Di siang hari, Rania adalah sekretaris magang yang paling menyedihkan. Berkacamata bulat, rambut di Cepol asal dan baju yang kedodoran selalu menjadi makanan empuk sang CEO perusahaan yang tampan namun berdarah dingin, perfeksionis dan tak memiliki belas kasihan.
Namun, demi melunasi hutang ibunya yang menumpuk, Rania dengan ikhlas menjalani hidupnya di bawah tekanan bahkan Rania rela melakukan pekerjaan lainnya yang cukup ekstrem di malam hari.
Dengan berubah menjadi sosok gadis bernama "milky" bermata abu-abu yang imut dan kostum gotik yang menggemaskan di sebuah Dark Moon Maid Cafe.
Petaka berawal ketika seorang pelanggan VVIP misterius bermasker hitam datang dan memesan tempat khusus bersamanya.
Begitu pria itu membuka suara, Rania nyaris terkena serangan jantung.
Pria yang meminta pelayanan imut bermantra 'Moe-moe Kyun' tidak lain adalah bosnya sendiri di kantor yang paling dia benci !
Untungnya, Arkan bosnya sama sekali tidak mengenalinya.
baca ceritanya untuk lanjut🫶🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6: Moe Moe Kyun yang Menegangkan
...Detak jarum jam dinding antik di sudut ruang VVIP nomor satu seolah berubah menjadi bom waktu yang siap meledakkan perasaan Rania. ...
...Di bawah sorot lampu remang kekuningan, ia berdiri dengan lutut yang terasa goyah di balik rok mini mengembang berenda miliknya. ...
...Sebagai Milky, ia berhasil mempertahankan senyum menggemaskan andalannya, tetapi di balik korset hitam yang ketat itu, jantungnya berdegup begitu liar hingga ia yakin Arkan bisa mendengarnya....
...Arkananta Narendra masih bersandar dengan angkuh pada sofa kulit hitam, sepasang mata elangnya yang tajam menatap tajam Milky tanpa putus. ...
...Wajah tampannya yang bebas dari masker kini terlihat sepenuhnya, garis wajah yang kaku, dingin, dan memancarkan aura kekuasaan yang pasti....
...Pria ini adalah mimpi buruk Rania di siang hari, dan kini, mimpi buruk itu duduk manis di hadapannya sebagai seorang pelanggan....
..."Jadi," ...
...Arkan memecah keheningan dengan suara baritonnya yang berat, membuat bulu kuduk Milky meremang seketika. ...
..."Manajer kafe ini bilang semua makanan di sini hambar sebelum pelayan mengucapkan... mantra tertentu. Apakah itu benar?"...
...Milky menelan ludah dengan susah payah. ...
...Tenggorokannya terasa tersumbat batu kerikil. ...
...Di kantor siang tadi, ia harus bersikap sangat formal, menggunakan bahasa baku, dan menunduk patuh. ...
...Sekarang, ia harus menjawab pertanyaan itu dengan kepribadian yang bertolak belakang seratus delapan puluh derajat....
..."B-benar sekali, Tuan Besar yang agung dan tampan!" Milky menangkupkan kedua tangan di pipinya, memiringkan kepala ke kanan dengan mata abu-abu yang berkedip polos. ...
...Suaranya diatur pada nada melengking yang manis, sebuah suara yang luar biasa mengingatkan jiwanya saat ini sedang menjerit histeris. ...
..."Setiap hidangan di Dark Moon membutuhkan sihir cinta dari Milky agar rasanya berubah menjadi luar biasa lezat! Apakah Tuan Besar ingin Milky memberikan mantra kebahagiaan pada Sweet Heart Mousse ini?"...
...Arkan tidak langsung menjawab. ...
...Ia melirik kue mousse cokelat berbentuk hati di atas meja marmer, lalu kembali menatap Milky. ...
...Tatapannya begitu intens, seolah sedang memindai setiap jengkal ekspresi wajah pelayan di depannya untuk mencari tahu apakah ada kebohongan di sana....
..."Lakukan," perintah Arkan pendek, nadanya datar dan acuh. ...
...Ia melipat kedua tangannya di depan dada, bersiap menonton pertunjukan di hadapannya dengan ekspresi seorang juri yang siap mengeliminasi peserta....
..."Mampus. Aku benar-benar harus melakukannya di depan iblis ini?" ...
...Rania berteriak dalam hati, meratapi nasibnya yang begitu tragis....
...Milky melangkah maju satu tapak, mendekati meja marmer....
... Jarak di antara mereka kini mengikis, membuat wangi parfum maskulin Arkan, kembali menyerbu indra penciumannya, memicu kilas balik traumatis saat ia dimaki karena suhu kopi yang meleset siang tadi. ...
...Dengan tangan yang gemetar halus, Milky perlahan mengangkat kedua tangannya ke udara....
..."Ayo, Rania! Demi Ibu! Demi biaya ICU! Lupakan harga dirimu untuk beberapa menit!"...
...Milky menyatukan ibu jari dan jari telunjuknya, membentuk simbol hati kecil di depan dadanya. ...
...Ia mulai menggerakkan pinggulnya ke kanan dan ke kiri secara perlahan, mengikuti koreografi imut yang sudah ia latih ratusan kali....
..."Mari kita tiupkan sihirnya bersama-sama ya, Tuan Besar~"...
... Milky mengedipkan sebelah matanya, lalu mengarahkan simbol hati dari tangannya ke arah kue cokelat di atas meja....
... "Moe Moe... Kyun! ✨"...
...Dengan gerakan teatrikal yang dramatis, Milky membuka jemarinya seolah-olah menyebarkan serbuk peri imajiner di atas makanan tersebut. ...
..."Semoga... kue manis ini... berubah menjadi sejuta kali lebih lezat dan membuat hati Tuan Besar dipenuhi oleh bunga-bunga cinta yang merekah! Chuuu~ 💖"...
...Saat kalimat terakhir meluncur bersama kecupan imut ke udara, Milky mematung dalam posisi terakhirnya, tangan membentuk hati di dekat pipi, kepala miring, dan satu kaki terangkat sedikit ke belakang....
...Hening....
...Ruangan VVIP itu mendadak sunyi senyap, seolah seluruh pasokan udara di dalamnya tersedot habis. ...
...Tidak ada tepuk tangan. ...
...Tidak ada senyuman salah tingkah seperti yang biasanya diberikan oleh para pelanggan muda....
...Arkananta Narendra tak bergeming di atas sofanya....
... Sepasang mata hitam legamnya melebar sedikit, menatap lurus ke arah Milky tanpa ekspresi sama sekali. ...
...Wajah tampannya membeku, datar, dan tidak terbaca....
... Tatapan elang itu mengamati Milky dari ujung wig cokelat madunya, turun ke lensa kontak abu-abunya, menyapu bibirnya yang mengkilap karena liptint stroberi, hingga berakhir pada tangan Milky yang masih gemetar di udara....
...Satu detik......
... dua detik......
... tiga detik... ...
...Keheningan itu berlangsung begitu lama hingga terasa seperti keabadian bagi Milky....
...Jantung Rania serasa berhenti berdetak....
... Seluruh darah di tubuhnya mendadak surut, menyisakan rasa dingin yang ekstrem di ujung-ujung jarinya. ...
...Rasa panik yang luar biasa menghantam otaknya hingga lumpuh....
...Oh, Tuhan... Dia tahu, jerit Rania di dalam benaknya yang mulai histeris. ...
...Dia pasti tahu! Dia menyadari bahwa gerakan tanganku mirip dengan caraku menyerahkan dokumen! Atau suaraku... apakah nada suaraku menunjukan identitas asliku?!...
... Dia menatapku seperti sedang melihat orang bodoh. ...
...Tamat sudah. Aku akan dipecat. ...
...Aku akan dituntut karena penipuan! ...
...Bagaimana dengan operasi Ibu hari Jumat nanti?!...
...Air mata ketakutan nyaris saja tumpah dari pelupuk mata abu-abu Milky. ...
...Sisi profesionalnya runtuh dalam sekejap akibat tekanan mental yang terlalu berat....
... Napasnya tertahan di tenggorokan, dan senyum menggemaskan di wajahnya mulai berkedut retak, berubah menjadi seringai panik yang menyedihkan....
... Ia merasa seperti seorang terdakwa yang sedang menunggu hakim mengetukkan palu vonis hukuman mati....
...Arkan perlahan menegakkan posisi duduknya. ...
...Ia menurunkan tangannya yang bersilang di dada, lalu mencondongkan tubuh tegapnya ke depan, mendekat ke arah meja marmer....
... Gerakannya yang tenang justru terlihat begitu mengintimidasi di mata Milky....
...Arkan meraih sendok kecil di samping piring kue. ...
...Matanya masih belum lepas dari wajah Milky yang kini sudah sepucat kain kafan....
..."Mantra yang aneh," ucap Arkan akhirnya, memecah keheningan yang mencekam itu dengan suara baritonnya yang rendah....
... Ia menusuk sudut kue mousse berbentuk hati itu dengan sendok, lalu menyuapkannya ke dalam mulut....
...Arkan mengunyahnya perlahan, mengecap rasa cokelat premium yang berpadu dengan kelembutan krim di dalamnya....
... Selama proses itu, matanya tetap mengamati Milky dengan pandangan yang sanggup melelehkan besi....
..."Namun..." Arkan menjeda kalimatnya, meletakkan kembali sendok kecil itu ke atas piring porselen dengan bunyi berdenting pelan. ...
..."...rasanya memang berubah menjadi sedikit lebih baik. Kurasa sihirmu bekerja, Milky."...
...Hah?...
...Milky mengerjapkan mata abu-abunya beberapa kali....
... Rasa panik di dalam otaknya mendadak reda, digantikan oleh rasa bingung yang luar biasa. ...
...Ia perlahan menurunkan tangannya yang kaku ke samping tubuh, menatap Arkan dengan pandangan tidak percaya....
...Pria itu... tidak mengenalinya?...
... Pria itu baru saja memuji mantranya? Bos tiran yang biasanya memaki segala hal yang dianggapnya tidak sempurna, baru saja menerima mantra Moe Moe Kyun yang konyol dengan kepala dingin?...
...Arkan bersandar kembali ke sofa kulitnya, seulas senyuman tipis, hampir tak terlihat jika Milky tidak mengamatinya dengan jeli muncul di sudut bibir tipis sang CEO....
... Tatapan elangnya yang semula dingin kini berubah menjadi sesuatu yang asing, sebuah tatapan yang penuh akan ketertarikan yang pekat, intens, dan... sedikit canggung....
... Telinga pria itu, di balik rambut hitamnya yang rapi, tampak merona merah muda samar....
..."Kemari," kata Arkan,...
... mengetuk ruang kosong di sofa kulit hitam di sebelahnya. ...
..."Duduk di sini. Saya ingin kamu menemani saya menghabiskan kue ini."...
...Milky menahan napasnya kembali, kali ini bukan karena takut identitasnya terbongkar, melainkan karena syok menyadari satu kenyataan baru yang tidak pernah terlintas di benaknya, Bos arogannya yang kejam di siang hari, ternyata adalah seorang pria kaku yang super canggung dan mudah luluh oleh hal-hal imut di malam hari!...
...Dengan senyum menggemaskan , Milky melangkah mendekat, siap memasuki permainan kucing-kucingan yang paling berbahaya dalam hidupnya....