Angela yang telah dikhianati oleh kekasihnya tiba-tiba saja ditabrak mobil dan meninggal dunia.
Apakah semua ini berakhir? Tentu saja tidak. Angela terbangun kembali di dalam sebuah dunia novel fantasi. Ia menjadi karakter sampingan!!
Karakter ini hanyak muncul sekali di novel pada halaman 71 itu saja!!
Namanya adalah SOFIA
Tubuh Sofia mempunyai sebuah penyakit yang kemudian seorang pangeran berambut emas tiba-tiba mengatakan ingin menyembuhkan penyakit di dalam dirinya. Tapi untuk balasannya Sofia harus menerima pangeran itu sebagai tunangannya.
Di sinilah terungkap, ternyata tokoh sampingan pun memiliki kisahnya tersendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bazirah1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Karyawisata #4 : Sampai
Murid-murid berkumpul di dekat gerbang kapal. Pada ujung penglihatan mereka dapat terlihat sebuah pulau yang cukup indah dengan pepohonan serta interior jalan yang sangat alami. Kebanyakan interior terasebut terbuat dari dedaunan, pepohonan, serta bahan alami lainnya.
"Apa semua telah mengambil barang masing-masing? Silahkan cek kembali, jangan sampai ada barang yang tertinggal," Devian bertanya kepada para murid sembari menggunakan alat sihir untuk memperkeras volume suaranya.
Satu persatu mereka memgecek barang bawaan yang ada di dekatnya. Devian, Cedric dan dewan murid lainnya pun berkeliling memastikan bahwa barang bawaan para murid lainnya telah dibawa.
"Barangmu sudah lengkap?" tanya Cedric pada Angela.
"Ya, sudah," jawab Angela.
"Tongkat sihir?"
Tangan Angela merogoh saku dan mengeluarkan tongkat sihirnya sembari berkata, "Ini aku bawa."
"Bagus."
Di samping mereka pun Melly dan tunangannya juga sedang berbincang-bincang.
"Angela ini aku perkenalkan tunanganku, namanya Bill," Melly berucap sembari memegang tangan seorang pria dengan kulit kecoklatan dan mata biru yang ada di sebelahnya.
"Perkenalkan saya Bill, tunangan Melly." Bill menunduk hormat pada Angela dan Cedric.
"Salam kenal. Akhirnya aku bisa melihat tunangan yang selalu Melly sanjung-sanjung di hadapanku," canda Angela dengan sedikit tawa.
"Angela! Sstt itu rahasia," bisik Melly pada Angela.
Bill yang melihat tingkah tunangannya hanya tersenyum kemudian terkekeh. Ia sangat tahu bagaimana sifat Melly. Dan Bill bisa memaklumi semua hal itu. Bill dan Melly sudah kenal sedari kecil, sehingga semua kelakuan yang dibuat Melly sudah dapat ia ketahui. Awalnya mereka hanyalah seorang teman dekat tapi ketika kedua orangtua mereka melihat interaksi diantara keduanya membuat mereka memutuskan tunangan anatara Bill dan Melly. Dan untungnya hubungan tunangan itu sampai sekarang masih berlangsung dengan damai.
"Aku Cedric." Cedric memecahkan suasana tawa dengan suaranya yang datar.
"Saya sudah tahu anda pangeran Cedric, siapa yang tidak mengetahui seorang pangeran yang terkenal akan ketampanan dan kepintarannya di seluruh penjuru benua."
Bill bersikap sopan pada Cedric. Mereka memang satu dewan murid, cuman dikarenakan jarang adanya interaksi membuat keduanya tidak kenal satu sama lain dan mengalami canggung seperti sekarang.
Kecanggungan diantara mereka membuat Cedric merasa tidak nyaman, kemudian ia pun berkata, "Tidak perlu sesopan itu. Kau dan aku sama-sama dewan murid."
"Terimakasih atas kerendahatian anda. Kalau begitu saya akan patuh."
"Baiklah, mari kita kembali berkeliling. Angela, aku pergi dulu. Nanti kita bertemu di dekat gerbang di sebelah kanan," ujar Cedric menatap Angela sambari memegang tangannya.
"Ya, aku akan menunggu di sana."
Cedric kembali berkeliling untuk melihat murid yang lain. Sebenarnya dia sangat tidak ingin melakukan hal ini, bahkan yang ditanyai Cedric hanyalah Angela. Yang lain sekedar lewat saja. Begitupun dengan Bill, ia mengucapkan perpisahan dan mulai berkeliling mengikuti Cedric.
Kapal mulai menepi di pelabuhan pulau Maro dan para murid pun berbaris untuk turun dari kapal. Satu-persatu murid diperiksa kehadiran dan kesehatannya agar memastikan semuanya beres. Setalah gilirannya sampai, Angela dan Melly pun turun dari kapal dan langsung menuju gerbang sebalah kanan untuk menggu Cedric dan Bill sembari membawa barang mereka di samping.
Mereka perlu menunggu seluruh murid untuk turun dari kapal terlebih dahulu, kemudian terlihatlah Cedric dan Bill yang berjalan kearah mereka. Cedric melangkah sedikit cepat dan ketika sampai ia mulai menggenggam tangan Angela.
"Kau menunggu lama? Apa kakimu sakit karena berdiri terlalu lama?" tanya Cedric.
"Tidak, kau tenang saja." Angela menunjukkan senyum manisnya agar kekhawatiran Cedric menurun.
Tidak merasa puas, Cedric memeriksa keadaan Angela dari atas kepala sampai bagian kaki bawah, apakah ada terjadi sesuatu pada tunangannya. Beberapa saat kemudian terdengar suara helaan nafas tanda lega.
Murid di sekeliling mereka melihat kejadian dimana pangeran Cedric yang terkenal dengan sifat dingin dan acuh tak acuh itu memperlakukan tunangannya dengan sangat romantis. Rasa cinta Cedric pada Angela memang sudah menyebar di seluruh penjuru Akademi, sehingga mereka sudah terbiasa akan pemandangan ini. Tapi tetap dalam hati mereka dapat merasakan keirian dan rasa marah akan keberuntungan yang Angela dapat.
"Baiklah kali ini aku akan membagikan asrama dan kamar yang akan kalian tempati." Setelah Devian berucap seperti itu, di depan mereka langsung muncul sebuah kertas berisikan nama asrama dan nomor kamar masing-masing murid.
"Angela kau kena dimana?" tanya Melly pada Angela.
"Asrama melati, kamar nomor 4," ucap Angela sembari membaca kertas yang ada di tangannya.
"Oh! kita satu asrama! aku asrama melati nomor 20," seru Melly senang.
"Syukurlah, sepertinya kita hanya beda beberapa lantai." Jujur saja Angela ikut senang mendengar Melly satu asrama dengannya. Di Akademi ini yang menjadi teman dekatnya hanyal Melly dan Cedric. Sebenarnya ada murid lain yang mencoba untuk mendekati Angela, hanya saja ia tahu bahwa semua itu sekedar kepalsu. Mereka mendekati dirinya hanya karena status Angela sebagai tunangan seorang pangeran mahkota, tidak lebih.
"Aku di asrama mawar." Cedric tidak senang terpisah dengan Angela. Di akademi memang dia dan Angela tidak satu kamar, paling tidak sebelumnya mereka satu asrama tapi beda lantai saja. Dan sekarang Cedric tidak menerima kenyataan jikalau asramanya dan asrama Angela berbeda.
"Ketika esok di pagi hari kita bisa bertemu." Angela mencoba untuk menenangkan Cedric.
"Tapi bagaimana dengan pengobatanmu, kita harus melakukannya ketika malam hari sebelum kau tidur."
Pengirim aura untuk pengobatan Angela memang dilakukan setiap malam sebelum tidur. Zack berkata bahwa waktu itu adalah yang paling tepat untuk melakukan pengobatan karena ketika Angela jatuh tidur maka aura akan menyebar secara merata tanpa ada pemakaian untuk kegiatan apa pun.
"Kau benar, nanti kita coba tanya pada pengurus. Apakah boleh kau datang ke asrama kami untuk melakukan pengobatan," Angela mencoba untuk mencari solusi.
Cedric masih merasa tidak senang mendengarnya. Ia berharap Angela akan memberikan solusi bagaimana caranya agar asrama mereka tidak terpisah. Akan tetapi malah menawarkan solusi minta ijin untuk memasuki asrama pada malam hari.
Jika ia harus melakukan hal itu, pasti akan merepotkan. Selain Cedric tidak dapat mengawasi keadaan Angela, ia juga tidak dapat melakukan pemeriksaan rahasianya. Cedric setiap tengah malam ketika Angela tidur akan datang ke kamarnya untuk mengecek mengenai segel itu. Selama ini segel sihir tidak bereaksi apa-apa. Tapi karena sekarang mereka di wilayah baru, maka pasti terdapat aura yang berbeda dari biasanya. Takutnya hal itu akan membuat segel pada tubuh Angela akan bertingkah kembali.
Semua ini membuat Cedric khawatir. Setelah ini ia akan meminta pada Devian untuk memindahkan posisi asramanya. Semua ini tidak bisa dibiarkan.
mohon diperbaiki ya Thor, jdi yg baca ga bingung. thanks
apa-apaan ini cerita kagak kelar 🥴
aku salfok sm tulisan" yg tidak lengkap