Bercerita tentang seorang wanita bernama Citra Natalina, gadis super modern. Di Usia ke 25 tahun, dia masih belum menikah. Alasannya karena dia tripikal wanita yang pemilih dalam mencari pasangan. Dan tak di sangka ibunya menjodohkannya dengan putra dari sahabat masa kecilnya yang bernama Rizki Putra Pratama. Karena menurut ibunya anak dari temannya itu termasuk kriteria citra, pria mapan, kaya, dan tampan.
Mendengar hal itu Citra langsung setuju untuk menikah dengan pria pilihan ibunya itu, sampai di hari pernikahan Citra di kagetkan dengan kenyataan tentang suaminya.
Akankah Citra Natalia dan Rizki Putra Pratama menjalankan pernikahan layaknya suami istri atau malah sebaliknya. Dan akankah tumbuh perasaan Cinta antara keduannya atau malah sebaliknya.
☆Langsung di baca aja...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18
Kini hubungan antara Rizki dan juga Citra sudah mulai membaik, dan nampak mereka jadi lebih akrab dari sebelumnya.
Kini Citra tengah berada di kantornya dan dia hendak bersiap-siap untuk segera pulang tapi Rizki sudah menghubungi nya dan dia tak bisa menjemput Citra.
Setelah mendapat kabar dari rizki, Citra langsung mencari taksi tapi terlihat sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti di depan nya.
"Nona Citra?" Tanya orang yang ada di dhalam mobil.
Dan nampak Citra keheranan saat pria itu mengetahui namanya.
"Anda siapa?" Tanya Citra. Lalu pria itu turun dari dalam mobil dan langsung membukakan pintu penumpang untuk Citra.
"Silahkan masuk nona." Ucap pria itu.
Nampak Citra kebingungan, dan pria itu langsung mendorong punggung Citra pelan. Dan tanpa perlawanan Citra pun masuk ke dalam mobil.
Di dalam mobil...
"Kau mau membawaku kemana?" Tanya Citra.
"Tuan besar ingin bertemu nona." Jelas pria itu.
"Tuan besar? Siapa maksudmu?" Tanya Citra tak mengerti.
"Nanti nona akan tahu sendiri." Ucap pria itu.
Terlihat Citra hanya bisa mengkerutkan keninnya, dia tak tahu siapa tuan besar yang pria itu maksud.
Kini mobil yang Citra tumpangi berhenti di sebuah rumah mewah, nampak Citra hanya bisa menatap kagum rumah yang ada di hadapannya.
"Dari luar saja udah nampak kaya istana, bagaimana kalau di dalamnya." Pikir Citra.
Lalu mobil tersebut langsung memasuki gerbang rumah mewah itu, kemudian mobil itu berhenti di depan rumah besar itu. Dan si pria itu langsung turun dari dalam mobil dan membukakan pintu untu Citra.
"Mari nona." Ajak pria itu.
Lalu Citra mengikuti langkah pria itu memasuki rumah mewah tersebut, nampak Citra hanya bisa menatap kagum rumah besar tersebut.
"Nona mari." Ajak pria itu karena Citra sudah mulai ketinggalan jauh.
"Ah, iya." Lalu Citra langsung menyusul jalan si pria itu.
Kini dirinya di bawa ke sebuah ruangan yang cukup besar, dan di sana sudah ada seorang pria baruh baya yang tengah melihat ke luar jendela.
"Tuan saya sudah membawa nona Citra." Ucap pria itu.
"Hem.." Gumam pria paruh baya itu.
Lalu pria paruh baya itu langsung membalikkan tubuhnya, terlihat wajahnya yang tegas dan nampak kerutan-kerutan di dahi dan juga pipinya.
"Jadi kau yang bernama Citra?" Tanyanya.
"Iya." Jawab Citra.
"Baiklah, silahkan duduk dulu." Ucap pria paruh baya itu.
Lalu Citra mendudukkan bokongnya di atas sofa yang ada di ruangan tersebut.
"Apa kau tahu siapa aku?" Tanyanya. Dan Citra menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Perkenalkan nama saya Wiranto Pratama nur Siddik." Ucapnya memperkenalkan diri.
"Saya Citra Natalia." jawab Citra.
"Baiklah kita mulai saja pada intinya, saya sangat minta maaf kepadamu karena ulah istri saya, kamu jadi harus menderita dan mendapat malu." Jelasnya.
"Maksudnya? Maaf saya belum mengerti." Tanya Citra.
"Iya saya suami dari Maria, dan karena ulah Maria kau jadi harus menikah dengan pria cacat itu. Dan saya sangat minta maaf atas hal itu." Jelas Pak Wiranto.
Nampak Citra terdiam saat mendengar kata-kata dari pria yang ada di hadapannya, dan itu berarti pria itu adalah ayah mertuanya. Tapi kenapa dia bisa mengatakan hal seperti itu pada Rizki.
Lalu pria itu memberi isyarat pada orang yang membawa Citra untuk mengambil sekantung uang yang bernilai 100 juta.
"Ini uang kompensasi untukmu karena kesalahan istri saya, dan kau bisa menceraikan si cacat itu." Jelas pria itu.
Nampak mata Citra membuat sempurna saat mendengar ucapan dari ayah mertuanya itu.
but jujurly cerita nya bagus dan ga ngebosenin
Suami absurd
Suami rupa madu mulut racun
Perjodohan Arini