"brengsek"-Nagara Rajeski, "jadi selama ini elo cuman jadiin gue selingkuhan ?" tanya nya.
"kenapa ? bukan kah kita sama ?"-Aleta Serarindita. "gue juga cuman selingkuhan elo kan ?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yani Yuranah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Renata seraviin
Renata seraviin.
Aktris cantik yang saat ini tengah naik daun, kepopuleran nya mampu membuat para aktor mencoba untuk mendekati nya.
Banyak penghargaan yang sudah di dapat nya, berkat dari hasil kerja keras nya selama ini.
"Aleta buruan dah" seru Rena memanggil Aleta yang tengah bersama gara.
Aleta pun menghampiri Rena yang tengah membawa kantong belanjaan, sedang kan kenzo membawa ikan besar.
"Bantuin bawa ini barang" ucap Rena sambil memberikan satu kantong berisi makanan.
"Ini udah kumplit semua ?" tanya leta sambil menerima kantong tersebut.
"Udah " jawab Rena, "pesenan elo juga ada di dalam" tambah nya.
"Makasihhh sayang ku" ucap leta membuat Rena menjulurkan lidah enek.
"Ya udah, kalian berdua siapin yang lain nya, gue sama gara urusan ikan nya" ucap Kenzo.
Kedua sahabat itu mengangguk setuju.
Kenzo pun berjalan terlebih dahulu meninggalkan Rena dan leta.
Aleta menoleh melihat ke arah Leo, lalu setelah nya dia terkekeh geli, melihat wajah masam gara.
"lucu banget" batin Aleta terkekeh.
"Kenapa Lo ?" tanya Rena yang melihat leta terkekeh kecil.
Leta menoleh pada Rena.
"Nggak ada " jawab leta sambil tersenyum.
"Najisin banget si muka Lo" ucap Rena mengusap kasar wajah leta.
Aleta mengumpat kasar, dan mendorong Rena.
"Dah lah buruan ke sana" ucap Rena sambil berlalu pergi.
Aleta mengikuti nya dari belakang, dengan kantong belanjaan di tangan kiri nya.
"Elo beli sosis juga ?" tanya leta sambil mengeluarkan barang belanjaan nya.
Renata mengangguk.
"Nanti di bakar bareng sama ikan nya" jawab Rena.
Sedangkan gara dan Kenzo tengah menyiapkan peralatan untuk membakar ikan nya.
"Elo pergi nya kurang lama" ketus gara membuat Kenzo menoleh.
"Kenapa ?" tanya Kenzo menggoda.
Nagara menoleh kesal, lalu setelah nya membuang muka masam.
Kenzo tertawa melihat Leo seperti itu.
"baru juga mulai" batin gara mengumpat kesal.
***
Drrtt drrtt
Brakk
Rena yang sudah merasa kesal, dia langsung membanting hp nya hingga pecah.
Dua Minggu terakhir ini, Rena merasa seperti di teror. setiap hari ada yang menelpon nya orang yang tidak Rena kenal.
Bahkan, orang itu terkadang mengirim kan video yang menjijikan.
"Siapa sih orang nya ?" Gumam Rena bergetar menahan tangis,
Lalu dia berjongkok sendirian, wajah nya dia sembunyikan di lipatan kedua tangan nya.
"Kalau emang ngefans sama gue, nggak gini juga caranya" gumam Rena,
Ya, orang itu mengatakan, bahwa dia penggemar berat Rena, namun jika seperti perlakuan nya, Rena merasa takut juga.
"Loh ren" panggil leta tiba tiba menghampiri Renata.
Setelah selesai makan, Renata izin ke toilet sebentar, namun hampir satu jam lebih Rena tidak kunjung kembali membuat leta hawatir.
Lalu leta berinisiatif untuk menyusul nya, dan terbukti sekarang Rena tengah menangis, entah karna apa.
Rena mendongkak saat mendengar suara Aleta.
"Elo kenapa ?" tanya leta berjongkok sambil memegang pundak Rena.
Rena langsung memeluk leta dengan tangis yang mulai pecah.
"Loh kok malah nangis ?" tanya leta bingung, "elo kenapa ? Kenzo yang bikin elo nangis ?" tanya leta lagi.
"Biar gue samperin tuh anak" ucap leta hendak berdiri untuk menemui Kenzo.
"Bukan" jawab Rena menarik leta untuk tetap di samping nya.
Aleta menarik Rena ke dalam pelukan nya, mengusap usap punggung Rena memberi ketenangan.
"Kita balik ke tenda dulu ya" ucap leta membuat Rena mengangguk.
Leta membantu Rena untuk berdiri, dan setelah nya mereka berjalan untuk kembali ke tenda.
Mereka berjalan dengan leta yang merangkul Rena,
Lalu dari jauh Kenzo yang melihat itu pun langsung berdiri dan menghampiri kedua nya.
"Loh kamu kenapa sayang ?" tanya Kenzo memegang tangan Rena.
"Nggak papa" jawab Rena tersenyum, "tadi agak pusing dikit ajja" tambah nya.
"Aku ke tenda ya" ucap Rena yang langsung di angguki Kenzo.
"Ya udah kamu istirahat dulu ajja, minum obat dulu terus tidur" ucap Kenzo lembut .
Rena mengangguk tersenyum
"Gue titip cewek gue ya" ucap nya pada leta.
Leta mengangguk sambil melangkah untuk masuk ke dalam tenda.
Gara hanya melihat nya tanpa bertanya.
Rena dan leta pun masuk ke dalam tenda mereka.
"Cewek Lo kenapa ?" tanya gara saat Kenzo sudah duduk kembali di dekat nya.
"Pusing katanya" jawab Kenzo sambil menyalakan rokok nya lagi.
Nagara hanya mengangguk,
"Ya udah biarin mereka tidur duluan aja, di luar juga dingin banget" ucap gara sambil menghisap rokok nya.
Sedangkan di dalam tenda, leta masih mencoba menenangkan sahabat nya ini.
"Udah mau cerita ?" tanya leta mengusap lembut kepala Rena.
Renata menghela nafas panjang.
"Tadi ada yang nelpon ke nomor baru gue lagi" ucap Rena menatap leta.
Ya, dalam dua Minggu ini Rena sudah dua kali mengganti nomor ponsel nya juga.
"Lagi ?" tanya leta tidak mengerti.
"Sebenar nya dua minggu terakhir ini, ada yang neror gue terus" ucap Rena mulai bercerita, setelah dia pendam sendiri.
"Neror ?" tanya leta, "neror gimana maksud Lo".
"Jadi , alesan gue ganti nomor ponsel itu karna ada orang asing yang nelponin gue terus, kata nya dia penggemar berat gue" ucap Rena.
"Tapi cara dia nunjukin nya itu bikin gue takut" ucap Rena mulai nangis lagi.
"Tiap malam orang itu nelponin gue, bahkan orang itu selalu datang ke apartemen gue" ucap Rena.
"Bahkan orang itu pernah narik kasar gue, saat gue baru selesai ngisi acara" lanjut Rena menceritakan kejadian yang tidak mengenakan.
Leta menarik Rena ke dalam pelukan nya.
"Kenapa elo baru ngomong ?" tanya leta.
"Karna gue gak mau nambahin pikiran Lo, di saat elo sendiri di ganggu sama orang asing" jawab Rena.
"Kenzo tau ?" tanya leta membuat Rena langsung menggeleng.
Lalu leta memicingkan mata nya.
"Jangan bilang luka di lengan Lo itu karna ulah penggemar lo ?" tanya leta.
Renata mau tidak mau mengangguk, membuat leta menghembuskan nafas kasar.
"Itu udah termasuk kriminal ren" ucap leta sewot, "elo harus laporin" tambah nya.
"Manager Lo tau ?" tanya leta lagi.
"Gue baru ngomong kemarin" jawab Rena, "dan sekarang lagi di telusurin dulu sama mbak Novi nya"
"Kenapa elo simpan sendiri sih " ucap leta geram, "gimana kalau orang itu bahayain elo lebih dari waktu itu" lanjut leta.
"Sorry" jawab Rena menunduk.
"Mulai besok elo tinggal di rumah gue dulu" ucap leta, "sambil nunggu bokap nyokap Lo balik dari Amerika".
"Nggak papa ?, nggak ngerepotin ?" tanya Rena tak enak.
"Apa sih Lo" jawab leta terkekeh geli.
"Elo itu adek gue" ucap leta merangkul pundak Rena, "nggak usah ngomong ke gitu".
Renata terkekeh dan memeluk leta langsung.
"Gue bersyukur punya elo di hidup gue ini" ucap Rena membuat leta tertawa.
"Kok belum pada tidur ?" tanya gara tiba tiba membuat kedua sahabat itu menoleh terkejut.
"Astagaaaaa" ucap kedua nya barengan.
"Elo ngapain setan ?" Umpat Rena melempar sendal nya.
Nagara mengumpat kasar, karna terkena sendal yang Rena lempar.
"Kenapa ?" tanya leta lembut.
"Ada yang mau gue omongin" jawab gara membuat Rena memicingkan mata sinis.
"Nggak ada" jawab Rena ketus, "elo jangan ngeracunin otak sahabat gue" lanjut Rena.
"Apa sih Lo ?" ucap gara sewot, "tuh cowok Lo nyariin" ucap Leo lagi.
Kenzo yang baru datang hanya menoleh polos.
"Kamu belum tidur sayang ?" tanya Kenzo yang langsung masuk ke dalam tenda.
"Belum" jawab Rena manja, membuat gara ingin mengumpat aja rasa nya.
Leta hanya tertawa kecil melihat nya.
Lalu leta berdiri dari duduk nya, dan langsung menarik lengan gara keluar dari dalam tenda.
"Kamu kenapa ? ada yang sakit ?" tanya Kenzo lembut.
"Pusing dikit ajja" jawab Rena dengan wajah memelas.
Kenzo terkekeh dengan sikap manja pacar nya ini.
"Sini biar aku pijitin" ucap Kenzo sambil menarik lembut Rena.
Kenzo pun mulai memijit kepala Rena lembut, membuat Rena tersenyum dengan perhatian yang di berikan Kenzo.
"Sini deh" ucap Rena menarik Kenzo dan menangkup kedua pipi Kenzo.
"Aku beruntung punya kamu sama leta di hidup aku" ucap Rena tersenyum.
Kenzo tersenyum menatap lekat mata Rena.
cup
Tanpa permisi Kenzo langsung mencium bibir Renata penuh minat, tanpa ragu Rena pun membalas ciuman hangat Kenzo.
Kenzo menarik tengkuk Renata untuk memperdalam ciuman nya.
Kedua nya tersenyum di sela sela ciuman itu.
Sedangkan dari luar tenda, leta ternganga melihat bayangan di dalam tenda yang tengah berciuman .
"LAMPU NYA DI MATIIN DONG SETAAAN, teriak leta mengumpat kesal.
Renata dan Kenzo langsung melepaskan ciuman itu dan tertawa kecil.
"Apa sih Lo, sirik ajja" ucap Renata tertawa kecil sambil menyembulkan kepala nya keluar tenda.
"Najisin Lo" umpat leta membuang muka.
"Elo mau ?" bisik gara bertanya, membuat leta melotot horor.
Leta mendorong kasar wajah gara yang tertawa.
"Apa sih" ucap gara menggigit pundak leta.
"Gara ih" kesal leta menggeplak kepala gara.
"Gara ih" ucap gara menirukan gaya bicara leta.
"Astagaaaa" ucap leta geram.
Leta langsung melompat dan langsung mempiting leher gara.
Setelah nya kedua nya tertawa geli.
Renata melihat kedua nya dari dalam tenda.
"elo sebahagia itu sama gara ?" batin Rena menatap Aleta.