Author update hari, SELASA dan KAMIS
Reyna Maureen Alexandria seorang gadis dingin tak tersentuh. dia juga seorang ketua Geng motor Black Rose.
Reyhan Saputra Smith adalah ketua OSIS sekaligus kapten basket disekolah TUNAS BANGSA. Reyhan adalah cowok dingin dan cuek dia terkenal di sekolah Tunas bangsa disebut Ketos kutub karena sifatnya yang dingin sama orang lain.
Reyhan juga adalah siswa paling pintar disekola Tunas bangsa. Setelah kedatangan siswi baru yang bernama Reyna, Reyhan menjadi pribadi banyak bicara.
Apakah mereka akan tumbuh benih-benih cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chinta Maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18: Kejadian Memalukan di Pagi Hari
Reyhan mendekat dan mencium bibir Reyna yang terasa lembut dan manis. Tanpa diduga, Reyna secara tidak sadar membalas ciuman itu. Namun sesaat kemudian, matanya terbuka lebar dan ia tersentak kaget.
Mata Reyna melotot lalu ia mendorong keras Reyhan. sehingga ia Terjatuh ke lantai.
“AAAAHHHH!” teriak Reyna histeris saat melihat Reyhan yang hanya mengenakan handuk yang kini sudah terlepas.
“Kenapa sih teriak-teriak?” tanya Reyhan bingung, belum menyadari handuknya terlepas.
"Aaaahhh Rey." Ucap Reyna menutup matanya. "Rey itumu kelihatan." Ucap Reyna lagi dan masih menutup Mata.
Reyhan baru sadar saat mengikuti arah telunjuk Reyna. Matanya melotot kaget, lalu ia berteriak dan segera berlari masuk ke kamar mandi sambil menutupi tubuhnya. Pintu ditutup dengan bunyi keras.
“Wah, mataku tidak suci lagi…” gumam Reyna, namun tak lama ia tak bisa menahan tawa.
Bwaaaaa... Bwaaaaa...
Tawanya meledak keras sambil memegang perutnya.
Tak lama kemudian Reyhan keluar mengenakan Bathrobe milik Reyna. Ia mendekat dan berbisik tepat di telinga istrinya, membuat bulu kuduk Reyna meremang. “Puas ketawanya?”
“Sangat puas. Siapa suruh menciumku saat aku tidur?” balas Reyna santai. Saat ia hendak berdiri, tangannya ditarik hingga terjatuh tepat di pangkuan Reyhan. Tanpa sadar, tangannya melingkar di leher suaminya.
“Kamu melihatnya tadi?” Bisik Reyhan pada telinga Reyna bahkan Reyna bisa merasakan hembusan nafas Reyhan..
Reyna menunduk malu, pipinya makin memerah. “Sedikit saja…” jawabnya pelan.
Reyhan mengangkat dagu Reyna agar menatapnya,
Cup
Reyhan mengecup bibir Reyna sekilas. “Sudah, sana mandilah. Nanti kita terlambat sekolah.”
Setelah Reyna masuk kamar mandi, Reyhan menepuk jidatnya. Padahal tujuanku membangunkannya kan hanya ingin minta tolong ambilkan baju di apartemen sebelah, pikirnya kesal sendiri.
Beberapa saat kemudian Reyna keluar dengan rambut masih basah dan mengenakan jubah mandi. Melihat penampilan itu, Reyhan menelan ludah susah payah, baginya Reyna terlihat sangat Sexi.
Setelah berganti seragam, Reyna menoleh dan melihat Reyhan masih duduk diam. “Kenapa belum berpakaian?” tanyanya bingung.
Reyhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Bajuku masih ada di apartemen sebelah.”
Reyna menghela napas lalu bertanya sandi pintu apartemen Reyhan. Setelah mengetahuinya, ia segera pergi mengambilkan seragam dan buku pelajaran suaminya.
Sesampainya di sekolah, Reyna mengendarai motor sendiri sedangkan Reyhan datang dengan mobilnya. Keduanya langsung menjadi pusat perhatian. Para siswi memuji ketampanan Reyhan, sementara para siswa terpukau akan kecantikan Reyna. Namun seperti biasa, keduanya tetap berwajah datar dan mengabaikan keributan di sekitar.
Saat istirahat, Citra mengajak Reyna ke kantin. Meskipun sikapnya dingin, Reyna tetap menyetujui dengan syarat jangan menyentuhnya. Mereka duduk di pojok ruangan, tak lama kemudian Reyhan, Dimas, dan Brian masuk dan langsung disambut sorakan siswi.
Reyhan langsung duduk di samping Reyna tanpa ragu. Dimas dan Brian mengikutinya, meski Dimas masih sedikit was-was mengingat reputasi Reyna yang keras.
Saat Citra kembali membawa pesanan, diikuti Dimas yang juga membawa makanan, suasana menjadi lebih santai. Namun Dimas dan Brian tak sengaja melontarkan candaan.
“Wah, nama kalian hampir sama Reyhan dan Reyna. Kalau jodoh dan menikah, pasti seru melihat anaknya nanti, apalagi kalian berdua sama-sama dingin seperti papan tripleks,” canda Brian sambil tertawa.
Reyna hanya menatap tajam, sementara Reyhan tersenyum kecil mendengar candaan itu. Hanya mereka berdua yang tahu bahwa ucapan Brian itu bukan sekadar angan-angan, melainkan kenyataan yang sedang mereka jalani.
bedahxbeda
kepalahxkepala
bedah, melongoh.,
wlpun reader tau mksudny tp kurang enk aja d bacanya.