Indah Della Safitri, wanita yang kini tak muda lagi harus melewati hari-harinya bersama penyakit yang baru saja ia ketahui.
Sklerosis Ganda adalah penyakit yang divoniskan oleh Syadam pada Della. Penyakit sklerosis ganda atau multiple sclerosis adalah gangguan saraf pada otak, mata, dan tulang belakang. Multiple sclerosis akan menimbulkan gangguan pada penglihatan dan gerakan tubuh.
Penyakit itu mulai menyapa Della, hingga membuat Della sangat menderita. Perjuangan Della untuk tetap hidup melawan rasa sakit itu juga menjadi poin utama pada cerita ini.
Yang lebih menyakitkan lagi bagi Della panggilan akrabnya yakni dokter yang menangani kondisi tubuhnya adalah mantan kekasih yang selama ini pergi meninggalkan Della. Dan apesnya, Della tak berdaya menghadapi dokter Syadam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheselsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Moving On
Pada senja yang kupuja, dengan lukisan indahnya ku mampu hilangkan sedikit duka lara. Pada siang yang semakin tenggelam dijemput sang malam aku menitipkan sebuah permintaan, agar Tuhan menghilangkan sedikit kegundahan di dalam basirah ini.
Jiwa yang sedang terluka ini tak 'kan ada obatnya. Karena berkali-kali aku terjatuh, hanya pada posisi kali inilah aku mengaduh kesakitan. Sang Kuasa atas segalanya, ku mohon agar atma ini selalu kuat menopang beban.
Dalam keadaan hati yang bergejolak ini, aku mendapatkan sebuah anugerah dari Yang Maha Kuasa. Berkat itu aku dapatkan dengan cukup mudah. Tinggal bagaimana aku akan mengeksekusi kesempatan itu.
Sesuai undangan dari Aluna yang kuterima langsung dari mulut manis gadis itu, aku diharapkan untuk hadir pada acara hari lahirnya yang sangat spesial untuknya. Aku tak tega bila harus memupus harapan indah Aluna. Lagipula, bila aku terus menghindari Syadam akan membuat diriku ini semakin kerdil di mata dokter syaraf itu.
Iya, aku menyanggupi undangan Aluna. Dan aku pun juga telah menyiapkan sedikit bingkisan manis untuk gadis kecil yang berusia 5 tahun itu. Ku harap Luna panggilan akrabnya menyukai sedikit kado dariku ini. Aku telah memilih serta membungkus kado ulang tahun untuk putri Syadam itu.
Gift itu kupilih karena Luna sangat gemar mengenakan atribut kuda kecil berponi itu. Kulihat dari motif tas yang ia pakai ketika aku dan ibunya menjemput gadis itu. Aku memilihkan Luna sepasang sepatu boot dengan sentuhan little pony salah satu kartun favorit anak Bu Nety itu.
Birthday gift sudah, amunisi persiapan menghadapi mantan juga sudah. Aku hanya perlu mengumpulkan mental baja untuk kupakai dalam mengatasi serangan kebahagiaan mantan.
"Sudah siap?" tanya pria tampan dan juga menawan ketika ia melihatku keluar dari rumah yang ku sewa dari ibu Panca ini.
"Sudah dok!"
"Please Indah, panggil namaku saja!"
"Andiran ..."
"Yes i'm!"
Pria itu merupakan dokter gigi yang dulu pernah merawat gigiku. Dan kini atas kesediaannya, beliau bersedia kupinta untuk menemani aku pergi ke acara putri Syadam.
Cukup hebat bukan aku ini? Inilah berkah yang kudapatkan dari Tuhan atas kesabaranku selama ini.
Andiran bersedia untuk datang bersamaku tanpa ada penolakan sama sekali. Bahkan Andrian pun juga membingkiskan sebuah hadiah untuk Aluna.
"Aku akan selalu ada untukmu ketika kamu memerlukan bantuan Indah!" Itu adalah kata-kata yang selalu kuingat dan telah tersimpan di dalam lubuk hati ini. Bagiku Andiran adalah malaikat penolong yang dikirimkan oleh Tuhan untuk hamba-Nya ini.
"Ayo ...." ajakku pada Andrian yang sejak tadi terpaku menatapku.
"Ooh iya, ayo?" Andrian menyambut ajakkan dariku dengan respon berupa membukakan pintu mobilnya.
Sore ini Andrian lah yang datang menjemputku pergi ke pesta ulang tahun tema lamaku. Teman yang kini menjadi dokter yang akan merawat diri ini dari penyakit yang kuderita serta partner kerjaku.
Dalam perjalan menuju vanue tak sekalipun aku membahas Syadam serta istrinya ataupun Aluna sang putri. Kami hanya membahas seputar kabar yang kini sedang hangat di kalangan politik.
Andrian tipe pria yang mudah bergaul, dia ramah dan menyenangkan. Tak sekalipun ia menolak apapun yang ku katakan padanya. Prince carming ini memang dianugerahi Tuhan dengan bakat kesabaran yang luar biasa bila menghadapi orang seperti aku. Bahakan ia harus datang jauh-jauh guna menjemputku. Bisakah Tuhan membawanya ke dalam mimpiku malam ini? Aku sungguh berterima kasih yang tiada tara padanya.
Mobil yang kami berdua naiki melaju membelah jalanan kota. Tak seramai biasanya, sore ini jarang kulihat lalu lalang kendaraan lain yang melintas. Mungkin pengendara lain sedang banyak melakukan aktivitas di ruangan atau semacamnya, alhasil perjalan yang umumnya memakan waktu lama ke alamat yang dituju, kini semakin singkat saja.
Senja ini indah, sungguh indah! bukan karena namaku Indah, tapi memang sungguh indah. Bagaikan tidak, menjelang siang berganti ini aku bersama dengan pria yang sangat sempurna telah meluangkan waktunya untuk ikut denganku.
"Sudah sampai Indah!" Andrian menatapku dengan lembut, serta tersenyum manis dengan memamerkan deretan giginya yang sangat rapi sesuai profesi yang digeluti olehnya.
Ah Tuhan ... senjaku kini indah.
Senjaku kini tak lagi gundah, inikah balasan dari setiap hari aku menengadah? Bukan hanya pasrah, kini aku berencana mulai berbenah. Berbenah dan tak 'kan pernah menyerah.
Dari kejauhan kulihat pemandangan yang cukup mengesankan, betapa tidak? Dalam sebuah vanue pesta ulang tahun tampak sebuah keluarga kecil yang cukup bahagia serta harmonis. Jangan ditanya bagaimana perasaanku saat ini! Ledakan emosi serta rasa sakit hati yang kurasaan, aku tak bisa membohongi diriku sendiri.
Semua hal yang selalu diimpikan bahakan diharapkan oleh sebagian wanita telah Nety dapatkan. Menjadi seorang ibu dari buah hati yang cantik serta memiliki karir yang cemerlangnya menjadi tujuan utama semua perempuannya lajang seperti aku ini.
Namun, ada sebuah kehangatan yang kini memeluk hatiku. Tanpa kuminta dan tanpa ikin dariku, Andiran menggenggam tangan kanan ini serta mengajak diriku untuk melangkah maju menghadapi sebuah kenyataan. Kenyataan yang tak pernah sekalipun ku bayangkan. Kenyataan yang tak pernah kuharapkan.
...****...
🎶🎶🎶
Kkumieonna bwa banggeum nega
Nae eokkael salmyeosi todagimyeo
Jamdeul ttaekkaji baraboda
Amu mal eopsi nareul kkeureoana judeon
Geurae uri oneul ibyeolhan geoya
Ije modeun gieok apeum chueok sarang
Ttaseuhaetdeon geudae songil dwirohan chae
Moreun cheok tto dareun goseul chajaya hae
Pigonhan nun bibyeogamyeo geudael chatdeon
Hoksi eodi dachilkka bwa mam jorideon
Geureon naega ne yeope eopseul geoya ijen
Geureoni maeum gutge meogeoya hae geudae
Amado jangnyeon i mam ttaejjeum
Musimhage harureul bonaedaga
Geudaereul algo saranghago
Budungkyeoango seoro joahadeon geuttae
Banjjagineun byeolbit arae manna
Sigani jina jom deo gipeojiryeo hal ttae
Han sojeolssik euleogadeon naui
Mameul dameun geudaeege bureuneun norae
Pigonhan nun bibyeogamyeo geudael chatdeon
Hoksi eodi dachilkka bwa mam jorideon
Geureon naega ne yeope eopseul geoya ijen
Geureoni maeum gutge meogeoya hae geudae
Itjana seupgwane heundeullyeoseon an dwae
Bogo sipeodo yakaejimyeon jeoldaero an dwae
Mudeonhage beotyeoyaman hae swipji aneul geo jal aljana
Geumse jinagal geoya sonagicheoreom
Pigonhan nun bibyeogamyeo geudael chatdeon
Hoksi eodi dachilkka bwa mam jorideon
Geureon naega ne yeope eopseul geoya ijen
Geureoni maeum gutge meogeoya hae geudae
Moving On - Kyuhyun
Lagu ini cocok banget untuk ost episode ini 🤭
akuuu datang TOOR 🥰
semangat 💪🏻