Mengisahkan tentang kisah cinta Daniel David Johanes seorang perwira angkatan laut yang bertemu dengan teman masa kecilnya Joanna Josephine Josep mahasiswi semester akhir fasultas kedokteran jurusan dokter gigi di Universitas Negeri Surabaya. Apakah Daniel bisa merebut hati Joanna yang sering dipanggil Anna ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perpisahan
Pagi - pagi sekali keluarga Johanes sudah bangun, karena hari ini menantu dari anak bungsu akan dilantik menjadi dokter gigi. Karena hari sabtu, maka mas Jefry dan mba Cindy juga hadir bersama si kecil David yang sudah sepuluh bulan. Selain mama dan papa mertua Anna.
Suaminya Anna Kapten marinir Daniel Johanes, juga sudah gagah. Dengan di lantiknya Anna, berarti sekarang Anna akan menamani Daniel di Sidoarjo sambil bekerja di poli gigi yang ada di puskesmas kota Sidoarjo.
Pukul sembilan semua peserta calon dokter umum dan dokter gigi sudah ada di aula universitas. Mereka akan mengucapkan sumpah janji mereka sebagai dokter. Kembali Dokter gigi Joanna Josephine Josep dipilih menjadi dokter koas terbaik. Semua ini di siarkan Daniel secara langsung kepada mama dan papa mertuanya di Ambon. Rencananya juga sebelum mereka ke Sidoarjo, Anna akan berangkat ke kota kelahirannya di Ambon. Karena opanya sedang sakit. Dan rencananya besok Anna akan berangkat. Mas Jefry sudah pindah menjadi kepala Brimob di Surabaya. Jadi mama dan papa tidak kesepian kalau Anna dan Daniel di Sidoarjo.
Daniel sedang memeluk istrinya, Anna hanya di ijin pulang ke Ambon tiga hari, suami posesifnya sudah membeli tiket pergi dan pulang. Hanya koper kecil yang dibawa oleh istrinya.
"Jangan nakal,kalau tidak ada mas di samping ya." Anna melihat dengan mata puppynya. Daniel malah mencium istrinya. Tetapi dia menutup mulut mereka dengan telapak tangannya yang besar.
"Salam buat mama dan papa juga keluarga disana ya sayang."
"Iya pa, ma." Daniel mengantar istrinya sampai dia boarding masuk pesawat. Karena dia mempunyai akses di bandara. Selesai berdoa dia mencium kening dan bibir istrinya sekali lagi.
"I love you more more more honey."
"I love you more too."
"Transit makasar telepon mas. Begitu juga sampai Ambon."
"Siap komandan cintaku."
Daniel bersama orangtua dan kedua kakaknya serta si kecil David sudah jalan pulang ke rumah dengan mobil. Belum sampai rumah, Anna sudah tiba di bandara Hasanudin. Dia langsung melapor kepada suami posesifnya.
"Ibu.....mana??" David kecil menanyakan buliknya.
"Ibu pulang kampung, tinggal paklik sendiri." Daniel mengoda keponakannya. Anna hanya tertawa.
"Sayang jam berapa boarding ke Ambon."
"Satu jam lagi mas."
"Jangan jauh - jauh dari gate."
"Aku sudah duduk di depan gate mas."
"Istri yang baik. I love you." Anna berbisik membalas kata i love you. Sangat pelan.
"Sayang, mas ngak dengar."
"Sudah ya mas. Kan ada papa, mama, mas dan mba. Adek malu."
"Kenapa malu, mas aja ngak malu."
"Mas itu ngak tahu malu." Daniel sengaja mengoda istrinya, dan terasa dia mendengar pengumuman boarding menuju Ambon.
"Jangan lupa berdoa sayang."
"Iya mas."
Anna sudah tiba di Ambon, setelah menempuh perjalanan udara satu jam lebih hampir dua jam. Turun pesawat, Anna langsung menghubungi suaminya. Daniel sudah di kamar sedang baring - baring.
"Sayang ini pertama dan terakhir kamu berangkat tanpa mas."
"Kenapa?? Mas kan banyak kerjanya. Dan mas kan mengurus kerjaan adek di Sidoarjo. Lagian ini opa kan sakit."
"Iya mas mengerti. Namun mas kangen kamu."
"Tiga hari mas. Ngak lama."
Anna tidak pulang ke rumah, melainkan langsung menuju rumah sakit siloam tempat opa di rawat. Sudah ada mama tuanya Anna bersama anak - anak dan suaminya. Ternyata mama dan papa tidak cerita kondisi opa sebenarnya. Sampai di ruangan opa, mendengar suara Anna, opa menangis dan minta di peluk. Dan ternyata itu pelukan terakhir mereka. Opa meninggal dalam pelukan cucu perempuan satu - satunya yang membawa marga keluarganya. Anna menangis sampai mama dan papanya memeluk dirinya.
Duka ini disampaikan kepada Daniel di surabaya melihat istrinya menangis, hati Daniel hancur. Atas bantuan papanya Daniel mendapat ijin ke Ambon. Bersamaan dengan pesawat khusus angkatan laut yang mau ke Ambon. Daniel mendapat tempat. Jam lima sore Daniel berangkat dengan petinggi - petinggi Angkatan laut ke ambon. Jam tujuh malam Daniel tiba dan langsung menuju rumah duka, di rumah mama tuanya di perumnas Wayame.
Dari bandara ke Wayame dekat. Alamat lengkap membuat Daniel tidak kesulitan mendapat rumah duka. Anna bersama keluarga yang siap akan ibadah penguatan dikagetkan dengan kehadiran Daniel Johanes istrinya. Daniel langsung memeluk istrinya. Sementara ibadah, ada juga jemaat dari angkatan laut yang datang. Hadir juga lettingnya Daniel.
"Non, Dani bobo gimana??"
"Mama ngak masalah. Didepan itu ada hotelkan. Nanti Anna dan Daniel nginap disana." Ternyata lettingnya Daniel sudah membuka kamar hotel buat Daniel dan istrinya Anna. Barang - barang mereka juga sudah di bawa. Daniel masih menggunakan baju dinas lapangan lengkap. Saat itu keluarga besar Josep kenal dengan suaminya Joanna Josephine Josep.
Karena opa sudah sakit lama. Papa dan mama tua tidak mau menahan jasad opa lama. Semua keperluan untuk pemakaman sudah di selesaikan oleh Daniel. Rencana opa akan dimakamkan bersebelahan dengan oma. Liang itu sudah disiapkan oleh opa.
Anna dan Daniel baru ke hotel didepan perumnas ini jam sebelas setelah tamu - tamu dari lanal sudah pulang jam sembilan lewat tiga puluh menit. Di rumah hanya ada keluarga besar Josep. Anna sudah memesan catering buat hari ini dan besok. Jadi malam ini orang - orang bergadang tidak akan kelaparan karena makanan sudah disiapkan non stop.
"Opa, jangan ganggu Anna ya. Bukan Anna ngak mau temani opa disini. Tetapi mama tua rumahnya kecil kamarnya sedikit. Malam ganggu mama tua saja." Anna kelakar menganggu mama tuanya.
Besok pagi, Anna dengan dress hitam begitu juga dengan Daniel menggunakan kemeja hitam sudah ada di rumah duka. Catering buat ibadah pemakaman dan pengucapan syukur sudah oke. Semua akan datang sesuai waktunya. Kerans bunga sudah banyak yang datang dari kesatuan papa dan suaminya bekerja juga ada. Bahkan dari keluarga besar Johanes juga ada.
Jam sebelas kami mengantar opa ke peristirahatan terakhirnya menunggu opa punya adek dari kampung datang. Sampai ibadah pengucapan syukur semua berjalan lancar. Tadi keluarga besar menyanyi diiringi oleh Anna dalam bermain keyboard.
Sampai malam masih banyak keluarga dan kenalan yang datang ke rumah duka. Anna dan Daniel membuka satu kamar buat papa dan mama mereka. Besok rencana mereka mau ke pantai, Anna pengen berenang di natsepa. Mama tua dan suami serta kedua anak mereka juga akan ikut.
Menikmati keindahan kota Ambon hanya sehari. Sudah banyak perubahan. Daniel dan Anna semalam bobo di rumah dinas orangtua Anna. Pulang dari pantai, Anna dan Daniel nostalgia di kompleks lanal, melihat sekolah mereka dari taman kanak - kanak sampai sekolah Dasar. Rumah komandan yang dulu di tempati olehnya. Daniel tertawa.
"Kenapa tertawa??"
"Ternyata aku ini usil dari kecil ya. Aku sering membuat kamu menangis sayang. Dan papa sering sekali membela kamu."
"Kamu kecil itu menganiaya anaknya asisten rumah tangga kamu."
"Sayang....."
"Itu kenyataan mas. Kamu itu jatuh cinta dan menikahi anak seorang pembantu. Papa dan mama mertuamu itu pekerja di rumah ini."
"Aku cinta sama kamu."
"Aku tahu itu mas. I love you."
btw turut berdukacita juga atas dipanggil pulang Opa tercinta
sayang sekali, Alena sudah tidak perawan, kalau masih perawan, meskipun orang tua sudah setuju, tinggalkan saja Daniel, biarkan Daniel berjuang untuk mendapatkan Alena , ini ya sudah sulit
Anna harus jual mahal, supaya Daniel dapat pelajaran, kalau untuk mendapatkan kamu, Daniel harus berjuang
mestinya ceritanya Daniel dan Anna tidak tinggal satu rumah dulu yah, meskipun ada orang tua, biarkan Anna kost di luar, dan mereka berdua harus menjaga kekudusan mereka sampai selesai pemberkatan