Seorang gadis yang memiliki kelainan jantung sejak lahir, harus bertahan hidup sendiri membesarkan kedua adiknya.
Kerja keras dan banting tulang sanggup dia lakukan demi masa depan adik adiknya. Bahkan masa depannya sendiri tak pernah dia pikirkan.
Hingga suatu ketika keadaan memaksanya untuk menggadaikan harga diri serta hidupnya.
Dan dengan terpaksa harus menikah dengan orang yang tak pernah mencintainya.
Nah, untuk mengetahui kisah selanjutnya? Simak saja di karyaku yang terbaru berjudul
" Harga Diri Yang Tergadaikan ".
Selamat membaca, jangan lupa subscribe, like, vote, dan semua dukungan. 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewidewie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter: 18
" Om Reno! " Erick tersungkur dengan kesedihan yang mendalam di atas pusara Reno. Bukan hanya Erick, Erland pun sama sedihnya seperti yang lainnya. Belum sempat meminta maaf atas kelakuan nakalnya, omnya sudah tidak ada lagi di dunia ini.
Erland mengusap bahu adiknya " Rick, kita ikhlas kan kepergian om Reno".
Erick tak kuasa menahan kesedihannya dan memeluk erat kakaknya.
Duka mendalam sedang dialami keluarga Frederick Mondelez. Tak ada lagi tawa dan senda gurau dari adik iparnya itu.
" Pa, mama sangat kehilangan Reno, dia adik satu satunya mama" Ucap Rima yang berada di dalam dekapan William sambil menangis sesenggukan.
💚
💚
💚
Nabila duduk termenung di bangku rumah sakit. Pikirannya kosong dan tatapannya mengedar jauh sekali.
Tiba tiba ada sebuah tangan yang menepuk pundaknya dan membuatnya tersadar lalu menoleh padanya.
" Pak Erland, anda datang ke mari? Sendirian pak? " Tanya Nabila.
" Ehem, kenapa? Aku ke sini sendiri gak sana Erick, dia ada di rumah. Aku ke sini untuk menjemputmu Bil".
" Tapi pak, aku " Nabila menggantungkan ucapannya karena Erland terus menatapnya yang membuat Nabila gugup kemudian menunduk.
" Kita ini suami istri Bil, lebih baik kalau tinggal bersama. Apalagi mama menanyakan kamu terus aku takut dia curiga ".
Nabila terus menunduk karena sebenarnya sangat berat kalau harus meninggalkan adik adiknya, apalagi keadaan Felisa yang masih kritis. Sedangkan Kania tanpa pengawasan darinya menjadi gadis yang sering keluar malam bahkan tidak pulang ke rumah.
" Ehm apa tidak bisa ya pak untuk sehari saja aku nginap di sini, aku masih ingin menemani Felisa. Atau paling gak nunggu dia sadar ".
Erland menghela nafas panjang kemudian menggenggam tangan Nabila yang membuat pemiliknya merasakan sesuatu yang aneh
" Nabila, nanti kita tinggal di apartemen ku saja agar kamu bisa leluasa menemui adik adikmu. Tapi saat ini keadaan di rumah sedang berduka atas kepergian om Reno jadi untuk sementara malam ini kita nginap di rumah mama ".
Nabila pun mengangguk mengingat sudah banyak nominal yang diberikan oleh Erland kepadanya. Bahkan untuk biaya rumah sakit Felisa Uang darimana kalau bukan dari suaminya itu.
" Baiklah pak aku nurut saja apa kemauanmu" Jawab Nabila lirih.
" Nah gitu dong Bil. O iya lagi pula di rumah ada Erick, memangnya kamu gak kangen padanya? " Goda Erland sambil menyenggol pundak gadis cantik yang saat ini duduk di sampingnya itu.
Nabila semakin menunduk dengan pipi merah menggemaskan " Apaan sih pak Erland ".
" Dia nanyakan kamu terus Bil. Ya maklumlah namanya juga jatuh cinta pasti bawaannya pengen ketemu terus"
" Gitu ya pak, terus kemarin pak Erland juga ketemu sama nona Revi di Jepang? ".
Erland mendengus kesal sambil menggeleng
membuat Nabila mengangkat kedua alisnya
" Lho kok bisa ".
" Rencananya sih aku akan memberikan kejutan dan tidak memberitahukan kedatanganku, jadi hampir dua hari kemarin itu aku mempersiapkan segalanya di hotel, ya kejutan kecil maksudnya, kali aja dia mau diajak begitu".
" Eh pak Erland kok mesum sih, kalian kan belum halal pak mana boleh begituan? ".
" Nah jelas saja Bil, aku halalnya kan sama kamu. Memangnya kamu mau begituan sama aku? ".
Deg
Deg
Deg
Jantung Nabila seakan lepas dari tempatnya , dengan pipi yang semakin memerah dia pun kembali menunduk.
Erland terkekeh " Aiss Nabila cuma bercanda kali Bil. Kamu sih menanyakan pertanyaan seperti itu. Ya udah yuk kita balik sekarang, jangan sampai mama curiga dan mencari kita di luar".
Tanpa sepatah kata Nabila beranjak dan mengikuti langkah Erland yang berjalan di depannya.
❤
❤
❤
Kania sedang berada di rumahnya sendirian. Dia mulai bosen dan mengingat semua kejadian yang mereka lakukan dengan Sean kemarin malam.
kemudian duduk di sofa sambil mendongakkan kepalanya di sandarannya
" Bisa bisanya aku menyerahkan kegadisanku kepadanya. Hahhh bodohnya aku sialan ".
Tok tok tok.
Kania terkesiap mendengar suara ketukan pintu dari luar, dia pun beranjak untuk melihat siapa yang datang di larut malam seperti ini.
Ceklek
Matanya melotot tajam " Kamu! Ngapain ke sini! Bukankah aku sudah bilang jangan temui aku lagi anggap saja kita tidak pernah saling kenal ".
Kania pun menutup pintunya kembali namun tangan Sean lebih dulu menghalanginya
" Tidak Kania, aku bukanlah pria brengsek yang dengan mudahnya meniduri para gadis. Aku pun sama sepertimu, sangat menyesalinya karena aku juga sudah kehilangan keperjakaanku ".
Kania mendengus kesal " Hahh tapi kamu kan cowok, memangnya masih ada cowok polos yang masih perjaka seusiamu? ".
Sean mendorong dengan kuat pintu rumah Kania hingga dia bisa masuk dan melangkah mendekati Kania yang terus mundur ke belakang " Jangan salah Kania laki laki sama saja dengan perempuan, setelah hilang keperjakannya hilang juga harga dirinya ".
" Terus mau kamu apa? " Tanya Kania yang terus berjalan mundur hingga mentok di dinding.
Sean mengungkung tubuh Kania dengan kedua lengannya " Kita sama sama sudah kehilangan kehormatan kita, bagaimana kalau kita menikah ".
Kania melotot tajam dan mendorong tubuh Sean " Jangan gila kamu kak Sean, aku ini masih sekolah bagaimana bisa kita menikah".
Sean menghela nafasnya dalam dalam " Ya kita nikahnya diam diam saja Kania hanya nikah siri saja nanti kalau kamu sudah lulus baru kita rayakan pernikahan kita bagaimana?".
Kania semakin tidak tahan dan menarik tangan Sean ke luar rumah " Udah udah jangan banyak bicara, lebih baik kak Sean pulang aku juga udah ngantuk mau tidur besok pagi aku harus pergi ke sekolah ".
" Terus kalau kamu hamil bagaimana? "
Deg
Ucapan Sean membuat Kania terdiam seketika kemudian kembali menatap Sean
" Tidak mungkin kak, kita hanya melakukan sekali tidak mungkin bisa hamil. Sudah jangan banyak bicara lebih baik kamu pergi sekarang juga! ".
" Bukannya hanya sekali Kania, tapi apa kamu lupa dalam semalam saja berapa kali kamu mencapai klimaks " Ucap Sean sambil terkekeh.
Kania menepuk jidatnya kemudian duduk di kursi dengan menunduk dan mulai berkaca kaca dengan penuh penyesalan.
Sean yang melihatnya pun kemudian ikut duduk di sampingnya sambil mengusap rambut panjang Kania " Maafkan aku Kania, aku cuma bercanda. Baiklah kalau kamu ingin aku pergi, aku akan pergi sekarang juga tapi jangan menangis ya? Nanti hilang lo cantiknya? ".
Kania mengusap matanya yang mulai basah dengan air yang tiba tiba mengalir tanpa permisi.
Sean pun tersenyum kecil sambil terus mengusap kepala Kania " Kania, aku serius akan bertanggungjawab kepadamu. Kamu jangan khawatir ya. Apapun yang terjadi apalagi kalau sampai kamu hamil aku akan langsung menikahimu".
" Kalau sampai kak Nabila tahu perbuatanku, dia akan membunuhku kak. Terus bagaimana kak Sean akan menjelaskannya kepada kak Nabila? "
Sean tersenyum dan menangkup wajah sembab Kania dengan kedua telapak tangannya " Apapun yang terjadi nanti aku akan tetap menghadapinya demi kamu Kania percayalah padaku".
Entah apa yang dirasakan Kania, harus bahagia ataukah bersedih. Yang pasti dia merasa sangat menyesal atas kebodohannya selama ini hingga hilang kesucian yang selama ini dia jaga.