Menceritakan tentang seorang gadis bernama Rachelia Edward yang harus hidup dengan menyembunyikan identitasnya karena sebuah perselisihan yang dapat mengancam nyawanya.
Ketika ia berusia 19 tahun, terungkap fakta mengejutkan mengenai kematian orang tuanya. Dengan berbekal kemampuan IT yang ia miliki, Michel mulai menjalankan rencana balas dendamnya. Namun, di tengah rencana, Michel justru di pertemukan dengan Calvin Archer, pria yang berhasil mencuri hatinya, namun memiliki rahasia yang berhubungan dengan misi balas dendam Michel.
Lalu manakah yang akan di pilih Michel, cinta atau misi balas dendam?
Yuk baca cerita lengkapnya.
Sebelum baca jangan lupa subscribe/favorite, dan tinggalkan jejak like dan koment yah agar Authornya semangat 🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UQies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18 Melawan 4 Pria
Michel merasakan tubuhnya seperti berada ditempat yang bergoyang, sementara tubuhnya bagian sisi kiri dan kanan seperti dihimpit oleh beban berat.
Perlahan Michel membuka matanya. Dan benar saja, saat ini ia berada di dalam mobil yang sedang melaju membelah gelapnya malam. Sementara disisi kanan dan kirinya dihimpit oleh dua orang pria bertubuh besar (Riko dan Doni) dan dua orang pria lagi dibagian depan (Ronald dan Evan).
Michel menatap ke arah jam yang berada di dashboard mobil, pukul 11.45 menit, itu berarti Michel pingsan selama 15 menit.
Tubuhnya saat ini benar-benar sulit untuk digerakkan, sebab tangannya yang diikat dengan tali. Cukup lama Michel berusaha melonggarkan ikatan di tangannya tanpa membuat dua pria disampingnya terusik.
Setelah Michel merasa ikatan ditangannya sudah mengendor, ia mulai memperhatikan jalan guna mencari kesempatan untuk dapat melepaskan diri.
"Bagus, di depan sana ada minimarket yang buka 24 jam, jika aku kabur dari sini mungkin aku bisa bersembunyi disana," batinnya sembari melihat ke empat pria itu bergantian.
"Om, tolong, di kakiku ada yang berjalan-jalan, seperti kecoa, tolong jauhkan dariku," gumam Michel dengan tangan yang masih dalam posisi seperti terikat.
"Ah biarkan saja, dia kan sesama makhluk hidup sepertimu," tolak Riko disisi kanannya.
"Tapi om, aku punya phobia sama kecoa, kalau terlalu lama dikulitku aku bisa muntah, om mau aku muntah disini?"
"ck.. menyusahkan sekali," decak Riko lalu menunduk mencarinya.
"Om sepertinya dia jalan ke kaki kiriku, aduh geli sekali,"
"Hei Don, bantu aku mencarinya, aku tidak ingin gadis culun ini muntah disampingku," seru Riko kepada Doni yang berada disisi kiri Michel.
"Iya iya," jawab Doni.
Dua pria itu kemudian menunduk bersama. Saat mendapat kesempatan yang tepat, Michel segera melepas tangannya dan membenturkan kepala Riko dan Doni dengan keras.
"auw,"
Belum sempat mengangkat kepalanya, Michel kembali menahan kepalanya dibawah dan langsung menendang wajah dua pria itu dengan kedua lututnya.
"auw"
"Hei apa yang kau lakukan gadis culun," teriak Evan yang berada disamping supir namun langsung mendapat pukulan dari Michel.
Saat kedua pria disampingnya mulai lengah karena kesakitan, Michel mencoba membuka pintu samping kiri, namun tangannya ditahan oleh Doni, sontak Michel langsung menggigit tangannya sehingga Doni melepas tangannya. Riko sempat menahan pundaknya, namun Michel mendorong pria itu dengan kuat hingga tubuhnya menabrak pintu mobil disampingnya.
Kekuatan dua pria itu memang kuat jika dibandingkan dengan kekuatan wanita, namun tidak dengan Michel yang rutin melatih kekuatan ototnya setiap hari.
Akhirnya Michel berhasil meloloskan diri dan keluar dari mobil itu meski harus berguling-guling dan mendapatkan luka di kaki, pundak dan tangannya akibat keluar dari mobil yang masih melaju kencang.
Michel merasa legah, meski berjalan agak pincang akibat luka dikakinya. Michel berbalik sesaat untuk memastikan keadaan mobil tersebut, namun ia mendelik dan segera berlari saat melihat mobil itu berhenti dan 4 orang pria keluar mengejarnya.
Michel berlari terseok-seok menuju minimarket 24 jam, namun ia kembali ragu untuk bersembuyi disana, "Oh My God! sepertinya aku tidak bisa masuk ke dalam minimarket itu karena mereka pasti akan melihatku."
Tak ada pilihan lain, ia harus menahan kendaraan yang lewat, menghadapi 4 pria dalam keadaan terluka seperti ini membuat Michel memilih menyelamatkan diri terlebih dahulu.
Namun sayang, ditengah malam seperti ini sangat jarang ada kendaraan yang lewat. Kalaupun ada, tidak ada yang berani berhenti.
"Mau kemana kamu gadis culun," Doni berhasil meraih pundak Michel. Satu pukulan Michel layangkan ke wajah Doni, namun dengan mudah Doni menghindar dan kini Doni memukul wajah Michel hingga ia tersungkur di tengah jalan.
Sambil menahan rasa sakitnya, Michel berusaha berdiri dengan cepat saat 4 pria itu mengelilinginya.
"Apa mau kalian?" teriak Michel.
Bukannya menjawab, keempat pria itu justru tertawa. Ronald perlahan mendekati Michel.
"Jangan coba-coba mendekat apalagi menyentuhku,"
Ronald kembali tertawa, "percaya diri sekali kamu gadis culun, aku sama sekali tidak tertarik untuk menyentuhmu."
"Tunggu apa lagi? tangkap dia! dia sudah membuang waktu kita," gertak Ronald kepada Doni, Evan dan Riko.
Dengan sisa tenaganya, Michel kembali harus bertarung melawan 4 pria bertubuh besar itu, meskipun luka, Michel berusaha menahannya. Tubuhnya yang kecil dibanding pria itu membuatnya bisa dengan mudah menghindar dan mengembalikkan serangan dengan cepat. Hingga saat Michel mulai kelelahan, ia mundur sejenak.
Mereka mulai mendekati Michel kembali namun Michel langsung memukul uluh hati Riko, lanjut menedang sela*******n Doni dalam sekali tarikan nafas. Ronald bergerak cepat mengunci leher Michel dari belakang, namun Michel segera memukul bagian tulang rusuk Ronald dengan sikunya sehinga kunciannya terlepas, lalu Michel memukul dibagian antara pundak dan leher Ronald hingga ia terjatuh. Cara terakhir Michel,. langsung menyerang alat vitalnya
Michel terlihat sudah sangat kelelahan, dan kesempatan ini langsung dimanfaatkan oleh Evan untuk melawan Michel, dengan cepat Evan mengeluarkan senjata tajam dari saku celananya. Michel yang melihatnya hanya bisa terus mundur sambil meringis memegangi kaki dan tangannya yang semakin sakit.
"Apa yang kalian inginkan sebenarnya?" teriak Michel namun Evan tidak menjawab dan terus mendekati Michel.
Bruuum..
Sebuah motor besar datang dan hampir menabrak Evan dan itu cukup membuat Michel ikut terkejut.
"Si*l" siapa kau? jangan coba-coba ikut campur!" gertak Evan kepada pria pengendara motor itu.
"Aneh sekali, beraninya melawan wanita," sindir pria itu sembari membuka helmnya.
"Calvin?" lirih Michel.
"Kurang ajar!" Evan langsung menyerang Calvin dengan senjata tajamnya, namun Calvin dengan mudah menghindar dan langsung menyerang balik Evan hingga Evan tak mampu lagi melawan.
Ronald, Riko dan Doni yang melihat Evan dalam masalah, kini datang kembali untuk ikut membantu Evan, namun Calvin sangat lincah menghajar mereka satu per satu.
Michel hanya duduk meringkuk menahan sakit ditubuhnya sambil memperhatikan Calvin yang sangat gagah dalam melawan keempat pria itu, Michel menduga kalau mereka berempat adalah preman bayaran seseorang yang entah siapa.
Di saat semua pria itu melarikan diri. Calvin berbalik dan berjalan ke arah Michel.
"Michel?" seru Calvin yang baru menyadari kalau wanita yang dalam bahaya tadi adalah Michel.
"Calvin, terima kasih sudah menolongku."
Calvin tidak merespon, entah kenapa hatinya terasa sakit saat melihat luka ditubuh dan wajah Michel serta baju yang robek dibagian pundak dan siku, serta celana yang robek bagian lutut.
Tanpa berbicara, Calvin melepas jaketnya dan memakaikannya ke tubuh Michel. Sementara Michel hanya terdiam pasrah.
"Ayo, aku akan mengantarmu pulang!"
-Bersambung-
Jangan lupa tinggalkan jejak kakak saat telah membaca yah. Terima kasih.
Jarak tempuh indonesia ke washington dc itu setau saya sekitar 23jam. Apa iya, indonesia washington cuma 14jam ? hanya koreksi aja sih ..maaf ya 🙏