Banyak Adegan 21+
Yang Masih dibawah umur harap bijak dalam memilih bacaan.
"Mas Aku Hamil" Begitu kata seorang wanita cantik yang usia nya baru menginjak 20 tahun.
"Kamu gak bohong kan ?" tanya Seorang pria yang bekerja sebagai dokter kandungan.
Wanita yang bernama lengkap Alsafa Margareth itu mengangguk.
Dan mulai hari itu dirinya resmi menjadi istri simpanan dari seorang pria yang jarak umurnya terpaut sangat jauh. Namun cinta Safa begitu tulus ia begitu sabar walau statusnya tak pernah menemukan titik ujung. Entah karena suaminya takut meresmikan hubungan mereka atau memang tak ada cinta untuk dirinya ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah R Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Malam pertama dengan status yang berbeda, iya tentu saja berbeda karena malam ini Safa telah menyandang status sebagai istri dari Febri, walaupun ia dan Febri hanya menikah secara sirih namun tetap saja Safa punya kewajiban menghormati Febri.
"Kamu gak pulang Mas ?" tanya Safa yang saat ini sudah berganti pakaian mengenakan setelah piyama tidur.
"Enggak, Mas akan menginap disini"
"Gimana kalau mbak Desi nyariin kamu ?"
"Tenang saja masalah Desi sudah di urus oleh Yohan dan Ardi. Lagian Desi sangat percaya dengan mereka berdua"
Memang benar karena ingin menemani Safa malam ini, Febri meminta bantuan pada kedua sahabatnya itu untuk berbohong pada Desi kalau malam ini ia lembur di rumah sakit.
"*Mending lo jujur Feb sama Desi, kalau dia sampai tau dari orang lain bisa bahaya !"
"Betul tu kata Yohan, lagian Lo mau kalau mau nemenin Safa harus bohong terus sama Desi. Ingat Feb saat ini istri lo ada dua jadi harus benar-benar adil, karena setau gue punya dua istri itu gak mudah"
"Dan yang pasti akan ada yang tersakiti, bisa Desi bisa juga Safa*"
Kalimat yang di ucapkan oleh kedua sahabat nya kembali terngiang di ingatan Febri, entah dengan cara apa ia harus jujur pada Desi tentang pernikahannya dengan Safa.
Febri sangat mengenal Desi, bagaimana istrinya itu akan melakukan apa saja jika ia sampai selingkuh.
"Kamu mikirin apa Mas ? kenapa diam aja ?" tanya Safa heran.
"Enggak Fa, mas gak nyangka bisa jadiin kamu istri" jawab Febri sembari terkekeh.
"Apalagi aku" Safa menundukan kepalanya "Seumur hidupku tak pernah bermimpi akan menikah dengan pria yang sudah memiliki istri" sambung Safa lagi.
Cairan bening itu sudah membentuk anak sungai di pelupuk matanya, rasanya masih tak bisa menerima kenyataan pahit ini. Ia mengandung dan menikah dengan pria yang umurnya terpaut sangat jauh. Bagaimana tidak umur Safa saat ini baru 20 tahun sementara Febri 40 tahun. Beda 20 tahun bukan ?
Itu berarti bukankah Febri lebih pantas menjadi ayahnya dari pada suaminya.
"Sekali lagi maafin Mas ya ! mas tau kalau mas salah, kalau saja malam itu mas gak pulang kesini mungkin semuanya gak akan seperti ini. Maafkan Mas juga yang telah menghancurkan masa depan kamu"
Safa mengangkat kepalanya, ia tersenyum di tengah deraian air mata. Tangan Febri terulur untuk menghapus air mata yang mengalir dipipi istrinya itu, namun Safa langsung menghindar.
"Bukan hanya malam itu Mas, tapi ada malam lain disaat aku menjadi bodoh karena kembali menyerahkan diri pada Mas" balas Safa.
"Udah ya jangan bahas masalah itu lagi, sekarang kita lihat masa depan kita, kamu fokus sama kehamilan kamu. Mas janji akan melakukan yang terbaik untuk kalian"
"Iya Mas"
"Sekarang kita tidur udah malam"
"Mas tidur disini juga ?" tanya Safa tampak ragu.
"Iya kalau kamu mengizinkan, tapi kalau kamu masih canggung dan belum menerima semuanya, mas akan tidur dikamar sebelah"
Safa terdiam, apa ia berdosa jika menolak tidur bersama dengan Febri,. Walaupun pernikahan mereka tidak sah menurut negara tapi mereka Sah menurut Agama.
Akankah Safa dilaknat sama malaikat jika menolak Febri ?
"Hmmm, mas tidur disini aja, aku gak mau dilaknat malaikat karena menyuruh suami tidur di luar"
"Hahahaha" tawa Febri langsung pecah mendengar ucapan istri mudanya itu "dapat kata dari mana itu ? perasaan baru berapa jam mas jadiiin kamu istri, kok udah bijak begini"
"Apa sih Mas, udah ah katanya mau tidur"
"Yang benar nih kalau Mas tidur disini ?"
"Iya mas, udah jangan banyak tanya !"
Safa membaringkan tubuhnya terlebih dahulu, baru di susul oleh Febri.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Pagi-pagi sekali Febri pulang kerumah Desi, ia sengaja melakukan itu supaya Desi tak curiga. Karena setau Desi kalau suaminya itu lembur jam 06 pagi ia pasti sudah di rumah.
Benar saja saat tiba di rumah Desi sudah menyambut kedatangan Febri, namun kali ini sangat berbeda, jika biasanya saat Febri pulang Desi akan memberinya pertanyaan beruntun beda dengan pagi ini karena Desi langsung menyambut kedatangan Febri dengan pelukan hangat.
"Kamu kenapa ?" tanya Febri heran
"Enggak tau Mas, dari kemaren aku gelisa terus dan selalu kepikiran sama Mas. Semalam aja aku gak bisa tidur"
Febri tertegun, mungkin kah insting seorang istri itu begitu kuat ? mungkinkah Desi seperti ini karena pernikahannya dengan Safa semalam.
Febri membalas pelukan Desi, ia menjadi tak tega dengan istrinya itu.
"Udah jangan cemas, lagian Mas baik-baik saja kan ?"
"Iya sih, tapi gak tau aja Mas kenapa aku kepikiran terus sama kamu"
"Kangen paling sama Mas ?" canda Febri
"Mungkin hehe"
Setelah berbincang sebentar Febri masuk kekamar, namun langkah nya terhenti saat melihat foto pernikahannya dengan Desi yang biasanya menggantung di dinding sekarang pecah.
"Kok pecah Dek ?" tanya Febri heran.
"Aku juga bingung Mas, gak ada angin gak ada hujan foto itu jatuh sendiri, pertanda apa ya Mas ?"
"Jangan-jangan foto ini jatuh karena aku nikah lagi, ya Allah jangan sampai Desi tau secepat ini, karena aku belum siap melukai keduanya" batin Febri sembari menatap foto dirinya dan Desi yang terletak di lantai.
"Udah kamu jangan banyak pikiran, mungkin karena mau jatuh saja jangan kamu beranggapan yang lain, ini masih bisa di ganti kan kacanya" ujar Febri lagi.
"Iya Mas nanti aku beliin yang baru"
-----
Sementara itu jam 07 pagi Safa baru saja terbangun itupun karena ia merasakan perutnya bergejolak dan ingin di keluarkan isi dalammya.
Segera Safa berlari kekamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya, padahal itu hanya cairan kuning yang membuat tubuhnya terasa sangat lelah.
"Pahit banget" ucap Safa sambil mengelap bibirnya menggunakan tisu.
Setelah merasa enakan Safa kembali kekamar, ia melihat kamar itu sudah kosong.
"Mas Febri kemana ? kok gak ada ?"
Saat Safa hendak mencari Febri ponselnya berdering, Safa langsung mengeceknya dan ternyata SMS dari Febri.
"Maaf Mas tinggal pagi-pagi sekali, mas tidak ingin Desi jadi curiga, oh ya bagaimana keadaan mu, apa hari ini kamu menginginkan sesuatu ?" pesan singkat itu Safa terima.
Ada rasa sedih di hati Safa saat mengetahui kalau Febri sudah pulang, padahal ia ingin di beri perhatian saat merasakan mual seperti ini.
Namun Safa tak ingin egois, Febri bukan hanya suaminya tapi juga suami dari wanita lain. Bahkan ia tak banyak berhak atas Febri karena ia hanya istri sirih pria itu.
"Aku butuh perhatian darimu Mas" gumam Safa tanpa membalas pesan Febri.
---
...LIKE DAN KOMEN...
...ADD FAVORIT...
...KASIH HADIA (BUNGA/KOPI)...
Klo kejadian kaya Safa harusnya Febri jujur sama istrinya klo dia sudah niduri perempuan lain walau karena kecelakaan. Istrinya mo terima apa gak itu sudah jg resiko Febri dan tanggungjawab sudah merusak kehormatan perempuan lain. Ini malah berbohong dan bohong terus lebih baik Safa pergi deh tinggalin Febri daripada tersakiti , lebih baik hidup bahagia bersama anakmu. Soal rezeki dan jodoh kan dah ada yg atur. Upps lupa deh ini kan novel 😄😄😄 jelas yg atur author donk. Safa selamat berjuang aja ya.