Dianjurkan membaca Novel TK berjudul Lelaki Berkacamata agar lebih paham jalan cerita novel berikut ini.
Annemie, biasa di panggil Anne. Dia adalah anak yang cerdas, ceria dan baik hati. Dia dibesarkan di panti asuhan sejak masih bayi. Entah dari mana asalnya.
Berbanding terbalik dengan Anna teman sebayanya di panti asuhan. Meskipun Anna juga anak yang cerdas tapi dia lebih pendiam dan juga perasa.
Seiring berjalannya waktu, banyak cinta yang datang dengan cara yang tidak biasa. Ada Alan, Larry, dan Dinda yang mengelilingi mereka membuat cinta menjadi lebih rumit. Apakah mereka masih akan bertahan sebagai saudara atau saling benci karena cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab XVII
Bisakah waktu kita ulang
Agar aku bisa menahannya
Menahan egoku yang membuatmu pergi
Membawa juga isi hati
Bisakah waktu kita ulang
Aku akan merubah semua
Agar beban ini hilang
Beban rasa penuh dengan penasaran
*****
Kota Jakarta. Kota yang hidup dan tidak pernah mati. Semua dalam artian kegiatan warga kota yang sepertinya tidak ada habisnya. Sedari pagi hingga pagi lagi. Bahkan malam terasa lebih hidup dengan segala kemewahan dan gemerlap lampu kota.
Gedung pencakar langit yang selalu berlomba dibangun lebih tinggi dari gedung yang lainnya. Segala bentuk mall dan pusat pembelanjaan serta mode tumbuh dengan pesat. Begitu juga dengan tempat tinggal dan apartemen mewah yang berserakan dan berlomba menarik perhatian para warga tidak hanya Jakarta, tapi juga luar daerah bahkan sampai mancanegara.
Jakarta, Ibu kota Indonesia. Pusat segala macam sektor kehidupan dan pemerintahan. Melebar juga ke tepian dan pingiran kota yang ikut menjadi pusat keramaian. Meskipun sebenarnya daerah itu bukan wilayah Jakarta tapi orang lebih paham dan menyebutnya jika daerah itu adalah Jakarta juga.
Pondok Aren adalah sebuah kecamatan di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Indonesia. Sebelum Kota Tangerang Selatan menjadi kota otonom, Pondok Aren merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Tangerang dengan luas terbesar yaitu 2.988 km².
Tapi orang akan tetap menyebut jika Pondok Aren adalah Jakarta juga.
Di daerah ini lah panti asuhan Ayu Kumala berdiri. Panti asuhan ini sudah berdiri lebih dari lima belas tahun yang lalu. Tadinya rumah panti ini hanya sebuah bangunan petak seperti halnya rumah biasa. Tapi setelah ibu Ayu Kumala fokus mengelola dan menetap di sana sedikit demi sedikit bangunan di rombak menjadi seperti sekarang ini.
Dengan ciri khas bentuk bangunan yang berbeda dari bangunan sekitarnya menjadikan rumah panti asuhan ini mudah dikenali dan ditemukan.
Ayu Kumala, ibu panti asuhan yang kembali dari luar negeri setelah menetap di Jerman selama kurang lebih tiga tahun. Dia tidak kembali ke daerah asalnya di Semarang, tapi lebih memilih ikut dengan adiknya yang ada di pondok aren. Adiknya tinggal di sana karena mengikuti suaminya yang berdinas sebagai dosen di kampus STAN. Salah satu kampus milik pemerintah yang ada di daerah Pondok Aren tersebut.
Ayu Kumala kemudian membeli tanah kosong yang ada disebelah rumah adiknya. Setelah itu menjadikan satu dengan rumah adiknya tersebut. Beberapa tahun kemudian berdirilah rumah panti asuhan Ayu Kumala dengan luas tanah dan bangunan yang sekarang ini.
*****
"Anna... ayok buruan. Nanti telat!" Teriak Anne yang sudah siap dan fokus memakai sepatu di teras samping.
"Iya ini sudah siap kok" jawab Anna yang ternyata sudah berdiri disamping Anne. Tentu saja Anne jadi tersenyum canggung karena dia merasa bersalah.
"Maaf, aku pikir masih di kamar" kata Anne meminta maaf sambil cengengesan. Anna hanya menanggapi dengan mengeleng-gelengkan kepada sambil tersenyum juga.
Mereka berdua pun berangkat bersama menuju jalan besar untuk mendapatkan angkutan kota atau biasa di sebut angkot. Karena tidak semua kendaraan angkot tersebut bisa membawa mereka sampai ke daerah Bintaro tempat sekolah yayasan berada. Banyak angkot yang berbeda jurusan sehingga mereka harus teliti saat naik agar tidak salah arah.
"Nanti ada olah raga kan di kelas kamu?" tanya Anne pada Anna. Dia hafal jadwal yang ada di kelas Anna.
"Iya, tapi tidak tahu juga. Kan hari ini tim basket tanding!" jawab Anna mengingatkan Anne.
"Oh iya, jadi nanti tidak ada pak Bangun dong yang ngajar?" Anne malah berteriak senang. Sedangkan Anna terlihat bingung dengan reaksi yang Anne berikan.
"Kok malah kamu yang senang gitu?" tanya Anna dengan wajahnya yang tetap cantik meskipun terlihat bingung.
"Kan kamu jadi gak di kerjain Dinda tuh!" Anne menjelaskan kenapa berteriak senang. Anna semakin bingung mendengar penjelasan Anne yang menurutnya ambigu.
"Anna, Dinda kan biasa ngerjain kamu juga kalau sedang olah raga di lapangan. Setidaknya hari ini dia libur mengerjai kamu sehingga capek dan juga kepanasan!" Anne berkata menjelaskan dan mengingatkan kejadian yang pernah Anna alami saat olah raga beberapa minggu yang lalu.
Saat itu sedang ada latihan lari jarak jauh. Dan Dinda memberitahu Anna jika jalurnya memutar dari gedung perpustakaan dan juga klinik kesehatan. Padahal tidak melewati rute itu, dan hanya memutari lapangan basket dan juga lapangan upacara saja.
Anna tersenyum kecut mengingat kejadian itu tapi dia beruntung karena setelah itu pak bangun malah memilihnya menjadi salah satu kandidat lomba lari di event akhir tahun nanti.
"Sudahlah, tidak usah mengingat hal buruk yang kita alami. Karena kita tidak tahu dibalik kejadian buruk itu ada kebaikan yang akan kita terima." Begitulah Anna, selalu mengalah meskipun tahu jika Dinda selalu berusaha untuk mengerjai dirinya.
"Terserah kamu sajalah!" Anne akhirnya mengalah dan mengangkat kedua bahunya pasrah.
*****
Di dalam kelas saat jam olah raga yang kosong.
Anak-anak sudah bersiap untuk keluar kelas dan berganti kostum. Tapi ternyata di cegah oleh pak Bakti.
"Maaf anak-anak, olah raga jasmani di lapangan sementara libur dulu." Pak Bakti langsung memberikan pengumuman.
"Ya....."
"Hu....."
"Kenapa?"
"We....." dan masih banyak celoteh anak-anak yang terdengar gaduh karena pengumuman yang diberikan pak Bakti.
"Tenang-tenang!" Pak Bakti berusaha menenangkan anak-anak yang bertingkah seperti orang yang sedang kecewa padahal dalam hati bersorak senang. Bahkan ada beberapa anak yang saling tos dan mengerling karena senang dengan kejadian ini.
"Bapak akan menggantinya dengan pelajaran bapak" kata pak Bangun menjelaskan. Tentu saja anak-anak kembali riuh dan saling berceloteh tidak jelas.
"Walah....!"
"Hilih...."
"Percuma!"
"Hu.....!"
"Kok gitu?" Dan masih banyak celoteh serta pertanyaan yang tidak jelas terdengar.
"Pak, mending olah raga di lapangan saja lah!" Seru Dinda dari tempat duduknya. Semua anak-anak mendukungnya. Tentu saja seperti itu. Meskipun anak-anak termasuk jenius mereka juga butuh penyegaran dan tidak melulu menghadapi buku yang dari tulisannya saja sudah membuat orang pusing.
"Tapi ini sudah di ijinkan pak Bangun. Dan nanti akan di ganti Minggu depan. Jadi Minggu depan kalian akan ada olah raga dua kali. Jam pelajaran bapak yang sekarang diganti besok ya!" Pak Bakti dengan sudah payah menenangkan dan menjelaskan maksud digantinya jam pelajaran saat ini.
"Kenapa pak?" tanya salah satu teman Dinda.
"Minggu depan bapak ada seminar di yayasan yang ada di pondok Indah" jawab pak Bakti.
"Harusnya jadi kosong saja pak minggu depan!" Usul salah satu siswa yang ada di belakang. Tentu ini membuat suasana kembali ricuh seperti tadi.
"Usul yang bagus!"
"Seharusnya sih kayak gitu!"
"Ah, kenapa harus hari ini?"
Pak Bakti hanya mengeleng mendengar perkataan siswa-siswinya yang masih anak-anak menurutnya, jadi tidak bisa mengerti apa yang sebenarnya dia pikirkan.
"Sudah-sudah, kita mulai saja ya!" Akhirnya pak Bakti memberikan instruksi jika tidak ada yang boleh protes lagi.
Anak-anak pun dengan wajah masam mengikuti saja apa yang sudah di putuskan. Mereka berharap jika minggu depan bisa mendapatkan waktu refresh dengan jadwal dua kali olah raga di lapangan bebas.
Suasana kelas pun kembali tenang dan semua berkonsentrasi dengan baik. Pak Bakti terlihat tersenyum melihat siswanya menurut dan tidak lagi protes.
***Jagan lupa like n favorit serta rate 5 ya gaess. Terima kasih semuanya 😍🙏🙏
lanjut...