NovelToon NovelToon
Sajak Sang Simpanan

Sajak Sang Simpanan

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Siti Zulfya Fauziyah

Di usianya yang masih dua puluh lima tahun, Alice telah menjadi janda. Suaminya meninggal di sebuah kecelakaan dengan wanita lain dan mewariskan banyak hutang gelap yang baru ia ketahui keberadaanya setelah kematian suaminya.

Usahanya terancam bangkrut dan seluruh propertinya terancam hilang sebagai jaminan hutang. Dia tak memiliki apa pun lagi dalam hidupnya.

Dengan penuh tekad, dia memutuskan untuk bertindak gila. Dia akan menawarkan diri menjadi wanita simpanan. Tidak masalah siapa pun yang akan menjadi lelakinya, asalkan ia kaya dan mampu membayarnya dengan mahal.

Jika ini satu-satunya cara untuk menyelamatkan apa yang masih Tuhan sisakan untuknya, ia tak akan mundur meski moralnya terancam akan hancur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Zulfya Fauziyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DELAPAN BELAS

Tiga bulan ini Alice menjalani hari dengan ketakutan yang semakin menjadi. Ingatan Anson mulai kembali secara perlahan. Meskipun dia mengaku masih belum mengingat Alice, namun kondisi ini sudah cukup membuatnya kacau secara mental. Stressnya meningkat sangat tinggi, lebih parah dari pada sebelumnya.

Hari ini Anson melakukan kunjungan bisnis ke Asia. Selama empat hari kedepan Alice ditinggal seorang diri. Untuk mengisi hari, Alice mengajak Rachel makan siang di suatu akhir pekan. Alice harus berjuang mati-matian membuat Rachel menyetujui ajakanya. Alice bahkan harus berhadapan dengan manager restoran milik Rachel hanya untuk mengambil libur di akhir pekan.

"Ayolah, Sir. Ijinkan dia libur sejenak. Bagaimana kalau aku membayar denda sebagai gantinya?" Alice mengambil beberapa lembar dollar dan menyelipkanya di saku milik sang Manager.

"Alice. Kau benar-benar tidak bisa menerima kata tidak, ya." Sang Manager menggeleng putus asa. Dia sedikit melirik uang yang diselipkan oleh Alice dan berbinar senang.

"Baiklah. Hanya kali ini," katanya yang disambut ciuman di pipinya oleh Alice. Sang Manager semakin ternganga.

"Ya ampun, Rachel. Hormon kehamilan temanmu benar-benar mengerikan." Sang Manager berlalu pergi meninggalkan mereka yang tertawa senang.

"Sekarang, kau benar-benar seperti Anson. Semua kemauanmu bisa dibayar dengan uang." Rachel menatap tak percaya temanya.

"Oh ayolah. Ini hanya sebuah cara untuk meluluhkan Manager mata duitanmu itu." Alice memutarkan bola mata, tersenyum genit.

"Oh baiklah. Setelah kau mengambilku secara paksa, kemana kau akan membawaku pergi kali ini?"

"Restoran di ujung jalan."

"Ya Tuhan Alice. Kau membawaku keluar dari restoran hanya untuk masuk ke restoran lain?"

"Diamlah Rachel. Berterimakasihlah sedikit padaku karena telah membebaskanmu dari lemburan akhir pekan."

Mereka berjalan ke ujung blok dan memasuki restoran minimalis yang tampak ramai. Rachel mengambil kursi di sudut disisi jendela. Sementara Alice memilih duduk di sisi kanan Rachel.

"Ingatan Anson mulai kembali secara perlahan." Alice berkata jujur pada temanya. Dia menatap sajian di hadapanya tanpa selera.

"Dia mulai mengetahui kebohonganmu?" Rachel bertanya simpati.

"Belum. Tapi lambat laun pasti akan tahu juga. Aku harus bagaimana Rachel?" Alice bertanya getir. Wajahnya terlihat sangat tertekan.

"Jangan terlalu difikirkan Alice. Bersyukurlah kau hanya mengaku sebagai calon tunanganya. Jika saja kau mengaku sebagai istrinya, pasti keadaanya lebih kacau lagi. Bayangkan ... Anson pasti meminta bukti surat nikah andai kau mengaku menjadi istrinya." Rachel berusaha membuat perandaian agar suasana hati Alice lebih baik.

"Kau tidak tahu bagaimana Anson, Rachel. Egonya sangat tinggi. Dia adalah lelaki yang tidak bisa menerima sebuah kebohongan sekecil apapun. Dengan alasan apapun." Alice mengetuk-ngetukkan sendok yang ia pegang dengan frustasi.

"Hubunganku denganya pasti akan hancur. Hanya masalah waktu saja kapan bom itu akan meledak."

Rachel menatap Alice prihatin. Dia menyentuh lengan Alice lembut, membuat pengakuan yang mengejutkan.

"Sebenarnya, ada masalah lain yang harus kau tahu," ujarnya merasa bersalah.

"Apa? Kau tidak memiliki tumor otak atau penyakit lain yang membuatmu meninggal bulan depan, bukan?" Alice membulatkan matanya.

"Ya Tuhan, tidak. Jangan sampai. Ini masalah Daniel." Rachel betkata dengan hati-hati.

"Ada apa dengan dia?" Alice sudah lama tak bertemu dengan temanya itu. Terakhir kali mereka bertemu saat makan malam dulu. Setelah kejadian tersebut, Alice selalu menghindarinya. Dia menolak setiap janji yang Daniel buat untuknya.

"Berjanjilah kau tak akan marah dan melukaiku." Rachel semakin mencurigakan.

"Baiklah. Katakan ada apa Rachel?"

"Daniel menemuiku kemarin. Dia putus asa tak bisa menemuimu lagi. Katanya kau selalu menghindarinya tanpa alasan yang jelas. Jadi ... jadi ... aku memutuskan untuk menjelaskan semuanya padanya."

Alice berdiri mendadak. Dia menuding Rachel tak percaya.

"Katakan definisi dari semuanya yang kau maksud!" Alice membentak Rachel, mulai marah.

"Aku menjelaskan tentang usahamu yang bangkrut karena Alex, tentang kau menjadi wanita ... wanita simpanan Anson, tentang ... tentang kehamilanmu ... dan tentang kebohonganmu sebagai tunangan Anson, semuanya." Rachel mengerut di kursi. Malam itu dia berfikir tindakan yang dia lakukan pada Daniel adalah sebuah kebenaran. Lelaki itu berhak mendapatkan penjelasan yang jujur mengenai wanita yang diakui sebagai cinta sejatinya. Daniel perlu disadarkan lebih awal agar ia berhenti berjuang mendapatkan Alice.

Namun sekarang, melihat kemarahan dan kesedihan di mata Alice, Rachel menjadi merasa bersalah. Mungkin tindakanya akan dinilai mengkhianati kepercayaan Alice.

"Ya Tuhan Rachel, apakah kau benar-benar temanku?" Alice menghentak-hentakkan kakinya, merasa sangat marah.

"Duduklah, Alice. Kau berjanji tak akan marah dan tak akan melukaiku."

"Aku tidak akan melukaimu Rachel, aku akan membunuhmu. Bisa-bisanya kau membongkar semua aibku pada Daniel? Apakah kepalamu itu isinya hanya angin kosong?"

Rachel menyentuh lengan Alice sabar, membimbingnya duduk. Dia tak masalah jika Alice marah-marah. Yang dia takutkan adalah kandunganya.

"Apakah kau ingin membohongi Daniel selamanya, Alice? Tidakkah kau pikir dia berhak mendapatkan kebenaran? Dia terlanjur mencintaimu. Jika tak kuhentikan sekarang, dia bisa hancur nantinya." Rachel mengelus lembut lengan Alice.

"Aku tidak berniat membohonginya, aku ingin menjelaskanya sendiri dengan caraku. Bukan seperti ini." Alice menunduk lemah.

Hubunganya dengan Anson di ujung tanduk. Hubunganya dengan Daniel telah hancur. Apalagi yang masih tersisa untuknya?

"Maafkan aku, Alice. Kau tak melihat bagaimana Daniel hancur. Kau pasti tak akan tega menyakitinya lebih lama andai kau melihatnya secara langsung." Rachel membela diri. Dia mulai menyantap seporsi salad dihadapanya dengan anggun.

Alice hanya menemani Rachel makan. Makanan yang berada di hadapanya tak ia sentuh sama sekali. Pikiranya menjadi kalut memikirkan banyak hal. Andai mau diakui, Alice menyadari tindakan Rachel ada benarnya. Daniel tak semestinya terjebak dengan harapan semu yang Alice ciptakan. Dia lebih baik mundur dan menemukan wanita lain yang lebih tepat.

"Kau masih marah padaku?" Rachel bertanya sedikit khawatir.

"Kupikir, kau mungkin ada benarnya. Daniel memang harus tahu juga. Semoga saja dia bisa menerima dengan baik."

Rachel terdiam agak lama. Dia menyibukkan diri memainkan sendok ditanganya. Tatapanya terlihat tak fokus.

"Apa kau akan percaya jika ku katakan dia menangis?" Rachel berkata lirih.

Alice mengerutkan kening tak percaya. Menangis? sedalam itukah perasaan yang dimiliki Daniel untuknya? Apakah Alice benar-benar telah keterlaluan memperlakukan lelaki itu?

"Oh ... aku tak menyangka dia seserius itu menilai hubungan kami." Alice mengangkat bahu, merasa bersalah.

"Dia bahkan sudah menyiapkan cincin untuk melamarmu, Alice. Bisakah kau bayangkan perasaanya jika kau tetap saja membohonginya?"

Baiklah. Sekarang Rachel mampu membuat Alice mengerti dengan tindakanya yang telah membuka rahasia Alice padanya. Disini, Alicelah yang bersalah.

Alice meringis. Dia merasakan perasaan mual yang mulai melandanya. Sebuah cairan bening merembes mengalir ke kakinya. Cairan itu semakin lama semakin banyak.

"Rachel ...," panggil Alice.

"Ya. Aku salah ... aku minta maaf Alice Tapi semua itu kulakukan demi kebaikanmu juga, jadi ku--"

"Rachel ...."

"Apa kau tak menerima permintaan maafku?" Rachel mulai meradang, terganggu dengan sikap keras kepala Alice.

"Rachel ... kupikir air ketubanku baru saja pecah." Alice berkata sedikit khawatir, menatap kedua kakinya.

"Oh Ya Tuhan. Apa yang harus kita lakukan sekarang? Bukankah perkiraan lahirnya masih dua puluh lima hari lagi?" Rachel bertanya mulai panik. Dia berdiri berusaha menopang lengan Alice.

"Kupikir dia ingin lebih cepat keluar. Bisakah kau mencarikan taksi? Ataukah kau mau membawa mini cooperku? Aku belum merasakan kontraksi, tapi karena ketubanku telah pecah, sebentar lagi pasti akan kontraksi. Bawa aku ke rumah sakit terdekat."

Rachel berlari menabrak beberapa orang, berteriak memanggil taksi. Suasana restoran itu berubah heboh dalam sekejap.

...

1
Noerlina Akbar
Biasa
Noerlina Akbar
Kecewa
Tua Jemima
membosankn mals dah bcanya hbiskn waktu ja benar benar mebosankn ceritanya
Tua Jemima
ceritanya membosankn terlalu bertele tele
Septi Yani
menarik
Nepi Saparika
selalu kembali k karya yg ini ngangenin serasa nonton film Holywood
ian
keuuureeeèeeeeeeennnnnnnnnnn
Tua Jemima
ceritanya matap
Syam Marinie
seru menarik
Rita Purwanti
bagus dan alur ceritqnya ok
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘
nacho
sedihnya
Ani Amel
lumyn bagus ceritanya
Aida Rayhan
kok pada mati semua
ana kristianti123
rumit sih tapi bgus bgt novelny
Crystal
Aku baca ulang cerita ini, tapi tidak ada kata bosan. Bagaimana kabarmu, thor??
Kok ga pernah up cerita lagi di NT??
Siti Zulfya Fauziyah: Alhamdulillah, baik, Crysrtal.
Iya nanti doanya ya semoga bisa nulis di NT lagi. Harapannya sih tetiba dpet wangsit biar bisa bikin alur yg jedaarr gitu 🤪😁
total 1 replies
Batara Zalzabil
luar biasa sy sgt SK crtx.mksh
Batara Zalzabil
menangis AQ mlht kelakuanmu James.hehe
Batara Zalzabil
bsx suamix berfikiran bgt.hancur hby ambisi .tp seru crtx
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!