NovelToon NovelToon
Perjalanan Menuju Pendekar Dewa

Perjalanan Menuju Pendekar Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:126k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seorang pria yang kembali ke masa lalunya.

Petualangannya terus dimulai. Ia kini harus menghadapi pendekar kuat yang datang dari alam lain. Seorang pendekar yang bahkan tidak ia temui di kehidupan pertamanya.

Jalan takdir telah berbeda akibat dirinya yang telah banyak membuat perubahan sejarah.

Apakah kali ini ia akan mampu bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemuda dengan Dantian yang Rusak

Ehuang Baiye baru saja kembali ke dalam rumah setelah menyelesaikan urusannya di luar. Begitu memasuki ruang tamu, ia melihat Tetua Keenam, Yi Min, masih duduk bersama seorang pemuda.

Pandangan Ehuang Baiye kemudian beralih ke meja di hadapan mereka. Dua cangkir minuman yang sebelumnya ia sajikan sudah berkurang setengah. Sepertinya kedua tamunya telah menunggu cukup lama.

Melihat kedatangannya, Yi Min dan pemuda di sampingnya segera berdiri.

"Nyonya," sapa Yi Min sambil menangkupkan kedua tangan.

Ehuang Baiye tersenyum dan mengangguk kepada mereka.

"Tetua Yi Min, apa Chang'er belum keluar dari kamarnya juga?"

Yi Min tampak sedikit tidak enak hati. Ia melirik ke arah lorong menuju kamar Boqin Changing, lalu menjawab dengan sopan.

"Tidak masalah, Nyonya. Mungkin Tetua Keempat masih kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh untuk kembali ke sekte. Kami bisa menunggu sedikit lebih lama."

Ehuang Baiye menghela napas.

"Anak itu benar-benar tidak tahu kapan harus bangun."

Setelah mengatakan itu, ia langsung berjalan menuju kamar putranya.

Yi Min dan pemuda di sampingnya saling melirik. Keduanya segera merasakan firasat buruk ketika melihat Ehuang Baiye menghampiri pintu kamar Boqin Changing tanpa ragu sedikit pun.

Tok! Tok! Tok!

"Chang'er! Sampai kapan kau mau tidur?"

Suara Ehuang Baiye terdengar cukup keras hingga mencapai ruang tamu.

Yi Min seketika menegang. Huo Jian yang berdiri di sampingnya bahkan langsung menahan napas.

Keduanya tahu betul siapa orang yang sedang tidur di balik pintu itu. Boqin Changing kini bukanlah pendekar biasa. Ia adalah salah satu Raja Dunia yang namanya mampu membuat banyak orang gentar.

Meskipun yang mengetuk pintu itu adalah ibunya sendiri, Yi Min tetap merasa sedikit khawatir.

“Semoga Tetua Keempat tidak sedang dalam suasana hati yang buruk ketika bangun nanti.”

Yi Min diam-diam melirik pemuda di sampignnya. Pemuda itu tampak lebih gugup daripadanya.

Namun, sebelum mereka sempat memikirkan hal lain, pintu kamar akhirnya terbuka. Boqin Changing muncul dengan wajah yang masih mengantuk. Rambutnya sedikit berantakan, sementara matanya hanya terbuka separuh.

"Ibu, ada apa?"

Ehuang Baiye menatap putranya dengan ekspresi tidak senang.

"Ada apa? Apa kau tidak tahu bahwa ada tamu yang sudah menunggumu sejak tadi?"

Boqin Changing menguap kecil.

"Aku tahu, tetapi..."

"Tidak ada tetapi. Cuci mukamu, rapikan pakaianmu, lalu temui mereka. Jangan membuat orang lain menunggu terlalu lama."

"Baik, baik. Aku akan segera keluar."

Boqin Changing mengangguk pasrah. Namun, sebelum menutup pintu, ia sempat melirik ke arah ruang tamu. Ketika melihat sosok Yi Min, ia langsung berseru secara refleks.

"Ah, Nenek Yi Min!"

Yi Min terdiam. Boqin Changing baru menyadari bahwa ada seorang pemuda ada di samping Yi Min. Ia segera berdeham kecil, kemudian buru-buru mengoreksi ucapannya.

"Ah, maksudku, Tetua Yi Min."

Bagaimanapun juga karena ada orang luar mereka harus menggunakan panggilan yang lebih formal. Boqin Changing mengenal Yi Min beberapa tahun yang lalu. Ia bahkan memanggil perempuan itu dari awal dengan sebutan Nenek.

Sudut bibir Yi Min bergerak sedikit. Ia tidak tahu apakah harus tertawa atau berpura-pura tidak mendengar panggilan tadi dalam situasi seperti ini.

Boqin Changing pun menggaruk kepalanya.

"Tunggu sebentar. Aku akan segera keluar."

Setelah mengatakan itu, ia menutup pintu kamarnya kembali.

Yi Min mengembuskan napas pelan. Sementara itu, pemuda di sampingnya berdiri kaku di tempatnya. Ia bahkan tidak berani mengangkat wajah untuk melihat reaksi Tetua Keenam.

“Apakah aku benar-benar sedang berada di kediaman salah satu Raja Dunia?”

Ia sudah membayangkan berbagai kemungkinan sebelum datang ke sini. Ia mengira akan bertemu dengan seorang pendekar berwajah dingin, bersikap tegas, dan sulit didekati. Namun, ia sama sekali tidak menyangka bahwa orang tersebut ternyata masih bisa dimarahi ibunya sendiri karena bangun kesiangan.

Meski begitu, Huo Jian tidak berani tertawa. Ia hanya bisa menunggu dengan gugup.

Tidak lama kemudian, pintu kamar kembali terbuka. Kali ini, Boqin Changing keluar dengan penampilan yang jauh lebih rapi. Rambutnya telah tertata, wajahnya juga terlihat segar setelah mencuci muka. Rasa kantuk yang sebelumnya memenuhi matanya telah menghilang.

Bersamaan dengan itu, aura luar biasa yang melekat pada dirinya kembali terpancar. Huo Jian merasakan dadanya seolah ditekan sesuatu. Ia tanpa sadar menegakkan tubuh, sementara telapak tangannya mulai berkeringat.

Boqin Changing tidak sengaja menekan pemuda itu dengan auranya. Namun, perbedaan kekuatan mereka begitu besar sehingga Huo Jian tetap merasakan tekanan yang sulit dijelaskan.

Boqin Changing berjalan menuju meja, lalu duduk di hadapan Yi Min dan pemuda tersebut.

"Ibu, aku akan berbicara dengan Tetua Yi Min terlebih dahulu."

Ehuang Baiye mengangguk.

"Baik. Jangan lupa sarapan setelah selesai."

"Baik, Ibu."

Setelah memastikan putranya sudah bangun sepenuhnya, Ehuang Baiye meninggalkan ruang tamu untuk melanjutkan pekerjaannya.

Boqin Changing kemudian mengalihkan pandangan kepada Yi Min. Senyum santai muncul di wajahnya.

"Tetua Yi Min, ada keperluan apa sampai kau datang menemuiku pagi-pagi begini?"

Yi Min segera menangkupkan kedua tangannya.

"Tetua Keempat, pertama-tama, aku ingin meminta maaf karena mengganggu waktu istirahatmu."

Boqin Changing langsung tertawa.

"Hahaha! Tidak masalah. Aku memang terlalu lama tidur. Kau tidak perlu meminta maaf untuk hal seperti ini."

Yi Min tersenyum lega.

"Kalau begitu, aku akan langsung menyampaikan tujuan kedatanganku."

Ia menoleh kepada pemuda yang duduk di sampingnya.

"Huo Jian, perkenalkan dirimu kepada Tetua Keempat."

Pemuda itu segera berdiri. Ia menangkupkan kedua tangan dengan hormat, lalu membungkuk.

"Salam kepada Tetua Keempat. Namaku Huo Jian."

Boqin Changing mengangguk sambil memperhatikan pemuda itu. Wajah Huo Jian terlihat pucat. Bahkan, tubuhnya memancarkan kesan lemah yang cukup jelas. Jika bukan karena pakaian pendekar yang dikenakannya, orang mungkin akan mengira pemuda itu sedang menderita penyakit berat.

Yi Min kemudian mulai menjelaskan.

"Tetua Keempat, pemuda ini adalah teman Gao Rui, muridmu yang berasal dari Kekaisaran Zhou."

Mendengar nama Gao Rui, Boqin Changing sedikit mengangkat alis.

"Rui'er?"

"Benar." Yi Min mengangguk. "Huo Jian datang ke Kekaisaran Zhou dengan harapan bisa mendapatkan bantuanmu."

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan dengan nada lebih serius.

"Dantiannya telah dirusak. Ia sudah berusaha mencari pertolongan di berbagai tempat, tetapi tidak menemukan seorang pun yang mampu memulihkannya. Setelah mengetahui bahwa kau mungkin bisa membantunya, ia memutuskan datang kemari."

Yi Min melirik Huo Jian sebelum kembali menatap Boqin Changing.

"Karena itu, aku membawanya langsung untuk menemuimu. Aku berharap kau bersedia memeriksanya."

Boqin Changing tidak segera menjawab. Ia mengalihkan pandangan kepada Huo Jian, memperhatikan wajah pucat pemuda itu selama beberapa saat.

"Jadi, kau teman dari Rui'er?"

Huo Jian segera mengangguk.

"I-iya, Tetua Keempat."

Boqin Changing menyipitkan mata sedikit.

"Apa kau benar-benar temannya?"

Huo Jian tertegun. Ia tidak menyangka akan mendapatkan pertanyaan seperti itu.

"Iya. Aku benar-benar temannya."

Boqin Changing bertanya kembali.

"Kalau begitu, apa kau punya bukti?"

Huo Jian langsung kehilangan kata-kata.

Boqin Changing menyandarkan punggungnya pada kursi, lalu melanjutkan dengan nada tenang.

"Lagipula, sekalipun kau benar-benar teman Rui'er, itu tidak cukup untuk membuatku turun tangan membantu setiap orang yang datang kepadaku."

Jantung Huo Jian berdetak semakin cepat. Ia telah menempuh perjalanan jauh dengan membawa harapan terakhirnya. Namun, setelah benar-benar berhadapan dengan guru Gao Rui, ia baru menyadari betapa sulitnya meminta bantuan kepada sosok seperti ini. Guru Gao Rui memang memiliki tekanan yang luar biasa!

Huo Jian berusaha menenangkan dirinya. Akan tetapi, ia tidak tahu bagaimana membuktikan perkataannya.

Melihat pemuda itu semakin gugup, Yi Min akhirnya bergerak. Ia merogoh saku bajunya, mengeluarkan selembar kertas yang telah dilipat, kemudian menyerahkannya kepada Boqin Changing.

"Tetua Keempat, sebelum datang kemari, Huo Jian membawa surat ini. Aku pikir sebaiknya kau membacanya terlebih dahulu."

Boqin Changing menerima kertas tersebut. Ia membuka lipatannya dan membaca tulisan yang tertera di dalamnya.

“Tuan Muda, tolong bantu dantian dua bocah ini yang rusak. Sha Nuo.”

Begitu membaca nama yang tertera di bagian bawah, Boqin Changing langsung mengerutkan kening. Ia mengenali tulisan tangan itu. Tulisan tersebut memang milik Sha Nuo.

Boqin Changing menatap kertas itu beberapa saat. Ekspresinya tetap tenang, tetapi ia diam-diam mengumpat dalam hati.

“Dasar bodoh! Kalau ingin meminta bantuanku, kenapa tidak menjelaskan semuanya dengan lebih lengkap? Bahkan, kau hanya menuliskan beberapa patah kata seolah-olah aku pasti memahami maksudmu..”

Ia membaca surat itu sekali lagi, terutama bagian yang menyebutkan dua bocah. Jadi, selain Huo Jian, masih ada satu orang lain yang dantiannya mengalami kerusakan.

Boqin Changing melipat kembali kertas tersebut, lalu menyimpannya di atas meja. Setelah itu, ia mengangkat pandangan dan menatap Huo Jian.

"Di dalam surat ini, Sha Nuo menyebutkan ada dua orang yang dantiannya rusak."

Huo Jian segera mengangguk.

"Benar, Senior."

Boqin Changing mengetukkan jarinya pelan pada meja.

"Lalu, di mana satu orang lainnya?"

1
Ipung Umam
lanjutkan
rangga f4f4n4nd4
mulai lagi bertemu pertarungan.... gassss
Akhmad Baihaki
💪💪💪💪💪💪😀
mbono keling
👍💪👍💪👍💪👍💪💪💪👍💪💪💪💪💪👍💪
Eko🍤
hahahaha..dia belum tau anak muda yang duduk bersama adalah raja dunia🤣🤣👍👍
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Perlu bantuan segera🔥🌽
Sarip Hidayat
waah jadi ingat kembali😍
will
mungkin dianya msh lapar mo pesenn lg tp malu....🤭
Jeffie Firmansyah
ada apa gerangan yang telah menimpa Luan Feng....? ceritalah pendekar dunia dihadapan Mu pasti membantu nya tuk membalas dendam Luan Feng 🤣🤣🤣💪💪💪💪👍👍👍👍
Jeffie Firmansyah: tunggu lanjutannya dengan sabar ya 😅😍🤭
total 1 replies
meiii
sama guru Tian udah begitu hormat, apa lagi nanti tau kalau di sebelahnya ada Raja Dunia... wkwkwwk😄😄😄❤️❤️❤️❤️
y@y@
⭐👍🏾👍🏿👍🏾⭐
ibarumbung
💛💛💛💛💛
Mahayabank: lanjuuut keenn
total 1 replies
Mahayabank
Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍💪💪
Mahayabank
Yaudah lanjuuuut lagi 🔁🔁👀👀
Akhmad Baihaki
👍👍👍👍👍
Ipung Umam
lanjutkan
Sarip Hidayat
waaah knapa ini
mbono keling
💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪💪💪💪👍💪
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!