Erik, Sorang pemuda dari keluarga miskin sering di hina dan bully. dia tidak taku kalo dirinya adalah orang kaya.
hingga suatu hari ayah angkatnya sakit dan memberitahu Erik kalo dirinya bukanlah anaknya dan kedua orang tuanya memberitahukan dirinya salah orang berada.
sejak saat itu kehidupan Erik berubah, diapun membalas. semua orang yang sudah menghina dan membully nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon taofik irawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 18
Keesokan harinya, Mira yang sedang bersiap kerja tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
Tok-tok "iya.."sahut Mira beranjak membawa tas. Telihat senyum bagus "ayo pergi,"ucapnya namun Mira meras tidak enak karena teringat dengan Erik.
"Ehh kak, duluan saja gimana."ucap Mira Karena cewek lain menatapnya.
"Gak apa ayo pergi."sedikit memaksa.
Akhirnya Mira pun ikut pergi dengan nya, duduk di belakang motornya.
Hari begitu cerah pagi itu, saat Mira berangkat ia melihat Erik sedang berjalan ke kosannya.
"Kak, aku ada yang ketinggalan bisa tunggu sebentar gak."pintaku, tapi bagus terus menjalankan motornya.
"Ada apa mir, kita sudah telat nanti saja pulang kerja." Ucapnya.
Sampai di pabrik, Mira terus memikirkan Erik. Dia apa ada ke kosan?
"Ayo ikut Kaka,"sambil berjalan di belakangnya, orang-orang menatapnya. "Bagus, sini sebentar"panggil seseorang. "Tunggu di sini ya"ucapnya.
Terlihat pekerja yang sudah lama terus menatap Mira, mereka seperti membicarakan Mira.
Mira meras tidak nyaman, mereka melihat Mira sambil berbisik-bisik pada temannya.
"Maaf nunggu, ayo."ucap Bagus. Mira terus diam karena dia tahu sedang di omongin.
Sampailah di ruangan Bagas, "Rika, panggil pak Bambang ya ."perintah Bagus pada seorang cewek. "iya pak."sahutnya.
Bagus terus menatap Mira, "kak, sebaiknya saya kerja di bagian yang kemarin saja."ucap Mira karena merasa ada yang aneh dengan tatapan Bagus.
"Jangan! Kakak gak mau lihat kamu di bentak-bentak. " Sahut Bagus.
Terlihat seorang pria datang, "iya pak, ada apa?" tanya nya, "ini pak, saudara saya tolong dong tempatkan di bagian yang gak terlalu capek." ujar Bagus.
"ayo ikuti dia ,Mira "Bagus menyuruh Mira mengikuti nya.
"Mira pun masuk ruangan yang ber-AC , begitu sejuk. Di banding di bagian produksi. "nah, ini bagain mu di sini"ucapnya.
Karyawan lama menatap Mira, "Tari, ajak dia kerja ya,"ucap pak Bambang Mira pun bekerja di bagian sample.
"Mbak pasti lewat orang dalam ya,"celetuk salah seorang cewek.
Sementara Erik, saat mengunjungi kosan Mira sudah Tidak ada.
Dia hari ini sengaja libur untuk mencari kerjaan di PT , karena sudah muak bekerja di toko yang gajinya Hanya sedikit.
Cuaca panas tidak menghalangi langkahnya.
Terlihat sebuah PT iapun beranjak menghampiri. " Pak maaf, masih da lowongan gak?"tanya Erik, "maaf belum ada." Jawab satpam.
Erik pun Kembali melanjutkan perjalananya, dia terus bertanya pada setiap PT namun hasilnya 0 tidak dapat satupun.
Duduk di bawah pohon, sambil membawa berkas lamaran yang sudah terlihat. Erik, dia bingung hampir semua PT tidak ada lowongan.
Tiba-tiba seorang cowok menghampirinya, "bro nyari kerja" ucapnya, duduk di samping Erik dia memakai seragam seperti karyawan.
"Iya..tapi belum dapat juga." Jawab Erik .
Diapun tertawa membuat Erik heran, "kenapa kak?,"tanya Erik sambil mengernyitkan dahinya. "Gak bakalan dapat, Lo tahu disini yang kerja rata-rata harus ada orang dalam. Kalo gak harus ada duit."ucapnya.
Erik makin bingung, kenapa kerja saja harus pake uang? Dan yang lebih aneh kenapa harus ada orang dalam?
"Sudah gue mau masuk lagi, iya kalo Lo mau kerja gue bisa masukin. lni nomor gue "Erik mencatatnya.
Sambil melihat cowok yang barusan kenal pergi, Erik diapun Kembali beranjak pulang.
Tidak ada yang dia punya, hanya sebotol air yang dia bawa dari toko. Dengan hasil 0 Erik kembali pulang ke toko.