NovelToon NovelToon
Transmigrasi Menjadi Menantu Keluarga Miskin

Transmigrasi Menjadi Menantu Keluarga Miskin

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi / Romansa Fantasi
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: BabyKucing

Xian Yue tewas setelah bertahun-tahun menjadi seorang penyintas di dunia Distopia.

Tapi, bukannya bangkit di alam kubur dan menerima semangkuk sup reinkarnasi dari Meng Po, Xian Yue justru terlempar ke tanah antah berantah.

Dalam perjalanan menuju rumah mertuanya, Xian Yue tak tau tubuh yang dimasukinya ternyata sudah dijual sebagai menantu yang menumpang, pada keluarga miskin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BabyKucing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11 Sesuatu yang di Anggap Sampah

Matahari telah condong ke barat ketika Lian Yue dan Han Zheng tiba di rumah. Begitu melihat keranjang bambu yang penuh berisi jamur, sayuran liar, dan tanaman obat, Nyonya Han yang sejak tadi menunggu di depan halaman akhirnya mengembuskan napas lega.

"Syukurlah, Ibu sempat khawatir karena kalian pulang lebih lambat dari biasanya."

Han Zheng meletakkan kapak di dekat pagar bambu. "Di gunung kami hampir bertemu babi hutan."

Wajah Nyonya Han langsung berubah pucat, wanita itu segera mendekat dan memeriksa putra sekaligus menantunya, "Babi hutan?"

Han Zheng mengangguk. "Untung kami mendengar suaranya lebih dulu."

Ia sengaja tidak menceritakan tentang gagak yang memperingatkan mereka. Bahkan dirinya sendiri menganggap itu hanya kebetulan. Sementara itu, Lian Yue mulai mengeluarkan satu per satu isi keranjang. Jamur liar. Pakis muda. Bayam liar. Dan beberapa batang tanaman obat.

Melihat hasil sebanyak itu, Tuan Han yang baru keluar dari rumah tampak sedikit terkejut. "Semua ini kalian temukan hari ini?"

Han Zheng tersenyum kecil. "Sebagian besar ditemukan istriku."

Tatapan Tuan Han langsung beralih kepada menantunya. "Kau benar-benar mengenali tanaman sebanyak ini?"

Lian Yue mengangguk pelan. "Ada banyak tumbuhan yang sebenarnya bisa dimakan, hanya saja orang-orang tidak terbiasa memetiknya."

Tuan Han mengusap janggutnya. "Kalau begitu, gunung kita ternyata lebih murah hati daripada yang kukira."

.

.

Menjelang sore, Lian Yue membantu Nyonya Han membersihkan jamur. Jamur yang masih muda dipisahkan. Yang sudah terlalu tua dibuang. Batangnya dipotong, lalu dicuci menggunakan air bersih.

Melihat caranya bekerja, Nyonya Han tidak bisa menahan rasa penasaran. "Lian Yue."

"Hm?"

"Dulu... keluargamu juga sering masuk gunung?"

Tangan Lian Yue berhenti sesaat. Ia tentu tidak mungkin menceritakan dunia asalnya.

"Orang yang membesarkanku pernah berkata...Kalau ingin gunung memberimu makanan, jangan mengambil semuanya.'"

Nyonya Han mengangguk perlahan. "Itu benar."

"Kalau semua diambil, tahun depan tidak akan tumbuh lagi."

Lian Yue tersenyum. Syukurlah. Alasan itu cukup masuk akal.

Saat hendak membuang batang jamur dan daun-daun tua ke luar pagar, Lian Yue segera menghentikannya.

"Tunggu."

Nyonya Han menoleh. "Kenapa?"

"Jangan dibuang."

Wanita paruh baya itu tampak bingung. "Kalau tidak dibuang, untuk apa?"

Lian Yue mengambil keranjang kosong. Ia memasukkan semua daun tua, batang jamur, rumput liar, dan sisa sayuran ke dalamnya.

"Semuanya masih berguna."

Nyonya Han tertawa kecil. "Anak ini... Menurutmu apa ada benda yang tidak berguna?" ujarnya dengan nada jenaka.

Lian Yue ikut tersenyum. "Dulu aku juga mengira begitu. Ternyata yang disebut sampah hanya benda yang belum kita ketahui manfaatnya."

Kalimat itu membuat Tuan Han yang sedang memperbaiki cangkul menghentikan pekerjaannya sejenak.

Ia memandang menantunya cukup lama. Entah mengapa, cara berpikir gadis itu selalu terdengar aneh.

Namun anehnya lagi...

Sulit untuk dibantah.

Lian Yue membawa keranjang berisi sisa tanaman itu ke belakang rumah. Lubang kompos yang ia buat beberapa hari lalu mulai menghangat. Ia mengaduk isinya menggunakan tongkat kayu.

Aroma tanah mulai tercium samar.

Di atas pagar bambu, dua ekor burung pipit memperhatikannya. ["Dia mengubur makanan."]

["Manusia memang aneh."]

Seekor burung yang lebih tua menggeleng kepalanya yang bulat kecil itu, ["Bukan."]

["Dia sedang memberi makan tanah."]

Lian Yue mendongak. Ia tersenyum kecil. "Benar."

Kedua burung itu langsung melompat kaget. ["Dia mendengar lagi!"]

["Aku bilang juga apa!"]

Burung tua itu hanya terkekeh. ["Sudah kubilang. Manusia ini berbeda."]

Burung-burung itu akhirnya terbang pergi sambil terus berkicau. Lian Yue memperhatikan mereka hingga menghilang di balik pepohonan.

Ia mulai menyadari sesuatu.

Semakin sering ia berinteraksi dengan hewan, semakin banyak pula hewan yang tidak lagi takut mendekatinya. Bukan karena kekuatannya. Melainkan karena mereka merasa aman.

.

.

Keesokan paginya, Han Zheng bersiap pergi menjual tanaman obat ke pasar kecil di desa sebelah.Sebelum berangkat, Lian Yue mengambil beberapa jamur yang telah dijemur semalaman.

"Kenapa dibawa?" Han Zheng bertanya heran. "Jamur segar bukankah lebih mahal?"

Lian Yue menggeleng. "Tidak selalu. Jamur kering lebih ringan. Lebih awet dan yang jelas bisa disimpan lebih lama."

Han Zheng memandangi jamur itu beberapa saat. Ia baru menyadari bahwa selama ini mereka selalu terburu-buru menjual hasil hutan karena takut membusuk.

Tidak pernah terpikir untuk mengawetkannya terlebih dahulu. "Aku akan mencobanya."

Lian Yue mengangguk. "Kalau tidak laku, kita makan sendiri."

Han Zheng tertawa pelan. "Itu juga boleh.."

Setelah suaminya pergi, Lian Yue kembali menuju ladang. Ia membawa seember air dan sekeranjang kecil kompos yang belum sepenuhnya matang.

Ia menaburkannya tipis-tipis di sekitar tanaman yang paling lemah. Kali ini ia tidak menggunakan kemampuan pemurnian.

Ia ingin melihat seberapa besar perubahan yang bisa dicapai hanya dengan pengetahuan yang ia miliki.

Saat sedang bekerja, suara dua orang wanita terdengar dari balik pematang.

"Itu menantu keluarga Han, ya?"

"Iya."

"Kudengar sejak dia datang, keluarga Han sering membawa hasil hutan lebih banyak."

"Lalu ladang mereka juga mulai menghijau."

"Benarkah?"

"Entahlah."

"Aku hanya mendengar dari orang-orang."

Lian Yue tidak menoleh. Ia tetap menaburkan kompos sedikit demi sedikit.

Namun ia tahu... Perubahan kecil yang terjadi pada keluarga Han mulai diperhatikan oleh warga desa. Dan ketika seseorang yang miskin mulai hidup sedikit lebih baik...

Rasa penasaran orang lain biasanya akan segera berubah menjadi kecemburuan.

Angin sore kembali bertiup pelan. Di antara daun-daun jagung yang mulai menghijau, seekor belalang kecil melompat ke atas batu.

["Tanah ini tersenyum."]

Lian Yue menghentikan tangannya. Ia memandangi ladang di depannya. Perubahannya memang masih sangat kecil. Hanya beberapa helai daun yang tampak lebih segar.

Namun baginya... Itu sudah cukup.

Karena ia sangat tahu, tidak ada ladang yang berubah subur dalam semalam. Begitu pula kehidupan. Semua perubahan besar selalu dimulai dari hal-hal kecil yang nyaris tidak diperhatikan orang lain.

1
tinie
ya kamu harus tau masa lalumu apa hubungmu dgn mereka
sehingga apa yg membuat mereka ingin membuang mu jauh jauh dan dilarang kesana bertemu batu merah
tinie
tetep semangaat 💪💪💪
tinie
kenapa mengulangi faragraf yg sama
dgn diatas
tinie: ok
semangaaat thor
total 2 replies
tinie
ada dgn mereka
apakah mereka sengaja membuang kian Yue .agar tidak mampu membangkitkan ilmunya
makanya dia dilarang bertemu batu merah
Srie Ncii Herdiansyah
aku baru nemu cerita ini, padahal aku pecinta cerita Time travel kok gk muncul awal2 yah?? semoga rajin up thorr
tinie
makin penasaran🤔🤔
tinie
wah apakah itu batu apa

sehingga para burung dan binantang lainnya sangat ketakutan
tinie
ya kecambah pertumbuhanmu sedikit lamban namun pasti
semoga kau bisa menyelamatkan keluarga han
tinie
yang gak tumbuh
mungkin terlalu tua 💪💪
tinie
meskipun dekat dgn gunung ternyata
disaat kemarau juga sama ya kadang tak kunjung datang hujan
tinie
saking baiknya ya keluarga Han
sampai sampai mendoakan kejayaan untk mereka
tinie
apa kalian tidur dikamar sang sama
saling bertanya
deep talk gitu😁😁🤔
tinie
war biasa
bisa mendengar BHS binatang
tinie
h a d i r 💪 💪 💪
Fauziah Daud
trusemangattt
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjuttt
Fauziah Daud
lanjuttt
Fauziah Daud
luar biasa
Fauziah Daud
hadir thor
Anita Rahayu
lebih banya upnya thor👌👌👌👌👌👌👌
Ailurophile 🐯: Oke kakak 👌
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!