Zayn Barack O'Neil duda tampan, hot dan seksi yang ditinggal pergi istri beserta janin dalam kandungannya. Alasan itulah yang membuat sikapnya berubah menjadi arogan dan tak tersentuh. Pertemuannya dengan seorang gadis membuat hidupnya terusik dan seringkali membuatnya marah marah.
Lembayung Senja Kusuma, gadis cantik berusia 21 tahun. Gadis ceria dengan segala sikap kebar bar annya. Mimpinya memiliki seorang suami duda tampan dan seksi. Hingga pertemuannya dengan Zayn membuatnya bertekad ingin merebut hati sang Duda tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayu andita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Epson 17 - Gara gara CD
JANGAN LUPA GIFT DAN VOTE YA BIAR AUTHOE SEMANGAT
Di Kantor Romanov Corp
Rega tertawa terbahak bahak melihat Zayn, bossnya diomeli orang tuanya. Zayn melirik tajam kearah asisten jomblonya itu yang kurang ajar. "Masih tidak berhenti tertawa, gajimu aku potong 50% Rega. "teriak Zayn dengan raut jengkelnya.
Rega menghentikan tawanya, wajahnya kini berubah masam. Zayn kini tersenyum miring, dia masih kesal dengan Senja yang telah mengadu pada Mommynya. Rega telah terbiasa menghadapi sikap menyebalkan bossnya itu dari dulu. Zayn melirik tajam asisten jomblonya itu sambil berkata. "Bantu aku mikir, bagaimana caranya menghukum gadis nakalku itu. " geram Zayn pada Rega.
Rega nampak menghela nafas pelan, bagaimana bisa bossnya itu meminta saran darinya sementara dirinya masih jomblo sampai sekarang. "Mana aku tahu boss, aku 'kan jomblo. " balas Rega dengan sewot.
"Oh iya ya, sejak dulu kamu 'kan jomblo, sepertinya wajahmu kurang tampan. " ejek Zayn.
suka suka boss ajalah, diriku memang selalu menjadi bahan olokanmu.
Rega memilih diam, dia tahu dia tak akan pernah menang jika berdebat melawan Zayn atasannya super menyebalkan itu.
seperti pepatah mengatakan Zayn selalu benar dan Rega selalu salah (¬_¬)
Zayn tampak senyum senyum sendiri membuat Rega yang melihatnya merasa aneh dan bergidik. Brak pintu dibuka dengan kasar, membuat keduanya terkejut setengah mati. Zayn hendak mengumpat tapi diurungkannya setelah melihat Senjalah yang masuk ke dalam ruangannya.
Senja langsung duduk di sofa dan mulai menata makanan di atas meja. Zayn langsung bangkit, kemudian duduk di sebelahnya. "Rega kamu boleh ikut makan kok ayo. " tawar Senja dengan senyum tipis.
"Eh iya Nona. " Rega tersenyum kikuk memdapat pelototan dari Zayn. Senja menoleh dan melirik kekasihnya dengan tatapan tajam setelah itu kembali menatap Rega.
"Ayo ikut makan saja, abaikan saja Zayn dan anggap dia patung pancoran. " celetuknya asal.
Pft Rega menahan tawanya dan bergabung bersama Zayn dan Senja. Zayn menahan kejengkelanmya terhadap gadis nakalnya itu. Merekapun makan siang bertiga dengan lahap. Beberapa menit kemudian mereka selesai makan, Rega mengangkat jempolnya kearah Senja. "Makanan nona Senja sangat enak, lain kali buatkan lagi ya nona. "
Zayn menggeram kesal mendengar permintaan Rega yang ngelunjak itu. "Tidak ada lain kali Rega atau kamu mau bonusmu aku potong. " ancam Zayn.
Hadeh kalau enggak bonus ya gaji yang dipotong
Rega hanya bisa merutuki bossnya itu dalam hati. Senja menyikut Zayn, kemudian berbisik ditelinga kekasihnya membuat Zayn melotot. Entahlah apa yang dibisikkan Senja pada Zayn, hanya othor dan Tuhan yang tahu. Sementara Rega mencibir, melihat kemesraan boss dan kekasihnya itu membuat jiwa jomblo Rega meronta ronta.
Senja melirik jam tangannya, 11.00 siang. Dia bangkit dan menarik tangan Zayn. Zaynpun menurut kemudian bergegas ke luar di susul Rega. Sampai di luar kantor, Senja menoleh kearah Zayn kemudian tersenyum tipis. "Kita jalan ke Mall ya Mas. " rayu Senja dengan senyuman manisnya.
"Iya Sayang dan kamu Rega kamu ikuti kami. " titahnya pada sang asisten.
Rega mengangguk, mereka masuk ke mobil masing masing. Mobil mereka melesat dan berjalan beriringan meninggalkan Romanov Corp. Selama perjalanan, Senja memilih bermain game favoritnya mengacuhkan sang kekasih yang fokus menyetir.
30 menit berlalu. Setelah memarkirkan mobilnya, keduanya langsung turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam Mall. Rega memasang wajah datarnya, mengekori dari belakang pasangan kekasih di depannya.
"Eh sayang sebenarnya kamu cari apa?
"Mau mencari lingerie, Gstring, br* + underware, corset dan lain lain.
Zayn tersedak air liurnya mendengar penuturan Senja. Otaknya langsung travelling membayangkan benda benda yang disebutkan itu dipakai gadisnya. Zayn segera menggeleng, mengenyahkan pikiran liarnya yang akan membuat dirinya sengsara. Sementara Rega menulikan telinganya, supaya otak polos dan jiwa jomblonya tak ternodai meski semuanya itu percuma.
Senja yang tak sabaran segera menarik tangan Zayn menuju ke toko pakaian dalam wanita. Sementara Rega memilih berada di luar daripada kepanasan di dalam wkwk. (╥﹏╥)
Sementara Zayn merasa gerah melihat berbagai jenis pakaian dalam di depannya dengan berbagai jenis modelnya. Diapun langsung menarik dasinya paksa agar longgar.
Ah sial otakku perlu dicuci deterjen kalau gini caranya.
Sementara diam diam Senja menahan tawa melihat bagaimana reaksi dari kekasihnya itu, dia segera memilih beberapa yang disukainya. Senja sengaja melakukannya, sewaktu waktu penting jika Zayn berani mengkhianatinya atau selingkuh ckck. Lagian dia siap sedia sebelum mereka menikah dan malam pertama.
Senja menoleh dan menghampiri kekasihnya itu sambil berkata. "Mas, kayaknya kamu mau nyentuh underwear ya Mas. " celetuk Senja.
"Eh e.. enggak. " jawab Zayn dengan gugup.
Ck mas Zayn gugup kayak perawan saja (。’▽’。)♡
Senjapun tersenyum miring, kemudian melempar salah satu underwear kearah Zayn. Zayn gelagapan kemudian menangkapnya. Senja langsung tertawa melihat bagaimana Zayn menahan nafas.Sam halnya para pelayan di sana juga tertawa melihat tingkah Zayn.
Senja mengambil underwearnya kemudian membawanya menuju ke kasir, Zayn menghela nafas lega dan kekesalannya bertambah pada gadis nakalnya itu karena lagi lagi dirinya dikerjai. Setelah selesai mereka bertiga langsung ke luar dari mall dan menuju ke restauran.
Di Restauran
Zayn memesan makanan dan minuman untuk mereka berdua, sementara Rega memesan sendiri. Dia mematap tajam kearah Senja yang kini tengah cekikikan. "Sudah puas kamu sayang mengerjai aku hah. " geram Zayn.
"Lagian ya Mas ya, status kamu 'kan duda, bukankah hal wajar bagi kamu melihat pakaian dalam wanita. " cetus Senja tak habis pikir.
"Iya Tapi 'kan aku malu sayang, kamu tahu enggak tadi aku berusaha keras agar si gagak enggak bangun. " ketusnya.
"Ulu ulu kasihan mas dudaku ini. " Senja mengambil tisu dari dalam tasnya, kemudian mengusap dahi sang kekasih yang dipenuhi peluh keringat.
Rega menguatkan hatinya, melihat keuwuan boss dan nonanya itu. Dia berkomat kamit agar didatangkan jodohnya oleh Tuhan dan author eh.
Tak lama kemudian pesanan mereka datang, pelayan langsung pergi setelah tugasnya selesai. Merekapun fokus pada makanan masing masing. Tiba tiba Senja kepikiran Mentari, dia sangat merindukan sahabatnya itu dan juga Dirga anak dari Tari dan Rafa.
"Eh sayang kamu kenapa kok bengong?
"Aku teringat seseorang, dia sangat baik dan humoris juga sih tapi aku enggak punya nomornya. " keluh Senja dengan wajah sedihnya.
Zayn menghentikan makannya, tiba tiba selera makannya menguap hilang entah kemana. Dia menatap curiga dengan gadis nakalnya itu. Sedangkan Senja memghela nafas pelan kemudian menjelaskannya agar Zayn tak salah paham. "Dia perempuan Mas!
"Huh aku kira seorang pria. " Zayn bernafas lega, ketakutannya hanya sia sia dan dia tidak akan membiarkan Senja direbut pria lain.
"Makanya sayang jangan curigaan mulu. " Zayn hanya nyengir, keduanya melanjutkan makan siang mereka. Sementara Rega memilih diam dan mendengarkan obrolan boss dan nonanya itu.
Bersambung