NovelToon NovelToon
Takhta Berdarah Sang Don

Takhta Berdarah Sang Don

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam
Popularitas:328
Nilai: 5
Nama Author: Daneen_Nis

Raven Alvaro dikenal sebagai Don Mafia paling kejam yang tak pernah memberi ampun pada pengkhianat. Dengan tangan berlumuran darah, ia membangun kekuasaannya di atas ketakutan dan kesetiaan mutlak. Bagi Raven, belas kasihan hanyalah kelemahan yang dapat menghancurkan seorang pemimpin.

Segalanya berubah ketika Aurora Valentia tanpa sengaja masuk ke dalam dunia gelap yang selama ini tersembunyi. Pertemuan mereka memicu rangkaian rahasia, pengkhianatan, dan perang antar keluarga mafia yang telah lama menunggu untuk meledak.

Di tengah hujan peluru dan lautan darah, Raven harus memilih antara mempertahankan takhta yang telah ia rebut dengan nyawa banyak orang atau mempertaruhkan segalanya demi wanita yang perlahan mencairkan hati beku sang Don. Namun, di dunia mafia, cinta memiliki harga yang jauh lebih mahal daripada kematian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daneen_Nis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 - Tawaran yang Menyimpan Kebenaran

Suara monitor detak jantung memenuhi ruang medis.

Aurora dengan sigap membersihkan luka tembak di bahu Elena. Peluru hanya menembus daging, tetapi darah yang keluar cukup banyak hingga membuat wanita itu kehilangan kesadaran.

"Tekan bagian ini," ujar Aurora kepada salah satu perawat.

Perawat itu langsung mengikuti instruksinya.

Di balik pintu ruang medis, Raven berdiri dengan kedua tangan mengepal. Tatapannya tak pernah lepas dari Elena yang terbaring di atas ranjang.

Leo menghampirinya.

"Tuan, apakah benar dia Elena?"

Raven mengangguk pelan.

"Aku tidak mungkin salah mengenali wajahnya."

"Kalau begitu, siapa yang mencoba membunuhnya?"

"Itulah yang ingin kuketahui."

Raven mulai mengingat ucapan terakhir Elena.

"Orang yang membunuh Ayah... masih hidup..."

Kalimat itu terus berputar di kepalanya.

Selama ini ia percaya bahwa Vittorio adalah dalang kematian Matteo Alvaro. Namun kini semuanya menjadi tidak jelas.

Beberapa saat kemudian, Aurora keluar dari ruang medis.

"Lukanya sudah ditangani."

"Bagaimana kondisinya?" tanya Raven.

"Dia kehilangan banyak darah, tapi akan selamat."

Raven mengembuskan napas lega tanpa sadar.

Aurora memperhatikannya.

"Kau benar-benar menganggapnya keluarga."

Raven terdiam beberapa saat sebelum menjawab.

"Dulu kami tumbuh bersama."

"Kenapa kalian bisa berpisah?"

"Saat mansion lama terbakar, semua orang mengira Elena ikut meninggal."

Aurora mengangguk pelan.

Ia mulai mengerti mengapa Raven terlihat begitu terguncang.

Belum lama mereka berbicara, suara benda jatuh terdengar dari dalam ruang medis.

Brak!

Aurora segera berlari masuk.

Elena ternyata sudah sadar.

Meski tubuhnya masih lemah, ia berusaha turun dari ranjang.

"Jangan bergerak!" seru Aurora.

Elena menepis tangan Aurora.

"Aku harus pergi."

Raven melangkah masuk.

"Berhenti."

Elena langsung menatapnya dengan penuh kebencian.

"Jangan mendekat."

"Aku tidak akan menyakitimu."

"Kau pembohong!"

Elena mengambil gunting bedah dari meja dan mengarahkannya ke Raven.

Semua penjaga langsung mengangkat senjata.

"Taruh senjatamu!" bentak Leo.

"Tidak!" balas Elena.

Aurora berdiri di antara mereka.

"Semua turunkan senjata!"

"Nona, itu berbahaya," ujar salah satu penjaga.

"Aku bilang turunkan!"

Melihat Aurora berdiri melindungi Elena, Raven memberi isyarat kepada anak buahnya.

Semua senjata pun diturunkan.

Elena tampak sedikit tenang.

Aurora berbicara dengan lembut.

"Kau masih terluka."

"Aku tidak percaya pada siapa pun di tempat ini."

"Lalu kenapa tidak membunuhku saat aku mengobatimu?"

Elena terdiam.

Aurora melanjutkan,

"Karena jauh di dalam hatimu, kau tahu aku tidak ingin menyakitimu."

Perlahan, genggaman Elena pada gunting mulai melemah.

Benda itu akhirnya jatuh ke lantai.

Ting!

Aurora mengembuskan napas lega.

Raven melangkah maju.

"Jawab satu pertanyaanku."

Elena menatapnya dingin.

"Siapa yang mengatakan bahwa aku membunuh Ayah?"

Elena tersenyum sinis.

"Orang yang menyelamatkanku malam itu."

"Siapa?"

Elena menggeleng.

"Aku tidak akan memberitahumu."

"Kenapa?"

"Karena aku belum tahu apakah kau benar-benar bersalah."

Ucapan itu membuat Raven mengernyit.

"Maksudmu?"

"Aku hanya melihat seseorang yang memakai jaket keluarga Alvaro."

"Gelap. Banyak api. Banyak darah."

"Aku tidak pernah melihat wajahnya."

Ruangan kembali sunyi.

Aurora langsung menyadari sesuatu.

"Jadi... selama ini kau hanya menduga?"

Elena memejamkan mata.

"Aku dibesarkan dengan cerita bahwa Raven Alvaro adalah pembunuh ayahku."

"Tapi sekarang..."

Tatapannya kembali tertuju pada Raven.

"...aku mulai meragukannya."

Belum sempat percakapan berlanjut, Leo menerima panggilan telepon.

Wajahnya langsung berubah pucat.

"Tuan..."

"Apa?"

"Rumah Nyonya Sofia..."

"Ibu Aurora?"

Leo mengangguk.

"Baru saja diserang."

Wajah Aurora langsung memucat.

"Ibuku!"

Raven tanpa membuang waktu mengambil pistolnya.

"Siapkan mobil."

Aurora menatap Raven dengan mata berkaca-kaca.

"Tolong... selamatkan ibuku."

Raven menatapnya penuh keyakinan.

"Aku berjanji."

"Aku akan membawa ibumu pulang dengan selamat."

Untuk pertama kalinya, Aurora melihat sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya di mata Raven.

Bukan kemarahan.

Bukan kebencian.

Melainkan tekad untuk melindungi seseorang yang sangat berarti baginya.

Dan tanpa disadari Raven sendiri, orang itu bukan hanya ibu Aurora... tetapi juga Aurora.

1
Sunflower_6520
Nurut ae Ra, dr pada nyawa lo melayang...
Sunflower_6520
Itu tandanya Aurora punya hati Raven... emang kayak elo? jangan kan hati, simpati aja kayaknya lo gak punya🗿
Sunflower_6520
Urusan Aurora lah, orang dia kan dokter? dimana" dokter itu tugasnya menyelamatkan, gak mungkin ada orang kritis dia biarin gitu aja
Sunflower_6520
Lama kelamaan sih Aurora bisa trauma...
Sunflower_6520
Tamu modelan apa? ini namanya penculikan 🗿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!