NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Ruang Ajaib / Balas Dendam
Popularitas:321.3k
Nilai: 5
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

"Ji Yu, berhenti!" perintah Li Zie rendah.

Srett! Srett! Srett!

Sekitar dua belas orang berpakaian serba hitam terjun dari atap bangunan, mengepung mereka dalam lingkaran sempurna. Mereka adalah tentara bayaran kelas atas, terlihat dari cara mereka memegang pedang pendek yang melengkung.

"Tabib Tua, serahkan emas itu dan nyawamu akan kami ampuni," ujar sang pemimpin dengan suara dingin.

Li Zie mendengus di balik janggut palsunya. Ia melirik Ji Yu yang mulai gemetar namun tetap memasang kuda-kuda pelindung. Baru kali ini Ji Yu melihat pembunuh bayaran dan auranya sangat kuat.

Li Zie berkata pada Ji Yu, "Ji Yu, berikan kantung-kantung itu padaku sekarang."

Li Zie menyentuh kantung emas yang dibawa Ji Yu. Dalam sekejap mata, wush! Kantung-kantung berat itu lenyap ke dalam ruang dimensinya.

Para pembunuh itu tertegun. "Sihir macam apa itu?! Di mana emasnya?!"

"Ruang dimensi. " gumam salah satu di antara mereka.

Li Zie meregangkan lehernya hingga berbunyi krek. Dan berkata dengan arogan, "Emasnya sudah aman di tempat yang tidak bisa dijangkau pencuri kecil seperti kalian. Sekarang..."

Li Zie memasang kuda-kuda Kokutsu-dachi yang rendah namun sangat stabil. Li Zie kembali berkata dengan suara berat kakek-kakek, "Mari kita lihat apakah pedangmu lebih cepat dari tanganku."

"Serang!"

Pertempuran pecah.

Ji Yu, meski terluka, menggunakan sisa energinya untuk menangkis dengan pedang pendek curiannya. Sementara Li Zie? Ia adalah badai hitam. Ketika seorang pembunuh menebas, Li Zie tidak menghindar jauh, ia melakukan Uchi-uke tangkisan dalam dengan tangan kiri yang dialiri qi panas, lalu membalas dengan Shuto-uchi pukulan pisau tangan tepat ke saraf leher lawan.

Brakk! Pembunuh itu jatuh pingsan tanpa sempat berteriak.

"Jangan hanya diam! Dia tidak memakai senjata!" teriak musuh yang lain. Mereka menyerbu bersamaan, namun Li Zie bergerak dengan efisiensi yang mematikan. Setiap pukulan dan tendangannya tidak hanya kuat, tapi menyerang titik fatal yang hanya diketahui oleh seorang dokter ahli anatomi.

Di kegelapan dua orang baru saja datang, memperhatikan pertarungan di depan.

"Yan benar, kakek ini sangat aneh," bisik Feng sambil memegang busur panahnya.

"Lihat gerakannya, itu bukan aliran bela diri dari dataran tengah." ujar Feng lagi.

Saat Li Zie mulai terkepung oleh Tensi pertarungan semakin tinggi. Li Zie mulai terdesak karena jumlah lawan yang terlalu banyak, apalagi ia harus melindungi Ji Yu.

 Tepat saat dua bilah pedang hendak menghujam punggung Li Zie, sebuah anak panah perak melesat dari kegelapan dan menghancurkan salah satu pedang tersebut.

Ting!

"Sepertinya kau butuh sedikit bantuan, Tabib Tua!" teriak sebuah suara yang sangat dikenal Li Zie

Feng mendarat dengan gaya sombong di tengah-tengah kerumunan, disusul oleh dua bayangan hitam Pengawal Bayangan Kaisar. Kedatangan mereka mengubah peta pertempuran. Feng bergerak seperti kilat, setiap tebasan pedangnya menjatuhkan satu nyawa.

"Kau terlambat, Anak Muda!" seru Li Zie sambil melompat dan melakukan tendangan Mawashi-geri tepat ke wajah musuh terakhirnya.

Dalam hitungan menit, gang itu hanya dipenuhi oleh rintihan para pembunuh yang lumpuh. Feng menyarungkan pedangnya dan menatap Li Zie dengan curiga.

Feng berkata dengan dingin, namun tersirat kekaguman, "Gerakan macam apa itu? Kau tidak menggunakan tenaga dalam secara tradisional, tapi setiap seranganmu merusak titik saraf."

Li Zie kembali sedikit membungkukkan punggungnya, bersikap seperti kakek tua lagi.

 "Hanya sedikit teknik kuno untuk memijat orang-orang kasar," ujarnya asal.

Salah satu pengawal bayangan menarik paksa kerah baju pemimpin pembunuh yang masih hidup. Ia menyibakkan lengan baju musuh itu, menampakkan tato bunga lili hitam. "Lili Hitam," gumam pengawal itu dingin.

Mata Dewa Li Zie mendadak berdenyut. Melalui penglihatannya, ia melihat aliran energi beracun di dalam darah pembunuh itu, racun yang sama dengan yang ada di tubuh Pangeran, namun dalam dosis kecil sebagai pengikat kesetiaan.

"Jadi, orang yang meracuni Pangeran juga yang mengirim pembunuh ini untuk menghapus jejakku," batin Li Zie tajam.

Li Zie mendekati Feng, menepuk pundaknya yang membuat Feng risih karena jubah rubahnya masih dipakai Li Zie. Tabib agung berkata, "Sampaikan pada tuanmu, pengkhianat di sekitarnya jauh lebih berbahaya dari yang ia duga."

" Dan Yan..." Li Zie menoleh pada Yan dan berkata, "Terima kasih atas bantuannya. Tapi jangan harap aku memberi diskon untuk pengobatan berikutnya!"

"Ji Yu, ayo pergi! Feng, terima kasih atas bantuannya, tapi jubah rubahmu tidak akan kukembalikan!" seru Li Zie sambil melompat kembali ke atas atap dengan lincah.

Feng hanya bisa menghela napas panjang, menatap jubah kesayangannya dibawa kabur oleh tabib sakti yang luar biasa ajaib itu.

Ayo ah di komen-komen, jangan mals komenn biar author semangat berpikirnya.

1
tinie
ya begitulah
sama sama serakah
dia berani berhianat pada saudara kandung

maka penghianat sesungguhnya sudah didepan mata
Siska Sutartini
permaisuri hamidun ya. wadidaw mesti ditingkatkan kewaspadaan nih. jangan sampai ibu suri sama anaknya mulai bertindak lagi
SENJA
hajar semuaaaaa 🔥🔥🔥
beybi T.Halim
jangan sampai ada cerita permaisuri hamil kembar ,kekuatan melemah dan kaisar kalah terkena racun lagi..haih...gak siap2 nanti🙈
Fitria: Thanks masukannya, kak. Author bakal ttp jadikan Shen Zie wanita kuat😄
total 1 replies
tinie
adik bodoh
padahal kamu akan hancur sendiri
meski kakakmu tiada
musuh tetaplah musuh
Batara Kresno
kasih racu aj tu pangeran sialan
Atik Kiswati
lnjt....
Siska Sutartini
ni pangeran kedua mesti dikerjai lagi deh. kalo bisa dapetin bukti-bukti kejahatannya pasti bisa lebih cepat dihukum. bikin so joninya gatal misalnya biar dia misih-misuh sibuk ngurusin itunya sebelum Sempat melakukan kudeta terhadap kaisar🤭🤭
Retno Palupi
semangat up kak
Wiwin Ma Vinha
💪💪💪
Osie
setelah jahat sm ji yu apa shen zie akan berbelas ksh ke ibu suri? uhuu sdh pasti tdk🤣🤣🤣
Siska Sutartini
untuk ibu suri memang mesti dibuat kek gitu,. sudah tua saatnya beristirahat banyak- banyak. ga perlu ikut campur urusan politik😁😁
Atik Kiswati: lnjt....
total 1 replies
tinie
ahahah
Shen zie memang cerdik
semangaaattt
SENJA
ngakak aku bayanginnya 🤣
SENJA
aaaaahhh kasian sekali dirimu 😂
SENJA
kakak sulungmu udah kaya raya 🤣
Osie
eheeemmm mau tau apa mau tau banget kaisar🤭🤭
arlyn1709
gpp thor..
yg penting selalu update💪💪
tinie
ooh penjaga di siap
kamu ingin di SOP ya sama permaisuri
Fitria
maaf semua Author izin libur dulu, tekanan darah rendah. Jadi mau rehat dulu ya 2 atau 3 hari.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!