NovelToon NovelToon
My Idol Is My Desktop Shortcut

My Idol Is My Desktop Shortcut

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Idola sekolah / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:347
Nilai: 5
Nama Author: TCN_Luna

Di sekolah, Rendra Adijaya adalah pangeran sempurna yang dingin dan tak tersentuh. Namun di balik pintu kamar, dia hanyalah cowok anxious kronis yang menyembah seorang admin Discord anonim sebagai "pawang mental"-nya. Siapa sangka, admin gaming tempatnya mengemis semangat setiap malam itu ternyata Naya, cewek cuek bermulut tajam yang duduk di pojok kelasnya dan paling anti dengan cowok nyata.

Begitu rahasia terbongkar, saklar obsesi Rendra langsung menyala. Topeng pangeran dinginnya pecah total saat dia nekat menyudutkan Naya di kelas kosong sambil memelas gila, "Tolong jangan block gue... gue rela beliin angkot jalur sekolah ini asal lu tetep mau jadi pawang gue!" Mampukah Naya bertahan menghadapi tingkah bucin akut sang idola sekolah yang aslinya serapuh kerupuk kesiram kuah soto?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TCN_Luna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: Jebakan Maut

Malam itu, atmosfer di dalam kamar mewah Rendra terasa jauh lebih mencekam daripada ruang tunggu operasi rumah sakit jantung. Rendra duduk di depan PC gaming berspesifikasi dewa miliknya dengan posisi tubuh tegak kaku. Kedua telapak tangannya diletakkan di atas paha dengan posisi formal, dan matanya menatap layar monitor berukuran tiga puluh dua inci itu tanpa berkedip sedikit pun. Dia bahkan tidak berani menyentuh mouse nirkabelnya, seolah benda plastik itu mengandung aliran listrik tegangan tinggi yang siap menyengat jiwanya hingga hangus.

Di layar monitor, aplikasi Discord bernuansa gelap sudah terbuka lebar. Dan di sana, sebuah pesan privat dari akun berlencana khusus dengan nama NIGHTMARE baru saja masuk dengan bunyi dentingan khas yang sangat nyaring.

Ting!

Suara notifikasi itu sukses membuat Rendra melonjak kaget dari kursi gaming-nya sampai kepalanya hampir membentur lampu hias gantung di atasnya.

NIGHTMARE: P. Oi, King_Ren.

NIGHTMARE: Lu belum tidur kan jam segini? Buruan bales chat gue sekarang sebelum akun pro-player anonim lu gue ban permanen dari server utama tanpa pesangon.

Rendra menelan ludah dengan susah payah, membuat jakunnya naik turun dengan ritme cepat. Tenggorokannya mendadak terasa sekering kerupuk kampung yang dijemur tiga hari tiga malam di bawah terik matahari musim kemarau. Dengan jari-jari yang gemetaran parah mirip orang yang baru saja tersengat segerombolan tawon hutan, Rendra mulai mengetik balasan dengan mode cemas tingkat dewa.

King_Ren: I-iya, Nay. Belum tidur kok, ini baru selesai beresin sisa match tadi. Ada apa ya malam-malam gini tumben banget nge-DM privat? Ada masalah sama bot server ya?

NIGHTMARE: Gak usah pake emot melas menjijikkan gitu deh, geli gue bacanya. Gue mau nanya sesuatu yang sangat krusial malam ini. Dan lu wajib jawab dengan sejujur-jujurnya. Inget ya, insting admin gue bisa mendeteksi kebohongan cuma lewat pola ketikan dan delay lu membalas chat gue.

King_Ren: Nanya apaan sih, Nay? Kok formal bener kayak mau sidang skripsi aja hehe. Soal taktik macro game yang kemarin ya? Gue siap bantu kok! (Padahal dalam hati udah mau pingsan nyari tabung oksigen)

Di seberang sana, di dalam kamar kosnya yang remang-remang karena hanya diterangi lampu belajar, Naya sedang duduk bersila di atas kasur tipisnya. Sebuah laptop diletakkan dengan santai di atas pangkuannya, lengkap dengan sebungkus keripik pedas di sebelah tangan kirinya. Seulas senyum licik khas seorang detektif yang berhasil menyudutkan penjahat kelas kakap terukir jelas di wajah cueknya. Jari-jemarinya bergerak dengan kecepatan kilat di atas keyboard mekanik bertipe blue switch.

NIGHTMARE: Lu anak sekolah Internasional Garudatama kelas XI-A, kan?

BLARRR!!!

Rendra merasa seperti ada bom hidrogen raksasa yang mendadak meledak tepat di dalam kamar tidurnya yang kedap suara. Pertahanan mental pangeran sekolahnya langsung runtuh total menjadi puing-puing tak berharga. Dia langsung melompat dari kursi kerjanya, menjatuhkan tubuh tingginya ke atas karpet bulu yang mahal, lalu guling-guling histeris ke kanan dan ke kiri dalam mode panik brutal yang sangat memalukan.

"Mampus! Mampus gue! Dia nanya langsung! Gak pake kode-kodean atau sindiran lagi kayak tadi siang!" rengek Rendra dengan suara cempreng aslinya yang manja, kakinya menendang-nendang udara saking frustrasinya.

Wajah blasteran Indo-Jermannya yang biasanya dipuja-puja satu angkatan karena mirip model papan atas, kini kusut masai, memerah padam, dan penuh dengan air mata dramatis yang dibuat-buat. Sisi wibu anxious-nya benar-benar menjerit ketakutan setengah mati, sementara saklar obsesinya di sudut otak yang lain malah membisikkan hal gila yang berlawanan: “Ayo ngaku aja, Rendra! Dengan begitu lo bisa jadi shortcut desktop-nya secara legal di dunia nyata!”

"Gak, gak boleh! Gengsi dan reputasi cowok cool gue di sekolah taruhannya!" Rendra buru-buru bangkit, merangkak kembali ke meja komputernya dengan gerakan dramatis mirip hantu film horor. Karena otaknya sudah terlalu buntu untuk berpikir jernih, Rendra mendadak mengambil keputusan bodoh. Dia menyambar ponselnya, menelepon nomor Aldi, lalu menutupi speaker ponselnya menggunakan kain sapu tangan tebal agar suaranya tersamarkan.

Begitu panggilan diangkat oleh Aldi yang terdengar masih sibuk main game, Rendra langsung berbicara dengan suara yang dibuat-buat besar dan serak. "Halo... Aldi... Apakah di kelasmu ada aplikasi bernama Discord?"

"Hah?! Siapa nih? Suara lo kayak bapak-bapak penagih utang kemasukan jin khodam! Malem-malem nelpon nanya Discord!" semprot Aldi dari seberang telepon sebelum langsung memutuskan panggilan secara sepihak.

Rendra melempar ponselnya ke kasur dengan pasrah. Eksperimen alibi bodohnya gagal total dalam waktu lima detik. Dia kembali menatap layar monitor Discord dengan tangan yang super tremor, lalu mulai mengetik balasan pamungkas yang sangat konyol.

King_Ren: H-ha? Garudatama? Kelas XI-A? Sekolah apaan tuh, Nay? Wah, lo salah orang kali! Jauh bener! Gue kan sekolah di Bandung, Nay! Iya, gue anak Bandung asli dari lahir! Punten kang! Kumaha damang!

Naya yang membaca balasan super bodoh dan tidak masuk akal dari Rendra langsung terbahak-bahak keras sampai tersedak keripik pedasnya sendiri di dalam kamar kos.

"Punten kang? Gila, ini bocah kalau panik saking begonya malah bawa-bawa bahasa Sunda pasar baru. Secekat apa sih lo sekarang, Rendra?" gumam Naya sambil geleng-geleng kepala heran sekaligus geli. Jebakan mautnya baru saja dilempar, dan target kakunya sudah langsung masuk perangkap tanpa perlawanan berarti.

NIGHTMARE: Oh, anak Bandung asli ya? Berarti lu ga tahu dong ya kalau hari ini di SMA Garudatama kelas XI-A, ada cowok kaku mirip manekin pajangan toko baju yang bolak-balik kayak setrikaan berkarat di depan meja gue cuma dengan alasan bodoh mau minjem rautan pensil kayu?

King_Ren: ...

NIGHTMARE: Terus, lu juga pasti ga tahu dong kalau cowok kaku blasteran itu telinganya mendadak merah padam kayak kepiting rebus pas gue sebut kata Discord di samping mejanya siang tadi?

King_Ren: M-mungkin cowok kaku yang lo maksud itu lagi sakit telinga, Nay... Atau kulitnya sensitif digigit nyamuk... Iya, nyamuk di daerah Garudatama emang terkenal ganas-ganas dan hobi gigit telinga orang ganteng katanya...

Rendra membenturkan jidatnya ke atas permukaan meja PC berkali-kali setelah menekan tombol kirim. “Bego! Bego! Kenapa mulut gue malah ngebela diri pake alasan nyamuk ganas?! Alasan macam apa itu, Rendra bodoh?! Mana ada nyamuk pilih-pilih korban cuma mau gigit orang ganteng!” jerit Rendra frustrasi dalam hati, meratapi fungsi otaknya yang mendadak mogok kerja total karena tekanan mental dari sang admin.

NIGHTMARE: Nyamuk ganas kepala lu peyang. Lu ga usah ngelak pake bahasa Sunda atau alasan nyamuk lagi deh, Rendra Adijaya. Pangeran sekolah yang diagung-agungkan satu angkatan, tapi pas di balik layar PC aslinya cuma wibu cengeng serapuh kerupuk soto lepek kesiram kuah panas.

DEG.

Detik itu juga, dunia Rendra serasa kiamat total. Layar monitornya mendadak terlihat buram dan berputar. Nama aslinya... nama lengkapnya yang dia sembunyikan setengah mati... sudah tertulis dengan sangat jelas di ruang obrolan Discord oleh sang pawang mental di dunia nyata. Rahasianya hancur lebur, rata dengan tanah dalam hitungan detik akibat jebakan maut Naya yang teramat rapi.

NIGHTMARE: Besok jam istirahat pertama, pas kelas sepi karena anak-anak pada ke kantin, lu jangan berani-berani kabur ke luar kelas. Tetep diem di kursi lo. Gue mau sidang lu secara langsung di dunia nyata dari hati ke hati. Kalau lu nekat kabur, bolos sekolah, atau pura-pura pingsan di UKS, gue mastiin akun Discord lu gue ban permanen dari seluruh server asosiasi gaming Indonesia seumur hidup tanpa ada opsi banding. Paham, King_Ren?

Rendra menatap pesan terakhir dari Naya dengan tubuh yang lemas tak bertulang, persis seperti jeli yang meleleh di bawah terik matahari. Dia merosot dari kursi kerjanya, berlutut pasrah di bawah kolong meja PC-nya sambil memegangi kepalanya dengan frustrasi yang membubung tinggi.

"Tamat... tamat sudah riwayat kegantengan pangeran sekolah gue besok," rengek Rendra pelan dengan suara aslinya, meratapi nasibnya yang akan segera disidang oleh sang admin galak di kelas kosong esok hari. Komedi tragis kehidupan sang pangeran sekolah resmi memasuki babak paling menegangkan sekaligus memalukan dalam sejarah hidupnya. Saklar obsesinya kini telah membawanya masuk lurus ke dalam kandang macan tanpa rem.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!