Bagaimana jika dua orang remaja yang tidak saling dekat, namun dipaksakan berdua karena perjodohan?
Akankah mereka menerima nya? atau sebaliknya?
"Dia selalu serius ketika menyimak penjelasan dari guru saat jam pelajaran di kelas," batin seorang gadis yang bernama Lyra, sedang memandangi seorang cowo yang terlihat keren saat pelajaran, namun terlihat kesal dengan kesombongannya.
____
"Kenapa harus dia?!" teriak Lyra, tidak menyukai perjodohan yang dilakukan orang tua mereka.
Sedangkan di sisi lain, cowo itu menatapnya dingin dan tajam, sesekali menyetujui ucapan Lyra, tidak ingin perjodohan mereka berlanjut.
____
"Oh iya... yang pintar mah beda." ucap Lyra menyindir cowo dihadapannya itu.
"Makanya belajar! Bukan baca novel!" sarkas cowo itu, yang membuat Lyra ingin mencabik-cabik cowo yang dihadapannya ini.
-- Dua orang Sikap berbeda yang terpaksa bersama --
Follow akun ini(@dinda.glow), like & komen disetiap cerita yaw! di upload setiap hari Jam 09:00 WIB & 21:00 WIB
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dinda.glow, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5. Membuat Yel-yel berkelompok
Ratusan murid baru berkumpul di lapangan upacara yang luas. Terik matahari pagi mulai terasa menghangatkan kulit.
Di barisan paling depan, para panitia OSIS membawa papan pengumuman besar berisi pembagian nama-nama murid berdasarkan Gugus.
Suara riuh rendah seketika senyap saat Ketua Osis maju memegang mikrofon.
"Perhatian semuanya! Selamat datang di SMA Negeri 1! Mulai menit ini, kalian bukan lagi anak SMP yang manja. Tolong tertib, buka telinga kalian lebar-lebar, dan dengarkan pembagian Gugus yang akan dibacakan oleh Sekretaris OSIS!" ucap Ketua Osis.
Amel, Minda, dan Lyra berdiri merapat, saling menggenggam tangan dengan cemas.
Minda berbisik lirih, "Ya Allah, semoga kita bertiga beneran satu gugus sesuai warna pita kemarin..."
Sekretaris OSIS membacakan lewat pengeras suara. "Selanjutnya untuk Gugus 4 dengan nama Gugus 'Diponegoro'. Mohon yang namanya dipanggil langsung membuat barisan baru di sebelah kanan lapangan. Amelita Putri... Lyra Anindya... Minda Lestari..."
Amel menahan teriak kegembiraan. "Hah?! Kita bertiga disebut berturut-turut! Kita sekelompok, Ly, Min!"
"Alhamdulillah! Ayo cepat pindah ke barisan kanan sebelum kakak penanggung jawab gugus melirik kita." ucap Lyra syukur.
Minda tersenyum lega sambil merapikan tas ranselnya. "Ayo! Untung kita tidak terpisah. Nanti kita dihukum kalau terlalu lama bergerak."
Sambil membawa tas dan topi orientasi mereka, ketiganya setengah berlari menuju sisi kanan lapangan.
Tap, tap... tap... ( Suara derap cepat yang menghentak, langkah memelan)
Di sana, mereka bergabung dengan siswa baru lainnya yang sudah mulai berkumpul membentuk barisan yang rapi.
___________________
Di sinilah mereka berada, Di sisi kanan lapangan yang ramai. Tempat anggota Gugus Diponegoro berkumpul, membentuk menjadi lingkaran kecil sesuai arahan dari Kakak Pendamping Osis.
Seorang Kakak Pendamping OSIS bernama Kak Danu berdiri di tengah.
Kak Danu, Bertepuk tangan tiga kali. "Perhatian semuanya! Karena semua anggota Gugus Diponegoro sudah berkumpul, mari kita saling kenal dulu. Kita mulai dari sebelah kanan saya, sebutkan nama dan asal SMP. Silakan!"
Amel maju satu langkah, tersenyum ceria, "Halo semuanya! Nama saya Amelia maharani, panggil saja Amel. Asal sekolah dari SMP Negeri 1. Mohon bantuannya!"
Lyra tersenyum ramah, "Halo, saya Lyra Cahyani Putri, panggilannya Lyra. Saya satu sekolah dengan Amel. Salam kenal!"
Minda melambaikan tangannya, "Hai, aku Minda Ratu Cahya. Panggil saja Minda, aku juga dari SMP yang sama dengan Amel dan Lyra."
Perkenalan berlanjut memutari lingkaran hingga selesai.
__________________
Setelah Perkenalan satu persatu anggota gugus selesai, Kakak Penanggung Jawab yang bernama Kak Danu melangkah dan berdiri di hadapan kami.
Kakak Penanggung Jawab, "Terima kasih atas perkenalannya, salam kenal adik-adik semua! perkenalkan nama Kakak adalah Kak Danu Anugrah, biasa di panggil Kak Danu. Kakak dari kelas IPS 2, salam kenal ya!!"
Kompak kami menjawab, "Salam kenal juga Kakak Danu!!"
Kakak Penanggung Jawab tersenyum ramah namun tegas. "Ayo Gugus Diponegoro, segera luruskan barisan ya!!. Hari ini kita membuat yel-yel berkelompok dan siapkan yel-yel terbaik kalian hari ini ya! Waktu kalian hanya 15 menit dari sekarang. Harus kompak dan penuh semangat!"
Kak Danu berjalan menjauh untuk memantau gugus lain
Amel, Lyra, dan Minda saling berpandangan dan kompak menjawab dengan semangat, "Siap, Kak!"
___________________
Anggota Gugus Diponegoro langsung merapat.
"Guys, aku punya ide bagus! Bagaimana kalau kita pakai nada lagu anak-anak 'Menanam Jagung'? Terus liriknya kita ganti jadi pujian buat Gugus Diponegoro yang paling keren dan pintar. Pasti gampang dihafal!" ucap Amel.
"Wah, boleh juga melodi itu. Semua orang pasti sudah tahu nadanya, jadi kita tidak perlu waktu lama buat latihan." ucap Lyra.
Reno, Anggota gugus lain, melipat tangan di dada dengan wajah masam. "Ah, tidak setuju. Masa lagu anak-anak? Kekanak-kanakan sekali. Kita ini sudah SMA, bukan anak TK lagi! Kalau pakai lagu itu, kita malah bakal jadi bahan tertawaan gugus lain."
Minda, mencoba menengahi, "Tapi Reno, waktu kita cuma 15 menit. Kalau pakai lagu populer yang rumit, takutnya nanti kita malah tidak hafal liriknya saat maju ke depan."
Reno, geleng-geleng kepala, "Pokoknya saya tidak setuju. Lebih baik pakai nada lagu chant suporter bola yang pakai tepuk tangan berirama. Itu jauh lebih macho, tegas, dan kelihatan bersemangat untuk nama gugus pahlawan seperti Diponegoro!"
Amel, mulai kesal, "Tapi tidak semua anggota di sini suka bola atau tahu irama chant yang kamu maksud, Reno! Nanti malah berantakan."
________________
Anggota gugus masih berkumpul melingkar. Suasana sempat tegang sebelum Lyra menengahi.
Lyra, mengangkat kedua tangan. "Teman-teman, tenang dulu! Jangan bertengkar. Waktu kita makin menipis. Bagaimana kalau kita gabungkan saja ide Amel dan Reno?"
"Eh, bagaimana caranya menggabungkan lagu anak-anak dengan chant bola?" tanya Minda bingung.
"Kita pakai ketukan tangan berirama tegas dan tepuk dada ala chant bola dari Reno sebagai pembuka dan penutup biar terkesan macho. Tapi untuk nada lagunya, kita pakai melodi 'Menanam Jagung' dari Amel supaya nadanya ceria dan lirik pujiannya mudah diingat. Jadi ada unsur tegas, tapi tetap seru!" kata Lyra bijak.
Reno berpikir sejenak, lalu wajahnya melunak. "Hmm... kalau dikasih ketukan chant di awal dan di akhir, boleh juga. Jadi bagian pembukanya bisa menghentak."
"Aku setuju! Ayo Reno, kamu pimpin ketukan chant-nya, nanti kami ikuti dengan lirik lagunya." Balas Amel tersenyum lega.
Mereka langsung berlatih bersama dengan kompak. Reno memimpin ketukan ritme, sementara Amel dan Lyra memandu pembagian suara. Semua anggota berlatih dengan penuh semangat.
______________________
Siang hari, pukul 13:30 WIB.
Lapangan sekolah, seluruh gugus berkumpul untuk unjuk gigi.
Kak Danu dan beberapa kakak OSIS lain berdiri di depan sebagai penilai.
"Gugus Diponegoro silahkan maju ke tengah lapangan!!" ucap Kakak osis yang berdiri sebagai penilai.
Gugus Diponegoro mulai melangkah bersama di tengah lapangan, mereka mulai berbaris dan membentuk barisan sesuai kesepatan yang telah dibuat mereka tadi, yaitu: posisinya tiga baris ke samping dan sepuluh baris ke belakang.
Reno maju sebagai pemimpin, berteriak lantang, "GUGUS DIPONEGORO! SIAP?!"
"SIAP!!!" suara yang terdengar begitu semangat yang diucapkan oleh seluruh anggota Gugus Diponegoro secara kompak.
Reno mulai memimpin ketukan, Prok prok! Prok prok prok!
Tepuk tangan diikuti hentakan kaki serempak.
Suasana lapangan langsung riuh dan fokus pada mereka. Setelah ketukan chant yang tegas selesai, melodi berganti menjadi ceria.
Semua Anggota bernyanyi serempak dengan gerakan tangan yang kompak dan energik, "Ayo kawan kita bersama! Gugus Diponegoro paling juara! Pintar pasukannya, hebat mentalnya! Tak pernah menyerah, selalu ceria!"
Di akhir lagu, mereka kembali menutupnya dengan ketukan chant bola yang menghentak dan pose hormat bersama yang sangat rapi. Penampilan selesai.
Suasana lapangan langsung riuh dengan tepuk tangan.
Beberapa siswa dari gugus lain bersorak kagum.
Kak Danu bertepuk tangan paling keras sambil berjalan mendekat, "Luar biasa! Jujur, ini gabungan yel-yel paling kreatif yang pernah saya dengar hari ini. Ada tegasnya, ada cerianya, dan kalian semua sangat kompak! Pertahankan terus semangat ini sampai MOS selesai ya!"
"Keren banget Diponegoro! Koreografinya pas dan lagunya terngiang-ngiang di kepala!" ucap Kakak osis lain kagum.
Amel, Lyra, Minda, dan Reno saling berpandangan, lalu mereka tersenyum bahagia dan membungkuk hormat, "Terima kasih banyak, Kak!"
Saat berjalan kembali ke barisan, Reno menghampiri Amel dan Lyra.
"Amel, Lyra, Minda... maaf ya soal tadi. Ide kalian digabung dengan ideku ternyata malah jadi sempurna banget." ucap Reno tersenyum tulus.
"Sama-sama, Reno! Justru berkat protesmu tadi, yel-yel kita tidak jadi kekanak-kanakan. Kita memang tim yang hebat!" balas Amel sambil tertawa renyah bersama Lyra dan Minda.
Bersambung ~~~
Bagaimana dengan ceritanya? semoga suka ya!! 🤗
Jangan lupa follow akun ini, like, komen dan share ceritanya ya!!
Instagram: @dinndaayu_64
Wattpad: @dinda.glow (Cerita PERMEN AJAIB)
See you~~