajah ku ada lukisan hingga kamu menatap nya sangat lama" goda Bagas membuat Vivian menggeleng kecil lalu mencoba menetralkan detak jantung nya.
"Ayo di makan nanti keburu dingin tidak enak,oh ya hari ini aku pulang sedikit telat karena ada peninjauan proyek di lapangan jika kamu mengantuk bisa tidur duluan"
"Kamu pulang lama mas?"
"Iya ini hari pertama proyek nya jalan jadi sedikit telat" jawab Bagas membuat Vivian menghela nafas berat.
"Kenapa?"
"Ak-u boleh ikut ma-s?" tanya Vivian hati-hati
"Ikut!" gumam Bagas dan diangguki Vivian
"Aku bosan di rumah ma-s,bukan nya kamu mengatakan pada papa nya bu Dinda aku akan ikut kemanapun kamu pergi" ucap Vivian membuat Bagas terdiam sejenak.
"Tapi akan membosankan untuk mu"
"Lebih membosankan di sini sendirian mas"
"Ya sudah kamu boleh ikut bersiap lah Alan akan menjemput mu,aku tunggu di kantor" pamit Bagas dan diangguki Vivian sambil tersenyum manis.
****
"Bu, sudah ada pembeli yang cocok untuk rumah ini dia mau membayar 350 juta bu, hutang kita pada pak Sobirin 250 juta masih masih ada 100 juta sisa nya buat beli rumah kecil bu tapi mereka mau dengan isi-isi nya bu kita hanya boleh membawa pakaian saja"
"Tidak masalah berikan saja isi nya juga tidak ada yang berharga"sahut Erika
"Jadi bagaimana dengan pembayaran nya?" lanjut Erika bertanya
"Mereka akan bayar setelah kita keluar bu"
"Ya sudah nanti ibu akan bicara sama ayah untuk mencari rumah yang lebih kecil jika memang sudah dapat kita langsung pindah"ucap Erika dan diangguki Olivia.
"Semua ini karena Vivian yang tak tau diri itu bu,coba aja dia mau menikah dengan pak Sobirin kita tidak perlu pindah ke rumah yang lebih kecil" omel Olivia.
*****
"Pak anda di tunggu pa Victor dari tadi" lapor Sinta
"Ada apa? Bukan nya kerja sama kita baik-baik saja"
"Ya pak beliau ingin bicara empat mata dengan bapak, seperti nya tidak masalah pekerjaan pak" ujar Sinta dan diangguki Bagas lalu berlalu masuk ke dalam ruangan nya.
"Pak Victor" sapa Bagas sopan.
"Selamat pagi pak Bagas"sahut pak Victor sambil menyalami Bagas.
"Ada apa gerangan yang membawa anda sampai datang ke kantor saya hari ini?"
"Hahaha seperti nya sekarang anda semakin serius saja pak Bagas, santai saya datang ke sini untuk bersilaturahmi saja"
"Langsung saja ke inti nya pak bukan nya anda tau saya tipe orang yang tak bisa berbasa-basi apalagi jika bukan berkaitan dengan pekerjaan dan saya rasa saat ini anda bukan hendak membahas pekerjaan"
"Tepat sekali pak Bagas anda sangat pintar menebak tidak salah jika anda jadi pengusaha sukses tebakan anda selalu benar"puji Pak Victor
"Langsung saja ke inti nya saya datang untuk meminta anda menjadi menantu saya,saya akan berikan saham saya 30% buat anda" tawar pak Victor membuat Bagas terdiam.
"Saya yakin anda pasti akan memikirkan tawaran saya ini karena berkerja sama dengan perusahaan saya menguntungkan untuk anda apalagi jika kita menjadi menantu dan mertua sudah pasti kerajaan bisnis bisa kita genggam bersama, bagaimana nak Bagas apa anda bersedia?" tanya Pa Victor dengan senyum mengembang di bibir nya.
"Terimakasih atas tawaran nya pak Victor tapi saya sama sekali tidak tertarik untuk itu apalagi saya sudah memiliki kekasih dan kami akan segera menikah dalam waktu dekat ini"
"Jangan sungkan Bagas,saya yakin anda tidak serius dengan perempuan mantan pelayan itu"
"Jangan sesekali menghina calon istri saya pak Victor dia lebih beretika dari pada anak anda" tekan Bagas
"Pak Bagas apa anda serius dengan ucapan anda ini! Anda menghina anak saya demi perempuan itu"
"Lalu anda boleh seenaknya menghina calon istri saya,begitu?"tanya Bagas dengan tatapan tajam.
"Kita sudah lama bekerja sama pak Bagas saya rasa anda mengenal saya baik"
"Mengenal baik bukan berarti saya harus menerima ucapan penghinaan anda pak Victor"
"Pak Alan di dalam sedang ada tamu" cegah Sinta saat Alan datang membawa Vivian.
"Tidak masalah bu Sinta" jawab Alan mengangguk mengerti lalu membuka kan pintu untuk Vivian.
"Sayang,kamu sudah datang"sapa Bagas lalu mendekat ke arah Vivian dan merangkul nya.
"Ma-s"
"Saya rasa pembahasan nya sudah selesai pak Victor calon istri saya sudah datang kami sudah ada janji untuk pergi bersama" ujar Bagas membuat Pak Victor mengepalkan tangannya.
"Ini penghinaan buat saya Bagas, permisi!" ucap pak Victor marah lalu segera pergi.
"Mas ada apa?"
"Tidak masalah duduk dulu aku akan minta makanan untuk mu"
"Tidak perlu mas tadi aku mampir beli ini" Vivian mengangkat kantong kresek bawaan nya.
"Apa itu?"
"Kue tradisional mas,tadi pas lewat aku lihat dan aku mau tapi-"
"Tapi apa?" tanya Bagas penasaran
"Aku pinjam uang pak Alan mas karena aku tidak punya uang sama sekali,kamu tak membolehkan aku bekerja" bisik Vivian membuat Bagas tersenyum kecil mendengar pengakuan jujur perempuan di hadapannya ini.
Bagas merogoh saku nya mengambil dompet dan mengeluarkan uang lembaran merah sebanyak tiga lembar.
"Mas" cegah Vivian saat Bagas hendak memberikan pada Alan
"Kenapa lagi?"
"Aku cuma pinjam 50 ribu,ini banyak banget mas"
"Tidak masalah dia sudah membawa mu dengan selamat ke sini,Alan ini buat kamu tunggu di bawah"ucap Bagas dan diangguki Alan patuh.
Alan keluar dari ruangan Bagas dengan wajah sumringah.
"Kalau begini sering-sering saja Bu Vivian main ke kantor biar aku kecipratan uang" gumam Alan bahagia.
Sinta yang kepo ingin bertanya pada Alan tapi Alan segera menghindar dia tidak ingin menyebarkan gosip yang dia sendiri belum tau kebenaran nya.
kacau...saling tuduh...
padahal biang keroknya dari Karina
lagian yang menafkahi tugas bapak elo,bukan abg lo😆😆😆
Ngadi Ngadi nih Leo
biar semua orang juga tau klo sekarang kamu sudah punya istri,Vivian istrimu
yang di perebutkan malah sudah jadi suami orang ,suami Vivian
udah jelas itu mantan istri dan Bagas udah dekat ma cewe lain,masa masih make Anita .blom lagi ntar Sarah bakalan marah karena kamu depak ,siap2 kmu bakalan dibelit ular mu sendiri
orang jahat akan selalu mendapatkan balasan nya