Mantan orang nomor dua dari sebuah perusahaan dan dunia bawah yang sebelumnya menghilang, Tiba-tiba dia kembali muncul di suatu negara dengan identitas yang berbeda hanya jadi seorang bartender di sebuah Bar.
Dia sangat terkenal di kalangan para wanita namun sikapnya begitu dingin kepada semua wanita yang mengaguminya.
Akankah ada wanita yang mampu mengetuk hatinya, apakah dia wanita di masa lalunya atau wanita yang datang di masa transisi nya.
Rocky apakah dia bisa jatuh cinta dan melupakan masa kelamnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18
Rocky enggan mendengarkan nya tapi dia juga penasaran apa yang akan Aleena katakan, Rocky dengan berat hati menekan nya dan mendengarkan suara Aleena, terdengar suara Aleena di seberang sana dengan suara lirih menahan tangis setiap dia berbicara, Rocky tersentak saat tau kenyataan nya ternyata Aleena tidak pernah membohongi nya "Aleena maafkan aku" Ucap Rocky lirih dia kemudian berlari untuk meninggalkan tempat kerjanya.
Saat Rocky berlari keluar Letty melihat nya "Tunggu Rocky kau mau kemana? kita sebentar lagi buka" Teriak Letty yang tentu saja sama sekali tidak di dengar oleh Rocky.
Letty yang melihat Natan sedang bersih-bersih lalu menghampiri Natan "Natan , kemana Rocky pergi? " Tanya Letty pada natan yang sama sekali tidak tau apa-apa, Natan hanya melihat saat Rocky terlihat terburu-buru dan berlari.
Natan mengangkat kedua bahunya secara bersamaan "Aku tidak tau bos, mungkin saja ada yang tertinggal di apartemen nya" Jawab Natan yang terdengar masuk akal.
"Tumben sekali, dia tidak pernah seperti itu , dan lagi ini hampir saatnya kita buka jika dia tidak ada, siapa yang akan menggantikan nya secara mendadak seperti ini" Keluh Letty yang kesal karena Rocky terlihat terburu-buru.
"Mungkin dia hanya sebentar bos, Rocky adalah orang yang tidak pernah meninggalkan pekerjaan nya dengan mudah, dia sangat mencintai pekerjaan nya" Natan mengatakan itu dengan sangat yakin.
"Semoga saja" Berbeda dengan Natan, Letty memiliki firasat kalau Rocky malam ini tidak akan kembali, tapi Letty ingin meyakinkan dirinya kalau Rocky akan kembali lagi, jadi Letty mengirim pesan pada Rocky.
Rocky masuk ke dalam mobilnya, dia melihat lokasi di handphone Aleena masih di apartemen "Semoga saja kau belum pergi Aleena" Rocky mengemudikan mobilnya di tengah rintik hujan yang semakin deras, angin juga cukup kencang membuat Rocky sedikit kesulitan melihat jalan.
Rocky dengan susah payah menyetir akhirnya sampai ke apartemen nya, dia segera berlari ke apartemen nya, dia masih meyakini Aleena berada di dalam sana, Rocky mulai khawatir saat dirinya selesai membuka pintu, dia takut apa yang dia pikir kan terjadi.
"Aleena kau masih di dalam bukan? " Rocky bergegas masuk menelusuri apartemen nya dan langkahnya terhenti di depan kamar Aleena "Aleena kau di dalam" Rocky mencoba mengetuk pintu kamar Aleena dan berharap Aleena masih ada di dalam, tangan Rocky sedikit gemetar saat memegang gagang pintu kamar Aleena, dia mendorong pelan pintu kamar Aleena, dia berjalan masuk dan wajah Rocky memucat saat melihat handphone yang dia berikan kepada Aleena berada di atas meja "Ya Tuhan apa yang telah aku lakukan" Rocky menambah kasar rambutnya penyesalan nya datang terlambat.
Rocky terdiam sejenak namun dia tidak mau stuck dalam keadaan sekarang, Rocky segera berlari keluar "Aleena tunggu aku"
Rocky bergegas keluar saat dirinya melewati tempat resepsionis seseorang memanggil Rocky untuk mengembalikan kunci apartemen nya padanya, Rocky tidak mengucapkan apa-apa dia segera berlari agar tidak terlambat menemukan Aleena.
Rocky keluar tanpa mobilnya dia berlari dan merasakan angin kencang menerpa tubuhnya serat rintikan air yang mulai deras mengguyur tubuhnya.
Rocky berjalan menuju ke arah di mana Rocky bertemu pertama kali dengan Aleena, Rocky terus berlari tubuhnya sedikit sulit bergerak karena angin yang menerpa. "Aleena di mana kau? " Teriak Rocky yang pasti tidak ada jawaban apapun, karena Aleena tentu tidak mendengar nya.
Di sisi lain dengan susah payah menerobos angin dengan membawa koper Aleena akhirnya berteduh di halte bus.
Angin berhembus semakin kencang dingin menerpa tubuhnya yang sudah basah karena rintikan hujan.
Aleena duduk dan menghela nafas dia terlihat sangat kelelahan dan tak tau harus pergi kemana doa juga tidak bisa mengandalkan handphone nya. "Harus bagaimana? Aleena kau harus tetap bertahan" Aleena sedikit menggigil karena baju nya yang basah Aleena merasa sangat kedinginan, dia juga tidak mungkin mengganti bajunya di tempat umum atau mengambil jaketnya akan sulit untuk membongkar koper di halte bus itu.
Pandangan Aleena mulai kabur karena tubuhnya merasakan semakin dingin, Aleena menampar pipinya agar tetap tersadar, dia terus menggosok tubuhnya dengan tangannya, Aleena berusaha tetap membuat tubuhnya merasa hangat "Haruskah aku mencari jaket? " Aleena yang mengigil berusaha tetap bergerak, dia mencoba membuka kopernya dan mencari jaket di dalam kopernya, Aleena berusaha agar semua baju yang ada di dalam koper tidak basah.
Namun air semakin masuk ke dalam halte karena angin yang semakin kencang. Aleena segera menutup kopernya saat dia sudah mendapatkan jaket untuk nya.
Aleena memakai jaketnya, "Angin seperti ini apakah akan ada kendaraan yang lewat? " Aleena bergumam sendiri dan melihat sekeliling yang terlihat sangat sepi.
Meski tidak sedingin tadi Aleena masih merasa dingin bagaimana tidak bajunya yang basah masih melekat di tubuh nya.
Meski hari belum terlalu malam tapi gelapnya sama dengan tengah malam karena tidak ada cahaya bulan sama sekali, seakan langit melambangkan Aleena saat ini benar-benar terpuruk.
Aleena sadang diam dalam gundahnya dia ingin lanjut berjalan tapi dia tidak tau dia harus jalan kemana, tapi jika dia terus di halte bus itu belum tentu dia bisa mendapatkan kendaraan. "Haruskah aku berjalan lagi? Aleena tenanglah latihan dari papa bukankah lebih buruk kenapa kau selemah ini Aleena" Aleena lagi-lagi menepuk kedua pipinya untuk menyadarkan nya agar bisa terus berjalan maju.
Aleena melihat angin dan hujan sudah mulai mereda, mungkin dia bisa berjalan sampai ke jalan yang lebih ramai untuk mendapatkan taksi.
Aleena akhirnya berjalan lagi untuk pergi ke simpang jalan tempat yang lebih ramai, Aleena berharap di sana dia bisa mendapatkan taksi dan juga tempat tinggal.
Sepanjang jalan halte itu terlihat sangat sepi, seperti nya Aleena pergi ke halte yang sudah tidak terpakai, terbukti tidak banyak kendaraan yang lewat di sana.
Aleena berjalan lagi ke depan dengan menyeret kopernya yang terasa berat, Aleena sudah mulai lelah, lampu remang-remang tidak segera berganti dengan lampu terang jalanan.
Aleena terus berjalan dan tiba-tiba saja, Angin semakin kencang dan juga hujan deras seakan mengejar langkah kakinya, Aleena tidak tau lagi harus bagaimana dia hanya bisa berjalan di tengah hujan dan angin.
Dingin semakin menggerogoti tubuh Aleena, tubuh Aleena terasa lemah, Aleena mulai melepas kopernya dan merunduk memeluk tubuhnya "Aleena kau harus kuat" Aleena memegangi kepalanya yang terasa sakit.
Aleena mulai memejamkan matanya samar-samar Aleena melihat seseorang berjalan ke arahnya, namun lelah dan dingin sudah melemahkan penglihatan dan tubuhnya Aleena akhirnya kehilangan kesadaran nya.
Bukan main nyosor Macam bebek gitu, yakinkan aleena..
Gedeg jg lama2 Sama rocky ini.. Lama2 kyk sinetron indosiar ini Mc nya..
Ga Ada jiwa laki2nya, pengecut
+terpuruk pula Sama wanita.. Haddeh..
Mafia pa kaum lunak?
#lemah