Sun Chen merupakan Raja Para Dewa berhasil menciptakan sebuah jurus yang dapat mengendalikan tata surya.
Namun hal yang tidak diinginkan terjadi, semua tata surya menjadi kacau baik di dunia rendah, dunia atas, dunia dewa semuanya tidak beraturan.
Semua dunia dan planet yang ada di tata surya bertabrakan dan hancur berkeping keping akibat ulah Sun Chen.
Dibalik kejadian yang memusnahkan seluruh makhluk hidup di tata surya itu, untung saja Sun Chen diberikan kesempatan untuk terlahir kembali.
Namun Sun Chen merasa aneh karena dia terlahir kembali di dunia yang bernama Bumi yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
Bagaimana kisah petualangan Sun Chen di tata surya baru itu? akankah Sun Chen dapat kembali mengibarkan sayapnya di puncak dunia?
Jangan lupa staytoon yah!
(Update setiap hari )
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEELANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18 : Sun Chen VS Murid Perguruan Melati
Di dalam kamar terbaring Qin Lin yang pingsan akibat kelelahan saat bertarung dengan master Lie, memang Qin Lin begitu semangat sampai lupa akan batas kekuatannya.
"Entah apa yang membuatnya begitu bersemangat? Huff untuk sementara ini aku juga akan meningkatkan kekuatannku," gumam Sun Chen sambil mengeluarkan sebuah pill dari cincin penyimpanannya.
"Pill ini terbuat dari bahan bumi, yah walaupun bahannya tidak sama dengan bahan di dunia kultivator tetapi manfaatnya sama walaupun kemanjurannya masih jauh dibandingkan terbuat dari bahan dari dunia dewa," Sun Chen kemudian memasukkan pikl itu ke dalam mulutnya untuk memurnikannya agar dapat meningkatkan kekuatannya.
"Ditambah dengan pill ini, kecepatan kultivasiku akan bertambah berkali kali lipat," Sun Chen duduk dengan posisi lotus dan berkultivasi untuk meningkatkan kekuatannya.
Tampak energi alam disekitar Sun Chen terkumpul dengan cepat dan masuk ke dalam tubuh Sun Chen untuk dijadikan energi qi murni menuju ke dantiannya.
Dantian Sun Chen lama kelamaan membentuk sebuah kolam kecil yang terisi energi qi seperti air.
Satu jam kemudian...
Dantian Sun Chen akhirnya penuh, tanda akan menerobos ke tingkat selanjutnya..
Boom....
Boom...
Suara teredam dua kali tanda Sun Chen telah menerobos ke Alam pemurnian qi tingkat 3.
"Fiuh... Haha aku tadi bingung karena hampir 1 jam aku berkultivasi tidak bisa menerobos ternyata tubuhku ini ingin langsung menerobos ke tingkat 3 yah," Sun Chen tidak menyangka akan kecepatan kultivasinya yang begitu cepat.
"Jika aku di dunia para kultivator yang penuh dengan energi alam, hmm mungkin aku akan membuat seluruh dunia gempar lagi hehe, tapi aku sudah merasakan ketenaran, aku hanya perlu melewati dan menikmati hidupku ini secara perlahan, karena dulu di kehidupan sebelumnya aku hanya fokus mencari kekuatan meningkatkan kekuatan menjadi yang terkuat, tetapi untuk kehidupan yang sekarang aku akan menikmati dan menjalani hidup ini," Sun Chen tidak mau lagi merasakan ketenaran, tetapi ingin menjalani hidup dan menikmatinya.
"Setelah menerobos, sekarang aku akan memperkuat fondasiku," Sun Chen kemudian duduk posisi lotus untuk menyempurnakan fondasinya yang ada di Alam pemurnian qi tingkat 3.
Beberapa menit kemudian, akhirnya Sun Chen memperkuat fondasinya.
"Lin'er masih tidur, tidak enak jika aku disini terus, lebih baik aku mencari pak tua Qin," ucap Sun Chen kemudian keluar dari kamar Qin Lin.
Setelah bertanya kepada pelayan, akhirnya Sun Chen menemukan tempat keberadaan Qin Zong di sebuah ruangan khusus perawatan.
"Nak Chen bagaimana kondisi Lin'er," tanya Qin Zong.
"Tenang saja, kondisi Lin'er baik baik saja, ohh iya aku sengaja mencari anda karena aku ingin kembali ke desa tempat keluargaku tinggal," ucap Sun Chen membuat Qin Zong merasa tidak rela jika ditinggalkan oleh Sun Chen.
"Nak Chen, kenapa kamu secepat itu pergi? Bahkan belum mengajariku menjadi kultivator," ucap Qin Zong.
"Pak tua Qin, Aku hanya ingin menjenguk dan menjemput orang tuaku di desa dan tinggal di kota ini," ucap Sun Chen.
"Huff baiklah nak Chen, ohh iya orang tua ini lupa memberikan sebuah kompensasi telah menyembuhkan Lin'er, pelayan.." ucap Qin Zong memanggil pelayannya dan seketika itu juga pelayan itu muncul membawa sebuah kotak kecil.
"Nak Chen, didalam kotak ini adalah sebuah kartu dimana jumlahnya 100 juta yuan ( setara 225 miliar juta rupiah ) dan sebuah kunci rumah vip di perumahan Mentari. Serta kunci mobil SUV keluaran terbaru yang telah terparkir di depan, tolong diterima nak Chen, hanya itu yang bisa aku berikan kepada nak Chen karena telah menyelamatkan nyawa cucu kesayanganku bahkan membuat cucuku jadi kuat, tapi jika nak Chen masih belum puas tolong katakan kepadaku," ucap Qin Zong begitu menghargai jasa dari Sun Chen.
"Haha pak tua Chen terlalu sungkan, pemberian ini lebih dari cukup, dan aku akan singgah ke rumah itu nanti untuk melihatnya," ucap Sun Chen.
"Haha nak Chen, maaf kalau aku tidak bisa menemani anda, soalnya aku ingin mengurus beberapa urusan di rumah khususnya beberapa pelayan baru," ucap Qin Zong merasa tidak enak.
"Tidak masalah, pak tua Qin tolong sampaikan kepada Lin'er bahwa aku akan kembali ke desaku selama beberapa hari, kalau begitu aku pergi dulu," ucap Sun Chen namun tiba tiba..
"Tunggu.." ucap seorang pria paruh baya yang merupakan master Lie yang terbaring sakit akibat pertarungannya dengan Qin Lin.
"Ada apa master Lie?" tanya Sun Chen bingung.
"Anu.. Master Chen tolong maafkan aku yang tidak tau luasnya langit dan bumi, aku tau salah dan sudah bersikap sombong, tolong maafkan aku master Chen," ucap master Lie memohon.
"Tidak apa apa, anggap itu pelajaran bagimu, dan ingat jangan pernah meremehkan siapapun itu, baik dari penampilannya umurnya ataupun hal hal lain sebagainya, kita tidak boleh menganggal remeh seseorang. Bisa jadi sesuatu yang kamu anggap buruk itu lebih baik daripada keburukanmu!" ucap Sun Chen memperingatkan master Lie.
"Te..terima kasih master Chen, aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahanku lagi," ucap master Lie begitu terharu bertemu seorang master muda yang begitu bijaksana.
"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu," Sun Chen pun pergi dan melihat mobil didepannya begitu mewah.
"Dalam ingatan tubuh ini, mengendarai mobil.. Hmm ternyata pemilik tubuh ini hanya menonton video online tentang cara mengemudi," Sun Chen mengingat beberapa langkah langkah yang ada di ingatannya.
"Hahaha ternyata begitu! Sangat mudah!" ucap Sun Chen kemudian menaiki mobil SUV itu.
Sun Chen pun akhirnya berangkat dan menuju ke lokasi perumahan Mentari.
"Dunia ini memang unik, dan sangat berbeda jauh dibandingkan dengan dunia dewa," bathin Sun Chen sambil mengemudi mobil.
Didalam perjalanan, Sun Chen tampak diikuti oleh banyak mobil di belakang, tampak mobil tersebut mengincar Sun Chen.
"Siapa lagi yang mencari masalah?" Sun Chen melihat beberapa mobil, bahkan menyalip mobil Sun Chen dan menghadang jalannya.
"Huff, mau tidak mau aku harus membersihkan para semut ini!" ucap Sun Chen kemudian turun dari mobilnya.
Tampak begitu banyak orang yang mengelilingi Sun Chen, dan didalam kelompok itu muncullah Zhen Dan dan kakak seperguruannya bernama Zen.
"Kakak seperguruan Zen, itu dia orangnya yang menghina perguruan Melati kita! Bahkan menghina tetua Feng Tuo," ucap Zhen Dan memprovokasi kakak seperguruannya menunjuk ke arah Sun Chen.
"Hahaha hanya bocah ini? Bahkan sekali pukul saja dengan mudah kuhancurkan! Bahkan dengan para murid yang ada disini hari ini mampu mengalahkannya, aku tidak perlu repot repot untuk mengurusnya," ucap Zen begitu percaya diri.
"Ta..tapi kakak Zen bahkan aku saja dia kalahkan dengan mudahnya, padahal aku sudah berada di tingkat petarung ahli setengah langkah," ucap Zhen Dan yang masih mengingat kejadian yang begitu memalukan.
"Apakah kamu takut?! Coba lihat? Dia hanya sendiri, puluhan murid yang kita bawa disini sudah berada di tingkat petarung ahli, bahkan di perguruan Melati tidak ada lagi yang tersisa murid inti seperti mereka," ucap Zen begitu percaya diri membawa semua murid inti yang sudah berada di tingkat petarung ahli. Memang kekuatan Zen itu paling berbakat diantara semua murid, bahkan setengah langkah lagi dia akan mencapai Grand Master, dan akan menjadi tetua di perguruan Melati.