NovelToon NovelToon
Menikahi Pewaris Gila (Spin Off MBPB)

Menikahi Pewaris Gila (Spin Off MBPB)

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:470
Nilai: 5
Nama Author: Jeju Oranye

Menikahi pewaris gila (spin off MBPB) Ini adalah spin off dari novel sebelumnya (Mengandung benih pria beristri) silakan baca novel itu dulu untuk mengerti alurnya. Menceritakan kisah Sagara davitra Fernandez, buah hati dari Citra dan David dan seorang gadis bernama Azalea kirana, disini akan banyak diceritakan bagaimana cerita setelah ending pernikahan David dan citra di novel sebelumnya, Sagara yang di cap sebagai “pewaris gila” harus di hadapkan dengan intrik dan konspirasi yang kejam demi kekuasaan di dalam keluarganya sendiri setelah ayahnya meninggal dunia dan ibunya yang ia anggap pengkhianat dan meninggalkan nya sendirian saat kecil

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeju Oranye, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Darto masih berdiri di hadapan Aleah, senyum licik menghiasi wajahnya ketika melihat putrinya terdiam dengan wajah pucat. Sementara layar ponselnya masih menyala, memperlihatkan Aminah dan Rania yang disekap dengan wajah ketakutan luar biasa.

Sebenarnya niat awal Darto melakukan itu untuk mengancam Aleah setelah menemukan nya agar mau pulang ke rumah dan menikah dengan juragan Barnas. Namun tentu saja niat itu berubah ketika ia tahu putrinya itu justru menikah dengan kalangan atas yang tentu saja jauh di atas Barnas. Sekarang video penyekapan itu ia jadikan senjata untuk mengancam Aleah agar tetap bertahan di pernikahan ini.

Darto kemudian mendengus. “Awas saja kau kalau berusaha untuk kabur, ibu dan adikmu tidak akan selamat!”

Aleah menatap pria yang tak pantas disebut ayahnya tersebut dengan mata nyalang namun kaca- kaca disana tak kuasa ia sembunyikan. “Kenapa kamu melakukan ini?”

Darto justru tertawa pendek. “Karena ayah tahu satu-satunya cara membuat mu patuh adalah dengan mereka,” ucapnya lalu tangannya menunjuk ke layar ponsel.

“Jadi jangan coba macam-macam, ingat kau!”

Aleah mengepalkan tangan. “Kalau aku tak mengikuti perkataan mu?—“

“Kalau?” Wajah Darto berubah datar, dia kemudian mendekat.

“Kau yang akan membuat mereka celaka kalau berani macam-macam.” Tekan nya.

Aleah menggigit bibir, tatapannya masih tajam tertuju pada sang ayah.

Darto kemudian menatap gaun pengantin yang dikenakan Aleah lalu tersenyum puas. “Mulai sekarang kau sudah menjadi menantu keluarga Fernandez.”

Dia menepuk bahu Aleah. “Jalani pernikahanmu baik-baik.”

Hening. Lalu Aleah menepis tangannya, kini sorotnya benar-benar menghunus ke dalam pria gempal itu.

“Aku tidak takut ada ayah!” desis Aleah, keberanian itu kembali muncul.

Darto tertawa.”tidak?” nadanya terdengar meremehkan, lalu dia mengangkat ponselnya. “Hanya satu telepon dari ku dan kau benar-benar bisa melihat ibumu tidak bernapas lagi.”

Kali ini Aleah membeku yang membuat Darto kembali menyeruakan tawa kemenangan nya. “Jadi jangan sok pemberani ataupun sok pintar.”

Darto lalu berjalan menuju pintu, kembali ke tempat aula dimana pesta kecil setelah akad masih dirayakan, namun sebelum itu langkahnya terhenti lagi dan membuka mulutnya kembali.

“Jangan mencoba untuk membatalkan pernikahan.”

Darto kemudian menoleh. “Dan jangan pernah berpikir untuk mencari ibu dan adik mu sendiri.”

Setelah mengatakan itu, Darto benar-benar pergi dan pintu kemudian tertutup menyisakan Aleah yang kini berdiri seorang diri dengan tangannya yang mengepal begitu kuat, sampai- sampai kukunya menekan telapak tangan.

Nampak air matanya menggenang di pelupuk, namun dia tidak membiarkannya jatuh.Dia lantas menatap pintu yang baru saja di lewati Darto, lalu menggumam.

“Suatu hari nanti.” Bisiknya

“Semua perbuatan mu akan terbalaskan, kau tunggu saja ayah.”

----------------

Matahari hampir benar-benar tenggelam setelah acara akad selesai, namun para tamu masih memenuhi aula utama, dan suara ucapan selamat masih terdengar dari berbagai penjuru.

Namun Aleah hanya ingin pergi dari sana. Ia menunduk ketika seorang anak kecil dengan langkah tertatih menghampiri nya, Aleah bisa melihat kakinya yang bulat dengan sepatu plus kaos kakinya.

Ketika ia mendongak, ia bisa melihat jelas bocah laki-laki dengan baju kodok dan jam tangan yang menghiasi pergelangan kecilnya membuatnya terlihat sungguh menggemaskan.

Bocah itu tampak tampan dan memiliki senyum yang ceria.

“Ate cantik, ate cantik.” Panggil bocah itu.

Aleah mengulas senyum tipis, lalu mengusap pipi gembil bocah itu, singkat.” Kamu siapa dik? dimana orang tua mu?”

“Aku Gino, ate cantik. Abang Cagala kan sudah menikah dengan ate cantik, jadi cekalang ate cantik jadi kakak nya Gino juga.”

Ah, rupanya dia kerabat Sagara, Aleah kemudian mengangguk paham.

“Kenapa kamu disini? Apa kamu tersesat?”

Bocah itu menggeleng, terlihat sangat murni dan polos. “enda, ini Gino mau kacih ate cantik bunga.” Gino menunjukkan bunga mawar yang di petiknya sembarangan dari riasan panggung.

Aleah lantas tersenyum lebar, tampak terhibur. “Terimakasih ya sayang, aku terima bunganya.” Ia kemudian mengambil bunga itu dan menjawil singkat pipi bakpau si bocah.

Tiba-tiba dari arah depan, sosok wanita cantik nan anggun menghampiri mereka dengan wajahnya yang tampak jelas khawatir. Dia memanggil nama bocah itu dengan nada yang tak kalah khawatir nya dan langsung saja menarik bocah di depan Aleah dan menggendong nya.

“Astaga, mommy cari kemana- mana ternyata di sini.” Pekik wanita itu segera membekap putranya dengan protektif.

Lalu dia menatap Aleah dengan ekspresi yang tak enak lalu menggerakkan kepalanya pelan. “Maafkan jika putraku tidak bersikap sopan padamu, sekali aku sebagai orang tuanya meminta maaf.”

Aleah buru-buru menggeleng. “Tidak kok. Putra anda sangat lucu nyonya, dia memberikan saya bunga ini, dia sangat sopan dan menggemaskan,” jelas Aleah seraya menunjukkan bunga yang diberikan Gino padanya.

“Benal itu mommy, Gino nda macam-macam kok.” Sambung bocah itu membela diri, dengan celoteh nya yang lucu membuat Aleah ikut tertawa.

Ketika kedua orang itu masih sibuk dengan reaksi masing-masing, berbeda dengan Flora yang justru merasa terpana saat melihat Aleah. Dari bahasa tubuh dan gerak- geriknya, ia seperti bisa melihat Citra di dalam diri Aleah. Sama persis, ketika berbicara, tertawa dan senyum polosnya serta tatapannya yang begitu teduh.

Mendadak Flora jadi merindukan Citra. Teringat kenangan nya bersama Citra, membuat ia merasa nostalgia. Andai waktu bisa di ulang saat kejadian itu dan ia ada disana, Flora pasti akan membela Citra dan tak membiarkannya dihakimi seorang diri.

Flora tersenyum, senyum yang begitu tulus dari dalam hatinya dan Aleah melihat hal itu, ia seketika merasa sungkan dan langsung berhenti tertawa, karena merasa flora terganggu dengan hal itu.

“Maaf nyonya, saya jadi—“

Perkataan Aleah terpotong ketika Flora menggeleng cepat, lalu tangannya terulur untuk mengelus pipi Aleah pelan.

Gerakan yang mendadak itu membuat Aleah tersentak singkat, lalu menarik bibirnya, simpul. “Nyonya?”

Flora menggeleng kepalanya lagi. “Jangan panggil aku nyonya, sekarang kamu adalah menantu keluarga Fernandez. Suamimu adalah keponakan ku, jadi kamu panggil lah aku bibi juga.”

Aleah merasakan darahnya berdesir, ternyata tak hanya cantik dan begity anggun, wanita di depannya ini juga sangat baik dan tak seperti orang kaya kebanyakan, dia begitu humble dan mau bergaul dengan orang seperti nya.

“Baik… bibi.” kata Aleah pelan, kali ini senyum nya tulus, seperti yang di lakukan Flora,

Entah mengapa Flora merasa begitu sentimental karena mengingat Citra dan melihat Aleah seperti Citra, ia jadi merindukan nya.

Flora mengusap matanya yang mendadak basah lalu berkata lagi. “Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, huru- hara ini dan pengakuan Sagara yang mendadak itu, belum ada penjelasan pastinya, namun satu hal yang pasti sekarang kamu adalah pasangan Sagara dan bibi doakan pernikahan kalian selalu di berkahi.”

Hening sejenak, Flora melanjutkan lagi dengan nada yang lebih dalam.

“Agaknya setelah ini kehidupan Sagara akan lebih berwarna setelah kehadiran mu. Dia sudah menanggung banyak kepahitan dalam hidup mu. Kamu adalah cahaya yang dikirim Tuhan untuk nya.”

Mendengar itu,Aleah justru tersenyum getir. Pernikahan ini tidak lah seperti yang Flora bayangkan.

Apalagi ia dan Sagara adalah orang asing dan kesan pertama mereka saj sudah begitu buruk.

Siapa yang akan menjamin setelah ini hubungan mereka akan berjalan lancar?

Mungkin saja ia akan langsung di ceraikan. Oh ya, Aleah jadi lupa tujuan utamanya datang ke kediaman ini.

Mencari nyonya Citra!

Kebetulan sekali wanita di hadapannya ini mengaku sebagai bibi Sagara, pasti dia tahu keberadaan nyonya Citra.”

“Oh ya, nyonya— eh, maksudku bibi. Boleh kah aku bertanya sesuatu padamu?”

Flora mengangguk dan tersenyum. “Tentu.”

“Apakah bibi tahu kemana nyonya Citra berada?”

Deg!

Mendengar pertanyaan itu, Flora mrmbeku seketika, lidahnya mendadak kelu.

“K- kau? tahu dia?”

……

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!