NovelToon NovelToon
Zhafira

Zhafira

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:368k
Nilai: 4.9
Nama Author: zha...

Terlahir menjadi anak orang kaya raya pemilik Qolb Corporation pengusaha di bidang perhotelan. Zhafira Pradipta Qolb memilih hidup sendiri tanpa nama besar ayahnya menjalani kehidupan biasa.

Ketika menjalani kehidupan biasanya dia bertemu dengan Barra yang berhasil merebut hatinya namun bagaimana jika ada pria mapan dan tampan yang sudah mengincarnya sedari lama ingin memiliki Zhafira yang sempurna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zha..., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bertemu lagi

...

"Gimana kabar jhoseb" duduk di shofa berhadapan dengan tamunya di ruang kerja direktur utama

"Dedy sedang kliling dunia menghibur diri mengalihkan kesepian nya, paman gimana?"

"Jika anak itu mau segera kembali , akan ku temani dedy mu menghabiskan hari tua"ucap Stevanus

"bay the way, tak biasanya kamu kesini, ada apa?" tanya Stevanus pada pria mapan yang sudah dianggap seperti anak sendri.

"Aku rindu dengan paman" berjalan mendekati kaca jendela menampakan kota yang padat.

"Kau sudah matang dan cukup untuk segera berkeluarga derik, apa lagi yang kau tunggu" Federik hanya menanggapinya dengan senyum.

"kau tak sedang menunggu anak gadis ku yang nakal itu"

"Dia tidak nakal paman, dia sedang mencari jati dirinya"

"Kau ini, masih saja membela nya, kau tampan kaya sukses berkuasa wanita mana yang tak berlutut untuk mu"

"Tapi hanya dia yang menolak ku paman, dia berbeda dengan wanita wanita yang mendekati ku selama ini"

"Lupakan saja, anak itu sepertinya tak mau kembali, kenapa kau bisa menyukainya bahkan ketika kalian belum pernah saling jumpa, "

"Salahkan tante zahra yang berhasil mencuci otak ku paman," tersenyum sinis.

"bahkan aku mencintainya hanya sekedar mendengar cerita cerita yang tante zahra selalu keluhkan "

"Kau pria kejam yang gila"

Tok tok tok

"Masuk"ucap Stevanus kemudian terlihat Rober memasuki ruangan.

"Tuan mayes, permintaan anda sudah siap di lobi "

"Good" berjalan menuju pintu.

"Saya antar "

"Tidak perlu, sampai jumpa papa mertua" meninggalkan ruangan dengan senyum.

Stevanus menangkap ketidak beresan pada Federik yang dia kenal tak pernah seceria ini.

Roberpun mendekat dan ikut duduk di sofa , seraya meletakan 2 lembar berkas di meja depan Stevanus kemudian Meka asisten sekaligus sekertaris pribadi Stevanus menyusul masuk setelah melihat Federik keluar.

"Apa yang dia minta"tanya Stevanus

"Tuan mayes ingin melakukan kunjungan proyek" tatapan Stevanus meruncing.

"Buat apa dia lakukan sendri, tugas yang selalu dia serahkan ke asistenya" ucapnya yang heran.

Mayes Intersal adalah prusahaan ternama yang menjadi investor terlama di QC selain itu hubungan antar pemilik yaitu orang tua Federik dan Stevanus yang memang berteman baik sejak lama membuat kedua kubu saling membantu.

"Saya juga tidak paham, beliau memilih sendiri orang yang di bawa untuk keproyek"

"Beri yang terbaik buat bocah itu, papa nya sahabat saya"

"Saya paham pak, itu dua kandidat pengganti saya pak" menujuk dua berkas diatas meja.

"saya lebih condong ke nona zhaf dari pada leon, "

"Kau tau saya tak suka bekerja di samping seorang wanita rober"

"Semua kembali ke anda pak direktur, saya hanya memberi penilaian "ucap Rober sopan.

Stevanus mengambil dua berkas milik Zhafira dan Leon yang di ajukan untuk menggantikan posisi GM ,itu permintaanya sebelum mengiyakan keinginan general manager sekaligus teman kerjanya sedari awal untuk pensiun.

Mata Stevanus meruncing ketika mengganti lembar ke berkas Zhafira, antara emosi dan senang terpampang disenyum yang ragu tapi sulit dartikan membuat Rober bertanya tanya.

"Bawa dia kesini" lirih Stevanus.

"dia yang mana pak?"tanya Rober masih ragu

"pilihanmu" jawab Stevanus

"Maaf pak dia sedang menemani tuan mayes ke proyek"

"Bocah itu" senyum bahagia.

"meka, cari informasi sedetail nya " menyerahkan data Zhafira.

Meka sang asisten yang selalu berada disamping Stevanus pun dengan sopan mengambil berkas yang di sodorkan Stevanus padanya.

Rober pun bahagia ia kira Stevanus menyetujui calon yang direkomendasikannya.

"Rober, sesuai urutan aku duluan yang pensiun hahaha,...kau menyodorkan ahli waris untuk jadi general manager kau bercanda rober" menepuk pundak rober dengan girangnya

"anak ku kembali meka zhafira ku pulang " tertawa hingga menetes airmatanya, Meka pun menyambut pelukan bosnya itu.

Meka sangat paham dengan Stevanus bosnya yang sangat merindukan putrinya yang menghilang lama, Dan Rober bun terbengong syok dengan ucapan direkturnya, impiannya pensiun kandas begitu saja.

...

Zahfira tengah berdiri dengan map dan tas kecil tersampir menyilang diatas jas kerja ,dengan ramabut hitam yang kini ikal dikuncir dibelakang, mempercantik wajah ayunya, Ferrari F12 TDF. Mobil berwarna merah marun berhenti tepat di lobi dekat dengan Zhafira yang tengah berdiri, suara klakson terdengar kuat.

Zhafira memandang mobil mewah dan mendekatinya, kaca mobil menurun memperlihatkan siempunya mobil.

"Tuan may,,," ucapanya terhenti tatkala Zhafira mengenal pria tampan yang duduk dibagian pengemudi itu wajahnya bersemu merah tatkala teringat kejadian dihotel Syahder.

"Masuk"pinta Federik

"no, I'm working"

"Oke, aku hubungin rober jika karyannya tak menjalankan tugas"

Zhafira langsung saja masuk mobil duduk dikursi penumpang sebelah pemgemudi, derik pun tersenyum puas dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang

"Kau tuan mayes," Zhafira membuka draf maap dan membaca.

" federik dierga mayes,kau kah itu"ucapnya tak percaya

Zhafira terperangah melihat orang yang ia ajak bicara mengangguk, dia juga sangat tau siapa keluarga mayes.

"Aku sudah bilang kita akan bertemu lagi ,see "

"so I call by name?"

"up to you"

Jalanan kota yang padat tak menjadi halangan, Federik terlalu lihai untuk menguasi jalanan, namun taK sadar Zhafira arah yang dituju tak sesuai tujuan.

" kemana kita pergi tuan derik"

"Pesta"

Yah benar saja tak lama berselang mobil itu terpakir di sebuah butik ternama, Federik turun dan membukakan pintu untuk Zhafira dan menggandengnya memasuki butik, Zhafira sedikit terheran ketika kedatanganya dengan Federik begitu disambut ramah dan hormat di butik itu, sekali jentik semua staf tau apa yang diperlukan tamunya.

Zhafira dibawa ke ruangan untuk segera di hias dan dibdandani, dan Federik menggunakan jas yang sudah ia pesan.

Satu jam kemudian Zhafira keluar dari ruang hias dengan dress bunga bunga kecil warna peach, lengan pendek dengan panjang selutut beraksen rempel diujung gaun, wajah yang sudah di poles ringan rambut hitam nya yang digelung cantik disamping, membuat Federik begitu terpesona melihatnya.

Derik pun berdiri dengan toksedo pesanan yang sudah dikenakan warna biru tua yang elegan dengan aksen mengkilap di ujung krahnya, begitu mewah, Federik mendekat dan mengangkat sedikit lengannya berharap di raih Zhafira mendekap lenganya layaknya sepasang kekasih, dan benar Zhafira dengan senang hati, melakukanya karena tau apa yang dimaksut sikap Federik.

Kemudian Federik melajukan lagi mobil ferarinya, tepat pukul 6 malam tibalah disebuah greja, pesta pernikahan yang dihadiri banyak tamu, altar greja yang berhias bunga lili putih menjulang indah sangat suci, dipojok ruang tertulis nama Gezie dan Ronald.

"Pesta siapa"

"best friend"

Pengantin pria sudah berdiri didapan altar menunggu sang pngantin permepuan yang di dampingi sang ayah menuju altar.

"Bukan kah itu asisten yang slalu bersama mu"

"Yes,"

Tiba tiba terdengar langkah kaki berderu mantap bebeapa prajurit berbaju hitam lengkap dengan senjata laras panjang , menggearakan tamu tamu dengan sopan, mereka mengutarakan ada ******* didalam gereja , benar saja seketika beberapa tamu berlarian keluar, kedua pengantin dijaga ketat dan dibawa keluar juga, terlihat sosok yang dikenal tentu saja ketika para prajurit itu ada Daniel sedang memandang Zhafira, tiba tiba dari belakang menepuk bahu Zhafira.

"Cepat keluar zhaf" ucap Bara menghadapkan bahu Zhafira untuk menghadapnya, wajah begitu cemas menandakan keseriusan keadaan disana.

Tanpa aling aling federik menghempaskan cengkraman tangan barra dibahu Zhafira dengan wajah amarahnya.

"GO" teriak Bara meninggalkan Federik dan Zhafira.

Zhafira masih mematung diantara riuh tamu yang berdesakan keluar greja tengah berdesakan, Zhafira berjalan mengarah dimana Barra memasuki pintu yang begitu dijaga ketat oleh prajurit, seketika tangannya ditarik.

"ZHAFIRA" terika Federik marah melihat gadisnya mengejar laki-laki yang Federik tau adalah mantan kekasih, yah Federik tau segalanya mengenai Zhafira.

1
MomZiee
kereeen
Nona Bucin 18294
Hai kak aku mampir, semangat terus berkarya, salam dari Menikah muda 😊🤗👍💜
Yun'@_Miu
like
Yun'@_Miu
like 👍
Yanti Agejul
keder keder loe......
Hasni Ahsan
😍🥰
Hamba Allah
mampir Thor atas nama cinta Karya pertama kuuu niii
Nurul Masnunah
awal cerita bagus
pertengahan cerita sedikit bosan
dilanjut karena penasaran endingnya ternyata bagus ceritanya, mungkin karena kurang menikmati saja saya hehe...
tatanan bahasanya keren
Yun'@_Miu
like 👍
Nurul Masnunah
terlalu banyak lelaki yang menginginkan satu orang wanita..
ceritanya bagus tapi kayanya hanya berputar² di peran laki² yang memperebutkan zafira
agak bosan sedikit sampe sini hehe
Nurul Masnunah
ceritanya bagus.. baru singgah baca di novel ini, mungkin kurang promosi ya..jadi yang singggah belum banyak
semangat aja Thor berkarya
Ida Saidah
knp gk sembunyi d ats pohon nenk bos
Yun'@_Miu
like 👍
Putri ava
♥️
Jujuk
like like
Jujuk
like
Jujuk
lanjut kak
Chacha
lanjut tour cerita nya
Dhina ♑
Nasi gorengnya bikin gagal fokus, jadi laper
Dhina ♑
mengapa pensiun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!