NovelToon NovelToon
Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: cacasakura

“Lepasin gueee...!” ujar Luna dengan sangat geram menatap nanar ke arah Leon. Pria itu telah terpengaruh obat afrodisiak dosis tinggi yang sengaja di berikan oleh Hana tunangannya.

“Aku.... juga tidak mau melakukan hal ini. Tapi ini sangat menyakitkan, aku... mohon... bantuanmu... kamu tentunya sudah biasa melakukan ini. Aku akan bayar...uuugh... berapa pun nanti” Leon kembali membungkam bibir pink natural Luna dengan menciumnya dengan penuh hasrat.

Luna memberikan perlawanan, namun kedua tangannya di pegangi kuat dan tubuh Leon menekan kakinya membuat Luna tidak bisa bergerak banyak. Pistol di tangannya sudah di buang jauh dari jangkauan Luna oleh Leon, dia benar-benar kewalahan mendapat serangan mendadak dari Leon.

Kembali Luna melakukan perlawanan dengan melakukan upaya terakhirnya.

Apakah Luna akan berhasil mempertahankan kehormatannya? Akankah Leon berakhir di tangan Luna yang ternyata adalah seorang pembunuh bayaran? Ikuti terus kisahnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cacasakura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 18

Sesuai dengan apa yang di katakan Kiandra tidak berapa lama terdengar pengumuman beberapa penerbangan harus delay karena kesalahan teknis.

“waktu kamu nggak banyak Lun” Kiandra memeriksa CCTV lainnya dan pergerakan target.

Tengah memeriksa CCTV mata Kiandra melihat layar monitor yang memberi info adanya penyusup yang ingin menggali info tentang Luna.

Kiandra dengan cepat menghalangi penyusup itu masuk ke jaringannya, jari-jemarinya bergerak dengan cepat.

“damn, ada yang coba berani main-main sama aku” Kiandra sibuk mengatasi lawannya, Luna mendengar ucapan Kiandra penasaran.

“siapa yang berani nantangin kamu Kia?” tanya Luna melangkah masuk ke dalam toilet yang kebetulan sepi. Sebelum masuk ke toilet, Luna sempat mengambil tanda pemberitahuan jika toilet sedang dalam perbaikan.

“dari ip addressnya penyusup ini berada di BN, dia berusaha untuk nyari info tentang kamu” ujar Kiandra sambil melancarkan aksinya dengan bermain cantik.

Lawan yang berada di seberang sana tidak lain adalah Hugo, sahabat leon. Dia termenung saat usahanya mencari info dengan foto yang dikirim Alex di halangi, bahkan terganggu akibat ulah Kiandra.

“Damn it ?! lu salah mencari lawan kali ini” ujar Hugo yang segera mengerahkan kekuatannya, Adam yang duduk di balik meja kerjanya menatap heran ke arah Hugo yang sibuk dengan laptop miliknya.

“kenapa lu? Bicara sendiri udah kayak anak alay aja”

“ gua lagi nyari info tentang cewek ini, tapi setiap gua coba selalu gagal. Padahal gua udah pake sistem pencari yang bagus tapi tetep aja dia berhasil nge halangi gua” Hugo terus berusaha untuk mengalahkan lawannya.

“cewek mana lagi yang jadi incaran lu” tanya Adam terus menatap layar laptopnya.

“cewek beginian kagak masuk daftar incaran gua ( mengirim foto Luna pada ponsel Adam yang langsung terkejut saat melihatnya) lu kan tau gi mana selera gua” Hugo tersenyum saat melihat reaksi Adam.

“Ajim... Gua kira tadi abis liat kunti ( Adam menepuk-nepuk dada bidangnya) siapa ni cewek? Kenapa lu musti nyari info tentang dia?” tanya Adam segera menghapus foto itu.

“si Leon minta bantuan gua buat nyari data ni cewek, tapi anehnya setiap gua berusaha tetap aja kagak bisa” ujar Hugo sambil melancarkan aksinya.

“jadi tadi si Alex hubungi lu karena permintaan Leon ( Adam melihat Hugo yang menjawab dengan anggukan kepala) gua kira tu anak mau bahas pekerjaan penting” Ujar Adam kembali fokus ke laptop miliknya.

Tak... tak... tak...

Jari jemari Hugo bergerak lincah di atas keyboard menimbulkan suara yang cukup mengganggu bagi Adam. Dia tahu jika saat ini Hugo sedang sangat kesal.

“berarti lawan lu kali ini lebih hebat dari elu nya ” kata Adam santai membuat Hugo semakin kesal tingkat dewa.

Sebuah bantalan kursi melayang ke arah Adam yang segera bisa di tangkapnya dengan sempurna.

“sialan lu, bukannya bantuin lu malah muji lawan gua” omel Hugo seperti emak-emak pusing dengan harga sembako yang naik.

“iyaa... iya iya, nih gua bantuin lu dengan berdoa semoga lu bisa berhasil dapetin tu info cewek dan lawan lu kali ini sukses bikin lu babak belur” ujar Adam yang langsung di hadiahi kembali lemparan bantal kursi dari Hugo.

“ breng**k lu, tapi beneran ni info cewek sama sekali kagak bisa gue temuin. Siapa nih cewek sebenarnya? kenapa tu si demon king penasaran banget ama ni cewek? Trus siapa yang halangin gua nyari info ni cewek?” Hugo berbicara sendiri bingung melihat layar laptopnya menampilkan icon karakter anime dengan jari telunjuk menggoyang ke kanan ke kiri. Isyarat yang memberi tahu jika dia tidak bisa mengakses lebih jauh lagi.

Kiandra tertawa senang saat berhasil mengalahkan lawannya yang mencari gara-gara dengannya.

“beres, makanya jangan nyari gara-gara dengan sok-sokan nantangin. kalo nggak mampu buat lawan Kia” ujar Kiandra bangga.

Luna tengah bersiap-siap tersenyum mendengar komentar sahabatnya, dia sedang menyiapkan alat tersembunyi untuk mengeksekusi targetnya. Sebuah botol berukuran kecil terletak di samping wastafel, dia memakai sarung tangan plastik yang di bawanya dalam tas ransel miliknya.

Luna mengeluarkan cairan di dalam botol kecil lalu di masukkan ke dalam sebuah jarum kecil, sebuah senjata yang tentunya sudah di modifikasi olehnya untuk misi kali ini.

Pada misi barunya ini Luna tidak berdandan seperti biasanya, dia hanya memberi sedikit sentuhan di wajah untuk menghindari orang-orang mengenalinya. Hal itu di karena kan waktunya yang sedikit dan membuatnya harus bergerak cepat.

Penyamaran yang di buat begitu sempurna membuat siapa saja tidak akan mengenali Luna. Kiandra kembali melihat ke arah monitor yang memperlihatkan target tengah berada di restoran samping ruang tunggu.

“Luna target di restoran sekarang” Kiandra memperhatikan pergerakan di sekitar target, memberi tahu Luna lewat alat earpiece terpasang di telinganya.

“bagaimana situasinya” Luna baru saja keluar dari toilet, dia dengan santai melangkah menuju restoran.

“Cukup ramai di sana, cukup sempurna untuk kamu bisa membaur dan menghindari kecurigaan” ujar Kiandra menatap kembali ke arah monitor di sisi lainnya.

“Oke Kia, o ya tadi kamu bilang dapat IP penyusup itu, apa kamu sudah mencari tahu siapa pemiliknya ?” Tanya Luna masuk ke dalam restoran, dia ke counter memesan dua minuman dan makanan kecil. Mata Luna waspada memperhatikan sekitar restoran, pelayan restoran menghampiri Luna lalu meminta maaf dan memberi tahu jika pesanannya harus mengantre.

Luna paham dan mengambil secarik kertas yang di berikan pelayan restoran dengan pesanan Miliknya tertulis di sana, dia melihat pada sisi lain beberapa pengunjung harus mengantre mengambil pesanan mereka. Sambil menunggu dia duduk tidak jauh dari target , tas ransel miliknya di letakkan di kursi samping.

Kiandra menatap layar monitor yang menayangkan suasana di restoran itu, dia melihat Luna sedang memainkan ponselnya. Dia nyaris tertawa keras saat melihat penyamaran Luna, wajahnya benar-benar sangat berbeda.

“kalo mau ketawa, ketawa aja. Kagak usah di tahan, ntar pipi kamu kram dan nggak bisa ketawa lagi” ujar Luna melihat ke counter restoran.

“hahahahahaha.... kamu lucu banget babe hahahahaha” Kiandra tertawa saat melihat wajah Kiandra kembali.

“udah ketawanya... sekarang bisa fokus kan? O ya pertanyaan aku sebelumnya kok nggak kamu jawab” tannya Luna tetap dengan ponselnya.

“o ya sorry lupa. Keasyikan ladeni ntu penyusup... IP nya aku dapatkan, tapi sepertinya ini fake. Aku akan mencoba menganalisisnya lebih mendalam sekarang (Kiandra berhenti sejenak menatap layar monitor, ternyata lawannya tidak menyerah begitu saja) babe, sepertinya lawan kita kali ini orangnya gigih banget. Dia kembali mencoba nyari info kamu” ujar Kiandra yang di serang balik oleh Hugo, tidak tinggal diam dia pun menyerang balik.

**********

dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....

Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻

jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️

jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻

( Π_Π )

makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

1
Yuli Yulianti
thorrr kenapa dah lama ga up lagi dah kangen sama luna
Reka Cantika
ya kenapa ceritanya Arinda dulu GK selesai ya padahal Lo bagus suka aku
Komang Restu
ya mana visualnha
Komang Restu: mana visualnya yang cakep dan cantik ya
total 1 replies
Komang Restu
keren karyamu. sampai smpai tdka mau ketinggalan . lanjut
Nuri Maulidia
mngkn nnt kmbli mrk
Nuri Maulidia
tingglkn jngn bodh leon cri yg mau sma km
Ida Siti Farida
kangen sabrina, tuan nocholas ,s ganten baby yusuf, dan raka
Ida Siti Farida
aku kangen tuan danil dn arinda,,,sudah 4 x baca di hp yg dulu hilang, mau baca lagi 🤭🤭
Ida Siti Farida
tetap semangat
tetap sehat
dan terus berkarya tor
lanjut up lagiiii....🙏♥️
Ida Siti Farida
semakin menarik cerita nya semangat terus up nya thor
Ida Siti Farida
ngenes banget leon di kira mau di peluk anak2 nya nyata nya di abai kn, sakit nya tuh disini
Eva Kusrini
lanjut thor tumben lama
Reka Cantika
aneh ap Thor
Eva Kusrini
lanjut thor
Reka Cantika
lanjut
Erni Nofiyanti
sebenernya Luna dan Leon pasangan yg cocok.
tangguh
Reka Cantika
lanjut
Yuli Yulianti
cerita nya menarik banget...lanjut thorrr
Eva Kusrini
lanjut thor
Nurchasanah Al Amir
move on Leon biarkan Luna bahagia km juga berhak bahagia seperti versimu, Thor jgn bikin Mathew mati nanti kashan lah aq dia orng baik
Reka Cantika: lagi Thor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!