Sahara bertemu dengan suaminya yang bernama Bani, di kampusnya, Bani merupakan kakak tingkat Sahara, singkat cerita Bani jatuh hati dengan Sahara, ingin menikahi Sahara saat lulus kuliah nanti.
Namun sang mama, yang saat ini menjadi mertua Sahara begitu keras dan galak, suka berbicara lantang, keras, dan menusuk di hati, mertua Sahara belum rela anaknya menikah dan takut kalau anaknya menikah melupakan jasa sang mama yang telah merawat Bani dari dalam kandungan sampai beranjak dewasa, dia merasa Bani belum bisa membahagiakan mama nya, maka menentang dia untuk menikah dini, dan seperti memusuhi mantu nya dengan kata kata pedasnya, namun yang buat Sahara heran, kenapa kalau di ceplosin selalu membuat drama air mata, mengadu kepada Bani, sehingga membuat Sahara dan Bani bertengkar.
Akan kah sahara kuat menghadapi mertua galaknya?.
Ikuti yuk kisah mertua galak, kisah pasutri bernama Sahara dan Bani, yang rumah tangga nya selalu di kisruhi mama mertua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rezza_handira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persalinan
Aku makin sibuk persiapan untuk kelahiran Bayi ku, Pikiranku tenang, Semangat lahiran karena akan lahiran di rumah ibu, Hari ini terakhir kerja, Aku bersemangat sekali.
"Ceria sekali kelihatannya kamu sayang?" Tanya Bani
"Iya dong, Hari ini terakhir kerja, Besok untuk sementara pulang ke rumah ibu untuk lahiran" Jawabku Santai
"Nanti sore kita periksa kandungan sebelum ke rumah ibu ya, Biar semua aman di perjalanan." Kata Bani
"Oke sayang." Kataku memberi jawaban
Aku sibuk dari pagi sampai siang hari, membereskan pekerjaanku dan serah terima yang belum selesai dengan teman satu departemen ku. istirahat makan siang aku rebahan sebentar, Ku rasakan pinggulku sangat panas, perut mules sakit kenceng, Kurasakan seperti mau pipis, ku ke kamar mandi sebentar dan ada bercak darah, Kutanyakan kepada yang sudah pernah lahiran apa artinya ini.
"Mira, gue ke toilet tadi, Ada bercak darah, gue rasakan punggung gue sakit, perut gue mules," Kudatangj Mira yang sedang makan dan bertanya padanya.
"Waduh, Sahara udah sekarang aja kamu pulang, gue telpon suami lu ya?." Kata Mira
"Punggung terasa panas ya?." Tanya Rani
"Iya, Mirip mules mau pup, Tapi tadi ke kamar mandi malah ada bercak darah." Kataku
"Mir, Lu ijinin Sahara deh ya, gue telpon suami nya". Kata Rani
"Emang, Ini udah tanda tanda ya Ran?." Tanya ku
"Takutnya sih kontraksi palsu, Tapi ngga ada salah nya kita periksa, Ini sudah berapa Minggu kandungan lu, Sah?." Tanya Rani
"sudah 38 Minggu, Ran." Jawabku
"Duhh, Kenapa belum cuti sih lu." Kata Rani
Mira mengijinkan aku, untuk bisa pulang awal di terakhir kerjaku, Sementara Rani menelpon Bani untuk menjemputku, Mereka berdua mengantarkan aku ke lantai bawah menunggu Bani datang menjemputku, Bani langsung membawa ke klinik terdekat, Untung nya Bidan di klinik ramah dan cekatan, Aku sudah pembukaan satu.
"Pak, Istrinya sudah pembukaan satu, bisa pulang dulu, Biasanya nanti malam kalau ngga pagi baru pembukaan lengkap, Biar ngga jenuh di klinik pak, Tapi jangan tidur saja ya Bu, bisa jalan kecil, yoga supaya rileks, tapi jangan kecapean juga Bu." Jelas Bidan kepada ku dan Bani
"Baik, Bu bidan, terimakasih." Jawab ku dan Bani bersamaan
Kami berpamitan pulang, Mengabari ibu sudah pembukaan satu jadi tidak jadi pulang, Ibu dan Adikku yang datang kesini. jam 8 malam kontraksiku semakin intens, Aku merasakan mules yang sangat melilit di perut ku. Bani membawaku ke Bidan terdekat, Di Cek sudah pembukaan 4, Namun tekanan darahku tinggi. Jadi aku di rujuk ke rumah sakit, Dan di antar sama Bu Bidan.
\=\=\=\=
"Bani, Jika nanti harus di operasi, Ngga apa apa ya, Doakan yang terbaik buat aku dan bayi kita." Kataku lemas
"Jangan berfikir macam macam sayang ku, Pasti aku akan doakan yang terbaik buat, Kamu dan calon anak kita." Jawab Bani
"Ibu, Jangan stres duluan ya, tetap optimis, Semangat, Agar persalinan nya Lancar." Hibur ibu Bidan yang mendampingi ku.
Sampai di Rumah sakit, Dengan di dampingi Bu Bidan aku langsung dapat kamar, sesuai arahan Bu Bidan, Aku masih bisa jalan jalan kecil, Tak lama kemudian ada bunyi balon pecah, Aku sudah tidak boleh jalan kecil lagi.
"Itu namanya ketubannya sudah pecah Bu, Naik ke ranjang ya Bu, Biasanya kalau sudah pecah ketuban bakalan cepat bu." Jelas Bu bidan
"Ayo sayang, Aku bantu naik ke atas ranjang persalinan." Ajak Bani
Dokter datang sekali lagi tes Hb, tensi dan Gula, Hb dan gula normal sementara tensi tinggi sekali. Kalau tensi tinggi Dokter menyarankan untuk tidak lahiran normal. Jalan lahir ku memasuki jalan lahir 7, Dan macet sampai 4 jam tidak ada pembukaan lagi, Bani sempat Panik, dia konsultasi dengan dokter, dan menelpon ibuku yang sedang dalam perjalanan kemari.
📲 "Assalamualaikum Bu, maaf menggangu saya mau mengabari kalau l, Sahara udah pembukaan 7 tapi sudah 4 jam belum ada bukaan lagi, mohon saran nya Bu." Kata Bani
📲 "Ngga usah panik nak, Ajak untuk tarik nafas, keluarin nafas, buat agar istrimu rilek, ya" Jawab ibu
📲 "Ok Bu, Terimakasih saya tutup telpon nya ya Bu" Jawab Bani
\=\=\=\=
Dokter menyarankan untuk di induksi, Agar mempercepat pembukaan, Bani menyetujui petunjuk dokter, Mertua ku datang dan membuat keributan.
"Jangan di induksi, Biar normal alami saja." Kata mama mertua ku
"Mah, ini Sahara sudah kesakitan, Pembukaan nya macet sudah hampir 4 jam." Jawab Bani
"Kamu tau apa Bani, Mama kan sudah pemgalaman lahiran 2 anak." Jawab mertua
"Mah, ini kan beda cerita." Kata Bani lagi
"Pokoknya kalau bisa jangan di induksi, Nanti ujung ujung nya di sesar, Ngabis ngabisin uang aja." Kata mertua ku
"Pak mohon maaf, jangan ribut di ruang persalinan, Ibu melahirkan taruhannya nyawa, Jangan, Kalau saya jadi suami uang bukan masalah, Buat kelahiran sang buah hati pak." Kata seorang petugas
"Ya itu bapak, Bapak Banyak uang, Pakai indukai, Nambah nambahin pengeluaran aja." Sahut ibu mertua ku lagi kepada petugas
"Pak, Keputusan ada di tangan Bapak, Mau di induksi atau bapak tega melihat istri bapak kesakitan sepanjang malam." Kata petugas lagi
"Ya sudah pak, di induksi saja." Kata Bani
"Kebangetan kamu Bani, Ngga nuruti nasihat mama, Sudah di pengaruhi sama istri kamu buat ngga patuh sama mama." kata Mertua
Setengah jam, Setelah di induksi Akhirnya Bayi kecilku, Berjenis kelamin perempuan, Dengan panjang 42cm, Dan Berat badan 3.5kg, Lahir ke dunia, Bani mengadzani putri kecil kami, Bayi kecil harus imd dengan ibu nya, belajar menyusu, Sesuai anjuran dari dokter. Namun ada drama baru bersama mertua lagi.
\=\=\=\=
"Bu, Silahkan belajar menyusui bayi nya, Ibu nya gendong ya, Buat Bonding antara ibu dan bayi." Jelas petugas sambil menyerahkan bayi ke pangkuan ku
"Sini mama gendong bayi nya." Mertua langsung merebut paksa bayi yang aku gendong.
"Aduh cucu oma, cantik sekali." katanya sambil menimang anak ku
Aku hanya bengong dan terdiam karena tenaga sudah lemas buat mengejan lahiran bayi. Akhirnya Bani angkat bicara
"Ma, tadi kan petugas sudah bilang, biar Bonding dan belajar menyusu sama ibu nya."
Kata Bani
"Mama emang ngga boleh gendong ban.?" kata mertua
"Bukan nya ngga di bolehin gendong, ibu dan bayi harus Bonding dulu, ma." Kata Bani
"Alasan aja, Mama ngga boleh gendong cucu sendiri." Kata mertua sambil menyerahkan bayi ku.
\=\=\=
ku memeluk lembut anakku, ku coba untuk menyusui nya. Bahagia rasanya, Setelah penantian panjang Akhirnya aku bisa menggendong bayi kecil yang telah lama aku nantikan.
"Asi nya belum keluar.?" kata mertua
"Sudah ini ma." kata ku lembut sambil melihat bayi kecilku.
"Kok asinya encer, Ngga kenyang ntar bayinya, Eh ngga di buang dulu asi pertama nya, itu kan susu basi, gimana sih main langsung nyusuin aja." kata mertua ku lagi
"Bu, ibu Menyusui tidak boleh banyak pikiran nanti ASI-nya seret, Ngga ada istilah asi basi Bu, justru Asi yang pertama kali keluar banyak vitaminya." Jelas petugas medis yang datang memberi teh anget kepada ku.
Aku hanya mengelus dada, melihat tingkah laku mertua ku, Dari pertama aku menikah dengan Bani, Hamil, sampai lahiran, Pengen nya ikut campur dalam rumah tanggaku.
Beruntung Besok pagi ibu dan adikku sudah sampai kota. Jadi aku tidak usah pusing ngadepin mertua, yang suka ngga masuk akal kalau bicara itu.
~ Bersambung ~
Jangan lupa Like, Vote, klik favorite, menyemangati penulis.
maaf jika ceritanya membosankan ya
😍😘😍😘 Salam sayang dari ku
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Urakan🌷🌷
hadir kk thor
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Semangat selalu.. Semoga berkenan mampir ya thor 🙏 🤗