NovelToon NovelToon
My Little Actress

My Little Actress

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Selingkuh / Cinta setelah menikah / Aliansi Pernikahan / Nikah Kontrak
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tiara Pratiwi

Kemungkinan ada narasi adegan nyerempet 21th+
Pembaca mohon lebih bijak dalam memilih bacaan yang sesuai usia! Cerita cuma fiksi jgn terlalu baper

Setelah mengetahui perselingkuhan tunangannya dengan saudara tirinya, Beatrice justru dipertemukan dengan Alexander, seorang CEO ganteng, kaya, dingin yang sangat menyayangi dan memanjakannya. Awalnya Alex hanya penasaran terhadap Beatrice, pasalnya penyakit alerginya terhadap wanita sama sekali tidak kambuh saat bersentuhan dengan Beatrice. Sahabat sekaligus dokter pribadinya, Harris menyuruhnya terus bersentuhan dengan Beatrice sebagai upaya terapi untuk kesembuhan alergi yang diderita Alex. Namun lama-lama sikap posesif dan cemburuan Alex terhadap Beatrice semakin menjadi, membuatnya sadar bahwa dia telah jatuh hati pada Beatrice. Alex ingin pernikahan kontrak mereka menjadi pernikahan sungguhan. Akankah hati Beatrice terbuka untuk Alex?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Dia Pasti Kecewa Padaku

Cahaya fajar yang lembut menyelinap melalui tirai, menerangi kamar tidur utama yang mewah namun minimalis. Jam digital di nakas menunjukkan pukul 06.00 tepat. Alex membuka matanya.

Di sampingnya, Beatrice masih terlelap, napasnya teratur dan tenang. Wajahnya yang damai, dengan helaian rambut coklat gelapnya menutupi sebagian pipi, terlihat begitu polos dan memikat, bahkan dalam tidur.

Namun, Alex mengagumi pemandangan itu sesaat sebelum tiba-tiba rasa malunya kembali menyerang.

Ingatan tentang malam yang baru saja dilewati, tentang performanya yang... mengecewakan, memalukan, dan membuatnya panik.

"Aku tidak bisa bertemu Beatrice! Bagaimana kalau dia mengungkit soal semalam?!"

Alex bangkit perlahan, berusaha agar tidak membangunkan Beatrice. Begitu kakinya menyentuh lantai marmer dingin, dia segera bergegas menuju kamar mandi.

Lima belas menit kemudian, Alex keluar, mengenakan jubah mandi, lalu dengan cepat menyambar pakaian kerjanya kemeja putih yang disetrika sempurna dan celana bahan yang rapi. Dia bahkan tidak berani menoleh ke arah ranjang, khawatir jika pandangannya bertemu dengan Beatrice.

Setelah mengambil jasnya, Alex melangkah keluar dari kamar.

Alex tidak langsung pergi ke kantor, dia akan menunggu sampai Jody datang menjemputnya di ruang kerjanya.

Di ruang kerjanya, ia menjatuhkan diri ke kursi kulitnya, menyalakan komputer, dan, alih-alih membuka file perusahaan yang menumpuk, dia membuka peramban web. Jantungnya berdebar kencang saat jemarinya mulai mengetik kata kunci yang memalukan itu.

“Penyebab Pria Ejakulasi Dini”

Alex membaca setiap artikel, setiap thread forum, setiap disclaimer dari dokter. Stres, kecemasan kinerja, kurang tidur, terlalu bersemangat, terlalu sensitif. Dia menggeleng. Malam sebelumnya, dia tidak stres tentang pekerjaan. Kecemasan kinerja? Mungkin sedikit, tapi malam sebelumnya, malam pertama mereka, ia baik-baik saja, bahkan bisa dibilang sangat memuaskan jika melihat respon Beatrice.

Dia beralih ke pencarian kedua, yang terasa lebih mendesak dan menyiksa.

“Tanda Wanita Puas dengan Pasangan”

Dia mencari erangan, ekspresi wajah, sentuhan. Setiap deskripsi hanya menambah kegelisahan. Alex menyadari betapa sedikit yang dia tahu tentang reaksi wanita, tentang kepuasan pasangannya. Lalu, sebuah paragraf menamparnya.

…...penting untuk diingat bahwa terkadang wanita mungkin pura-pura terpuaskan untuk melindungi perasaan pasangannya, terutama jika pasangannya menunjukkan tanda-tanda kecemasan atau ketidakmampuan untuk 'bermain' lebih lama....

Seketika, seluruh tubuh Alex menegang. Apakah Beatrice juga melakukannya? Apakah suara erangan dan pelukan penuh gairah yang dia rasakan semalam hanya sebuah sandiwara yang menyakitkan? Rasa panas membakar wajahnya. Tidak mungkin. Tapi… bagaimana kalau iya?

Alex kembali ke topik awal. "Semalam, kenapa bisa terjadi? Dia membandingkan malam pertama dan malam kedua mereka. Tidak ada perbedaan signifikan dalam tingkat kegembiraan atau kelelahan fisiknya. Malam pertama berjalan normal, bahkan luar biasa. Kenapa semalam menjadi bencana?", batin Alex.

Semua penyebab yang dia temukan di internet tidak ada yang cocok dengan kondisinya.

Kepalanya mulai berdenyut. Rasa malu itu kini bercampur dengan stres dan kebingungan. Alex meraih ponselnya. Dia perlu bicara dengan seseorang yang bisa memberinya perspektif lain. Jackson adalah satu-satunya nama yang muncul dalam kepalanya.

Alex menekan tombol panggil.

“Alex, apa kau tahu jam berapa ini?! Kau mengganggu tidurku,” suara Jackson yang berat dan serak menyambutnya dari seberang sambungan. Jelas sekali Jackson baru terbangun.

“Katakan, apa kemungkinan penyebab ejakulasi dini?” Alex langsung pada intinya, suaranya rendah dan tegang.

Ada keheningan panjang di ujung sana.

“Hm...? Apa???? Apa ini benar-benar Alex? Apa ada yang membajak ponselmu? Kenapa kau menelponku pagi-pagi hanya untuk membahas hal ini? Kau bahkan tidak punya wanita yang dekat denganmu, untuk apa juga bertanya soal hal ini?” Jackson terdengar benar-benar bingung dan setengah sadar.

“Kata siapa aku tidak punya wanita. Aku sudah menikah.”

Pengakuan Alex itu bagaikan siraman air es ke wajah Jackson. Suara seraknya langsung berubah menjadi shock total.

“Apa yang sedang kau bicarakan, Alex?! Apa kau masih bermimpi?”

“Aku benar-benar sudah menikah.”

“Apa? Sejak kapan? Siapa wanita itu? Apa dia cantik? Eh, tunggu… Jangan bilang yang mengalami ejakulasi dini itu… adalah kau?? Bagaimana bisa kau menyentuh wanita? Bukankah kau alergi wanita??!” Jackson langsung menyambungkan titik-titik itu dengan kecepatan kilat.

Alex terdiam.

“Serius??? Ah, bagaimana mungkin, Alex kita mengalami ini, ini tidak bisa dibiarkan… Aku akan mengirimkan ramuan obat kuat yang manjur…”

“Diamlah! Jawab saja pertanyaanku! Aku tidak lemah, di malam sebelumnya aku baik-baik saja, tapi semalam…” Alex tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.

“Hm… Mungkin kau terlalu excited semalam,” kata Jackson sambil mengambil napas dalam-dalam, tampaknya mulai berpikir lebih serius. “Biar aku kirimkan tutorial berbagai gaya bercinta, mungkin gaya baru bisa membuatmu lebih bersemangat…”

Alex tidak sanggup mendengarkan lagi. Rasa mualnya kembali. “Aku tutup,” katanya, lalu memutuskan sambungan tanpa menunggu jawaban Jackson.

Namun, tidak sampai satu menit, ponselnya bergetar. Sebuah notifikasi pesan masuk dari Jackson, berisi tautan ke video Kamasutra.

Awalnya, Alex ingin langsung menghapus pesan itu tanpa melihatnya. Tapi, rasa penasaran mengalahkan keengganannya.

Dia mengeklik tautan video.

Video baru berjalan beberapa detik. Di layar, dua tubuh telanjang seorang pria dan wanita melakukan kegiatan intim. Alih-alih terinspirasi, Alex langsung memejamkan mata. Rasa mual parah menyerang perutnya. Pemandangan tubuh telanjang wanita lain, meskipun hanya sekilas membuatnya jijik dan mual. Ini adalah salah satu gejala penyakit Alex terhadap wanita.

Seks hanya bisa dia bayangkan dengan Beatrice.

Pikiran tentang wanita lain sungguh tidak tertahankan.

Akhirnya, Alex langsung menghapus video itu, membersihkan riwayat, seolah-olah menghapus jejak kejahatan yang memalukan.

Di luar ruang kerjanya, Mansion Alexander sudah mulai sibuk. Beatrice, setelah bangun dan mendapati sisi ranjang Alex kosong.

Dia memutuskan untuk mandi, lalu berpakaian rapi, dan menuruni tangga menuju ruang makan.

Sarapan sudah tersaji di meja besar, hanya untuk satu orang.

Beatrice menyantap sarapannya dengan tenang.

Dia heran kenapa Alex tidak turun untuk sarapan, tadi dia sempat bertanya pada seorang pelayan kalau Alex masih ada di rumah, di ruang kerjanya.

"Apa dia sangat sibuk hingga tidak menyempatkan sarapan? Yah... Tapi dia memang CEO dari perusahaan terbesar di negara ini jadi wajar saja dia sibuk...", batin Beatrice.

Beatrice tidak mau mengganggu Alex yang dikiranya sedang tenggelam dalam pekerjaan di ruang kerjanya.

Hari ini, dia berencana menengok Colton lagi di rumah sakit, sekaligus mengajukan surat pengunduran diri dari pekerjaan paruh waktunya.

Hari itu adalah hari kerja, jadi jelas Alex pasti akan ke kantor dan tidak bisa menemaninya, itulah isi pikiran Beatrice.

Setelah selesai, Beatrice berpamitan pada Sam, kepala pelayan yang sejak tadi berdiri siaga.

“Nyonya Muda, Tuan Muda tidak mengizinkan Anda pergi sendiri,” kata Sam dengan hormat. “Saya sudah menyiapkan Nolan, seorang supir pribadi, dia akan mengantar ke mana pun Anda pergi. Dan ini…”

Sam menyerahkan sebuah black card yang terbuat dari logam hitam elegan. “Tuan Muda menitipkannya pada saya pagi-pagi sekali. Beliau bilang, ini untuk keperluan Nyonya Muda.”

Alex masih canggung menemuinya Beatrice, jadi dia memilih menitipkan pesan lewat Sam.

Sementara Beatrice tidak berpikir macam-macam, dia hanya mengira Alex sibuk.

Sam sendiri bingung. Tadi pagi, Alex meminta Sam menyimpan kartu itu untuk diberikan pada Beatrice dan memastikan Beatrice tidak bepergian sendirian. Padahal saat pulang kemarin, Sam merasa hubungan mereka baik-baik saja, bahkan tampak mesra, kenapa tiba-tiba Alex menghindari Beatrice.

Supir yang ditugaskan untuk mengantar Beatrice adalah Nolan, seorang pria paruh baya yang terlihat tenang dan ramah, mungkin seumuran ayah Beatrice.

Di sepanjang jalan yang lengang, Nolan terus mencuri pandang ke arah kaca spion, melihat Beatrice yang duduk anggun di kursi belakang.

Dia sangat penasaran. Wanita seperti apa yang dinikahi Alex? Apalagi pernikahan mereka terjadi begitu kilat.

Beatrice dapat merasakan Nolan terus memperhatikannya. Dia tersenyum lembut.

“Apa ada yang ingin kamu bicarakan atau tanyakan padaku, Nolan?”

Nolan terkejut, segera mengalihkan pandangannya ke jalan. “Maaf, saya sudah berbuat tidak sopan, Nyonya Muda.”

“Aku tidak marah,” kata Beatrice. “Kau bisa bertanya apa pun padaku.”

Nolan ragu sejenak, lalu keberaniannya muncul. “Saya hanya penasaran saja, Nyonya Muda. Sebelumnya Tuan Muda tidak pernah dekat dengan wanita manapun, tapi tiba-tiba saja Tuan Muda menikah. Anda adalah wanita pertama yang masuk ke mansion pribadinya selain ibunya. Dan… kemarin saya melihat Tuan Muda menggandeng tangan Anda, itu artinya Anda juga wanita pertama yang disentuhnya.”

Beatrice tersenyum kecil. “Kalau cuma tangan, dia pasti sudah sering berjabat tangan dengan wanita lain sebagai seorang pebisnis.”

Nolan menggeleng sopan. “Tidak, Nyonya Muda, Anda yang pertama… Karena beliau memiliki alergi terhadap wanita.”

“Apa?!” Beatrice terkejut, matanya membesar. Ini adalah hal baru yang sama sekali tidak pernah Alex sebutkan.

“Eh! Apa Nyonya Muda tidak tahu? Apa Tuan Muda tidak mengatakan apa pun? Sepertinya saya sudah terlalu banyak bicara,” Nolan langsung panik, khawatir dia akan dipecat.

“Kau bisa menceritakan lebih banyak tentang Alex padaku,” desak Beatrice, penasaran.

Nolan kembali menggeleng. “Saya tidak berani, Nyonya Muda. Sebaiknya Anda bertanya langsung saja. Tuan Muda tidak pernah berbohong, Tuan Muda pasti akan menjawab semua pertanyaan Anda.”

Beatrice memutuskan akan bertanya pada Alex nanti saat bertemu lagi.

Nolan benar. Alex adalah suaminya, untuk urusan pribadi dan sensitif sebaiknya dia harus bertanya langsung.

Setelah itu, pembicaraan tentang penyakit aneh Alex pun terhenti, dan keduanya hanya melakukan pembicaraan ringan tentang cuaca dan lalu lintas.

Sementara itu, di ruang kerjanya, Alex menerima laporan dari Sam.

“Tuan Muda, Nyonya Muda sudah berangkat. Saya sudah meminta Nolan untuk mengantarnya"

Alex merasa sedikit kecewa.

“Kenapa Beatrice tidak mengajaknya sarapan bersama, kenapa Beatrice tidak berpamitan langsung padanya, kenapa Beatrice tidak mengatakan apa-apa setelah menerima black card miliknya? Apa jangan-jangan…. Dia… benar-benar kecewa soal semalam… Apa dia menghinaku di dalam hatinya… Ah, tidak mungkin, Beatrice bukan orang seperti itu… Tapi, bagaimana kalau dia benar-benar kecewa dan tidak mau melakukannya lagi?”

Batin Alex berkecamuk, menciptakan ekspresi rumit di wajahnya, campuran rasa malu, shock, dan kecemasan yang membuat Sam hanya bisa berdiri kebingungan.

Setelah menghela napas panjang, Alex merapikan dirinya dan bersiap pergi ke kantor karena Jody sudah sampai di sana.

1
Danella Juanitha
maaf yah sebelumnya karena ini ada miripnya di aplikasi sebelah dan itu sepertinya aku baca sekitar 2 atau 3 tahun lalu, aku bukan mau bilang otornya gimana, aku cuma mengatakan bahwa cerita ini hampir mirip seperti yg pernah aku baca di aplikasi sebelah, maaf yah otor jgn tersinggung 🙏🙏🙏
Danella Juanitha: iya otor ceritanya kurang lebih sama walaupun ada bedanya walaupun beberapa tapi lebih banyak samanya sih menurutku sejauh ini, maaf yah otor bukan mau meruntuhkan mental atau bagaimana, aku gak maksud apa tapi siapa tau selanjutnya akan lain atau otor memang pernah nulis cerita di aplikasi sebelah f***o, soalnya aku tuh tim suka baca tapi jarang tau penulis nya🤭🤭🤣
total 2 replies
Tiara Pratiwi
lupa ngasih keterangan foto terakhir ya, yg rambut agak keriting Colton, yg rambut klimis Alex
jgn lupa subscribe, like, komen, kasih rating dan gift, gift yg free jg gpp nonton iklan aja bentar 🤣
Tiara Pratiwi
Jangan lupa subscribe, like, komen, dan share ya 😍🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!