Franceska wanita cerdas berpendidikan tinggi, berparas cantik dan berprofesi sebagai guru matematika. Suatu kombinasi yang melengkapi penampilannya yang good looking, cemerlang dan bersinar dari keluarga sederhana.
Prestasi akademik, serta kecerdasannya mengola waktu dan kesempatan, menghentarkan dia pada kesuksesan di usia muda.
Suatu hari dia mengalami kecelakaan mobil, hingga membuatnya koma. Namun hidupnya tidak berakhir di ruang ICU. Dia menjalani penglihatan dan petualangan dengan identitas baru, yang menghatarkan dia pada arti kehidupan sesungguhnya.
》Apa yang terjadi dengan Franceska di dunia petualangannya?
》Ikuti kisahnya di Novel ini: "Petualangan Wanita Berduri."
Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗
Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12. PWB
...~•Happy Reading•~...
Rina memikirkan yang dijelaskan pengacara Elwan. Dia jadi mengerti situasi yang digambarkan dan solusi yang ditawarkan dari sudut pandang hukum.
"Jadi lebih baik anda terima dan lanjutkan hidup sambil menunggu persidangan dan keputusan Hakim." Elwan memberikan saran sesuai keinginan pimpinannya.
Mathias sebagai pimpinan Mathias Law & Firm lebih utamakan agar Rina punya tempat tinggal. Mereka tidak mau fokus untuk menghukum terdakwa, tapi lebih pada keadaan Rina yang yatim piatu. Agar dia tidak terlunta-lunta saat belum ada keputusan hukum tetap atas tuntutanya.
"Terima kasih sudah membuka wawasan saya untuk memahami kondisi persidangan dan hukumnya, Pak."
"Saya tadinya tidak berpikir akan adanya persidangan. Hanya mau terbebas dari tiga orang itu. Biar Tuhan membalas perbuatan mereka pada saya."
"Kalau bisa dapat tempat tinggal tanpa diganggu mereka, saya sangat bersyukur." Rina mengungkapkan rasa hatinya dengan mata berkaca-kaca.
"Jadi saya ikut saran Pak Elwan. Terima kasih tetap membela saya dan semua bantuannya." Rina sangat terharu setelah dicerahkan oleh pertanyaan Ceska dan jawaban pengacara Elwan.
"Baik. Silahkan tanda tangan di sini. Kita akan mengajukan tuntutan baru. Nanti untuk penyerahan sertifikat rumah, saya akan hadir bersama pengacara Pak Boby." Pengacara Elwan mengeluarkan lembaran baru bermetrai untuk ditanda tangani Rina. Ceska bisa merasakan getaran hati Rina.
~▪︎▪︎~
Setelah ditinggal pengacara Elwan, Ceska berbicara serius dengan Rina. Kredibilitas pengacara Elwan membuat Ceska harus menyiapkan Rina untuk hadapi setiap kemungkinan, terutama masa depannya.
Karena Ceska tidak tahu, berapa lama bisa ada untuk Rina. Jadi dia juga harus bersiap-siap. 'Rina, sambil menunggu pulih, mari kita bicara. Karena kasus hukummu sudah ditangani oleh pengacara yang kompeten dan bisa dipercaya.'
'Tidak usah pikirkan mau keluar dari sini. Kau akan tetap tinggal di rumah ini. Yang perlu kau pikirkan, setelah sembuh mau kerja apa.' Ceska berkata serius.
'Karena suatu hari semua uang yang ada padamu akan habis. Jadi kau harus punya penghasilan sendiri dan tetap.' Ceska mau Rina bisa hidup mandiri, agar tidak jadi bulan-bulan orang seperti keluarga Boby.
'Aku belum pikirkan itu Mba. Aku hanya lulus SMA.' Rina berkata pelan dan mulai meneteskan air mata.
'Kalau kau lulus SMA, berarti bisa baca tulis dan hitung.' Ceska sadar, dengan kondisi panti asuhan, sudah luar biasa Rina bisa lulus SMA.
'Iya, Mba. Bisa.' Rina jadi serius dengar pertanyaan Ceska di sela rasa harunya.
'Kalau begitu, selama istirahat, aku akan mengajarkan beberapa hal. Supaya kau bisa gunakan dan tidak dibodohi orang.'
'Iya, Mba. Terima kasih.'
Ceska mengajarkan pelajaran dasar yang dibutuhkan dan semuanya dicatat Rina untuk dipelajari lagi sendiri. Termasuk cara menggunakan ponsel.
~▪︎▪︎~
Seiring waktu berlalu, Rina mulai pulih dan sibuk merapikan rumah. 'Rina, walau tidak bisa kerja di kantor, kau bisa mendapatkan uang halal dengan cara yang lain.'
'Iya, Mba. Kami dulu diajarkan, supaya kalau tidak bisa kerja di kantor, bisa buka warung.'
'Ok. Bagaimana kalau kau menjual masakanmu?' Ceska ingat Rina bisa masak enak.
'Oh, iya, Mba....' Rina menceritakan yang dilakukan pemilik panti asuhan yang membekali penghuni wanita dengan belajar memasak. Sedangkan pria diajarkan bekerja di bengkel atau tukang bangunan.
'Baik. Kita mulai cari uang dengan kemampuan masakmu.' Ceska bicara serius, karena ingin membekali Rina mencari nafkah.
'Iya, Mba. Aku mau belajar.' Rina jadi bersemangat. Dia jadi ingat saudara-saudaranya di panti asuhan.
'Mba, apa boleh aku ke panti asuhan untuk melihat Ibu dan saudara-saudara? Sudah lama aku tidak pernah tahu kabar mereka.'
'Boleh. Setelah kau bisa menghidupi diri sendiri.' Ceska ingin Rina bisa menolong saudaranya yang ada di panti asuhan.
'Iya, Mba. Aku akan berusaha sekuatnya.'
Ceska merasa senang. 'Aku mau kau belajar memanfaatkan peluang sekecil apa pun untuk dapatkan uang halal. Agar kau jadi pribadi yang mandiri dan tidak bergantung pada orang lain atau dimanfaatkan.'
'Sekarang, tolong buatkan masakan dan minuman yang bisa dijual.' Ceska mau lihat cara Rina menyajikan masakan.
'Saya mau masak apa, Mba? Saya bisa masak banyak masakan.' Rina agak bingung, karena terlalu banyak resep yang dia kuasai. Dia juga masak berbagai jenis menu selama tinggal di rumah Boby.
'Selama masakan yang kau siapkan buat mereka bertiga, mana yang paling disukai?' Ceska mau Rina mengerti dan putuskan sendiri.
Rina jadi diam dan berpikir. 'Ayam geprek itu, Mba.'
'Menu mana yang paling cepat disiapkan?'
'Ayam geprek itu juga, Mba. Lebih cepat dan mudah dibuat. Tidak perlu siapkan banyak bumbu.' Ucap Rina setelah berpikir.
'Ok. Untuk awalnya, kau buat ayam geprek untuk dijual. Aku akan pesan gerobak dan perlengkapannya untuk tempat jualan di depan.' Ceska mau memanfaatkan halaman rumah, sesuai dengan kemampuan keuangan Rina.
'Kau mulai dari berjualan di depan rumah dengan gerobak dan beberapa kursi. Apa lagi rumah ini sudah jadi milikmu.' Ucap Ceska serius.
'Waaa... Terima kasih idenya Mba.' Rina jadi bersemangat, karena mengerti maksud Ceska.
'Berarti kau sudah mengerti, bisa peroleh uang halal, ya?'
'Iya, Mba. Sangat mengerti. Aku akan bikin sekarang, agar Mba Ceska bisa lihat yang aku bikin.'
'Silahkan bikin. Aku akan pesan dus untuk wadahnya.' Ceska ikut bersemangat untuk melengkapi apa yang akan dijual Rina. Agar Rina siap kalau ada yang beli untuk makan di tempat atau bawa pulang.
~▪︎▪︎~
Setelah Rina dinyatakan sembuh dan telah dipastikan rumah secara resmi jadi milik Rina, Ceska mewujudkan harapannya, yaitu Rina punya penghasilan tetap.
Setelah gerobak diantar, Ceska letakan di halaman rumah dan beberapa kursi. 'Rina buatkan ayam geprek sekotak, juga ada dengan nasi...' Ceska memberi saran.
'Iya, Mba.' Rina cepat merespon dengan senang hati dan bersemangat. 'Kita mau jualan hari ini, Mba?'
'Tidak. Aku mau ajarkan cara promosi. Kau akan antar ke rumah Pak Surya dan Ibu sebagai tanda terima kasih. Sekalian perkenalkan jualanmu kepada penghuni komplek.' Ide Ceska disambut gembira. Rina langsung terjun ke dapur untuk menyiapkan menu yang akan dijual.
Kemudian Ceska mengajarkan cara menyajikan dalam kotak dengan lalapan dan sambal lengkap. 'Kau bisa lakukan seperti ini?' Tanya Ceska serius.
Rina tertegun melihat menu yang akan dijual dalam kotak. 'Bisa Mba. Ini bagus sekali.' Dia tersenyum senang membayangkan jualannya.
Tiba-tiba Ceska merasa ada yang aneh dengan telapak tangannya. Dia jadi ingat tempat indah dan dua penjaga berpakaian putih berdiri di depan pintu putih nesar dan tinggi. Telapak tangannya mulai terasa panas.
'Rina, jika aku tidak bisa berbicara denganmu lagi, kau jangan panik. Apa yang sudah kau pelajari, praktekan itu dengan baik.' Ceska menasehati Rina.
'Hidup dengan baik dan raih masa depanmu lebih baik. Percayalah, Tuhan melindungimu.' Rina terdiam mendengar yang dikatakan Ceska.
...~▪︎▪︎▪︎~...
...~•○¤○•~...