NovelToon NovelToon
Setelah 8 Tahun ( Ditinggal Nikah)

Setelah 8 Tahun ( Ditinggal Nikah)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

Setelah 8 tahun pacaran, Nisa yang menunggu dilamar di hari anniversary, justru merima kenyataan pahit jika ia diputuskan oleh Sandi dengan alasan tak setara.

Tapi takdir seperti sedang mengajak bercanda, sebulan kemudian Sandi datang ke rumahnya untuk melamar. Namun bukan ia yang dilamar, melainkan Naina, sang adik yang lulusan S1 dan bekerja sebagai teler di salah satu bank swasta.

Disaat ia terpuruk, ada sosok yang tak sengaja hadir dalam kehidupannya. Sosok yang begitu baik dan humoris, tapi kadang menyebalkan. Dia adalah Januar, seoarang driver ojol.

"Kalau jodoh memang harus setara, kamu nikah sama aku aja, Mbak." Ajakan nikah Januar alias Ojan, hanya disenyumin saja oleh Nisa.

Tapi Ojan, pantang menyerah, ia terus mendekati Nisa, hingga akhirnya wanita itu luluh. Tapi satu kenyataan pahit, membuat Nisa kembali terpuruk. Ternyata selain seorang ojol, Ojan juga merupakan mahasiswa S2. Apakah sekali lagi, ia harus patah hati karena alasan kesetaraan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17

Nisa membuka almari koleksi tas Naina, memilih tas mana yang mau dia pinjam. Lumayan banyak tas milik Naina, ada 20 lebih totalnya, tapi yang lumayan bermerek, hanya beberapa. Naina baru kerja setahun ini, jadi mulai beli tas bermerk juga baru setahun ini.

"Mau dipakai kapan sih, Mbak?" tanya Naina yang rebahan di atas ranjang sambil main HP.

"Hari Sabtu malam."

"Oh..."

Nisa mengambil tas bahu berwana hitam yang sangat cantik. Awalnya pengen tas cream, ternyata yang hitam itu terlihat lebih cantik. Ia jarang melihat Naina memakainya, mungkin baru. Baju dan sepatunya sudah warna nude, jadi masuklah kalau pakai tas warna hitam.

"Aku pinjam yang ini ya, Nai." Menunjukkan tas pilihannya.

Naina garuk-garuk kepala, seperti keberatan.

"Kenapa?"

"Itu masih baru, Mbak, mana harganya mahal."

"Cuma pinjem bentar, gak akan Mbak rusakin. Selesai acara langsung Mbak bersihkan dan balikin kesini."

Naina tampak berat mengiyakan, namun akhirnya tetap mengangguk. "Ya udah deh, tapi jangan sampai rusak ya, Mbak."

"Iya. Ini biar disini dulu aja, nanti pas mau dipakai, baru Mbak ambil."

"Terserah deh."

Nisa meninggalkan kamar Naina setelah itu. Hari ini capek sekali, setelah kerja ngemall dengan Dinda berjam-jam, kaki rasanya pegel, pengen segera tidur.

...----------------...

[ Mbak, aku udah di depan rumah kamu ]

Ojan datang lebih awal dari jam janjian mereka.

[ Ya udah, tunggu bentar ]

Nisa buru-buru melanjutkan dandannya yang belum selesai. Untung kerjaannya tidak menuntut untuk tampil cantik full make up, jadi dia tak terlalu ribet. Setelah memakai rangkaian skincare, hanya perlu pakai skintint, bedak, lipstik, sama ngalis tipis-tipis.

"Nis, gak sarapan dulu?" tanya Bu Wiwik saat Nisa pamitan.

"Sarapan di luar, Bu."

"Mbak tunggu!" Panggil Naina yang baru keluar kamar, gadis itu terlihat sudah rapi meski masih terlalu pagi.

"Iya." Nisa yang berjalan menuju pintu utama menoleh.

"Em...Aku juga ada acara ternyata Sabtu malam. Tas nya mau aku pakai, kamu pinjem yang lainnya aja ya."

"Loh, kok gitu sih, Nai?"

"Pacarku baru WA Mbak, dia ngajak aku kondangan hari Sabtu. Kamu tahu sendirikan, ini lagi musim kondangan, hampir setiap Sabtu atau Minggu, hampir selalu ada. Kamu pilih yang lainnya saja ya."

Nisa membuang nafas kasar. "Ya udah kalau gitu." Ia tak mungkin memaksa, tahu diri. Ia melanjutkan langkah, tak mau membuat Ojan menunggu lama. Di dekat pintu gerbang, terlihat Ojan duduk santai di atas motornya, memakai jaket hijau seperti biasa.

Melihat Nisa keluar, Ojan langsung turun dari motor.

"Maaf ya nunggu lama."

"Enggak kok." Ojan mengambil helm, lalu membantu memakaikan di kepala Nisa.

Tring

Suara notif, membuat Ojan langsung mengambil ponsel di saku celana.

"Shitt!"

"Ada apa, Jan?"

"Aku lupa matiin autobid, ada pesanan masuk." Tadi pagi-pagi sebelum ke tempat Nisa, Ojan sudah ngojek. Jam 5 pagi dia sudah keluar, kejar setoran karena tiap minggu wajib setor 300 ribu, mana beberapa hari ini dia sibuk kuliah, gak pernah ngojek sama sekali.

"Terus gimana? Ya udah aku bawa motor aja deh."

"Apa aku cancel aja ya, Mbak?"

"Mas, ojol ya?" teriak Naina dari dalam. Ternyata yang memesan ojol adalah Naina, dan langsung nyangkut karena Ojan pas ada di depan rumahnya. "Cepet banget datangnya." Berjalan ke pintu pagar. Melihat Ojan malah kayak orang bingung, Naina jadi ikutan bingung. Apa jangan-jangan, Nisa juga pesen ojol?

Naina mengecek nomor plat dan foto driver di aplikasi. "Mas Abrisam kan?" Ia merasa benar, itu ojol yang dia pesan.

Ojan malah menatap Nisa.

"Ayo, Mas, aku buru-buru." Naina melihat helm sudah dipakai Nisa. "Mbak, kamu juga pesen ojol? Tapi Mas Abrisam ini pesenanku, mungkin ojol kamu belum datang."

"Maaf Mbak, orderannya saya cancel ya." Ojan membatalkan pesanan Naina. "Buruan Mbak, ayo naik." Memberi isyarat pada Nisa.

"Loh, aku yang pesen." Naina masih merasa tak terima.

"Sekali lagi maaf ya, Mbak, siapa namanya? Naina ya?" Ia sempat melihat tadi di aplikasi. "Saya kesini jemput Mbak Nisa." Melihat Nisa masih bengong, tak kunjung mengaitkan tali helm, ia langsung membantu mengaitkan, tak lupa menurunkan kaca helm juga. "Biar gak kelilipan."

Di samping mereka, Naina mengernyit. Apa driver ojol, sampai harus melakukan hal itu?

"Aku duluan ya, Nai." Nisa naik ke atas motor setelah Ojan.

"Dia kesini jemput Mbak Nisa?" gumam Naina pelan, mengulang ucapan Ojan. "Apa sekarang, Mbak Nisa pacaran sama ojol?"

Motor Ojan sudah melesat jauh di jalan raya. Rencananya, dia mau mampir ke bubur ayam langganannya. Bubur ayam gerobakan yang mangkal di tepi jalan.

"Jan, kok tadi kamu cancel sih tadi. Apa gak masalah buat performa kamu? Gimana kalau kamu kena suspend?"

"Gak papa Mbak, santai aja." Ojan melihat Nisa dari spion.

"Aku jadi gak enak, Jan. Harusnya tadi aku bawa motor aja, kamu narik."

"Udahlah Mbak, gak udah dipikirin."

Motor Ojan berhenti di samping gerobak bubur ayam. Dia memesan dua porsi bubur lalu mengajak Nisa menuju sebuah meja yang dikelilingi beberapa kursi plastik tanpa sandaran. Karena yang tersedia hanya 2 meja, mereka kongsi dengan pembeli lain.

"Hari ini aku yang bayar ya," ujar Nisa.

"Enggak, enggak, aku aja. Aku udah narik dari habis subuh, udah dapat uang banyak."

"Sombong." Nisa nyengir.

Tak perlu menunggu lama, bubur pesana Ojan datang. Bubur ayam spesial plus telur. Tampilannya begitu menggoda, rasanya juga tak kalah menggoda.

"Jadi pinjem tas kemarin?"

Nisa menggeleng lemah. "Dipakai sendiri sama orangnya. Kek nya aku pakai tas seadanya aja sih." Tersenyum, namun tak bisa menutupi gurat kesedihan di wajahnya.

Nisa bahagia saja, Ojan masih mikir, harus melakukan apa biar makin bahagia, apalagi melihat gadis itu sedih seperti ini. Ia harus melakukan sesuatu. Nisa asyik menikmati buburnya, sementara Ojan asyik menatap wajahnya sambil mikir harus melakukan apa.

Andai saja tak ingat Nisa harus segera bekerja, Ojan masih ingin berlama-lama menatap sambil mengobrol dengannya. Tapi hidup tak melulu soal cinta, ada hal lain yang musti dikerjakan, kewajiban contohnya. Setelah bubur ayam tandas, mereka lanjut menuju kantor tempat Nisa bekerja.

Jam 5 lebih sedikit, Nisa sudah keluar. Sebelum jam 5 tadi, Ojan mengirim pesan kalau sudah ada di depan.

"Nunggu lama ya?" Nisa meraih helm yang disodorkan Ojan.

"Enggak kok. Ikut aku bentar yuk, Mbak."

"Kemana?

"Ada deh."

Setelah Nisa naik, Ojan langsung tancap gas.

1
🌷Vnyjkb🌷
shaquille elang januar
shaquilla dara januar

bagus, jan, elang nya januar dan dara nya januar si ule ula, 😍
Rusty Susanti
bener tu nisa kasih tali aja biar nyambung dasar ojan ngeyel banget jadi anak
widarti 76
🤣🤣..ribut ngasih nama..ula ule jg bagus oojjaann
Rismawati Damhoeri
ya nggak apa2lah nisa semua di bayarin mertua. toh mertuamu cuma punya anak tunggal, kalau bukan buat anak cucunya, buat siapa lagi...?😄
Irianti
hahhahaha lucu dahhh
SasSya
Ule Ule Ule....
uleeee uleeee uleeee
mentang2 musim bola Za paaaakkk 🤣
ratihhh
akhirnya jadi tahu kenapa calon CEO anak orang kaya dikasih nama panggilan ojan🤣🤣
lyani
kebahagiaan selalu menyertai kamu nis....
lyani
hahhhhaaaahhhhh bener nis
lyani
ini pasti rekomendasi dari sekertaris
Aidil Kenzie Zie
ha ha aha si Ojan mah ngeyel
Eli Rahma
wajarlah kan orkay ..ojan anak satu²nya pula tapi untungnya mereka gk pelit dan perhitungan..nasib Nisa beruntung bgt jd istrinya ojan..
Esther
Mama Dewi jadi curiga sama papa gara2 Ojan🤭
Kalo namanya gak nyambung ya disambung2in aja Jan, yg penting panggilan tetap Ula dan Ule😂
Eli Rahma
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
jumirah slavina
keren lo ini Jan
jumirah slavina
Kamu gak boleh ngences liat Ule nen lo Jan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

hOjan : Aku pengennnnnnn., hhuuaaaaaaaaaaaaa

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Sastri Dalila
🤣🤣
Mahendra Sari Anwar
🤣🤣🤣🤣sabar jan..perjalan baru dimulai ini🫢🫢
juwita
emg ada sih yg ky gitu. ntah mitos ato apa di kasih nama bagus anaknya sakit "an.trs ganti nama panggilannya yg lain. eeh Alhamdulillah sehat trs itu terjadi sm keponakan aq.
yutantia 10: Iya kak, tetanggaku juga ada
total 1 replies
juwita
aq jd ikut ketawa klo dengar nama panggilan buat si kembar🤣🤣🤣.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!