NovelToon NovelToon
Ainomaru

Ainomaru

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Berbaikan
Popularitas:902
Nilai: 5
Nama Author: Jauhadi

"Arina Andrews!" Panggil seorang guru saat Arin hendak berlalu.

Arin lalu berbalik dan mendapati jika orang yang memanggil dirinya adalah sang guru. Orang yang membuat dirinya merasa hidup. Namun Arin terkejut saat mengetahui gurunya hendak menikah. Baginya Ibu Sarah adalah ibu baginya.

"Ibu guru tidak akan melupakan sayakan ?" Tanya Arin...

Ibu Sarah hanya terdiam, dia lalu mengelus kepala anak muridnya itu..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jauhadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Bab 17

Rania sampai di halaman rumah besar dengan air mancur di depannya. Rania memencet tombol bel, tak lama kemudian satpam datang membukakan pintu untuk Rania. Mereka sudah tahu jika Rania adalah sahabat nona mereka. Rania tersenyum pada penjaga yang mengantarkannya sampai di depan pintu rumah. Rania langsung saja ke lantai dua, dan masuk ke dalam kamar Arina.

Arina yang melihat sahabatnya itu langsung saja menghamburkan diri memeluk Rania.

"Aku kangen padamu." Ujar Arina pada Rania.

"Aku juga." Balas Rania.

Padahal Arina, dan Rania juga bertemu saat sekolah, tapi mereka saling merindukan dengan cepat, terbiasa bersama membuat mereka tak bisa di pisahkan.

Arina lalu menarik tangan Rania pergi ke perpustakaan pribadi rumahnya. Rani tahu tempat yang akan di tuju Arina. Tempat favorit mereka di rumah itu tentunya.

"Rania lihat ini." Arina menunjukkan novel kesukaan Rania. Sebuah novel yang masih di segel rapi.

"Kamu dapat dari mana?" Ujar Rania pada sahabatnya. Dia takjub, Arina bisa mendapatkan novel terbaru kesukaannya dengan cepat, lengkap dengan koleksi cerpennya. Rania tidak tahu saja bahwa Arinalah penulis cerpen, dan novel kesukaannya itu.

"Ada deh, yang jelas aku dapetinnya dapet yang spesial buat kamu, ada tanda tangan penulisnya." Arina menunjukkan salah satu novel yang Arina tulis, terdapat tanda tangannya di sana.

"Wah." Rania berputar-putar kegirangan, dia tak menyangka jika sahabatnya busa mendapatkan buku yang dia sendiri kesulitan untuk mendapatkan nya.

Sarah yang sedang sibuk dengan persiapan ujian pun masuk ke dalam perpustakaan. Dia melihat Arina, dan Rania juga ada di situ.

"Arina, Rania kalian sedang belajar?" Tanya Sarah pada kedua putri yang dulu dia asuh itu.

"Kami sedang membaca biasa saja." Balas Arina pada Sarah. "Ibu Sarah datang ke sini mencari buku?" Tanya Arina pada Sarah.

"Aku sedang mengurus persiapan ujian." Balas Sarah.

"Ibu Sarah, lihat ini. Aku dapat dari Arina, ini penulis favorit ku." Ujar Rania pada Sarah, dia memamerkan nivel favoritnya pada Sarah.

"Eh inikan, Arina, ini kan novel yang kamu tulis. Kamu belum bilang ke Rania kalau kamu yang tulis?" Tanya Sarah pada Arina.

"Arina kamu? Kamu penulis favorit ku?" Tanya Rania takjub, dia tidak menyangka Arina adalah penulis favoritnya.

Arina memang tidak memberi tahu siapapun kecuali Sarah. Dia kini bersungut-sungut marah pada Ibu sambungnya itu.

"Aku hanya menulis beberapa, apa hebatnya?" Tanya Arina pada Rania.

Rania menepuk punggung tangan Arina. Seolah dia tidak setuju dengan kata-kata yang meluncur dari bibir Arina tadi.

"Kau jangan begitu, kau ini berbakat, kenapa tidak menulis lebih banyak saja Arin?" Tanya Rania pada sahabatnya itu.

"Menulis hanya hobiku, aku lebih ingin untuk mengejar impianku sebagai dosen matematika." Ujar Arina yakin.

Arina tidak ingin melepaskan impiannya dia ingin menjadi seorang dosen matematika, bagaimanapun meski sulit, dia bertekat untuk mendapatkan apa yang dia mau. Arina tidak bisa terbayangkan belajar di hari-hari nya selanjutnya. Pasti akan menyenangkan. Pikirnya.

Rania memegang tangan Arina, dia menyerahkan seluruh keputusan masa depan sahabatnya padanya. Rania juga punya impian, dia ingin menjadi seorang dokter suatu saat nanti. Dia yakin dengan mimpinya. Setidaknya dia berusaha mendapatkan beasiswa ke luar negeri mulai dari sekarang. Begitu juga dengan Arina.

Sarah melihat kedua anak itu, dia tidak habis pikir mereka sangat suka belajar.

"Karena kalian berdua sangat bersemangat untuk belajar, bagaimana kalau kerjakan soal-soal ini. Ibu belum menyelesaikan soal-soal ini, besok harus di gunakan untuk mengajar. " Sarah menyerahkan beberapa soal Fisika, dan Biologi. Itu jelas ke ahlian Rania, Arina menyerahkan tugas itu pada Rania.

Rania dengan senang hati membantu Sarah Andrews mengerjakan soal-soal itu. Rania memang mahir dalam hal IPA, itu sesuai dengan impiannya. Rania selesai dalam waktu kurang dari satu jam. Dia pun mendekati Arina yang sedang mendesain sebuah baju.

"Apa ini? Untuk siapa?" Ujar Rania penasaran.

"Untukmu, aku berencana membuat baju couple untuk kita berdua lagi." Ujar Arina pada Rania.

Rania pun tertarik, dan ikut membantu Arina mendesain baju tersebut. Tak lama kemudian desain Arina selesai. Dia merasa lapar sekarang. Dia rindu dengan masakan Sarah, dan Rania. Dia pun akhirnya merengek pada Sarah, dan Rania agar di buatkan makanan.

Dua orang yang mendapatkan rengekan dari Arina pun akhirnya turun tangan, Arina hanya menunggu saja di ruang makan. Awalnya Sarah, dan Rania di larang oleh pelayan untuk memasak, mereka bilang, mereka saja yang melakukannya, tapi Sarah berkata dia ingin memasak untuk Arina, sehingga akhirnya mereka pun di izinkan untuk memasak.

Akhirnya dalam waktu dua puluh menit masakan jadi. Rania, dan Sarah meminta para pelayan untuk mencoba masakan mereka, awalnya para pelayan ragu, tapi setelah Sarah mengatakan tidak apa-apa, akhirnya mereka mencicipi. Tanpa di sangka mereka terkejut, masakan Sarah, dan Rania sangat enak. Mereka jadi membandingkan dengan masakan mereka sendiri, mereka pun bertekat agar masakan mereka lebih enak dari majikannya, bagaimanapun mereka di tugaskan untuk memasak juga.

Sarah menghampiri Arina yang sudah menunggu, Arina tersenyum senang mendapati mie buatan Sarah. Mie itu di giling, dan di buat sendiri dari tepung oleh Sarah, bukan buatan pabrik. Arina merasa senang karena mienya enak. Sementara Rania membuat sebuah es dawet. Arina terkejut dengan es dawet buatan Rania, bisa-bisanya Rania kepikiran untuk bikin es dawet, pas sekali cuaca sedang panas.

Langkah kaki terdengar mendekati meja makan. Tampak perut keroncongan seorang yang melangkah itu terdengar. Ternyata orang itu adalah Tion, dan Thomas Andrews yang baru pulang dari bekerja. Merek berdua lapar melihat Arina makan dengan lahap.

"Sayang, aku juga mau makan masakanmu yang enak." Ujar Thomas Andrews pada Sarah. Sarah pun masuk ke dalam dapur, membawakan mie bikinannya, dan es dawet bikinan Rania pada Thomas Andrews, dan Tion Andrews.

"Ini es dawetnya?" Tanya Tion pada Arina.

"Rania yang bikin, hebatkan temenku." Ujar Arina menjawab.

Tion takjub dengan kemampuan memasak Rania. Dia tidak menyangka jika gadis SMA itu bisa memasak. Dia memuji Rania, dan berterima kasih sudah membuat es dawet untuk mereka.

Mereka pun makan dengan lahap, dan tanpa suara. Rasa enak makanan mengalahkan obrolan yang ingin mereka katakan satu sama lain.

Tak lama berselang semua sudah selesai dengan makanannya masing-masing.

Thomas Andrews pun mulai bicara.

"Ayah ada sesuatu untuk kalian berdua." Tatap Thomas Andrews pada Arina, dan Rania. Bukan Tion melainkan Rania yang di tatap.

"Les bahasa?" Tanya Arina pada Thomas Andrews. Dia heran, tanpa les bahasa pun Arina sudah bisa belajar bahasa sendiri secara otodidak. Dia merasa tidak perlu les semacam itu. Dia tidak tahu saja jika Tion dulu juga melakukan Les tersebut.

"Paman, maaf, kami tidak perlu les ini. Kami bisa belajar sendiri. Kami bahkan sudah bisa lima bahasa sekaligus, tidak termasuk tiga bahasa daerah, dan bahasa Indonesia yang kami kuasai." Ujar Rania pada Thomas Andrews. Thomas Andrews melongo tidak percaya. Dia pun bertanya bahasa apa saja yang Arina, dan Rania kuasai.

"Portugis, Jerman, Spanyol, Inggris, dan Mandarin, rencananya kami akan belajar bahasa Arab, dan Jepang juga." Ujar Arina pada Thomas Andrews.

Thomas Andrews pun mengetes kemampuan bahasa Spanyol Arina, dan Rania. Tak di sangak mereka berdua bisa menjawab dengan lancar. Dia pun akhirnya membatalkan mendaftarkan kedua sahabat itu les bahasa.

1
ℛᵉˣ🍾⃝ɴͩᴀᷞᴜͧғᷠᴀᷧʟ🤎ˢ⍣⃟ₛ🦁
sukses selalu
𝑫𝒆𝒘'𝒂⁹⁹
sukses uha
↳。˚ 🖇️')auh∆di♪♪⁠┌┘⁠♪: makasih kak wawa
total 1 replies
Raja
/Ok/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!