NovelToon NovelToon
Falling

Falling

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintamanis / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: ariista

Damar Priambodo Wibisono, 32 tahun lelaki tampan berlesung pipi, CEO dingin sebuah perusahaan multinasional harus berhadapan dengan wanita masa lalunya yang selalu menganggu aktifitas sehari-harinya.

Diandra Paramitha Maheswari Sadewa, 28 tahun, gadis cantik berlesung pipi, seorang manager marketing sebuah perusahaan automotif dan juga seorang penulis novel menjalani hari-hari hidupnya jauh dari keluarganya.

Pertemuan antara Damar dan Diandra yang tidak di sengaja membuat keduanya jadi sama-sama saling terpesona tanpa keduanya sadari pertemuan-pertemuan selanjutnya merupakan takdir yang membuat keduanya semakin dekat dan saling memikirkan satu dengan yang lainnya, tanpa pernah ada yang memulai untuk melanjutkan ke hubungan dengan status seperti layaknya pasangan pria dan wanita inginkan.

Bagaimanakah kisah perjalanan falling in love keduanya, konflik apakah yang akan mereka lalui nantinya, yuk ikuti kisah baru karyaku yang selalu saja bikin geregetan dengan ke-uwuan dua sejoli.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Damar Menemui Papi & Mami

Keinginan Damar untuk segera menikahi wanita yang sudah menjerat hatinya tidak bisa di tawar lagi. Damar akan bertemu keluarganya dan membicarakan hal serius ini.

Sahabatnya bahkan Vano asistennya juga tidak mengetahui rencananya yang tiba-tiba ini.

Damar sudah berpikir matang dan serius dengan keputusannya. Meski dirinya belum mengenal terlalu dekat wanita yang akan di lamarnya tetapi hatinya sudah yakin dengan pilihan dan keputusan nya ini.

Damar mendatangi kembali rumah kedua orangtuanya. Bagi Damar yang penting restu dari kedua orang tuanya untuk itu dirinya akan meminta kedua orangtuanya untuk melamar gadis yang di akuinya ke keluarga sebagai pacarnya. Klaim yang sepihak.

Damar memasuki rumah lengang orangtuanya.

"Assalamu'alaikum Mi," salam Damar sambil melihat ke kanan dan ke kiri.

"Den, Nyonya ada di taman bunga bersama Tuan besar," Bibi yang ada di dapur melangkah cepat mendekati anak majikannya.

Damar hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju pintu dapur untuk menuju ke taman bunga.

Dengan langkah kaki panjangnya Damar mendekati dan menyapa kedua orangtuanya.

"Assalamu'alaikum Pi, Mi," Damar mendekati Maminya.

Kedua orangtuanya reflek menoleh dan mengerutkan alisnya.

"Ada angin apa membawa putra ganteng Mami tiba-tiba datang ke rumah?" tanya Mami yang jarang bertemu dengan putranya karena kesibukannya mengurus perusahaan keluarga.

Damar diam saja tidak menjawab, sedangkan Papi tetap asyik dengan cerutu dimulutnya.

"Ayo Mi, duduk dulu, ada yang mau Damar sampaikan," Damar merangkul bahu maminya dan mengajaknya duduk di sofa rotan yang ada di pinggir taman.

Mami Rengganis hanya bisa mengikuti langkah putranya duduk di sofa di tempat papi duduk sambil menikmati kopinya.

"Apa yang mau Kamu sampaikan, Damar? Apa ada hal serius?" tanya Mami sambil menatap putra pertamanya itu.

"Damar mau menikah Mi,"

"Uhuk.. Uhuk.." Papi yang mendengar langsung terbatuk-batuk baru saja ia menyeruput kopinya.

"Pelan-pelan Pi minumnya," Mami megusap-usap punggung Papi.

"Alhamdulillah, akhirnya Kamu mau menikah juga," lanjut Papi setelah meletakkan kembali cangkir kopinya.

"Sudah berubah pikiran jadi mau menerima perjodohan dengan putri Om Priyo, hmm?" tambah Papi lagi.

Damar hanya menggelengkan kepalanya.

"Bukan Pi, Mi, ini dengan kekasih Damar yang Damar sudah sampaikan kemarin,"

"Kamu punya pacar beneran? Kenapa Mami sama Papi tidak mengetahuinya sama sekali? Kenapa tiba-tiba malah mau menikah,"

Damar hanya diam saja, dirinya tidak mau menjawab pertanyaan Maminya, Damar bukan seorang yang mau memperpanjang percakapan dengan lawan bicara.

"Papi dan Mami Damar minta tolong lamarkan gadis kekasih Damar itu untuk Damar,"

Papi mendengarkan dengan serius sedangkan Mami mengurut-urut pelipisnya yang tiba-tiba saja berdenyut, bagaimana tidak berdenyut baru malam minggu kemarin Damar menolak perjodohan dengan Kayla dan hari ini Damar datang ke rumah untuk minta di lamarkan anak gadis orang.

"Siapa gadis itu? Kenapa Kamu tidak pernah membawanya ke rumah? Apa Kamu sudah lama berhubungan dengan gadis pacarmu itu?" tanya Papi sambil memicingkan matanya ke arah Damar.

"Diandra nama gadis itu Pi, gadis cantik kembaran sahabat Damar Ganendra Pi," jawab Damar tegas.

"Ganendra putra Alkandra?" tanya Papi yang langsung duduk tegak.

"Papi kenal Om Alka?" tanya Damar menatap papinya serius.

Papi menganggukkan kepalanya.

"Siapa tak kenal dengan pengusaha sukses di negara ini, sama-sama pengusaha pastinya kenal Damar,"

"Ya sudah kalau begitu Pi, lamarkan Damar di hari Sabtu nanti, Papi Mami hanya datang ke rumahnya untuk melamar, sisanya urusan Damar,"

Papi menoleh ke Mami, Mami hanya menatap suaminya tanpa menjawab.

"Apa gadis itu beneran pacar Kamu Damar?" tanya Mami penasaran.

"Yahh malah balik kesitu lagi Mi, udah pokoknya malam Minggu Damar minta tolong, Damar mau pamit dulu Hari Sabtu Damar ke sini lagi,"

"Loh, loh kok malah pulang, Kamu juga baru sampai rumah Damar, belum selesai kangen Mami sama Kamu,"

Damar segera berdiri, Maminya kalau di ladeni pasti akan semakin banyak dramanya.

"Nanti Sabtu Damar ke sini lagi Pi, Mi, Damar masih ada urusan di kantor, Damar pamit ya Pi, Mi, assalamu'alaikum," Damar berjalan meninggalkan kedua orangtuanya.

Papi tetap santai mengahadapi putra sedangkan Mami geleng-geleng kepala.

"Putramu Pi, semaunya aja," Mami menepuk jidatnya.

"Damar sudah dewasa Mi, dia tau apa yang terbaik buat dirinya, biarkan saja, kita sebagai orang tua hanya mengikuti maunya dan memberi restu pernikahannya, jangan terlalu di pikirin,"

"Gak dipikirin gimana Pi, Papi dan anak sama saja, tetap saja dipikirin toh Pi, anak sulung kita mau menikah,"

"Bagus donk Mi, keputusan mau menikah di diri Damar sudah ada, biasanya Mami sendiri yang khawatir putra kita masih jomblo,"

"Iya iya Pi, terus itu rumahnya yang mau di kunjungi untuk lamaran memangnya Papi tau?"

"Sudah Mami tenang saja, itu semua nanti Damar yang urus kita cuma ikuti Damar saja, jangan terlalu pusing Mi, nanti malah sakit Papi yang repot,"

"Iya Pi, Mami mau lanjutkan lagi pilih bunga untuk ruangan di dalam rumah Pi,"

"Hmm,"

Mami kembali ke aktifitasnya memilih-milih bunga segar untuk di letakkan di ruang tamu dan kamar. Koleksi bunga berwarna warni di taman membuat hidup Mami lebih ceria mengurusi taman bunga di halaman belakang rumah.

***

Sepulang dari rumah Papi Maminya Damar langsung menuju ke kantor sahabatnya Ganendra.

Bagaimanapun Damar harus menyampaikan keinginannya untuk melamar Diandra kepada kembarannya Diandra.

Damar datang tanpa di temani oleh Vano, Vano diperintahkan untuk tetap di kantor mengurusi pekerjaan.

Saat ini Damar sudah berada di ruangan Ganendra.

"Tumben lu datang sendiri, mana Vano?" tanya Ganendra heran.

"Di kantor, aku datang ke sini ada yang mau aku sampaikan,"

Kedua lelaki tampan tersebut duduk di sofa empuk di ruangan Ganendra.

"Hal apa? Apa tentang pekerjaan?"

Damar menggelengkan kepalanya.

"So? What?"

"Aku akan melamar Diandra, malam Minggu ini,"

"What?! Are you serious?"

Damar menganggukkan kepalanya.

"Why Diandra? Kalian pacaran? Aku rasa nggak, Diandra bukan type yang gampang dekat dengan laki-laki, jangan becanda Dee,"

"Lu keberatan?" tanya Damar sambil menyipitkan matanya.

Ganendra diam saja.

"Kenapa harus keberatan? Masalahnya Lu sama Diandra itu belum saling kenal Bro, kenapa tiba-tiba Lu mau melamar kembaran Gue, jangan macam-macam Dee, aku tidak mau Lu nyakitin kembaran Gue,"

"Nyakitin? Apa Lu gak kenal gue, malah gue yang di sakiti cewek, Lu lupa gimana setianya Gue,"

"Ya sih, Gue akan bertanya ke Diandra, akan Gue temui dianya,"

"Gue sudah bertemu dengannya dan mengatakan kepadanya,"

"Apa dia setuju?" tanya Ganendra penasaran.

Damar hanya mengedikkan bahunya.

"Lah sudah, tapi Lu yakin mau melamar Diandra,"

"Sudah, Gue mau cabut dulu, sampai jumpa malam Minggu, Bro, tolong sampaikan salam Gue buat ortu Lu,"

Damar berdiri dari duduknya begitu juga Ganendra.

Ganendra berjalan mengiringi Damar yang mau keluar ruangan.

"Berjuanglah, Gue rasa Diandra tidak mudah menerima ini Bro, Gue gak yakin dia nerima Lu,"

Damar menoleh ke sahabatnya dan menatap dingin.

"Sialaann lu Bro," Damar menonjok perut keras Ganendra.

"Aduh, hahahaha," Ganendra malah ketawa melihat sahabatnya yang mode marah.

"Gue pamit, assalamu'alaikum," Damar membuka pintu ruangan Ganendra.

Ganendra menepuk bahu sahabatnya.

"Moga Lu berhasil Bro," teriak Ganendra begitu Damar meninggalkan ruangannya.

Ganendra menggelengkan-gelengkan kepalanya. Dirinya harus menemui kembarannya menanyakan kebenaran omongan sahabatnya yang masih jomblo itu.

Ganendra tidak masalah jika sahabatnya akan menjadi iparnya, Ganendra sangat mengenal sahabatnya itu, laki-laki bersih yang tidak pernah digosipin berita-berita negatif apalagi tentang sepak terjangnya bersama wanita, tidak ada.

Ganendra tersenyum membayangkan kembarannya yang akan di lamar sahabatnya.

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha『⃟𝐉
Nah...nah...nah.... mulai deh...
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: ulat nangka mam gak bs diem klo Clara.. caper trs ke Damar 😬
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha『⃟𝐉
Here come the trouble..... siapkan diri Damar
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: Terimakasih mam msh lanjut bc.. mau aku lanjutin trs sampai selesai mam😊
total 1 replies
🥑⃟🍁Semesta❣️
𝐦𝐚𝐦𝐩𝐢𝐫. 𝐚𝐤𝐮 𝐤𝐚𝐤 𝐀𝐫𝐢𝐬𝐭𝐚🙏
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: terimakasih kak mesta🤗🥰
total 1 replies
Lisa
Aq mampir Kak
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: terimakasih kak 🤗
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha『⃟𝐉
Clara salah pilih lawan... rasakan
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: haha iya mam Clara terlalu pede 🤭
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha『⃟𝐉
Ulat bulu satu ini ikut-ikutan wae
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: iya mam mau nempel trs dia mam/Facepalm/
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha『⃟𝐉
Well, saat drama queen datang pastinya akan ada drama
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha『⃟𝐉
Ya ampun kasihan si mas nya udah manggil Dinda bukannya dibalas panggilan kanda malah dipanggil bapak... nasibmu Mas 😂
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: terimakasih mam udh mampir🤗🥰
total 1 replies
Wang Lee
Mampir thor
Wang Lee
Ceritanya bagus
ˢ⍣⃟ₛ 3G🤎
mampir kesini Nelcan semangat buat karya terus dan terus 💪😘🤗
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: terimakasih kak Tri🤗 🥰
total 1 replies
Sleep
tes meninggalkan jejak biar bisa pj
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: terimakasih bng max pj nya🤗🙏👍👌
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Nolѕ⍣⃝✰
cieee yg sdg jatuh😁🏃🏃🏃
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Nolѕ⍣⃝✰
akhirnya kau menemukannya☺️
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Nolѕ⍣⃝✰
pak Vano kh🤔
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Nolѕ⍣⃝✰
aiihhh pak Damar terlupakan 😁
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Nolѕ⍣⃝✰
oh novel sequel ya 🤔
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Nolѕ⍣⃝✰
emang Clara yg kegatelan nih😏
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Nolѕ⍣⃝✰
hari gini masih patah hati. yg bener sj pak direktur 😱🏃🏃🏃
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Nolѕ⍣⃝✰
kena sleding nihh pak direktur 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!