NovelToon NovelToon
Nightshade

Nightshade

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Komedi
Popularitas:439
Nilai: 5
Nama Author: Bisquit D Kairifz

Di Jepang modern yang tampak damai, monster tiba-tiba mulai bermunculan tanpa sebab yang jelas. Pemerintah menyebutnya bencana, masyarakat menyebutnya kutukan, dan sebuah organisasi bernama Justice tampil sebagai pahlawan—pelindung umat manusia dari ancaman tak dikenal.

Bagi Shunsuke, atau Shun, dunia itu awalnya sederhana. Ia hanyalah pemuda desa yang hidup tenang bersama orang tuanya. Sampai suatu hari, semua kedamaian itu runtuh. Orang tuanya ditemukan tewas, dan Shun dituduh sebagai pelakunya. Desa yang ia cintai berbalik memusuhinya. Berita menyebar, dan Shun dicap sebagai “Anak Iblis.”

Di ambang kematian, Shun diselamatkan oleh organisasi misterius bernama Nightshade—kelompok yang dianggap pemberontak dan ancaman oleh Justice. Perjalanan Shun bersama Nightshade baru saja dimulai.


PENTING : Cerita ini akan memiliki cukup banyak misteri, jadi bersabarlah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bisquit D Kairifz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Demon General

CHAPTER 14

Masih di hari yang sama, Shun dan Riot terlibat dalam obrolan santai. Kesan pertama yang muncul di benak Shun saat bertemu Riot adalah: Berbahaya.

Namun, setelah mengobrol beberapa saat, Shun berubah pikiran. Di balik suara serak yang terdengar menyeramkan itu, Riot adalah orang yang baik dan murah senyum.

Mereka berbincang cukup lama sambil melihat Yuzuriha dan Frederica latihan bertarung satu lawan satu. Mereka bercanda memilih siapa yang akan menang dalam latihan itu, saling mengolok yang terkena serangan, dan masih banyak lagi. Shun terlihat senang berbicara dengan Riot. Jarang sekali ia bisa akrab dengan seseorang secepat ini. Yuzuriha dan Frederica pun tak lama kemudian selesai latihan.

Saat Shun sedang tertawa, mulutnya tiba-tiba terkatup rapat karena mendengar ucapan Riot.

"Saatnya giliran kita," kata Riot dengan mata tajam.

"M-maksudnya? Kita latihan, kah?" Shun memiringkan kepala.

"Ya... Tentu saja. Karena mulai sekarang, aku yang akan melatihmu!" Riot tersenyum puas.

Shun terkejut, namun ia juga terlihat senang karena orang yang pertama kali muncul di benaknya sebagai sosok yang berbahaya kini akan menjadi pelatihnya.

Mereka berjalan ke tengah lapangan bersama.

"Oh iya... Kenapa tiba-tiba kau yang melatihku?" tanya Shun sambil mengangkat tangan.

Riot mengaktifkan Ten. Energi merah gelap menyelimuti tubuhnya. Namun, anehnya Riot tidak menggunakan sabit sawah yang ada di punggungnya.

"Tangan kosong sudah cukup untuk melawanmu," Riot tersenyum.

"Oii! Jawab pertanyaanku tadi!" Shun berteriak cukup keras.

Riot langsung meloncat ke arah Shun dengan kecepatan luar biasa. Shun tidak sempat mengaktifkan Ten, dan Riot langsung memukulnya dengan energi Ten yang dipusatkan di tangannya.

Shun masih bisa menghindar, namun nyaris terkena serangan. Riot menghantam tanah, dan dampak dari pukulan Riot yang energinya dipusatkan di tangan sangat luar biasa. Tanah yang dipukul Riot hancur berlubang.

Saat melihat dampaknya, Shun terpikir bahwa mungkin saja ia sedang melawan orang yang lebih kuat dari Nine. Shun melompat mundur sebelum Riot berdiri lagi.

Ia dengan cepat mengaktifkan Ten dan mengambil benda mirip belati di pinggangnya. Energi hitam dan merah menyelimuti tubuh dan benda itu.

Benda itu berubah menjadi belati sungguhan dengan bilah hitam yang tajam dan gagang merah. Shun mengambil ancang-ancang untuk menyerang.

Riot terlihat sudah berdiri dan tersenyum lebar. Riot memusatkan energi Tennya di kedua kaki.

Saat Shun sudah siap, Riot muncul dengan lebih cepat. Sambil terbang, Riot melancarkan tendangan horizontal ke arah kepala Shun.

Dengan refleks, Shun memblokir tendangan itu menggunakan lengan. Suara lengan patah terdengar di telinga Shun. Shun terpental jauh, punggungnya menabrak dinding.

"Uhuk... uhuk..." Shun batuk dengan keras. "Sial... Kenapa bisa secepat itu!" gumamnya kesal.

Riot kembali maju, kini dengan kecepatan biasa. Pikirnya, ia ingin memberi Shun keringanan. Shun maju, ia menggenggam erat kedua belatinya.

Riot juga mengambil sabit sawah yang ada di punggungnya. Mereka berdua berlari, dan tak lama kemudian bertatapan muka.

Suara dentingan besi terdengar keras. Suara hancurnya tanah terdengar keras. Pertarungan latihan melawan Riot sangat sulit bagi Shun, dan Shun merasa ingin menyerah.

Shun bergerak dan mempercepat langkahnya. Begitu pula dengan Riot. Dan belati Shun melesat horizontal, sabit sawah kanan Riot melesat horizontal juga.

Saat terjadi benturan, dentingan besi yang sangat keras terdengar. Angin berhembus kencang karena pertarungan mereka. Namun, tiba-tiba Riot melepaskan senjatanya dan berkata, "Aaaa... Tidak seru! Melawan Shun yang katanya kuat ini ternyata membosankan!" Nada Riot terdengar mengejek.

Kedua tangan Riot diletakkan di belakang kepala. "Kalau tahu begini, mending lanjut berkelana!" sambil bersiul.

Shun yang mendengar itu merasakan emosi yang kuat. Baru kali ini Shun emosi karena diejek lemah. Shun melesat maju dan melancarkan serangan.

Riot melihat itu dan lagi-lagi tersenyum. Dengan gerakan cepat, ia mengambil sabit sawahnya dan melancarkan serangan secara bersamaan dengan Shun.

Shun yang marah karena diejek bertarung dengan cepat. Kali ini Riot mengalirkan Ten ke sabit sawah yang ia pegang. Sambil bertarung, perubahan pada sabitnya terjadi.

Sabit sawah itu berubah menjadi senjata ninja yang bernama kama, sabit kecil yang bilahnya melengkung tajam berwarna hitam gelap dan gagang tegak lurus berwarna hitam.

Serangan semakin cepat, baik dari Shun, maupun dari Riot. Dan akhirnya Riot menahan serangan Shun dan melompat ke belakang, ia memasang kuda-kuda.

Shun yang sekarang emosinya sedikit demi sedikit menghilang pun tidak langsung maju. Ia memundurkan kaki kirinya dan memegang belatinya dengan mantap.

"Serangan terakhir," Riot bersiap maju.

"Yang terkena serangan, dialah yang kalah!" Begitu juga dengan Shun.

Dan mereka melesat cepat. Tanah pijakan masing-masing retak. Saat bertemu di tengah-tengah lapangan, mereka berada di belakang masing-masing dan menonaktifkan Ten masing-masing.

Tiba-tiba, goresan di perut Shun terlihat. Perutnya robek horizontal. Shun terjatuh berlutut, menatap tanah, dan tersenyum seakan puas dengan hasil.

Ternyata, Riot terkena goresan di pipi. Goresan yang cukup panjang itu membuat Riot tertawa keras. Ia memutar tubuhnya dan mendekat ke Shun.

"Aku akan menjawab pertanyaanmu sebelumnya..." Ia memegang kepala Shun. "Karena... Aku meminta kepada Kai untuk melatihmu," Ia tersenyum dan menggosok rambut Shun sambil tertawa.

"Hah! Apa-apaan itu... Lagi pula, kenapa kau memanggil Boss pakai namanya?" tanya Shun bingung sambil berdiri.

"Yaa... karena kami teman," Riot melangkah pergi dan keluar begitu saja dari ruang pelatihan.

Yuzuriha dan Frederica yang dari tadi menonton pertarungan mereka mendekat.

"Shun... Kau hebat loh! Bisa memberikan Riot goresan, bahkan di pipi!" ucap Yuzuriha sambil memegang kedua bahu Shun.

"Eh... Memangnya sespesial itu?" Shun memiringkan kepala.

"Kau belum diberitahu, ya? Jadi, Riot itu adalah salah satu dari empat Demon General," ucap Frederica.

Demon General.

Frederica menjelaskan, di Nightshade ada empat orang yang kemampuannya dipuji oleh Kai. Kai memberi keempat orang itu julukan masing-masing dan nama kelompok seperti Black Roses.

Frederica juga memberitahu bahwa Shinji adalah seorang Demon General yang memiliki julukan sebagai "Blood Ninja".

Tiga orang lagi adalah Neir dengan julukan "The Spearhead", orang yang belum ditemui Shun yaitu Retsu dengan julukan "Chain King", dan yang dianggap oleh anggota Nightshade lainnya sebagai yang terkuat dari tiga Demon General, yaitu...

Riot dengan julukan "Grim Reaper".

Mendengar itu, Shun senang. Namun, ia terpikir satu hal, yaitu julukan yang didapat Riot.

Grim Reaper artinya "Malaikat Maut". Apa yang dilakukan oleh Riot sehingga ia mendapatkan julukan itu?

Atau mungkin seperti Shun juga, yang mendapatkan julukan dari masyarakat sebagai "Devil's Child" artinya "Anak Iblis".

Malaikat Maut dan Anak Iblis.

1
boyy
semngatt thorr,gw lagi nabung crta lu,poko ny ku lnjutt truss smpe nanti crta lu rmee,jngn ptah smngattt torr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!