Aury Sasikirana 20 tahun, dijual sang ayah lalu dibeli seorang pria dewasa yang sedang mencari calon istrinya.
Luke pencariannya membawa dia ke Jakarta dan bertemu dengan Kiran, seorang gadis yang juga mengalami sebuah kepedihan hidup yang sama dengan Dayana kekasihnya yang yaitu human trafficking (Perdagangan manusia/ Perbudakan modern) Kiran akan di jual oleh ayahnya sendiri.
Luke menawarkan bantuan pada Kiran dengan persyaratan Kiran mau membantu dia mencari Dayana di kota itu.
"Tolong belilah aku kepada ayahku, jika tidak malam ini ibu dan adikku akan dibuang!" Pinta seorang gadis muda pada Luke.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tris rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keras kepala.
Luke pun pergi membawa sedikit kekecewaan, namun ia menganggap dia tidak kecewa dan biasa saja. Sungguh membohongi dirinya sendiri.
Luke tidak tahu akan apa, sebab semenjak baru datang di tempat asin ini, gadis itu sudah membuat hari-harinya disana berisi.
Kini menunggu Dayana kembali kekediamannya itu akan apa yang Luke lakukan. Haruskan dia mencari Kiran? Untuk apa?
Bukankah dia yang minta Kiran memulai hidup baik selepas terbebas dari bapaknya dan ini mungkin yang Kiran lakukan saat ini.
Luke pun memutuskan pergi ke tempat sang paman, ia mengemudi kencang akan ke kediaman sang pamannya itu, sang paman menawarkan Luke sedikit pekerjaan semalam semabari menunggu hasil tentang Dayana, Luke fikir ini ide baik dari pad dia tidak tahu akan apa disana.
Hujan deras menguyur ibu kota, langit gelap tampak menyapu rata seluruh penjuru kota disana, Kiran baru saja dari toko sembako dimana ia bekerja kemarin.
Saar ini ia bisa sedikit bernafas memegang uang yang tidak banyak namun cukuplah untk hidup dan mencari tempat tinggal beberapa saat.
Hujan deras membuat Kiran berhenti dan berteduh disebuah warung, ia meminta izin pada seorang nenek tua disana dan diizinkan, berdiri didepan pintu warung itu sembari memeluk dirinya.
Kiran memainkan air hujan disana merenungi nasib, saat ini ia sendirian dikota ini, dia akan berusaha menghidupi dirinya sendiri berharap bisa benar-benar bertahan dan tidak ikut menyusul Bima ke kampung.
Sesaat kemudian Kiran mengeluarkan ponsel miliknya yang mati itu lagi, haruskah ia mengisi baterainya sekarang? Ya tentu ia harus mendapatkan kabar dari Bima dan Ibu apakah mereka baik-baik saja dan sudah berada dimana.
Meminta tolong kepada pemilik warung Kiran pun meletakkan sejenak ponselnya di etalase toko itu untuk diisi daya sembari ia menunggu hujan reda.
Kiran kembali memainkan air hujan sebab nenek-nenek pemilik warung tidak mau mengajaknya ngobrol malah sibuk dengan aplikasi tok-toknya dan tertawa sendiri didepan meja kasir milinya itu.
Kiran menerawang jauh menatap pada hujan deras yang menggugur disana mungkin benar kata orang hujan itu 90 persen isinya adalah moment yang terlewat atau kenangan.
Beberapa hari ini ia merasakan manisnya keadaan, nyamannya diperlakukan, “Huh… “
Kadang diri tidak tahu malu dia hanya menolong lalu aku jatuh hati, lucunya dengan seorang yang mungkin dia ibaratkan langit dan aku hanya semut terbang. Sudah dikasih sayap kecil untuk terbang malah tidak tahu diri ingin menghingapi langit.
“Hey kau anak muda! Ponselmu berisik sekali!” panggil nenek penjaga warung itu pada Kiran.
Kiran yang masih memegangi kucuran air dari genteng warung pun menoleh dan segera masuk memeriksa ponselnya, itu pasti Ine adik tirinya itu suka sekali melakukan video call.
Kiran segera menyalakannya dan ia lihat adalah pesan dan notifikasi panggilan-panggilan yang tidak terjawab dari Luke.
"Kucing kecil?"
"Little cat?"
"Kau dimana?
"Hey?
Kiran tersenyum, saat ia fikir lelaki itu tidak akan mencarinya sebab Dayana akan ditemukan malah nyatanya tidak. Luke menanyakannya dimana dan mengirimkan foto kontrakan Kiran yang sudah kosong dan tadi ia datangi.
Baru beberapa saat Kiran membawa pesan itu ponselnya pun berderi, lelaki itu menghubunginya.
"Kau merindukanku, Bunny?” ucap Kiran mengejek Luke.
Luke tersenyum lega saat mendapatkan suara gadis itu, “Kau dimana?” Ia segera memberhentkan mobilnya dipinggiran jalanan saat tahu pesan yang ia kirim kepada Kiran akhirnya masuk, “Kirmkan aku dimana loksaimu berada, Sekarang!
“Di tempat yang dingin menatap pada rintik hujan, bagaimana denganmu hari ini? Kau menemukan dia, bunny?”
“Beri aku tahu kau dimana sekarang? Aku akan kesana?” Luke menjadi memaksa.
Kiran tertawa, “JIka tidak apakah itu masalah?”
“Aku perlu sesuatu dan mungkin kau bisa menolongku, little cat.”
“Memerlukan bantuanku?” Kiran yang merasa dia sudah banyak ditolong oleh Luke pun tentunya dia akan menolong Luke apapun itu, “Aku akan kesana Bunny.”
“Aku yang akan kesana, ini hujan jangan hujan-hujanan.”
“Hujan adalah air bunny, aku suka hujan, lalu kenapa? Katakan kau yang dimana aku yang akan kesana.”
“Keras kepala, matikan saja panggilannya! Aku tahu kau dimana!” Luke segera mematikan panggilan Kiran, ia bisa melacak tempat seseorang hanya dengan kontaknya saja.
.
.
.
.
.
Lagi ?
Like comment hadiah dulu😂🤣