NovelToon NovelToon
LILY

LILY

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Teen Angst / Teen School/College / Tamat
Popularitas:78.1k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Series ke dua dari novel 14 Februari, yang menceritakan kehidupan karir dan asmara seorang Charity Lilybelle Tjaidjadi, atau yang lebih akrab di sapa Lily.

Bagaimanakah kisah selanjutnya?

Baca terus novel Lily ya 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER - 18

"Lily Blossom, nama yang unik," puji Tara, ketika ia melihat papan nama toko yang baru saja di pasang di depan toko.

"Apa kau tak merasa jika aku menjual namaku sendiri untuk toko bunga ini?"

Tara tertawa. "Ya, tapi sejujurnya itu nama yang sangat indah. Seindah senyuman di wajahmu." bisik Tara pada kalimat terakhir yang ia ucapkan.

"Tadi kamu ngomong apa, dek?"

"Tidak ada," Tara mencoba mengelaknya, ia tersenyum lega karena rupanya kakaknya tak mendengarnya.

Belum sempat Lily mendesak Tara untuk mengulang apa yang dikatakannya tadi, Lily di kejutkan dengan kedatangan Gavin, Luna dan juga Fay. Mereka bertiga datang untuk membantu Lily merapihkan toko bunganya, Gavin sendiri datang dengan membawa mesin kasir baru untuk Lily.

"Sayang, mesin kasir ini mau di taruh di mana?" tanya Gavin, melirik mesin kasir di tangannya.

Lily berlari ke dalam meninggalkan Tara yang masih berdiri memandangi papan nama toko. "Di sini saja, Vin," ia menunjuk ke arah meja yang baru saja datang bersamaan dengan papan nama toko.

"Okay," Gavin menaruh mesin kasir di meja yang Lily inginkan, kemudian ia melihat sekeliling toko. "Wow... tokomu keren sekali, byy," puji Gavin. "Tapi kenapa kamu memilih warna gelap?" ternyata bukan hanya Tara saja yang heran, Gavin pun heran dengan pemilihan tema warna gelap pada toko bunga Lily.

"Aku ingin sesuatu yang lain dari pada yang lain," jawab Lily. "Kebanyakan toko bunga hanya menampilkan sisi manisnya saja, padahal bunga juga kerap hadir dalam acara sedih, seperti kematian misalnya." ia menaruh bunga kering yang telah ia rangkai di vas oniks hitam miliknya.

"Lalu apa nantinya kau hanya akan menjual bunga-bunga kering atau bunga-bunga berkabung saja?" tanya Gavin.

"Tentu saja tidak, toko bunga ini akan melayani di setiap acara dan di setiap suasana, baik itu kebahagiaan maupun kesedihan, dan tentu saja nanti akan ada bunga-bunga sengar berwarna cerah juga," ucap Lily. "Bunga kering yang aku pajang ini, melambangkan toko perhiasan mommy yang sudah tutup. Meski sudah tutup aku akan selalu mengenang keindahannya."

"Kau memang luar biasa, aku jadi semakin mengagumimu sayang," Gavin tak hentinya tersenyum menatap Lily, sudah lama sekali ia tak melihat Lily begitu bersemangat seperti sekarang ini.

Mendengar percakapan antara Lily dan Gavin, terbesit rasa bersalah dalam diri Fay yang memaksa Kendra untuk menutup toko perhiasan milik Amanda, ia tertunduk sesaat namun kemudian ia mengajak anak-anaknya untuk makan bersama. "Anak-anak, kita makan dulu yuk," ajak Fay.

Ia dan Luna sudah menggelar tikar dan menyiapkan makanan untuk makan bersama. "Dari siang kalian pasti belum makan." Fay menghampiri Kendra yang menyelesaikan tahap akhir pengecetan dinding ruko. "Ken, makan dulu yuk!"

Kendra menoleh ke belakang. "Nanggung, Fay. Sebentar lagi," tolak Kendra.

"Ayolah... Bareng sama anak-anak," bujuk Fay. "Selesai makan, nanti aku bantuin."

Kendra menaruh kuas di lantai dan berbalik menghadap istrinya. "Memangnya kamu bisa?" tanyanya sembari tersenyum.

"Mewarnai hari-harimu saja aku bisa, apa lagi mewarnai dinding ini," Fay melingkarkan tangannya di leher Kendra, ia memandangi matanya untuk mencari tahu apakah Kendra masih merasa kehilangan atas penutupan toko perhiasan Amanda.

"Kok malah bengong?" tanya Kendra, menyadarkan Fay dari lamunannya. Fay menggelengkan kepalanya "A-aku kangen banget sama kamu, Ken."

"Aku juga, sayang," Kendra menoleh kesekitar kemudian dengan cepat ia memberikan kecupan manis di bibir istrinya. "Nanti malam saja, sekarang ada anak-anak. Ayo kita ke sana," ia nemepuk lengan istrinya mengajaknya bergabung bergabung bersama anak-anak.

Saat makan siang berlangsung, Fay memberikan beberapa kartu nama supplier bunga import kepada Lily. "Semoga membantu ya, kak," ucap Fay. Diam-diam ia pun ikut mencari informasi mengenai supplier bunga potong import dengan kualitas terbaik dan harga miring, sebagai bentuk dukungannya dan untuk menutupi rasa bersalahnya atas penutupan toko perhiasan Amanda tanpa persetujuan Lily. "Kalau kakak mau import langsung dari luar negeri, nanti mommy bantu transaksinya," imbuhnya.

"Terima kasih, mom." Lily langsung menyimpan semua kartu nama yang di berikan mommynya di dalam tasnya.

"Sama-sama sayang," ucap Fay, mata Fay tertuju pada piring nasi putri sulungnya. "Kakak sambelnya jangan banyak-banyak, ini sambelnya pedas sekali loh, nanti asam lambungmu kambuh." Tak hanya memperhatikan isi piring putrinya, Fay pun kerap memeperhatikan isi piring Tara dan juga suaminya.

"Cuma sedikit mom," elaknya, setelah menaruh kartu nama di dalam tasnya, Lily mulai menyantap makanannya. Dan benar saja apa yang di katakan Fay, baru beberap suap Lily merasakan panas di lidahnya.

Wajah Lily seketika merah padam, keringat mulai bercucuran, saat ia hendak mengambil minum secara bersamaan Gavin dan Tara menyodorkan sebotol air mineral kepada Lily. "Minum, Ly," ucap Gavin dan Tara bersamaan.

Lily memandangi keduanya, namun kemudian ia mengambil susu yang berikan oleh mommynya. "Untuk netralin pedasnya," ucap Fay, kemudian Fay mengambil piring putrinya untuk menyingkirkan sambal dan menggantinya dengan sayur. "Ayo di habiskan makannya."

Luna yang tengah diet memilih untuk berselancar di dunia maya, sembari menemani putranya makan. "Sayang, apa kamu sudah buat akun media sosial untuk promosi toko bunga ini?" tanya Luna.

Lily mengangguk. "Sudah aunty, nama akunnya Lily Blossom," ia meminta Luna untuk segera memfollownya.

Dengan senang hati Luna langsung memfollownya dan membagikannya kepada teman-teman arisannya, "Apa kau sendiri yang jadi adminnya?" tanya Luna kembali.

"Tidak aunty, akun itu aku percayakan pada temanku, Rere." Lily menoleh ke arah Kendra. "Dad boleh ya aku mengajak temanku bekerja sama di sini?" pintanya.

Kendra mengangguk setuju, menurutnya selain belajar berbisnis Lily bisa belajar kepemimpinan dan team working bersama temannya. "Boleh, ajak lah teman yang bisa kau percaya."

"Ajak juga, Gavin dia bisa membantumu memfoto atau mengangkat sesuatu," Luna tertawa. 'Kalau Gavin sibuk di sini, pasti dia tidak akan meminta liburan ke luar negeri, lumayan liburan semester ini berhemat sedikit,' batinnya, Luna kembali tertawa lebih kencang.

"Mommy mengapa kencang sekali tertawanya?" bisik Gavin, ia jadi malu karena Lily dan yang lainnya menatap Luna dengan tatapan yang heran.

Luna berdeham salah tingkah, "Oh iya, Ken," Luna mencoba membuka topik obrolan baru. "Administrasi proses pindah agama Gavin sudah selesai, apa minggu depan kamu bisa menemani Gavin ke KUA untuk mengucapkan dua kalimat....." Luna berpikir cukup lama, hingga Gavin menyambung kalimat ibundanya. "Dua kalimat syahadat."

Kendra senang mendengar Gavin serius untuk menjadi seorang mualaf, tapi ia berharap perpindahannya bukan semata hanya karena putri sulungnya. "Tentu saja, kami akan menemani Gavin," ucap Kendra. "Tapi mohon maaf Lun, apa Gavin sudah khitan?" tanya Kendra dengan hati-hati.

"Sudah waktu bayi, di rumah sakit," jawab Luna. "Khitan kan untuk kesehatan, jadi satu hari sebelum keluar dari rumah sakit sekalian kami khitan."

"Okay kalau begitu, semua persiapannya sudah beres ya." Kendra mengingatkan semua kewajiban yang haru Gavin jalani setelah ia resmi menjadi seorang mualaf. "Jangan sungkan untuk bertanya pada uncle, aunty, Tara, ataupun Lily."

"Baik uncle, terima kasih."

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
Alhamdulillah happy ending
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
elahhhhhh buset dari sempe ternyata dah suka ma Lily
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
eehheemmmm
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
baik bener Mak nya Tara ngasih pelajaran sampai kesitu " 🙈🙈🙈
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
wkwkwk kakak q calon istriku 🤭🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
Tara pemaksaan astaga lamaran model opo kwi 🤦
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
gubrakkkk gimane ye rasanya dpt ungkapan cinta yang di yakini seorang adik dari dia bayi
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
lha kan kamu adeknya tar emang harus manggil gimana yank gitu?
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
wehhhh ada penghianat ternyata 🙄🙄🙄
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
selamat ya atas pernikahan kalian bahagia selalu ya kalian berdua..... kamu ngak salah milih Lily nya Tara buat jadi istri
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
cieee ahkir nya jadian juga selamat ya Tara cinta nya udh terbalas kan
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
benar apa yg di katakan Icha Fay lebih baik nikah kan aja Tara nya sama Lily ya
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
selamat ya Tara atas kelulusan nya...... coba kamu pertama yg ngungkapin perasaan kamu sama Lily nya Tara
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
sungguh mulia hati mu Lily
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Terima kasih banyak ka Irma untuk setiap karyanya yang luar biasa keren, gak pernah bosan bacanya, mau genre apapun selalu dibuat menarik alurnya.
Pokoknya sukses untuk semua karya²nya dan semangat berkarya ❤❤
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Awww awwww pengantin baru lagi hangat²nyaa... go lanjutkan 🤭🙈🙈
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Baguslah akhirnya terungkap semua kebenaran. Berbahagialah akhirnya Allah mempersatukan dalam ikatan pernikahan. Tanpa mengabaikan pengorbanan Gavin untuk Lily, takdir yang Allah berikan pasti yang terbaik.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Betul sekali, bukan Tara yng harus menyampaikan fakta itu kepada Lily.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Oohh jadi Tara tahu status Lily dari obrolan eyang dan aunty Icha
ㅤㅤʳᵛ✦
Finally.... selesai juga, sebenarnya hati masih gak rela kisah TaLy harus selesai, masih penasaran dan kepo dengan keuwwuan mereka, tapi kembali lagi yang namanya kisah ada awal pasti akan ada akhir...
Terimakasih banyak buat Irma yang sudah menghadirkan kisah Lily yang memberikan begitu banyak pelajaran hidup tentang cinta, kesetiaan dan kesabaran.
Semangat terus untuk berkarya dan semoga kesehatan, kesuksesan dan keberkahan selalu membersamai, Aamiin....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!