Amyra Elisha dijual oleh Om Bagja pada Gavin Elvano Reynard . Pria tampan kaya yang sangat angkuh hingga Amyra hamil . Amyra pun kabur dari rumah Om nya itu . Sosok Bima Mahendra seorang pelukis menolong Amyra dan merawat nya .
Namun siapa sangka , ternyata Amyra kembali bertemu dengan Elvano .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KaMey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana
Bima mengajak Elvano untuk bertemu di sanggar nya . Kali ini Bima mau membuat Elvano bertemu dengan Amyra untuk membahas pernikahan mereka .
Elvano datang dengan menggunakan celana dan jaket jeans nya . Wajah tampan nya mampu membuat wanita manapun terpikat .
" Jadi dia yang nama nya Elvano ?" tanya Elsa pada Amyra di lantai dua sanggar itu . Dari jendela besar di lantai dua itu terlihat jelas ke halaman depan .
Elvano turun dari mobil nya dengan begitu menawan . Amyra memperhatikan nya lekat . Begitu pun Elsa .
" Ra ?" panggil Elsa yang menyadari kalau sedari tadi Amyra tak henti nya menatap Elvano .
" Eh , iya ?" Amyra pun tersadar dari lamunan nya .
" Jadi dia yang nama nya Elvano ? Gila ! kok bisa ganteng banget sih ! " Elsa terheran .
" Ya , itu dia Sa . " ucap Amyra .
" Andai saja aku bertemu dengan nya tanpa kejadian itu , pasti aku sudah jatuh cinta pada nya pada pandangan pertama . " gumam Amyra .
Elvano pun menghilang dari pandangan Amyra dan kini sudah berada di dalam sanggar .
Bima menyambut nya dengan hangat , butuh waktu semalaman untuk Bima menerima kenyataan dan Bima tidak ingin persahabatan nya hancur begitu saja .
Bima merangkul Elvano mengajak nya masuk dan duduk di sana .
" Ngertiin Amyra , kalau saja dia mungkin agak kaget ketemu sama lu . Ok . " ucap Bima . Elvano mengangguk .
" Gua panggilin dia dulu . " ucap Bima kemudian naik ke lantai dua .
Elvano duduk di sofa yang berada di lantai satu . Dengan perasaan yang masih bingung dan juga senang .
Tak lama kemudian Bima kembali . Di susul dengan Amyra dan Elsa yang berjalan beriringan .
Mata Elvano tak henti nya menatap Amyra yang terlihat sangat cantik .
Menggunakan luaran berwarna merah , wajah cantik Amyra begitu membuat Elvano terpana hingga Elvano- menelan ludah nya dengan susah payah .
Amyra turun dan duduk di samping Bima . Hingga tak ada jarak antara Bima dan Amyra . Amyra memegang lengan Bima .
" Seingat ku , kamu berambut panjang dan berwarna coklat ?" tanya Elvano . Amyra mengangguk .
Sebagian badan Amyra tertutup di balik punggung Bima .
" Amyra . " ucap Bima lirih , mengisyaratkan agar Amyra tak harus terus bersembunyi .
" Bima , boleh gua minta waktu bicara dengan dia . " pinta Elvano . Bima menoleh kearah Amyra yang sedari tadi tak melepaskan pegangan tangan di lengan nya .
" Ra ?" tanya Bima . Amyra berpikir sejenak .
" Gua mohon . " pinta Elvano .
Amyra pun mengiyakan nya . Bima dan Elsa pun memberikan waktu dan ruang untuk Amyra dan Elvano .
Bima dan Elsa naik ke lantai dua , agar mereka berdua bisa berbicara .
" Jadi selama ini , kamu tinggal disini ?" tanya Elvano . Amyra mengangguk pelan .
" Gua , eh . Aku hampir gila karena cari kamu . " ucap Elvano . Namun Amyra tak memberikan jawaban apapun .
Elvano memberanikan diri untuk pindah posisi duduk agar lebih dekat dan bersampingan dengan Amyra .
Amyra justru menggeser tubuh nya agar tak terlalu dekat dengan Elvano . Namun Elvano tak menyerah begitu saja .
Elvano benar benar hampir tak bisa menahan diri ketika kini berhadapan dengan Amyra .
" Kita akan menikah , setidak nya buat lah agar kita bisa lebih seperti pasangan . " ucap Elvano .
" Tapi , Bima bilang . Kita hanya akan menikah sampai anak ini lahir . " jawab Amyra ragu . Amyra tak henti nya meremas ujung baju nya . Antara gugup , takut dan serba salah .
" Iya aku tau , tapi aku benar benar gak bisa lupain kamu selama ini . " ucap Elvano serius . Elvano menggeser tubuh nya mendekati Amyra .
" Maaf . " ucap Elvano .
Amyra terdiam .
" Maaf atas segala nya . Aku harap kita bisa mulai semua dari awal lagi . " ucap Elvano .
" Tapi aku gak bisa lupain semua begitu saja !" Jawab Amyra dengan nada rendah .
Elvano terdiam , Elvano sadar betul kalau kejadian itu pasti tak bisa semudah itu di lupakan .
" Kalau saja aku tau yang sebenar nya , aku gak bakalan melakukan nya Ra . " ucap Elvano lirih .
Amyra mengangkat wajah nya menatap mata Elvano .
Walaupun hati nya masih merasa sakit , namun tak dapat di pungkiri kalau dirinya juga seorang wanita normal yang pasti akan terpikat dengan wajah tampan dan cara bicara Elvano saat ini .
" Walaupun aku tau kamu pasti benci padaku , tapi setidak nya jangan menghindari ku . Amyra . " pinta Elvano .
Amyra mengangguk .
Elvano benar benar tak bisa menahan diri melihat manis nya wajah Amyra . Hati nya benar benar ingin memeluk wanita yang kini berada di hadapan nya itu . Namun Sekuat tenaga Elvano mencoba menahan nya .
" Kapan kita akan menikah ?" Amyra tiba tiba bertanya .
" Secepat nya , namun sebelum itu kamu akan aku bawa ketemu keluarga ku . Ok . " ucap Elvano .
" Kapan ?" Amyra bertanya kembali .
" Kapan kamu siap ?" ucap Elvano .
" Besok . Lebih cepat lebih baik . Tapi .. " ucap Amyra .
" Tapi kenapa ?" tanya Elvano .
" Apakah setelah menikah kita akan tinggal di tempat keluarga kamu ?" tanya Amyra .
" Nggak , kita akan tinggal di apartemen ku . Hanya ada aku . " jawab Elvano . Amyra terlihat ragu .
" Aku janji gak bakal macam macam . " ucap Elvano meyakin kan Amyra agar tidak ragu untuk tinggal bersama nya .
Amyra pun mengangguk . Elvano tersenyum .
" Aku sungguh merindukan mu , Ra . " ucapan Elvano membuat Amyra terdiam sekaligus terpana dengan tatapan mata Elvano . Amyra seketika membuang pandangan nya .
Bima yang sedari tadi memperhatikan Elvano dan Amyra kini mulai terlihat cemburu melihat Amyra yang duduk bersampingan dengan Elvano .
" Hampir tiap hari aku mimpi in kamu Ra . Hampir gila aku karena takut gak bisa nemuin kamu !" ucap Elvano .
Walaupun Amyra belum mengenal Elvano , namun entah mengapa dirinya merasa kalau Elvano bukan orang yang akan menyakiti nya .
" Aku sangat berterima kasih sama Bima , karena udah bisa buat aku bertemu lagi sama kamu Ra . " ucap Elvano .
Tak lama kemudian Bima turun dan duduk di samping Amyra .
Amyra pun kembali duduk di belakang Bima , Amyra kembali memegang lengan Bima . Hal itu juga cukup membuat Elvano cemburu .
" Gua harap lu jangan macam macam El . Ini hanya sebatas pernikahan , hanya sampai bayi Amyra lahir . " ucap Bima tegas .
" Iya gua tau . " Elvano dengan nada kesal .
" Bima ?" Amyra berbisik pelan .
" Ya ?"
" Boleh aku kembali ke kamar ?" tanya Amyra . Bima mengangguk .
Amyra oun bergegas berdiri dan berjalan menuju lantai dua untuk menemui Elsa .
Elvano tak henti nya memandangi Amyra .
" Jangan bilang lu bener bener suka sama dia , El !" tanya Bima .
" Gua bukan hanya suka , tapi gua jatuh cinta ! " ucapan Elvano membuat Bima kesal .
" Jangan lupa dengan apa yang pernah lu lakuin sama dia !" ucap Bima tegas .
" Gua bakal tebus semua kesalahan gua sama dia ! apapun yang harus gua lakuin , gua pasti lakuin !" ucap Elvano serius .
Bima terdiam .
" Semua keputusan ada di Amyra !" ucap Bima .
" Apapun pilihan dia gua bakal terima . Jadi sebaik nya kita bersaing secara sehat El !" ucap Bima .
...*****************...
jgn ngilang lagi yah ,semangat nulisnya ,up tiap hari ,kami pembaca mu setia nunggu novel ini up 😉😉😉