Devano Garendra, merasa bosan dengan pernikahannya bersama sang istri hingga membuatnya bermain perempuan di luar sana.
Sebagian Alice, yang baru saja memulai kehidupannya yang baru harus kembali di pertemukan dengan sosok yang cukup lama bersamanya.
Akankah mereka kembali mengulang masa lalu yang pernah di lewati bersama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 13
"Bagaimana?" tanya Rendra ketika keluar dari kamar hotelnya.
Hari ini dia akan berkunjung ke tempat dimana akan membangun sebuah resort baru.
Pagi-pagi sekali dia sudah siap dengan penampilannya. Mereka akan langsung pergi ke tempat tujuan.
"Saya sudah mendapatkan alamat lengkapnya, Pak." jawab anak buahnya.
"Jaga terus rumah itu dan jangan sampai kehilangan jejaknya. Aku harus menyelesaikan semua ini lebih dulu baru bertemu dengannya." kata Rendra dengan Rut wajah datarnya.
Dia melihat ponselnya dan membuka foto yang telah di kirimkan anak buahnya.
Melihat foto Alice membuat Rendra tersenyum tipis. Kecantikan Alice memang berhasil membuatnya gila. Karena hanya wanita ini saja yang bisa membuatnya melakukan banyak hal.
Dia kembali teringat masa-masa dimana mereka masih bersama dulu.
Flashback
Hari itu, Rendra dan Alice sedang berlibur. Liburan kali ini mereka menghabiskan waktu di Bali.
Alice datang melihat Rendra yang sedang menikmati sore harinya disana. Rendra melihatnya.
Alice mendekat, laku duduk di pangkuan Rendra.
Sementara Rendra, membiarkan wanita itu melakukan apa yang ingin dia lakukan disana.
Tangan nakal Alice mulai menelusuri garis wajah tampan yang sudah bersamanya hampir dua tahun ini.
"Apa yang kau inginkan?" tanya Rendra datar.
Alice tidak mengatakan apapun, dia hanya terus melakukan kegiatannya saat ini, hingga sebuah kecupan manis mendarat di bibir Rendra.
Bukan Rendra namanya, jika dia membiarkannya begitu saja. Dia langsung menarik tengkuk wanita itu ketika kecupan itu ingin berakhir.
"Om, Heummm..." gumam Alice ketika ciuman mereka semakin dalam.
Tangan Rendra juga sudah bermain, masuk ke dalam gaun milik Alice.
"Kau yang memulainya, Alice! Jangan salahkan aku jika kau tidak bisa jalan nantinya!" Ucap Rendra, membawa Alice masuk ke dalam kamar mereka.
Ciuman tadi semakin panas, kala Alice yang berubah keadaan saat ini. Dia duduk di pangkuan Rendra dan memimpin permainan kali ini.
"Aliceee....." Rendra menggeram tertahan saat bagian lehernya di berondong dengan kecupan naka dari Alice.
Oh God! Gesekan dari bokong Alice membuat senjata perangnya langsung mode on.
Alice tau itu. Maka dia akan memulainya kali ini. Dia yang akan memimpin permainan sore mereka.
"Alice...eeghhh...." geramnya lagi saat tangan Alice semakin liar, membuka bajunya dan membuatnya terlentang di atas tempat tidur.
Dia ingin melihat sejauh mana gadis ini bisa berbuat. "Alice! Apa yang kau lakukan?" tanya Rendra saat matanya di tutup kain oleh Alice.
"Jangan macam-macam Alice!" kata Rendra ketika matanya sudah di tutup.
"Kenapa? Om takut?" tanya Alice dengan suara menggodanya.
"Lakukanlah, aku ingin melihat sejauh mana kau bisa membuatku terbang." kata Rendra membuat Alice tersenyum.
Dia mulai melucuti pakaian Rendra, dan pakaiannya juga.
"Aarrrggghh..." Rendra menggeram tertahan saat batangan miliknya di manjakan Alice.
"Oh God, Alice...." gumamnya lagi, membelai rambut panjang Alice yang terus bergerak memajukan mundurkan kepalanya, untuk memanjakan senjata perang milik Rendra.
"Alice, arrgggh...." erangan itu kembali terdengar kala bibir Alice semakin bermain naik ke atas, di bagian batang lehernya.
Tangan nakal ituu benar-benar sangat luar biasa, sekali hingga tiba-tiba saja sesuatu terjadi disana.
"Alice!"
"Eegghhh...." keduanya sama-sama mengerang saat Alice menduduki batangannya secara tiba-tiba membuatnya tersentak.
"Kau benar-benar nakal Alice!" ucap Rendra saat mendengar tawa kecil dari bibir seksi Alice.
"He-he-he, sengaja!" jawabnya jujur membuat Rendra juga tersenyum.
Betapa nakalnya Alice kali ini, dia mulai bergerak di atas Rendra, membuat laki-laki itu mendesah tak karuan.
Permainan Alice memang luar biasa
"Oh, Alice! arrgggh..." Rendra meremas bokong Alice, merasakan kenikmatan yang luar biasa.
Plak!
"Aahhhkkk..." Alice menjerit saat bokongnya di pukul Rendra.
Gerakan Alice semakin gencar, membuat desahan keduanya juga semakin liar.
Sampai keduanya benar-benar, kelelahan atas pertempuran sore itu.
Mereka berakhir di dalam bathtub, dimana Alice kembali berulah.
"Jangan nakal Alice, kau akan menyesal nanti jika membangunkannya lagi!" ucap Rendra yang mengetahui niat jahat Alice padanya.
"Hahaha, maaf. Soalnya-hemphhh..." bibirnya di bungkam Rendra, hingga membuat pertempuran part 2 kembali terjadi di dalam bathtub.
Flashback end.
Mengingat hal itu membuat Rendra kembali teringat akan hal-hal yang pernah mereka lewati bersama.
Hidup bersama dengan Alice, adalah salah satu part terbaik dalam hidupnya. Tapi langsung lihat begitu saja ketika ayahnya mengetahui hubungan gelap mereka.
"Pak, kita sudah sampai." ucap supirnya membawa Rendra ke tempat tujuan.
Dia turun dari mobil, dan melihat lahan yang akan menjadi tempat pembangunan resort mereka nantinya.
"Berapa jauh jarak dari sini ke pantai?" tanya Rendra pada supirnya tadi.
"Hanya 10 menit jika berjalan kaki." jawab supirnya lagi.
Rendra menganggukkan kepalanya. Dia berjalan menuruni perbukitan tersebut, sampai dia melihat ada sosok anak kecil yang sedang di rundung disana.
Karena kesal di ejek, anak itu mendorong temannya tadi dan memukulnya.
Tiba-tiba saja ada seorang wanita datang memarahi anak itu.
"Dasar anak nakal! Sini kamu!" teriak wanita itu, membuat anak tadi langsung berlari dan tidak sengaja menabrak tubuh Rendra.
***